
Novel yang sempat membuat para penghuni kos-kosan ciwaruga pingin jadi Fahri-nya.. yang sempat membuat para temen2 wanita berharap bisa jadi Aisyah-nya.. yup, dan novel ini pun diangkat menjadi film layar lebar. Coba tanya mas Hanung, cerita tentang pembuatan film-nya. Atau buka kritikannya. Smua bebas berpendapat, antara setuju apa tidak. Bahkan ada yang tidak berminat. Ya ga masalah.
Jadi, apa sih intinya dari ayat-ayat cinta ini??
Ini yang rumit dan makan hati.. kisah cinta? religi? apa budaya?? just read it, you will know.. that’s love never false..
ditulis atas keprihatinan tentang pembajakan dan pengkhianatan










Setelah melewati polemik hebat mengenai film dan novelnya. Akhirnya Hanung dan Kang Abik bersepakat, bahwa karya Novel dan karya Film Ayat-ayat Cinta adalah karya seni yang berdiri sendiri. Masyarakat tinggal berapresiasi sendiri, membaca novelnya atau menonton filmnya.
Celakanya bagi yang sudah membaca novelnya, akan segera membandingkan dengan adegan filmnya yang jauh dari novelnya.
Akhirnya, saya sendiri menerima keduanya sebagai dua karya seni (bukan agama) yang memuat pesan agama Islam.