Kutulis Sajak Ini dalam kesendirian pagi
Mungkin siang
Mungkin terik
Menatap lembaran kosong tempat ku meludah
Menumpahkan semangkuk kebingungan
tentang ongkos jahit mulutku yang kumal
tentang segudang celana dalam bekas semalam
Kutulis Sajak Ini dalam kehangatan
Lampu belajar yang sedari tadi meratap
Menunggui tuannya yang lusuh dibalur aroma khas lelaki
Dalam kesendirian
Kutulis Sajak Ini
Menebus sekantong sunyi dan sebungkus rokok
Dibalutan malam yang sama bisu
Sebisu batu-batu yang kupijak kemarin sore
Mungkin pagi
Mungkin pada petang yang beranjak malam
Menuntut sayang yang kelabu..
Memori rindu Tanah Pusaka, 3 Oktober 2007










melow..