Bantuan Langsung Tunai

Updated: Oil Prices Lower per 1 December 2008

Learning hard about Finance

Kenaikan harga BBM seyogyanya akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia. Blogosphere diwarnai pro dan kontra. Bahkan beragam analisa dari seorang ahli geologi sampai hanya sekedar curhat. Ada juga yang benar-benar menyodorkan solusi.

Ini hanya sedikit ulasan saja, bagaimana kenaikan harga BBM ini sungguh sangat perlu perhatian dari berbagai pihak. Pemerintah sendiri berani mengeluarkan dana sekitar Rp 22,9 M untuk ongkos cetak dan Rp 105 M untuk distribusi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT). Yang SBY jamin tidak terjamin sepenuhnya sampai pada yang berhak.

Media massa banyak menyorot aksi-aksi menolak kenaikan BBM, tapi kurang sekali melirik para mahasiswa yang menawarkan solusi sakti. TUGU RAKYAT, sepaket solusi yang bisa diambil pemerintah untuk mengatasi bergam masalah di negeri ini.

Bantuan langsung tunai bukanlah sebuah solusi, jauh-jauh hari sudah disampaikan. BLT hanya merupakan bentuk pembodohan, hampir sama dengan kelakuan pemerintah yang membagi-bagikan kompor dan tabung gas gratis. Yang terjadi malah kompor dan tabung gas tersebut dijual lagi. Kebijakan-kebijakan instan seperti ini sesungguhnya akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Terlebih kurangnya akses pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Sehingga masyarakat awam yang tak mendapatkan haknya (pendidikan, dll) menjadi lebih bergantung pada kebijakan sesaat ini.

Pemerintah seharusnya tidak hanya memikirkan kondisi ekonomi makro, jika pemerintah mau belajar dari krisis ekonomi di era ’97-’98. Sudahlah kita terjepit, pemerintah masih saja berpikir jangka pendek. Ingatan saya dibawa pada pertemuan dengan Bpk. Paskah Suzeta (Menneg Bappenas) di UNPAD dua tahun silam. Ketika itu dihadapan mahasiswa beliau memaparkan blue print Indonesia 2005-2025. Kenyataannya yang digarisbawahi hanya ekonomi makro dan industrialisasi, sedangkan di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan juga aplikasi teknologi kurang sekali terpresentasikan. Tambahan informasi kebijakan pemerintah RI yang dipandang dunia bisa didapat di World Resource Institute.

Adapun sebuah masukan dari perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) Australia dapat didownload di sini. Juga masukan tentang Rencana Jangka Panjang Indonesia ke depan terkait pendidikan dapat dilihat di sini.

Akan seperti apakah Indonesia pada tahun 2025 jika rakyatnya masih dicekcoki budaya instan oleh para pemegang kekuasaan seperti bantuan langsung tunai ini. Nah, kalau berkaitan dengan pencabutan subsidi BBM?. Hanya masalah waktu sebenarnya, tapi tidak sekarang.

Coba kaji kembali tawaran bijaksana dari para mahasiswa: TUGU RAKYAT. Belajar dari kesalahan Pemerintahan Megawati yang menjual Indosat dan beberapa aset nasional lainnya ke pihak asing, maka kembali TUGU RAKYAT memberikan perhatian terhadap kebijakan itu. Terlebih rencana pemerintah yang akan memprivatisasi Krakatau Steel (KS).

Bagaimana pandangan pembaca budiman??

Ditulis oleh: Muhammad Rijal ARS

Referensi: Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025

About these ads

94 Responses to “Bantuan Langsung Tunai”


  1. 1 hanggadamai Mei 14, 2008 pukul 12:27 pm

    wah bener banget itu curhat dari kejadian nyataku sehari2.. :mrgreen:
    ya yg paling penting sekarang adalah negara ini butuh orang2 yg ikhlas menolong ngeri ini dari kesengsaraan..
    butuh kebijksanaan dr itu semua..dan paling butuh dukungan dari semua lapisan masyarakat..

  2. 2 wancik Mei 14, 2008 pukul 1:36 pm

    wah..gmana ya kayaknya zaman sekarang orang2 yang pandai, ikhlas, bijaksana sangat langka. Pemimpin seharusnya lebih miskin daripada yang dipimpin. Yang mewakili sebenarnya sadar kalau statusnya lebih rendah daripada yang diwakili sehingga serius memperhatikan yang diwakili. mudah-mudahan semua lapisan masyarakat sangat mendukung semua.

  3. 3 bangzenk Mei 14, 2008 pukul 9:17 pm

    @hanggadamai,
    hehe.. ketawan curhatnya :D

    @wacik,
    permasalahannya ada pada kesadaran dari pemimpin itu sendiri, kemudian akan merambah kepada sikap. karena bagaimanapun pemimpin panutan. tidak harus selamanya miskin :)

    salamhangat.
    Rijal28.info

  4. 4 Al-Faqir Cahyo Mei 15, 2008 pukul 12:34 am

    Saya bingung dengan sikap SBY-JK, dia kok gak dengerin suara rakyat sama sekali, SBY = Salah Betul Yes

  5. 5 nizaminz Mei 15, 2008 pukul 1:13 am

    Kenaikan harga BBM dan BLT adalah proyek “PEMISKINAN MASSAL” dan “PENGEMISASI RAKYAT INDONESIA” oleh pemerintah.

  6. 6 indra kh Mei 15, 2008 pukul 7:58 am

    Tah eta privatisasi BUMN, termasuk Krakatau Steel saya tidak setuju. Pemerintah tidak belajar pada privatisasi2 sebelumnya yang ujungnya sumber daya kita hanya dieksploitasi bangsa asing.

  7. 7 avartara Mei 15, 2008 pukul 8:04 am

    BLT-Plus yang diyakini sebagai obat pelipur lara, tidak lain adalah perusak moral bangsa. BLT-plus akan semakin memicu tumbuh suburnya jiwa “pengemis” dan “pemalas” pada bangsa kita. Beramai-ramai rakyat mendaftar dan meyakini diri bahwa mereka adalah benar-benar miskin, tak peduli harga diri, dan malangnya yang benar-benar miskin malah tersingkirkan. Apakah fenomena ini luput dari kaca mata Pemerintah kita? Alangkah lebih baiknya memberikan “kail” dari pada memberikan “ikan” yang toh habis hanya sekali makan?

  8. 8 bangzenk Mei 15, 2008 pukul 9:21 am

    @Al-Faqir Cahyo,
    karena pemerintah kita telinganya tertutup pak.. orang demonstrasi ribuan juga kagak didenger..

    @nizaminz,
    pembodohan juga..

    @indra kh,
    benar kang Indra, yang saya ga ngerti itu pimpinan baru KS kan Taufiqurrakhman Ruki (mantan ketua KPK) kok tega dia jual KS ya.. waduh, jadi bertanya-tanya..

    @avartara,
    itumah bukan obat pelipur lara, tapi dumpel (popok) buat menghindari bau tai-nya kebijakan pemerintah kita yang bobrok.

    makasih semua, sudah rela berkunjung.
    salamhangat.
    berbagi cerita..

  9. 9 andygoblin Mei 15, 2008 pukul 12:29 pm


    AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
    (Komunitas Indo, ga perlu register)

  10. 10 natazya Mei 15, 2008 pukul 2:25 pm

    tadi sih waktu liat acara dialogue di metro tv konon kabarnya kata menteri keuangan tercinta, BLT itu untuk mengatasi stress yang akan langsung timbul bagi masyarakat kalangan paling bawah supaya bisa dengan cepat mengabrobsi kebijakan yang diberikan…

    trus kalo udah emang mau gimana, katanya nanti akan ada kebijakan lainnya yang pasti dibuat oleh pemerintah dan berpihak ke rakyat golongan paling bawah..

    uh huh?

    we’ll see..

  11. 11 masmoemet Mei 15, 2008 pukul 4:48 pm

    Be Be eM lagih :(

  12. 12 aRuL Mei 15, 2008 pukul 8:24 pm

    kita sependapat… :)
    bahwa landasan APBN berat menanggung subsidi dan kenaikan harga minyak menjadi patokan utama…
    padahal anggaran lain ngak diliat :D

  13. 13 shaffiyah Mei 16, 2008 pukul 5:56 am

    klo gini terus…
    kayaknya bakal bener-bener akan banyak aksi mahasiswa

  14. 14 Margono Mei 16, 2008 pukul 1:09 pm

    kayaknya tak cuma aksi mahasiswa, tapi mahasiswa perlu kita gabung dengan seluruh masa atau kita semua seluruh rakyat, kali ini kita tuntas kan lah reformsi sebab kata televisi singpura ini merupakan reformasi yang belun selesai atau bahasa mereka the uninished reforsm gitu liputan mereka, kamu2 yang punya parabola bebas iuran bisa beli di glodok (sekitar 2- 3 juta itu) bisa menikmati TV2 dunia bagus2 beritanya (ini bukan iklan tapi fakta), iya tak perlu sewa indovision dll yang cuma hiburan itu.
    Oh iya kembali ke topik: buang SBY-YK. Nyang banyak kita tau YK yang jahat, padahal dua-duanya; mereka bersekongkol. Kita juga liat kepla BIN, Syamsir Siregar, juga tak beres, belain SBY-YK, maklum, kata Gus Dur, dia memang dibayar pemerintah kampret ini kan. Jadi mari kita turun sama2, ini bukan hasutan tapi asa senasib, tirinkan SBY-YK. Caranya kita semua buat kerusuhan gerilya; bakar tempat2 kantor umum, bawa bensin diam2, tapi harus pintas. Bunuh kepala BIN dan siapapun yang tak perduli kita rakyat, jangan mau dibelokkan bahwa ini komunis dll, komunis udah mati; itu hanya upaya rejim ini untuk terus bohongi kite. Dasar.
    Komunis dsb selalu dijadikan kambing hitam agar mereka terus berkuasa dan menyengsarakan kita rakyat kecilan secara sisetmatis, struktural dan selamanya; aku sih percaya ini nggak ada hubunganya dengan pihak asing juga, samasekali tidak ada.

  15. 15 Margono Mei 17, 2008 pukul 1:10 pm

    Kali ini saya tak komentar, tapi ini saya ambilkan punya nya Sasya, bagus. Ini dari situs webnya Rane Radio Singapura, pada situs web: freejournalist.wordpress.com

    Nagus deh. Saya setuju sekali, tapi agaknya dia bela Suharto si diktator itu.

    SBY “mutan busuk” atau sebutlah “semacam” SUHARTO — amatiran. Beleive it or not. Tingkah laku dan pola pikirnya curang untuk upaya memenangkan Pemilu 2009. Ambil contoh nyata. SBY kini nyata-nyata mengganjal Gus Dur, temannya Prabowo, melalui “orang-orang”, katakan, “oknum-oknum” di institusi yang masih bermental korup ketinggalan jaman (satu-satunya setelah Myanmar dan Korut) TNI. Gus Dur belum lama ini mengakui ia memang diganjal SBY atau TNI. Sebab kalau ia tetap ikut pemilu, ia akan menang pasti. Itu mungkin benar. Kita semua tahu, Gus Dur terutama (dengan NU-nya) dan juga PKB Gus Dur memiliki kekuatan extraordinary hingga pelosok desa. Gus Dur hampir pasti akan menang. Maka PKB sengaja dan terencana, dipecah melalui Muhaimin, anak muda cukup pintar, licik, dan ambisius tetapi “menjual diri” ke SBY dan TNI secara diam-dian’; ada yang mendekati Muhaimin untuk memecah PKB. Sayang pers Indonesia, tidak pandai melihat itu. Siasat SBY sudah lama dipakai di TNI dan itu cara-cara lama yang dulu selalu dilakukan tuan Suharto, kini ditiru “mutan busuk” SBY, karena masih efektif untuk kasus Indonesia. Masih banyak lagi cara-cara seperti ini. Orang penting di PKS, Nur Wahid, yang istrinya mati entah bagaimana mulanya, disuguhi wanita lebih “lumayan” cantik dan kawinlah Nur Wahid dengan nafsu. Ini jelas juga rekayasa agar ketua MPR itu dapat dimanfaatkan SBY untuk pemilu 2009. SBY dan JK ber-”komitmen jahat” itu dengan pintarnya menjadi saksi pernikahan. Jadi SBY tahu dan belajar cara memangkan 2009 melalui cara-cara tuan HARTO. Penggembosan atau bahkan pembunuhan karakter terjadi di bidang manusia hukum Indonesia. Hari ini, Todung Mulya Lubis, pengacara terkenal dan hebat, dipecat permanen dari Asosiasi Advokat Indonesia. Kasihanlah dia. Sadis betul — sesadis “tidak bolehnya mencalonkan Gus Dur sebagai presiden 2009.” Kasus Todung Muyla Lubis diduga keras terkait dengan kekhawatiran SBY. SBY akan meniru cara mempertahankan kekuasaan almarhum tuan Suharto karena dianggapnya masih relevan dan akan efektif. Todung ML, menurut kacamata SBY dan gangnya, dilanggap bahaya laten, untuk rezim SBy ke depan, meskipun kasus yang nampak di permukaan seolah tak ada hubungannya samasekali dengan SBY. Itulah cara-cara ORBA, saudara-saudara. Kini kita semua tahu, pimpinan oportunis di TNI dan juga di BIN (seperti Syamsir Siregar misalnya yang menjual diri ke Amerika) masih mengendalikan curang negara ini, dan akibatnya rakyat dan bangsa Indonesia menderita berat, boleh sama kira-kira dengan Myanmar hanya sedikit agak lebih baik; yang jelas tak akan mengejar sejahtera seperti negeri Malaysia apalagi Singapura. Maka diperlukan siasat tandingan. Orang-orang mantan TNI, para senior dan juniornya SBY yang masih tugas atau pensiun atau yang tak aktif, para jenderal yang ambisius tapi berwawasan nasionalisme perduli rakyat dan bukan antek kapitalis, musti kini saatnya untuk bangkit. Dengan segenap kekuatan yang ada, rakyat, juga para preman yang dapat dimanfaatkan, serta mahasiswa yang bukan “anak mama” untuk segera menjatuhkan SBY-JK yang tidak pernah perduli pada dan memikirkan rakyat bangsa Indonesia yang sebagian menjadi budak-budak di Malaysia. Rupanya di satu sisi JK tak tahu derita rakyat karena ia anak businessman, sedangkan SBY anak miskin dan tidak punya keberanian, selalu bimbang dan tidak sensitif. Maka, siapapun, mantan TNI atau bukan, untuk bersatu (bersatu kita teguh bercerai kita runduh), militer atau non militer bukan soal, untuk bangkit kaena harus perduli rakyat yang kini sangat sangat menderita di bawah SBY. Orang-orang yang barusa disebut harus sadar dan bangkit, melangkah nyata (tak perlu takut Amerika yang kini kapalnya sedang merapat di laut Indonesia), karena SNY hanya mengadu pada Amerika, untuk bangkit dan membuang SBY-JK yang tak takut pada rakyat. SBY mutan busuk bersama JK karena terus membuat rakyat menderita dengan membuat pengelabuhan dan pembohongan yang terakhir adalah kasus BLT yang sangat tidak masuk akal politik dan ekonomi. Padahal dulu, SUHARTO pun sangat perduli dan mensejahterakan rakyat, tapi ia kejam terhadap musuhnya. Gimana fakta SBY-JK saat ini. Rakyat gila dimana-mana, bunuh diri dimana-mana, membunuh anak-anak mereka dimana-mana, merampok dimana-mana, akibat SBY konon doktor pertanian dan bodoh ekonomi itu. Jadi mau tak mau harus ada orang-orang, seperti musuh-musuh SBY, yang mau menghentikan “kesongkakan” SBY demi rakyat. Persetan dengan pernyataan Syamsir Siregar, kepala BIN yang tak peka terhadap derita rakyat. Siregar pun harus dibuang atau diapakan baiknya. Menjatuhkan SBy gampang. Naikkan harga BBM melonjak begitu tinggi atau langkah dadakan lainnya sedemikian sehingga rakyat sekarat. Maka akan tercipta kerusuhan, kerusuhan perlu digerakkan dan direkayasa, dis seluruh negeri secara cerdas, sehingga kerusuhan dan demo masal merata. Lalu DPR buat sidang khusus untuk memecat SBY-JK. Majulah seorang tokoh untuk menjadi presden sementara atau selamanya, tentu ia yang nasionalis seperti SUKARNO atau boleh juga seperti SUHARTO tapi yang membuat harga-harga murah termasuk harga bbm, dan bukan antek kapitalis seperti SBY-JK. Di bawah SBY-JK, stop! Selamat berjuang, jenderal-jenderal pensiunan dan terpecat dan terbuang. Selamat berjuang, konkritkan. Kami mendukung anda-anda. Kami mahasiswa juga dan kami lebih cerdas dari kebanyakan mahasiswa mayoritas; tapi kami yakin mayoritas mahasiswa itu akan berpikir ulang dan ikut “perahu kita untuk segera lindas SBY-JK, demi menghentikan derita rakyat. Berhentilah tuan-SBY-JK mengelabuhi rakyat; jangan kalian bawa negeri ini dalam FAKE demokrasi, facade demokrasi! Demorasi sejati seperti negara-negara lain; harga-harga murah atau kalau mahal adalah sesduai dengan standar penghasilan minimum rakyat. Bagaimana anda mengatakan meniru negara maju menaikkan bbm seharga mendekati negara maju, tapi anda-anda tidak menaikkan standar penghasilan minimum yang amat besar seperti di negara-negara maju? Sungguh curang anda-anda. Saatnya maju mantan jenderal-jenderal yang akan menggunakan ekonomi kesejahteraan seperti negara-negara Eropa, bukan kapitalis murni, tapi egara kesejahteraan! Yang perduli rakyat. Sistem ekonomi yang membuat rupiah bernilai. Sistem ekonomi dengan harga barang-barang “dijangkau” warga negaranya. Enemy-enemy tuan-tuan SBY-JK , yaitu mantan-mantan jenderal dan segenap komponen aktivis Indonesia, dan juga Gus Dur dan lainnya harus bangkit untuk segera merekayasa penaikan harga dan buang SBY-JK. SBY-JK lupa bahwa seluruh rakyat dan mahasiswa jauh lebiyh pintar. Bagaimana SBY bisa dapat gelar doktor pertanian ya? Padahal ekonomi dan keadilan untuk rakyat Indonesia, hancur luluh-lantak. Liars!

  16. 16 Sasya Hasyim Mei 23, 2008 pukul 8:59 am

    Lidah memang tak bertulang setidaknya itulah lidah SBY. Nyata di depan telinga-mata kita, pada tanggal 7 November, SBY menyatakan dalam pelantikan seorang pejabat bahwa dia tidak akan pilih opsi menaikkan harga bbm (MetroTV siang ini, Jumat, 23 Mei 2008). Itu juga masih ada “nempel” (tentu malu kalau sampai dihapus) di situs web Presiden SBY. Sementara itu, Wiranto dalam iklan kampanye memanfaatkan “senjata pamungkas” pernyataan SBY itu bahwa menaikkan harga bbm akan menambah derita dan jumlah rakyat miskin. Wiranto kurang disukai mahasiswa dan rakyat terutama mereka yang tidak tahu. Sedangkan, Prabowo juga tidak disukai. Rakyat dan teman-teman kita mahasiswa-mahasiswa lainnya ternyata mudah terbawa tipuan-tipuan mrahan gaya SBY-JK. Gosip pembunuhan karakter terhadap Wiranto dan juga Prabowo itu telah lama disebarkan Amerika melalui LSM-LSM yang didanai USAID (lembaga dana milik pemerintah AS) bahwa kedua tokoh tersebut misalnya merupakan pelangar HAM berat. Padahal tidaklah sehitam-putih itu. Prabowo dan Wiranto sebetulnya LEBIH PERDULI pada rakyat dibanding SBY. Justru SBY-lah antek imperialis kapitalis Amerika, seperti juga Juwono Sudarsono dan menteri keuangan dan kini jadi gubernur BI baru, Budiono. Budiono diminta Amerika agar membuat rupiah tetap tidak bernilai yaitu berkisar sembilan ribu hingga sepuluh ribuan rupiah per satu dolar! SBY memang pintar ngibul dan berpura-pura seolah penjualan aset negara waktu lalu dan rencana penjaualan aset negara lain berikutnya, Krakatau Steel, seakan bukan keinginannya tapi keinginan para menterinya. Tetapi bagaimanapun, SBY akan dipersoalkan nantinya. (Mungkin ia nanti harus masuk penjara bersama sejumlah kabinet ekonominya). SBY mungkin tidak tahu bahwa Marie Pangestu dan Sri Mulyani, alumnus negara-negara kapitalis itu, adalah kepanjangan tangan Amerika. SBY pandai berpura-pura dan seolah perduli rakyat misalnya melalui kebijakan BLT tetapi itu semua pembodohan dan pembohongan atau pengelabuhan pada rakyat. SBY membunuh rakyat miskin pelan dan pasti. BLT adalah penipuan tak lucu. Dengan melonjakkan harga bbm, pemerintah SBY memang mengantongi trilunan tetapi nakalnya yang diberikan kepada rakyat miskin (itupun kalau tidak disunat sana-sini atau dikorupsi nyata-nyata tingkat RT/RW dan kepala desa) hanya tinggal seperatus, dengan tujuan SBY ada udang dibalik batu yaitu harapan bahwa dengan BLT ia akan terpilih lagi presiden, sebab rakyat miskin “mudah lupa dan akan merasa berhutang budi” dengan jatah uang BLT: serarus ribu rupiah per bulan per keluarga! Lalu gimana dengan Wiranto atau Prabowo. Akal sehat kami para mahasiswa, keduanya lebih nasionalis. Marilah kita buka mata kita (kami tak ada kepentingan dengan Wiranto aau Prabowo). Marilah kita lihat. Wiranto kita lihat telah menyatakan penaikan bbm atau mengurangi signifikan subsidi bbm nyata-nyata akan menambah derita dan jumlah orang miskin. Sementara, Prabowo kini getol berkampanye merangkul petani dan bercita-cita mengangkat tingkat kehidupan petani. Mereka berdua bukan penipu dan berkata bohong seperti SBY. Itu jelas. Mereka akan membuktikan itu apabila diberi kesempatan, kami yakin. Hanya saja Wiranto dan Prabowo tidak tahu bagaimana caranya memempesona mahasiswa dan rakyat, sementara SBY pandai jual pesona meski pesona palsu. Nampaknya tidak seperti rakyat dan mahasiswa Malaysia misalnya, mahasiswa dan rakyat Indonesia mudah ditipu gaya-gaya SBY meski sekarang mereka tidak mudah lagi sepertinya. Namun di lain pihak, mahasiswa dan rakyat sepertinya terlanjur termakan gosip murahan Wiranto ataupun Prabowo itu “penjahat”. Kembali soal SBY. Kesalahan besar kita semua seluruh rakyat Indonesia-lah yang mengapa waktu itu sampai tidak memilih misalnya Wiranto atau bahkan Amien Rais? Mereka adalah orang-orang yang jelas berani! Rais berani membuat sejarah dengan menjatuhkan Suharto melalui gerakan mahasiswanya. Wiranto berani membuat mencopot anak buah sendiri, meski membuat kesalahan sejarah itu, karena di-adu-domba CIA agar Wiranto mencopot Prabowo dan karena Wiranto melihat Prabowo “musuh bebuyutan”-nya. Kesalahan fatal tokoh-tokoh nasional kita baik yang di sipil dan militer yang tak pernah bersatu mengapa sampai waktu itu menjadikan SBY sebagai presiden. Siasat picik dan tidak melihat kepentingan rakyat! (Ingat demokrasi mestinya adalah menjungjung tinggi dan mementingkan rakyat, di Indonesia belum pernah ada, meski menyatakan Indonesia negara demokrasi!). Kini akhrinya kita tahu, SBY adalah antek Amerika dan pembunuh rakyat. Ada juga teori kuat yang mengatakan bahwa SBY memang dirancang untuk menang melalui jaringan militer hingga ke daerah-daerah yang kini belum dihapus, suatu jaringan institusi militer persisnya adalah Kodam, Kodim, Koramil, di seluruh negeri. Jaringan itulah, menurut teori itu, yang mendisain bahkan melalui RT-RW agar SBY dimenangkan sehingga jadilah SBY presiden. Tapi, lanjut teori itu, kini tidak mungkin ditempuh strategi itu untuk pemenangan SBY 2009 maka ditempuhkan jalan yang agak berbeda yaitu jalan BLT. BLT merupakan perwujudan “money politik tersembunyi”. Menurut teori itu, dengan BLT, SBY bersama menteri-menterinya yang ingin tetap dipakai, merencanakan itu dengan tujuan masyarakat strata rendah akan berhutang budi hingga akhirnya pilih SBY lagi. Metode jaringan Kodim hingga kodim yang menekan RT/RW itu yang dulu dilakukan tidak efektif lagi karena jaringan itu masih DIKUASAI Wiranto. (Wiranto dan Prabowo dan juga Sutiyoso, mantan-mantan terpenting jajaran militer sepertinya akan mencalonkan presiden pada 2009). Itulah sebuah teori yang mungkin juga benar. Baiklah, kita lupakan sejenak hal itu dan mari kita tengok soal “lidah-lidah tak bertulang!”. Lidah tak bertulang siapakah yang perlu dibuang atau mungkin dipotong? Bagi kami mahasiswa, yang perlu dipotong tidak perlu, yang perlu dibuang saja segera adalah SBY. Diturunkan saja. Kedua, bagi kami, yang terpeting untuk dipotong adalah lidah-lidah menteri-menterinya, sekretaris negaranya dan jurubicaranya, yang dikenal dengan lidah-lidah SHAM. SHAM singakatan dari: Sri mulyani, Hattarajasa, Andi malarangeng dan Marie pangestu. Keempat orang ini karena mendapat gaji besar dan tambahan pendapatan sana-sini dari ngobyek pejabat terutama Marie Pangestu, getol terus mendorong golnya kebijakan penaikan bbm. Namun demikian, SBY nampaknya harus bertanggungjawab atas malapetaka ekonomi negeri ini. Lidah dia juga terlalu lentur dan tak bertulang pula. Tiap hari SBY berkicau tak juntrung arahnya. Dia lupa kicau dia sudah membosankan. SBY telah diberi peluang memimpin Indonesia agar pulih usai Indonesia diterjang keras krismon ’97/98. Eh, di bawah SBY, bencana ekonomi Indonesia malahan bertambah parah. Menurut isyu, SBY hanya ingin membuat sejarah murahan karena ibunya ingin ia setidaknya pernah jadi presiden. Juga, menurut isyu itu, SBY ingin menuruti ambisi istrinya agar mereka pensiun presiden dengan “cukup kaya”. Disini jelas SBY tak pernah berpikir bahwa kelak ia harus bertanggungjawab atas dosanya pada rakyat! Maka, saatnya kini kita semua merenungkan kembali dan secepatnya melengserkan SBY kalau tak rakyat tambah sengsara. Mengenai Wiranto atau Prabowo dan teman-temannya? Mereka akan bangkit sendiri setelah peringatan HARI KEBANGKITAN NASIONAL barusan. Akankah mereka bangkit? Mungkin saja. Kita barangkali berkepentingan Amien Rais maju lagi dan bersama-sama dengan mahasiswa dan semua mantan tokoh militer terbuang Wiranto dan Prabowo bersatu memulihkan dan syukur nantinya mensejahteraan rakyat, serta membuat pendidikan universitas murah seperti era SUHARTO. Saatnya memulai bertindak. Kita mahasiswa tak punya kepentingan lebih penting kecuali hanya demi kita dan rakyat. Pendidikan kini sangat sangat memprihatikan karena hanya terjangkau kelas atas. Kesejahteraan dan kehidupan wajar juga sangat sangat memprihatikan lantaran hanya dinikmati oleh para koruptor kakap dan teri. Di zaman Suharto, pendidikan SD sampai PTN bisa dinikmati seluruh anak bangsa Indonesia. Kami mahasiswa jaringan sangat berkepentingan menunggu kepemimpinan konkret tokoh-tkoh seperti itu. Kalau tidak maka akan kami jatuhkan lagi orang-orang itu saat ini melalui teman-teman kita di taruna TNI dan kepolisian yang kini sadar membala demi rakyat. Situasi bisa lebih runyam. Parahnya, SBY-JK menurut kabar terbaru, HANYA AKAN MENYERAH kalau ada gerakan kerusuhan massal membakar toko-toko dan kios-kios warga Tioanghoa seperti 1998 lalu di seluruh tanah air. SBY-JK tidak akan mundur untuk segera menaikkan bbm kalau belum ada kerusuhan seperti itu di seluruh Indonesia yang diikuti sidang istimewa DPR/MPR RI untuk menjatuhkan SBY-JK. Kesombongan itu sudah keterlaluan. Maka kita mahasiswa ambil kesimpulan “biarlah, baik, bagus kalau begitu”. Lalu siapa tokoh-tokoh yang berani memulai men-trigger itu? Apa nggak perlu menggerakkan provokator-provokator dalam truk-truk yang datang tiba-tiba menjarah dan membakar seperti 1998 dulu? Siapa yang melakukan? Seorang teman kami mengatakan, “gampanglah itu, nanti pasti ada yang menggerakkan.” Kami lalu bertanya, “mama orang mau melakukan itu tanpa ada penggerak?” Bagi kami, jalan itu boleh saja ditempuh. Kami yakin akan muncul pemimpin-pemimpin baru, meski kurang disukai rakyat, tampil mengambilalih kepemimpinan nasional dengan wajah-wajah nasionalis sejati yaitu orang-orang yang tidak lagi menipu rakyat tetapi betul-betul membela kepentingan rakyat (nilai sebenarnya DEMOKRASI: Rakyat yang berkuasa seperti di Eropa dan Amerika bukan seperti di Indonesia, pejabat yang berkuasa). Semoga muncul tokoh-tokoh yang bukan antek Amerika seperti SBY. Selamat berjuang jenderal-jenderal terbuang, selamat berjuang kita mahasiswa yang perduli rakyat. Bagi kita mahasiswa adalah kini tidak penting lagi apakah kepemimpinan itu dari militer atau sipil, syukur kalau mereka bersatu hanya dalam satu kata demi rakyat dan pendidikan yang telah dibuat sangat mahal oleh kabinet SBY yang tidak bertanggungjawab! Yang terpenting bagi kami mahasiswa adalah demokrasi tidak dibelokkan (demokrasi adalah mengangkat derajat rakyat dan takut pada rakyat, demokrasi bukan kekuasaan oknum-oknum penguasa). Selamat melaksanakan tugas wahai tokoh-tokoh sipil yang punya kesadaran dan hati nurani dan beramanat dan bangkitlah. Selamat berjuang wahai jenderal-jenderal yang terbuang! Selamat melaksanakan. Sebab SBY telah disetir CIA untuk cepat atau lambat membubarkan Indonesia. Dan soal bakar-membakar itu marilah kita dukung kalau tujuannya untuk menjatuhkan SBY-JK yang sudah tidak memperdulikan mahasiswa dan rakyat !!!

  17. 17 Sasya Hasyim Mei 23, 2008 pukul 9:00 am

    Tolong sebarluaskan ke situs-sirus web jaringan mahasiswa lainnya. Ini gerakan kita. Lidah memang tak bertulang setidaknya itulah lidah SBY. Nyata di depan telinga-mata kita, pada tanggal 7 November, SBY menyatakan dalam pelantikan seorang pejabat bahwa dia tidak akan pilih opsi menaikkan harga bbm (MetroTV siang ini, Jumat, 23 Mei 2008). Itu juga masih ada “nempel” (tentu malu kalau sampai dihapus) di situs web Presiden SBY. Sementara itu, Wiranto dalam iklan kampanye memanfaatkan “senjata pamungkas” pernyataan SBY itu bahwa menaikkan harga bbm akan menambah derita dan jumlah rakyat miskin. Wiranto kurang disukai mahasiswa dan rakyat terutama mereka yang tidak tahu. Sedangkan, Prabowo juga tidak disukai. Rakyat dan teman-teman kita mahasiswa-mahasiswa lainnya ternyata mudah terbawa tipuan-tipuan mrahan gaya SBY-JK. Gosip pembunuhan karakter terhadap Wiranto dan juga Prabowo itu telah lama disebarkan Amerika melalui LSM-LSM yang didanai USAID (lembaga dana milik pemerintah AS) bahwa kedua tokoh tersebut misalnya merupakan pelangar HAM berat. Padahal tidaklah sehitam-putih itu. Prabowo dan Wiranto sebetulnya LEBIH PERDULI pada rakyat dibanding SBY. Justru SBY-lah antek imperialis kapitalis Amerika, seperti juga Juwono Sudarsono dan menteri keuangan dan kini jadi gubernur BI baru, Budiono. Budiono diminta Amerika agar membuat rupiah tetap tidak bernilai yaitu berkisar sembilan ribu hingga sepuluh ribuan rupiah per satu dolar! SBY memang pintar ngibul dan berpura-pura seolah penjualan aset negara waktu lalu dan rencana penjaualan aset negara lain berikutnya, Krakatau Steel, seakan bukan keinginannya tapi keinginan para menterinya. Tetapi bagaimanapun, SBY akan dipersoalkan nantinya. (Mungkin ia nanti harus masuk penjara bersama sejumlah kabinet ekonominya). SBY mungkin tidak tahu bahwa Marie Pangestu dan Sri Mulyani, alumnus negara-negara kapitalis itu, adalah kepanjangan tangan Amerika. SBY pandai berpura-pura dan seolah perduli rakyat misalnya melalui kebijakan BLT tetapi itu semua pembodohan dan pembohongan atau pengelabuhan pada rakyat. SBY membunuh rakyat miskin pelan dan pasti. BLT adalah penipuan tak lucu. Dengan melonjakkan harga bbm, pemerintah SBY memang mengantongi trilunan tetapi nakalnya yang diberikan kepada rakyat miskin (itupun kalau tidak disunat sana-sini atau dikorupsi nyata-nyata tingkat RT/RW dan kepala desa) hanya tinggal seperatus, dengan tujuan SBY ada udang dibalik batu yaitu harapan bahwa dengan BLT ia akan terpilih lagi presiden, sebab rakyat miskin “mudah lupa dan akan merasa berhutang budi” dengan jatah uang BLT: serarus ribu rupiah per bulan per keluarga! Lalu gimana dengan Wiranto atau Prabowo. Akal sehat kami para mahasiswa, keduanya lebih nasionalis. Marilah kita buka mata kita (kami tak ada kepentingan dengan Wiranto aau Prabowo). Marilah kita lihat. Wiranto kita lihat telah menyatakan penaikan bbm atau mengurangi signifikan subsidi bbm nyata-nyata akan menambah derita dan jumlah orang miskin. Sementara, Prabowo kini getol berkampanye merangkul petani dan bercita-cita mengangkat tingkat kehidupan petani. Mereka berdua bukan penipu dan berkata bohong seperti SBY. Itu jelas. Mereka akan membuktikan itu apabila diberi kesempatan, kami yakin. Hanya saja Wiranto dan Prabowo tidak tahu bagaimana caranya memempesona mahasiswa dan rakyat, sementara SBY pandai jual pesona meski pesona palsu. Nampaknya tidak seperti rakyat dan mahasiswa Malaysia misalnya, mahasiswa dan rakyat Indonesia mudah ditipu gaya-gaya SBY meski sekarang mereka tidak mudah lagi sepertinya. Namun di lain pihak, mahasiswa dan rakyat sepertinya terlanjur termakan gosip murahan Wiranto ataupun Prabowo itu “penjahat”. Kembali soal SBY. Kesalahan besar kita semua seluruh rakyat Indonesia-lah yang mengapa waktu itu sampai tidak memilih misalnya Wiranto atau bahkan Amien Rais? Mereka adalah orang-orang yang jelas berani! Rais berani membuat sejarah dengan menjatuhkan Suharto melalui gerakan mahasiswanya. Wiranto berani membuat mencopot anak buah sendiri, meski membuat kesalahan sejarah itu, karena di-adu-domba CIA agar Wiranto mencopot Prabowo dan karena Wiranto melihat Prabowo “musuh bebuyutan”-nya. Kesalahan fatal tokoh-tokoh nasional kita baik yang di sipil dan militer yang tak pernah bersatu mengapa sampai waktu itu menjadikan SBY sebagai presiden. Siasat picik dan tidak melihat kepentingan rakyat! (Ingat demokrasi mestinya adalah menjungjung tinggi dan mementingkan rakyat, di Indonesia belum pernah ada, meski menyatakan Indonesia negara demokrasi!). Kini akhrinya kita tahu, SBY adalah antek Amerika dan pembunuh rakyat. Ada juga teori kuat yang mengatakan bahwa SBY memang dirancang untuk menang melalui jaringan militer hingga ke daerah-daerah yang kini belum dihapus, suatu jaringan institusi militer persisnya adalah Kodam, Kodim, Koramil, di seluruh negeri. Jaringan itulah, menurut teori itu, yang mendisain bahkan melalui RT-RW agar SBY dimenangkan sehingga jadilah SBY presiden. Tapi, lanjut teori itu, kini tidak mungkin ditempuh strategi itu untuk pemenangan SBY 2009 maka ditempuhkan jalan yang agak berbeda yaitu jalan BLT. BLT merupakan perwujudan “money politik tersembunyi”. Menurut teori itu, dengan BLT, SBY bersama menteri-menterinya yang ingin tetap dipakai, merencanakan itu dengan tujuan masyarakat strata rendah akan berhutang budi hingga akhirnya pilih SBY lagi. Metode jaringan Kodim hingga kodim yang menekan RT/RW itu yang dulu dilakukan tidak efektif lagi karena jaringan itu masih DIKUASAI Wiranto. (Wiranto dan Prabowo dan juga Sutiyoso, mantan-mantan terpenting jajaran militer sepertinya akan mencalonkan presiden pada 2009). Itulah sebuah teori yang mungkin juga benar. Baiklah, kita lupakan sejenak hal itu dan mari kita tengok soal “lidah-lidah tak bertulang!”. Lidah tak bertulang siapakah yang perlu dibuang atau mungkin dipotong? Bagi kami mahasiswa, yang perlu dipotong tidak perlu, yang perlu dibuang saja segera adalah SBY. Diturunkan saja. Kedua, bagi kami, yang terpeting untuk dipotong adalah lidah-lidah menteri-menterinya, sekretaris negaranya dan jurubicaranya, yang dikenal dengan lidah-lidah SHAM. SHAM singakatan dari: Sri mulyani, Hattarajasa, Andi malarangeng dan Marie pangestu. Keempat orang ini karena mendapat gaji besar dan tambahan pendapatan sana-sini dari ngobyek pejabat terutama Marie Pangestu, getol terus mendorong golnya kebijakan penaikan bbm. Namun demikian, SBY nampaknya harus bertanggungjawab atas malapetaka ekonomi negeri ini. Lidah dia juga terlalu lentur dan tak bertulang pula. Tiap hari SBY berkicau tak juntrung arahnya. Dia lupa kicau dia sudah membosankan. SBY telah diberi peluang memimpin Indonesia agar pulih usai Indonesia diterjang keras krismon ’97/98. Eh, di bawah SBY, bencana ekonomi Indonesia malahan bertambah parah. Menurut isyu, SBY hanya ingin membuat sejarah murahan karena ibunya ingin ia setidaknya pernah jadi presiden. Juga, menurut isyu itu, SBY ingin menuruti ambisi istrinya agar mereka pensiun presiden dengan “cukup kaya”. Disini jelas SBY tak pernah berpikir bahwa kelak ia harus bertanggungjawab atas dosanya pada rakyat! Maka, saatnya kini kita semua merenungkan kembali dan secepatnya melengserkan SBY kalau tak rakyat tambah sengsara. Mengenai Wiranto atau Prabowo dan teman-temannya? Mereka akan bangkit sendiri setelah peringatan HARI KEBANGKITAN NASIONAL barusan. Akankah mereka bangkit? Mungkin saja. Kita barangkali berkepentingan Amien Rais maju lagi dan bersama-sama dengan mahasiswa dan semua mantan tokoh militer terbuang Wiranto dan Prabowo bersatu memulihkan dan syukur nantinya mensejahteraan rakyat, serta membuat pendidikan universitas murah seperti era SUHARTO. Saatnya memulai bertindak. Kita mahasiswa tak punya kepentingan lebih penting kecuali hanya demi kita dan rakyat. Pendidikan kini sangat sangat memprihatikan karena hanya terjangkau kelas atas. Kesejahteraan dan kehidupan wajar juga sangat sangat memprihatikan lantaran hanya dinikmati oleh para koruptor kakap dan teri. Di zaman Suharto, pendidikan SD sampai PTN bisa dinikmati seluruh anak bangsa Indonesia. Kami mahasiswa jaringan sangat berkepentingan menunggu kepemimpinan konkret tokoh-tkoh seperti itu. Kalau tidak maka akan kami jatuhkan lagi orang-orang itu saat ini melalui teman-teman kita di taruna TNI dan kepolisian yang kini sadar membala demi rakyat. Situasi bisa lebih runyam. Parahnya, SBY-JK menurut kabar terbaru, HANYA AKAN MENYERAH kalau ada gerakan kerusuhan massal membakar toko-toko dan kios-kios warga Tioanghoa seperti 1998 lalu di seluruh tanah air. SBY-JK tidak akan mundur untuk segera menaikkan bbm kalau belum ada kerusuhan seperti itu di seluruh Indonesia yang diikuti sidang istimewa DPR/MPR RI untuk menjatuhkan SBY-JK. Kesombongan itu sudah keterlaluan. Maka kita mahasiswa ambil kesimpulan “biarlah, baik, bagus kalau begitu”. Lalu siapa tokoh-tokoh yang berani memulai men-trigger itu? Apa nggak perlu menggerakkan provokator-provokator dalam truk-truk yang datang tiba-tiba menjarah dan membakar seperti 1998 dulu? Siapa yang melakukan? Seorang teman kami mengatakan, “gampanglah itu, nanti pasti ada yang menggerakkan.” Kami lalu bertanya, “mama orang mau melakukan itu tanpa ada penggerak?” Bagi kami, jalan itu boleh saja ditempuh. Kami yakin akan muncul pemimpin-pemimpin baru, meski kurang disukai rakyat, tampil mengambilalih kepemimpinan nasional dengan wajah-wajah nasionalis sejati yaitu orang-orang yang tidak lagi menipu rakyat tetapi betul-betul membela kepentingan rakyat (nilai sebenarnya DEMOKRASI: Rakyat yang berkuasa seperti di Eropa dan Amerika bukan seperti di Indonesia, pejabat yang berkuasa). Semoga muncul tokoh-tokoh yang bukan antek Amerika seperti SBY. Selamat berjuang jenderal-jenderal terbuang, selamat berjuang kita mahasiswa yang perduli rakyat. Bagi kita mahasiswa adalah kini tidak penting lagi apakah kepemimpinan itu dari militer atau sipil, syukur kalau mereka bersatu hanya dalam satu kata demi rakyat dan pendidikan yang telah dibuat sangat mahal oleh kabinet SBY yang tidak bertanggungjawab! Yang terpenting bagi kami mahasiswa adalah demokrasi tidak dibelokkan (demokrasi adalah mengangkat derajat rakyat dan takut pada rakyat, demokrasi bukan kekuasaan oknum-oknum penguasa). Selamat melaksanakan tugas wahai tokoh-tokoh sipil yang punya kesadaran dan hati nurani dan beramanat dan bangkitlah. Selamat berjuang wahai jenderal-jenderal yang terbuang! Selamat melaksanakan. Sebab SBY telah disetir CIA untuk cepat atau lambat membubarkan Indonesia. Dan soal bakar-membakar itu marilah kita dukung kalau tujuannya untuk menjatuhkan SBY-JK yang sudah tidak memperdulikan mahasiswa dan rakyat !!!

  18. 18 Putri Kwik Kian Gie Mei 27, 2008 pukul 9:31 am

    Tuduhan-tuduhan bodoh membebek gaya Orba “orang-orang” SBY-JK. Menurut Gus Dur dengan sangat jelas bahwa pak Syamsir “orang yang dibayar SBY” (Kompas dan Koran-koran lainnya). Kita mahasiswa melihat padahal mestinya sebagai kepala BIN, pak Syamsir harus mengabdi pada negara/rakyat bukan pada pemerintah/rezim. Pak Syamsir dengan tidak intelek dan seperti anak kecil dengan semborono menyatakan bahwa aksi moral kami mahasiswa dan komponen rakyat dan buruh di banyak tempat di negeri ini dalam menentang BLT dan penaikan BBM itu dikatakan ditunggangi. Oh, pak Syamsir. Kenapa suka bicara menunggangi? Apakah pak Syamsir sudah tidak mampu menunggangi? Kuno, pak Syamsir. Tunggang-menunggangi itu relatif. Bisa iya bisa tidak. Tergantung ngliatnya. Pak Syamsir juga bisa ditunggangi dan menunggai, ditunggangi SBY-JK dan menunggangi mereka. Juga dapat dikatakan tidak ada yang menunggangi kan? Anehnya MetroTV dengan malah membuat liputan adu-domba, melalui acara Metro Realita semalam dan sepertinya menuduh Rizal Ramli menunggangi. Metro juga tampak memihak pak Syamsir. Metro dalam uraiannya itu mengulas Rizal Ramli penunggang. Wah-wah-wah, ternyata seperti itu MetroTV ternyata? Bagi kami mahasiswa BEM dan mahasiswa jaringan-jaringan lainnya, Metro jelas sangat tendensius. Apakah perlu MetroTV kami demo juga? Itu bukan pertama kali. Sementara itu, aneh dan sangat menggelikan, humas Polri Abu Bakar pagi tadi atau semalam menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang ingin “membenturkan”. Apa pula ini? Kita mahasiswa semua tahu dan bahkan anak kecil SD pun ngerti. Adik-adik kita anak SD bilang pernyataan pak Syamsir dan pak Abu Bakar lucu deh.”Masa’ seperti itu dibilang ada yang nunggangi. Kita anak SD juga tahu itu kan karena kenaikan bbm dan rakyat makin susah,” kata seorang adik kita yang duduk di kelas 5 SD. Dia melanjutkan: “Lucu ya pejabat-pejabat kita, bang? Masa’ pejabat ngomongnya kayak gitu, kayak kita anak SDi” Dan kami mahasiswa geli juga ngliat cara-cara pejabat-pejabat kita yang persis seperti cara-cara zaman pak Harto dulu: mencari kambing hitam. Maka kita dan juga semua orang yang melihat dan mendengar pernyataan itu geli. Rupanya pejabat-pejabat itu masih seperti “katak dalam tempurung” dan menganggap mahasiswa, buruh dan rakyat masa kini masih seperti zaman Orba yang dapat dibodohi. Da juga tidak habis pikir gimana lembaga keamanan terpenting seperti BIN yang mestinya mencium musuh-musuh luar yang bergentayangan di negeri ini yang menyamar di perusahaan-perusahaan asing cabang local, malah memusuhi mahasiswa, buruh dan rakyat sendiri. Ini adalah satu-satunya di dunia. Intelijen-intelijen negara-negara lain melihat musuh berasal dari warga atau bangsa lain dan bukan mencari musuh atau memusuhi warga/bangsa sendiri. Menggelikan kalau BIN dan Polri dipimpin orang-orang seperti pak Syamsir. Menggelikan juga kalau kahumas Polri juga seperti pak pak Abu Bakar. Kok seperti anak-anak. Harusnya BIN dan Polri berpikir dalam, merenung lalu mampu melihat nyata apakah misalnya SBY-JK masih pantas dipertahankan, dan apakah tidak sepantasnya mendukung pelengseran SBY-JK? Juga untuk berpikir apakah SBY-JK memang mengawal demokrasi atau hanya ingin memperkaya diri dan tak perduli dengan rakyat? BIN dan Polri juga mestinya berpikir apakah SBY-JK menjadikan rakyat sejahtera seperti di negara-negara lain yang tahu apa makna demokrasi (demokrasi adalah mensejahterakan rakyat dan membuat pendidikan buuuuaaaanyyyyaaak PTN/PTS tetap dijangkau seluruh anak bangsa, lihat Negara-negara lain di manapun termasuk di Amerika sendiri). Kapan bapak-bapak pejabat dan ibu-ubu pejabat berhenti membodohi bangsa ini? Kalau sidah diberi palajaran kami para jaringan mahasiswa Indonesia seluruh dunia?! BIN dan Polri hendaknya melihat apakah SBY-JK membuat penddikan hingga ke PTN-PTS murah terjangkau oleh seluruh anak rakyat (itu justru makna demokrasi). BIN dan Polri hednaknya intelek dan tahu tugas kenegaraan/kerakyatannya bukan mengabdi pada pemerintah. Salah. Di manapun di dunia, badan inteleijen dan polisi mengabdi pada negara/rakyat dan bukan pada pemerintah (mohon bapak-bapak sekolah lagi ding). Sebab badan intelijen dan polisi, juga BIN dan Polri, didanai uang rakyat/Negara bukan uang pemerintah! Rakyat jangan terus ditindas hak-haknya. Kini tak ada jaminan hidup layak bagi rakyat seperti yang dinikmati sesamanya di Malaysia, Thailand, Singapura dan lainnya. BIN dan Polri bersma-sama TNI harus menyadari hal itu dan berbuat seiring Konstitusi dan bukan memperalat Konstitusi atau mau diajak KKN memperalat Konstitusi atau menyelewengkan Konstitusi. Rakyat, buruh dan kami sudah lama melihat bahwa SBY-JK sudah tak berguna, maka BIN, Polri juga mestinya harus lebih cepat melihat seperti itu. SBY-JK sudah lama membodohi rakyat dengan semua kebijakannya yang tidak pro rakyat tetapi mengatasnamakan berpihak pada rakyat. Nyaris tak ada satu pasal mengenai ekonomi dan pendidikan dan lainnya di Konstitusi kita yang tidak dilanggar SBY-JK. Mestinya ketua DPR/MPR harus sudah melengserkan SBY-JK atas nama amanat penderitaan rakyat. Oleh karena itu kita semua mahasiswa bangkit untuk menegakkan makna Konstitusi. Mahasiswa akan terus menghimpun seluruh kekuatan buruh dan rakyat juga untuk terus maju menekan DPR/MPR agar adakan sidang istimewa melengserkan SBY-JK. Bagi kami siapapun yang tampil berdemo membela hak-hak rakyat yang terus dimiskinkan dan tidak diberdayakan secara benar, adalah pahlawan. Siapapun! Bagi kami, Rizal Ramli yang waktu lalu ikut turun berdemo dan akan terus ikut berdemo dan mengajak tokoh-tokoh lainnya jelas adalah pahlawan, karena mereka berhati nurani mau menentang kazaliman dan ketakadilan BLT dan penaikan BBM semena-mena, Rizal Ramli itu pahlawan dan ia di garis yang benar. Kenapa pak Syamri dan pak Abu Bakar dan pejabat-pejabat sekelompok lainnya tidak membela kami mahasiswa, buruh dan rakyat, yang selalu dibuat menderita, tidak seperti rekan-rekan kami di negara-negara lain? Butakah bapak? Gilakah bapak? Kami mahasiswa jaringan seluruh negeri dan luar negeri akan ajak seluruh komponen untuk berdemo damai, dan yang bukan damai bukan dari kami, untuk bawa tokoh kawakan seperti Sri Bintang Pamungkas, Kwik Kian Gie, Sjahrir 9pak Sjahrir harus bergabung juga), kemudian Mochtar Pakpahan, Hariman Siregar, juga pak Amien Rasis dan seluruh komponen rakyat dan buruh untuk menentang pengkhianatan atas Kosntitusi kita. Kami bersama mereka akan minta DPR/MPR atau mereka sadar bersedia membuat sidang istimewa sendiri untuk secepatnya menurunkan SBY-JK karena membuat seluruh rakyat semakin menderita dengan ngawur dan tidak bukan, jadi bukan soal populis dan tidak, menaikkan gila harga BBM dan membagi-bagi BLT dengan “tak ada negara manapun yang melakukan kebijakan seperti itu,” kata seorang anggota DPR vokal dari PKS itu. Itu benar. SBY-JK harus turun kalau tidak segera mengembalikan harga BBM, pangan dan angkutan umum seperti sedia kala! Kami seluruh kekuatan mahasiswa, seluruh Indonesia dan luar bahu-membahu bersatu-padu, bersama konfederasi buruh, tokoh-tokoh militer dan sipil yang terbuang/tersisihkan, dan seluruh rakyat akan turun serentak berhati-hari di depan gedung DPR/MPR agar SBY-JK diturunkan kalau tidak ada pencabutan kebijakan sewenang-wenang itu. Kawan-kawan, sebarkan ini ke semua komponen seluruh negeri dan jalin kerjasama dan harus kita terima kalau ada tawaran kerjasama dari pihak-pihak lain manapun di luar kekuasaan yang zalim ini. ++++

  19. 19 bangzenk Mei 27, 2008 pukul 10:08 am

    @Putri Kwik Kian Gie,

    entah nama asli atau bukan, namun saya menghargai ulasannya. kita mahasiswa bergerak dan bertindak semestinya dengan keilmuan dan keluasan wawasan. berlandaskan hati nurani kerakyatan.

  20. 20 Orang Miskin Mei 28, 2008 pukul 1:16 am

    Kalian ini mahasiswa kan orang elite. Orang sekolahan. Kalian gak tahu bagaimana rasanya miskin, tidak punya makanan, tidak bisa bayar uang sekolah anak. BLT itu salah satu solusi sementara, yang membantu orang miskin untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM. Emangnya kalian mau dan suka melihat orang gak bisa beli apa-apa setelah harga-harga naik terkena dampak harga BBM?

    Ini bukan soal mendidik bangsa kita jadi pengemis mas. Ini mah keharusan membantu orang miskin. Wajib.

    Mikirnya yang intelek dong.

  21. 21 Sasya Hasyim Mei 28, 2008 pukul 9:43 am

    Tolong ini sebar ke temen-temen mahasiswa yang lain. Sebar sebanyak-banyaknya ke BEM-BEM yang lain ya. Marilah kita berusaha maksimal. Rupanya. SBY buat kekeliruan besar baru lagi. Setelah kekeliruan serius kebijakan BLT si miskin dan kenaikan BBM, kemarin SBY melalui mendiknas Bambang Sudibyo didampinginya Aburizal Bakrie dan dirinya mengumumkan segera memberikan “BLT mahasiswa kelompok miskin”. Presiden itu benar-benar kacau. Siang ini, pagi tadi, SBY melucu di sela-sela pidatonya mengatakan agak sakit (dia batuk-batuk lalu minum air putih) tersenyum, melucu seperti itu, dan hadirin tertawa. Melucu dan bernyanyi di atas penderitaan rakyat yang ikut dibuatnya tak lucu. SBY tidak peka. Kita sebagai mahasiswa saja punyakepekaan dan merasakan bahwa sebuah negara yang mestinya besar ini dikerdilkan oleh orang-orang anak bangsa sendiri. Kita mahasiswa harus fokus: Meminta SBY mengembalikan harga BBM ke sedia kala agar ongkos angkutan umum dan harga sembako dan juga barang penting lainnya seperti semen tak ikut naik. Kita mahasiswa akan menuntut itu bersama-sama konfederasi buruh dan komponen lainnya dan masyarakat, bersatu supaya SBY membatalkan juga macam-macam BLT itu pula dan tentunya membatalkan kenaikan harga BBM. Kita harus terus demo besar, terarah dan fokus ke sana. Kalau mereka tak menyerah, kita menari dukungan siapapun yang mendukung (tunggang-menunggang itu biasa, semua juga ditunggangi sesuai kepentingan masing-masing) dan kepentingan membela rakyat lebih penting dan mulia, untuk menuju pintu gerbang gedung DPR/MPR RI, menekan DPR/MPR bersama kita mahasiswa, agar menekan SBY-JK membatalkan hal-hal tersebut, atau SBY-JK lengser keprabon. Seluruh mahasiswa kini sadar dan melihat BLT untuk mahasiswa itupun juga pembodohan. Itu salah-salah akan memicu konflik antara mahasiswa. Padahal BLT ini jelas kampanye tersembunyi dengan topeng membantu masyarakat, tidak mendidik dan merupakan money politic. SBY-JK juga akan hutang ke bank nasional, Bank Mandiri, untuk mempertahankan pemerintahannya. Kita mahasiswa akan diadu domba dengan kebijakan blunder BLT untuk mahasiswa kelompok miskin, uang lima ratus ribu rupiah per semester mulai semester ganjil depan. Itu pelecehan dan pembodohan, merendahkan martabat mahasiswa. Mestinya SBY memberi beasiswa saja yang banyak kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi yag ber-IP tinggi bukan membagi-bagi dana gratis. BLT yang untuk masyarakat miskin sudah menimbulkan konflik dimana-mana, mengapa muncul BLT untuk mahasiswa? Uang Rp 500.000 itu pelecehan dan hanya 1/5, 1/10, 1/100 dari “uang jajan” putra-putri pejabat. Juga sulit menentukan mahasiswa manasaja yang berhak menerima dan masuk kelompok miskin. Bagaimana data itu dibuat dan peroleh. Data manapun jelas rawan manipulasi dan pemalsuan. Bangsa ini akibat perilaku sebagian besar pemimpin di negara ini belum normal. BLT untuk orang miskin itu saja banyak yang tak kebagian. Kelakukan bangsa ini belum beres. Dana BLT itu kebanyakan tak nyampai pada mereka yang berhak. BLT adalah kesalahan serius pengambilan kebijakan SBY dan dia pasti akan dimintai pertanggunganjawab. BLT hanya akal-akalan korupsi lagi dalam arti lebih luas. Suatu kampanye terselubung. Kita mahasiswa menyadari itu tidak sebanding dengan uang uang yang raib dikorupsi pejabat-pejabat serta dana BLBI. Maka jangan sampai SBY-JK tertawa terbahak-bahak saat nanti melihat di kaca TV mereka, mahasiswa berebut BLT. Konflik pembagian BLT untuk warga miskin jangan terjadi pada mahasiswa. Bambang Sudibyo bersama Aburizal jangan sampai tertawa terbahak-bahak. Tetapi boleh juga. Kita kali ini harus licik seperti mereka pula, untuk sementara saja jangan keterusan. Kawan-kawan mahasiswa yang kebetulan kurang beruntung atau masuk kelompok miskin ambil saja dana BLT itu sementara tetap terus demo sampai kenaikan harga BBM dan BLT dibatalkan. Itu cerdas namanya. Kita mahasiswa akan tetap mengawal “amanat penderitaan rakyat”. Cara pembodohan dan menjatuhkan martabat bangsa dengan bagi-bagi BLT itu harus kita protes, kita tentang, kita lawan, kita terjang. SBY-JK telah menambah kesengsaraan kita. Pendidikan sangat mahal tudak seperti teman-teman kita di bangs-bangsa lain. SBY masih pakai kebijakan Orba, kebijakannya membodohi dan menyengsarakan. Kita mahasiswa akan menuntaskan the unfinished reform yang kini kian redup tak ada tanda-tanda menyala. Kita harus bergabung dengan siapapun tokohnya termasuk jenderal-jenderal terbuang, politisi-politisi terbuang, aktivis-aktivis terbuang. Kita tidak mau dibeli hanya dengan Rp 500.000 dalam satu semester. Kita mahasiswa terus berkonsolidasi dengan konfederasi buruh dan seluruh komponen kerakyatan. Kita galang dan terima dana dari manasaja, kita akan bergabung dengan siapapun yang melawan kezaliman. Pelecehan ratusan ribu rupiah itu secara moral kita tolak dan hanya kawan-kawan yang tak mampu yang menerima SBY-JK terus saja jalan-jalan ke luar negeri, lebih sering dibanding Gus Dur yang dulu sempat dikritik suka jalan-jalan ke luar negeri. SBY-JK juga memboroskan uang rakyat tanpa hasil. Kenaikan BBM oleh SBY-JK membunuh rakyat pelan-pelan. Akibat itu, banyak sudah yang bunuh diri, membunuh, dibunuh. Itu tak langsung diciptakan SBY-JK. SBY-JK harus mempertanggungjawabkan ini. SBY-JK mestinya membangun ekonomi kerakyatan sehingga dapat mensejahterakan rakyat. Di mata kita jelas dan nyata: SBY tak punya jiwa kenegarawanan dan tidak prorakyat. Dari awal kebijakan SBY tak jelas. SBY akan menuai badai. Kita mahasiswa melihat kebijakan yang diambil tanpa pikir masak bisa menjadi bumerang. SBY mengulur waktu. Apa nilainya seorang dokttor pertanian yang haluannya tidak berpihak pada petani, tidak punya agenda membangun pertanian, kalah dengan pak Prabowo. Apa perlu kampus mencabut kedoktorannya? Apa nilainya dan apa tidak malu doktor pertanian tidak punya hatinurani, kalah dengan pak Wiranto. Ini soal kawan kita sesama mahasiswa: kawan-kawan kita sesama mahasiswa yang kini berbuat konyol merusak diri sendiri dengan “demo mogok makan” harus menghentikan itu. Kalian akan menderita diabetes karena kebanayakan minum gula, sakit ginjal karena tak makan. Kita mendemo “pemerintah main-main ini” dengan “mogok makan” itu bodoh. Hentikan kawan. Itu merusak fisik dan mental. Pakai akal sehat. SBY-JK tak bakal berhenti dengan “mogok makan kita”. Tentu SBY-JK tidak merasakan makna mogok makan kalian. Pun tak perlu buat lelucon bodoh dengan aksi teatrikal. Tidak efektif. Hanya jadi tertawaan orang. Kelompok kalian bisa mengganti “mogok makan konyol” itu dengan logika waras. Kita seluruh mahasiswa harus fokus pada agenda yaitu minta segera batalkan kenaikan BBM dan BLT. Itu saja. Kalau tidak, tentu turunkan SBY-JK. Itu saja. Kita terus maju tak gentar menuju pintu gerbang, menjebolkan pintu gerbang DPR/MPR. Kita buat poster-poster demo tuntutan jelas dan konkret dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris agar masyarakat luar bisa paham. Kita manfaatkan pers asing dan abang-abang serta kakak-kakak kita di pers nasional/lokal. Komplit. Galang kekuatan besar! Maju tak gentar! Maju ke depan gedung DPR/MPR! Mari beri pengetahuan (baca: pelajaran) kepada SBY-JK yang menggunakan cara-cara Orba, di hari gini?! Kawan-kawan kita di luar banyak yang sedang berupaya membantu kita. Mereka sedang berusaya memperlihatkan pelanggaran-pelanggaran HAM polisi dan intelijen kuno kita di bawah pemerintahan SBY. Kita mahasiswa sudah mengatakan kita tidak penting lagi dikotomi militer-sipil. Kita sadart dan tahu di militer dan sipil hampir menyerupai junta Myanmar ini, masih ada orang dan orang-orang “lugu-goblok” ada pula orang dan orang-orang yang “cerdas-pintar”. Sayangnya kita tertipu mendapat yang pertama. BEM dan seluruh jaringan mahasiswa jangan terpecah. Kita mahasiswa cerdik: boleh saja ambil dana, dan kita lanjutkan demo hingga mereka menyerah. Kita tak boleh terpecah hanya soal kecil. Kita hsrtus rampungkan the unfinished reform. Kita jaringan seluruh mahasiswa dan lainnya tetap mendesak SBY-JK me-reevaluasi kebijakan itu dan langsung mengumumkan membatalkan enaikan BBM dan pemberian BLT. Apa tidak takut kerusuhan akibat penderitaan dan ketidakpastian rakyat?!

  22. 22 penyokongpaklah Mei 28, 2008 pukul 10:03 am


    COBA LIAT SITUS:
    rompaklah-malingsia.blogspot.com

  23. 23 mujianto_dava Mei 28, 2008 pukul 3:49 pm

    gi mana jadi nya wong kaga di kasih aja masyarakat marah mau keroyok RT supaya masyarakat berbondong-bondong supaya minta di daftarkan……..heee lebih baik daftar yang baru donk sama lsm yg survey jangan RT yang jadi sapi perahan donk untuk espos media

  24. 24 Agustinus Mei 29, 2008 pukul 1:09 am

    ADA YANG MENGATAKAN BAHWA BLT ITU DIAMBIL DARI SELISIH NAIKNYA HARGA BBM JADI BLT HANYA BERTAHAN I KALI SAJA SEBAB PERTAMINA TIDAK MAU RUGI KAN SELANJTUNYA PASTI SEPERTI DULU LAGI KEUNTUNGAN TERSEBUT HANYA DINIKMATI OLEH PARA ELIT POLOTIK / ANGGOTA DPR BETUL KAN ?

  25. 25 jojon Mei 29, 2008 pukul 5:57 am

    syarir itu penasehat ekonomi SBY-JK jangan salah ia bermain dibelakang layar dibelakang Sri Mulyani, maei Pangestu cs.

  26. 26 dodol garut Mei 30, 2008 pukul 2:25 pm

    huh…!?
    f**k all yours..
    never feel my pain
    do u think it’s our fault,
    but it’s not

    don’t feel okay
    if u never tell “no way”
    look yourself
    feel myself

    acctually,
    say NO to BBM
    say MAYBE to BLT
    say FUCKIN’ SHIT for u’r pleasure

  27. 27 bangzenk Mei 30, 2008 pukul 2:48 pm

    @dodol garut,

    BLT itu hak saudara, jika termasuk fakir miskin dan anak yatim (liat UUD 1945). Jadi semestinya bukan sekedar karena ada kenaikan BBM baru saudara dapat itu uang. Itu uang saudara. Hak saudara.

    Permasalahannya pemerintah menjadikan saudara dan rakyat Indonesia sebagai “objekan” ditengah kemiskinan yang melanda untuk sekedar tebar pesona menutupi wajah pemerintahannya yang bobrok dan busuk. tidak bisa tidak kita perlu tegas, karena kita tidak hidup di Indonesia untuk sehari-dua hari bukan? kita perlu bantu menyadarkan pemerintah kita yang ngawur. kita mesti tegas, tunjukkan bahwa kita bangsa MERDEKA.

    *komentar saudara tidak sy hapus, sy senang berbagi

    salamhangat.
    saudaramu.

  28. 28 Nadia Karina Hakman Juni 4, 2008 pukul 8:58 am

    Aduh…
    guys positive thinking aja… ^_^

    Bagaimanapun, dari segi ekonomi, Indonesia akan lebih susah kalo nggak ngurangin subsidi.
    Bayangin deh,
    di bawah ini kenaikan harga minyak dunia selama pemerintahan SBY – JK:
    $ 37-53 thn pertama
    $ 53 – 64 thn k2
    $ 64 – 72 thn 3
    $100 – 135,9 SAMPAI TGL 22 Mei kemaren.

    Sementara itu…..
    Setiap kenaikn $1, pemerinth mesti mnbh subsidi 3trilyun /thn.
    Nah… di APBN, harga minyak dunia diperkirakan hanya mencapai $95/barrel.
    Hitung aja 135,9 – 95 = 40,9
    hasilnya kalikan sama 3 triliyun, sok mangga atuh, mo ngasi subsidi dari mana lagi… ^_^
    (kalo boleh jawab siy, dari koruptor aja, sayangnya itu masalah lain lagi, ITU URUSAN “DIA” SAMA TUHAN, hehe)

    Terakhir…
    teman- teman kalo bisa nggak usah ikut Demo,
    kalo emang ada sesuatu yang mau disampaikan ke Pemerintah, bikin saja sebuah deklarasi atas nama yang bersangkutan. Kaya’ yang dibikin BEM FE Unpad sebulan lalu. Seperti itu lebih mencerminkan mahasiswa yang profesional.

    INGET LHO, ORANG TUA NYARI DUIT UNTUK KITA KULIAH, BUKAN UNTUK TURUN KE JALAN.

    setiap detik yang kalian habiskan di jalanan itu jauh lebih bermanfaat jika diisi dengan mengkaji ilmu dan belajar.
    Nah, kalo udah pinter, jadi orang besar, teman2 bisa majuin Indonesia. ya ta? ^_^ semangat!

  29. 30 Al-Faqir Cahyo Juni 5, 2008 pukul 6:40 am

    Buat Nadia Karina Hakman :
    Berdasarkan Nota Keuangan dan RAPBN 2008 Kenaikan Harga Minyak Dunia akan Mengurangi Defisit Negara.

    Mungkin ini sedikit telat, tapi bagi saya tidak ada kata telat dalam meneriakan sebuah kebenaran. Setelah rakyat mengalkulasikan sendiri mengenai untung ruginya BBM saya ingin memberikan kalkulasi pemerintah yang dikutip dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2008, dalam Nota Keuangan hal. 359 s.d 360 dikatakan “Harga minyak ICP mempengaruhi APBN pada sisi pendapatan dan sisi belnja negara. Pada sisi pendapatan negara kenaikan harga minyak ICP akan mengakibatkan kenaikan pendapatan negara dari kontrak production sharing (KPS) minyak dan gas melalui PNBP. Kenaikan harga minyak dunia juga akan meningkatkan pendapatan dari PPH migas dan penerimaan lainnya. Pada sisi belanja negara kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan belanja subsidi BBM dan dana bagi hasil ke pemerintah Daerah. Untuk tahun 2007, apabila harga minyak dunia meningkat sebesar 1US$, maka defisit APBN diperkirakan akan berkurang sebesra Rp 48 miliar sampai dengan Rp 50 miliar, yaitu sebagi peningkatan pendapatan negara sekitar RP 3,24 triliun sampai dengan 3,45 triliun dan peningkatan belanja negara sekitar RP 3,19 triliun sampai dengan 3,4 triliun.”

    Jika pemerintah adalah orang tua dan rakyat adalah anak, maka saya mengibaratkan bahwa pemerintah adalah orang tua yang egois, biar uangku banyaklah tak peduli anak-anak mau makan apa besok pagi, nasi aking kek, gak makan lah, biarin aja mati sekalian, hal ini terbukti dari pernyataan Menteri Keuangan bahwa setelah kenaikan BBM APBN kita adalah terbaik sepanjang sejarah, karena assetnya melebihi Rp 1000 triliun, dan asset kita saat ini dalah melebihi dari utang kita. Kenaiakan BBM adalah Pemiskinan Massal dan Penipuan massal!!! rakyat indonesia tidaklah miskin namun dimiskinkan!!!

    Untuk mengalihkan isu demo, pemerintah dan orang kafir membuat isu FPI lihat di http://cahyooke.wordpress.com/2008/06/05/umat-islam-jangan-terprovokasi-dan-semua-komponen-bangsa-tetap-teriakan-untuk-menurunkan-bbm/

    Untuk lebih jelas dan download Nota Keuangan dan RAPBN 2008 bisa klik di samping http://cahyooke.wordpress.com/2008/06/05/berdasarkan-nota-keuangan-dan-rapbn-2008-kenaikan-harga-minyak-dunia-akan-mengurangi-defisit-negara/

    Terima kasih

  30. 31 bangzenk Juni 5, 2008 pukul 7:44 am

    @ Al-Faqir

    Mas Cahyo makasih banyak. Sedikit banyak postingan aye intinya ke sana. Semoga komentar Al-Faqir ini bisa menjawab komentar2 yang belum dibales.

    salamhangat

  31. 32 Mursidah Syaifullah Juni 5, 2008 pukul 7:51 am

    Buat Pak Alfaqir Cahyo. Ujung permaalahnya pada SBY. Mana ada persiden selemah syahwat seperti itu. Tapi kita mahasiswa ada dua agenda utama:

    BUNUH RIZIQ, BUNUH MUNARMAN!
    Dari perilaku dan sandiwara polisi yang tidak jelas, Polisi sengaja dan terang terangan melindungi Munarman dan Riziq, preman dan habib palsu. Munarman disembunyikan polisi dan Riziq diindungi. Bunuh Riziq! Itulah polisi Indonesuia, akal sehat diputar balikkan polisi. Sesuai KUHAP, pelaku kriminal yang menjadi tersangka seperti Riziq dan Munarman, harus ditahan dan ditangkap. Namun polisi bersandiwara, menggerakkan puluhan polisi dengan senjata lengkap ke kantor pusat FPI, menangkap Riziq tapi hanya pura pura. Riziq tidak ditahan malah dilindungi! Polisi nyata nyata tidak menegakkan hukum dan keadilan. Polisi sengaja melecehkan hukum yang mestinya mereka tegakkan! Polisi takut sipa? Ini jelas FPI adalah organisasi preman yang sengaja dipelihara dan dieprtahankan Polisi. Polisi melecehkan hukum di depan rakyat Indonesia. Rakyat menyaksikan pembodohan oleh polisi melalui televisi dan langsung. Padahal mahasiswa yang berdemo membela rakyat ditangkapi, ditahan lebih dari 12 hari! Polisi gila. Pemerintah SBY-JK gila, membiarkan Polisi melanggar hukum sendiri! Gara gara SBY tidak tegas. Mari kita jatuhkan SBY-JK! Kita mahasiswa tidak bisa dibelokkan. Demo menentang kenaikan BBM / BLT jalan terus. Mahasiswa dan buruh mendukung pemenjaraan Riziq dan penangkapan pemenjaraan Munarman serta pembubaran segera FPI. Mahasiswa mendukung sepenuhnya Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, ummat Kristiani, Hindu, Buddha, yang mendesak pembubara FPI. Kita bersatu dan bergerak, menekan SBY-JK dengan dua agenda utama: Bubarkan FPI, dan batalkan kenaikan BBM/BLT/BKM! Tahan Riziq, tangkap Munarman. Hidup kerukunan beragama. Hidup Ahmadiyah! Hidup Ahmadiyah. Hidup ummat manapun. Kebebasan beragama dijamin penuh UUD 1945. Mari kita hajar FPI. Mari kita hajar Pemuda Pancasila khususnya Yapto kalau mereka membela FPI! Kita tangkap juga Yapto! Bunuh Riziq, bunuh Munarman. Bersatulah saat ini, Hisbut Tahrir, juga NU dan Muhammadiyah, harus bersatu dan bergerak. NU Maduro dan Jatim harus obrak-abrok kantor-kantor perwakilan FPI se Indonesia, jangan sakiti wanita dan anak-anak. dan mari bakar, bakar dan bakar kantor-kantor FPI se Indonesia. Kasihani dan lindungi perempuan dan anak-anak. Anggota FPI yang melawan, balas sakiti! Fokus kita: Bunuh Riziq, bunuh Munarman. Mari kita minta bantuan senjata Amerika, lawan polisi Indonesia kalau terus saja melindungi kriminal Riziq dan Munarman dan Yapto yang ikut-ikutan!

  32. 33 Al-Faqir Cahyo Juni 5, 2008 pukul 8:19 am

    Kita??? mahasiswa yang mana??? Please, umat islam jangan mau di adu domba!!! Insiden monas merupakan insiden kecil yang di besar-besarkan oleh mass media dengan berbagai agenda. Saya tidak mau menyalahkan semua ormas Islam, yang harus kita cari benang kusutnya adalah, SIAPA PROVOKATORNYA??? Dan yang saya tahu dialah orang kafir, yang saat ini lagi tertawa terbahak-bahak atas kemenangannya dan juga pemerintah yang berhasil mengalihkan isu BBM. Bersatulah umat Islam!!!! ALLAHU AKBAR!!!!! ALLAHU AKBAR!!!!! ALLAHU AKBAR!!!!!

  33. 34 bangzenk Juni 5, 2008 pukul 9:17 am

    @ Mursidah,

    Saya sepakat dengan Al-Faqir Cahyo, insiden monas ini sebentuk kecil permasalahan bangsa. Pun tentang FPI, FPI itu hanya kambing hitam.

    Permasalahan sesungguhnya adalah ketidaktegasan pemerintah, kembali saya tekankan. Jika pemerintah kita tegas, tak akan ada itu insiden monas.

    Oiya, postingan aye di sini kan tentang Bantuan Langsung Tunai??

    Haiyah..

    Tambahan, saya tidak mendukung pembubaran FPI. Mari evaluasi bersama, antara 2 subjek yang sedang dimainkan pemerintah kita (FPI-AKKBB) mana yang jelas punya aktivitas dan organisasi terstruktur?

    Nah, kalo kita minta pertanggungjawaban FPI kan jelas tuh Habib Riziq ditangkep. Nah kalo AKKBB??

    kan mereka juga punya salah..

    salamhangat.

  34. 35 Mursidah Syaifullah Juni 5, 2008 pukul 10:30 am

    Kenapa bangsa ini tidak berubah. Kenapa penguasa di negeri ini kurang ajar karena banyak di antara kita tidak perduli akan politik. Politik dalam hal ini adalah merlibatkan diri untuk bagaimana negara dijalankan oleh sebuah pemerintahan yang dipilih. Mahasiswa di bangsa bangsa lain termasuk rakyat mengontrol penuh bila pemerintah mereka tidak beres. Karena pemerintah di negeri ini dibiarkan maka mereka kurang ajar. Lihat banyak kasus termasuk kasus perkembangan terbaru. Kita harus tetap turun jalan. Atau pilih bergerilya yakni bakar kantor kantor pemerintah apabila pemerintah tidak membatalkan kenaikan BBM dan BLT / BKM.
    Juga jangan lupa hari ini kita menyaksikan permainan licik Polisi Indonesia dengan membebaskan 51 angota FPI yang ditahan. Itu benar kalau remaja remaja dewasa yang ditangkap itu terbukti bukan anggota FPI yang criminal itu. Namun aksi norak polisi Polda tak dapat dibenarkan oleh hukum manapun bila orang orang itu jeas jelas terlibat aksi kekerasan di Monas lalu. Kita jaringan mahasiswa mengecam keras “permainan” oknum-oknum polisi ini. Itu malahan menunjukkan SBY-JK ditunggangi polisi.
    SBY akan terjepit bila tidak punya wibawa terhadap polisi. Seruan mahasiswa jaringan jelas. Dan SBY-JK akan selamat, tidak jatuh dari peemrintahan, bila mendukung seruan ormas ormas islam damai seperti Muhammadiyah dan NU dan lainnya agar FPI mutlak dibubarkan hitam di atas putih. Mendagri kalau cincong banyak alas an, sikat saja. FPI melecehkan Islam yang damai. Organisasi preman lainnya yang mengatasnamakan Pancasila yaitu PP, Pemuda Pancasila, yang dipimpin Yapto jangan ikut-ikutan! Penjarakan atau bunuh Riziq, bunuh Munarman! Tangkap juga Yapto, pemimpin PP (Pemuda Pancasila), yang juga preman kakap! Mendagri jangan banyak cincong banyak alasan tak mau bubarkan FPI!
    Polda Jakarta tidak jelas. Polisi ini juga sengaja dan terang terangan melindungi Munarman dan Riziq, preman dan habib palsu. Munarman disembunyikan polisi dan Riziq diindungi. Bunuh Riziq! Itulah polisi Indonesuia, akal sehat diputar balikkan polisi. Sesuai KUHAP, pelaku kriminal yang menjadi tersangka seperti Riziq dan Munarman, harus ditahan dan ditangkap. Namun polisi bersandiwara, menggerakkan puluhan polisi dengan senjata lengkap ke kantor pusat FPI, menangkap Riziq tapi hanya pura pura. Riziq tidak ditahan malah dilindungi!
    Polisi nyata nyata tidak menegakkan hukum dan keadilan. Polisi sengaja melecehkan hukum yang mestinya mereka tegakkan! Polisi takut sipa? Ini jelas FPI adalah organisasi preman yang sengaja dipelihara dan dieprtahankan Polisi. Polisi melecehkan hukum di depan rakyat Indonesia. Rakyat menyaksikan pembodohan oleh polisi melalui televisi dan langsung. Padahal mahasiswa yang berdemo membela rakyat ditangkapi, ditahan lebih dari 12 hari! Polisi gila. Pemerintah SBY-JK gila, membiarkan Polisi melanggar hukum sendiri! Gara gara SBY tidak tegas.
    Mari kita jatuhkan SBY-JK! Kita mahasiswa tidak bisa dibelokkan. Demo menentang kenaikan BBM / BLT jalan terus. Mahasiswa dan buruh mendukung pemenjaraan Riziq dan penangkapan pemenjaraan Munarman serta pembubaran segera FPI. Mahasiswa mendukung sepenuhnya Hizbut Tahrir, NU, Muhammadiyah, ummat Kristiani, Hindu, Buddha, yang mendesak pembubara FPI. Kita bersatu dan bergerak, menekan SBY-JK dengan dua agenda utama: Bubarkan FPI, dan batalkan kenaikan BBM/BLT/BKM! Tahan Riziq, tangkap Munarman. Hidup kerukunan beragama. Hidup Ahmadiyah! Hidup Ahmadiyah. Hidup ummat manapun. Kebebasan beragama dijamin penuh UUD 1945. Mari kita hajar FPI.
    Mari kita hajar Pemuda Pancasila khususnya Yapto kalau mereka membela FPI! Kita tangkap juga Yapto! Bunuh Riziq, bunuh Munarman. Bersatulah saat ini, Hisbut Tahrir, juga NU dan Muhammadiyah, harus bersatu dan bergerak. NU Maduro dan Jatim harus obrak-abrok kantor-kantor perwakilan FPI se Indonesia, jangan sakiti wanita dan anak-anak. dan mari bakar, bakar dan bakar kantor-kantor FPI se Indonesia. Kasihani dan lindungi perempuan dan anak-anak. Anggota FPI yang melawan, balas sakiti! Fokus kita: Bunuh Riziq, bunuh Munarman.
    Mari kita minta bantuan senjata Amerika dan Jerman melalui Habibie, lawan polisi Indonesia kalau terus saja melindungi kriminal Riziq dan Munarman dan Yapto yang ikut-ikutan! Hidup mahasiswa! Hidup rakyat!

    CATATAN BUAT KAKAK WARTAWATI PULA:
    Sebarkan ke seluruh teman teman kita yang muak dengan FPI. Jangan sampai kita mahasiswa terdistraksi, terbelokkan dari isu utama: BBM/BLT/BKM. Protes keras terhadap BLT / BKM jalan terus. Mendukung pembubaran mutlak atas FPI juga jalan terus. Penangkapan pura pura Polisi atas Riziq dan mungkin juga atas Munarman tak cukup. Penjarakan keduanya. Bunuh mereka! Mutlak bubarkan FPI!

  35. 36 bangzenk Juni 5, 2008 pukul 10:50 am

    @ Mursidah,

    Isunya jadi melenceng jauh jika sampai main bunuh, bukankah itu malah melanggar hukum?

    Kawan, mari kita bergerak tuntaskan perbaikan negeri ini dengan cara-cara elegan. berikan solusi dan analisis yang cermat dan berwibawa. bukan sekedar lempar batu sembunyi tangan.

    Agar perjuangan kita tidak sia-sia.

    Mohon koreksi, saya kira HTI tidak meminta pembubaran FPI. Karena HTI dan FPI pada aksi 1 Juni lalu dalam satu barisan MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM.

    Mereka sebenarnya berjuang bersama mahasiswa.

    Salamhangat.

  36. 37 Sasya Juni 6, 2008 pukul 9:38 am

    MUNARMAN “KENTUTI” SBY DAN UUD 1945, SBY “HARMOKO” HARI HARI OMONG KOSONG”
    Meski kabar santer dua hari lalu (Kamis, 5 Juni) bahwa Munarman akan menyerahkan diri, namun sampai hari ini (Jumat, 6 Juni), Munarman tidak juga menyerahkan diri. Munarman bersembunyi dimana? Disembunyikan polisi dimana? Sebelum menghilang, Munarman di depan banyak orang dan wartawan “mengentuti” SBY dengan mengatakan dia bersedia ditangkap kalau Ahmadiyah dibubarkan. Bagaimana seorang Munarwan berani “mengentuti” SBY dan UUD 1945 begitu? Munarman berani mengultimatum SBY, dirinya boleh ditangkap asal Ahamditah dibubarkan SBY. Bayangkan. Seorang presiden, padahal, memang harus tunduk dan taat pada UUD 1945. Jelas dan nyata, kebebasan beragama dijamin UUD 1945. Warga negara beragama apasaja dan menjalankan agama sesuai kepercayaannya (lihat pasal mengenai hal itu di UUD 1945). Kalau diteliti dan tidak asal dengar kata orang omongan orang, maka Ahmadiyah tidak ada yang menyimpang dan tidak menyimpang pula dengan ajaran Islam.http://www.ahmadiyah.org/index.php?go=forum&sid=&vuid=&fid=_b0d31debcc7c35c788800d97aa196c74_1141955050 . Kenapa FPI bersikeras menentang Ahmadiyah? Ini soal politik kotor. Itu dipicu oleh “preman preman” yang mengaku ulama dalam Majelis UIama Indonesia (MUI) yang merupakan warisan Orba, yang harusnya sudah dibubarkan SBY, karena pemerintahan Orba sudah selesai. Preman-preman tua zalim dan tak berpengetahuan cukup pengetahuan umum dan agama Islam di MUI itu hanya alat kekuasaan dan sering menyalahgunakan ajaran Islam, dan bahkan pernah membuat “fatwa” menyesatkan dan membodohi agar Ulil Absara, endekia muda inteltu dan tokoh Islam liberal itu dibunuh saja. Gila. Hanya gara gara dia menulis bagus dan kritis di banyak media khususnya Kompas. Kita mahasiswa melihat sesungguhnya MUI bukan majelis ulama seperti yang banyak orang harapkan dan idealkan. MUI sebetulnya hanyalah alat kekuasaan warisan lama, yang tidak dibubarkan meski tidak ada manfaat signifikan samasekali, dan yang kini dimanfaatkan terus, sesuai pesanan, persis juga seperti FPI. Gimana soal Munarman dan Riziek? Ketika Munarman “dikepung” banyak polisi dan wartawan dan dihujani pertanyaan wartawan, Riziek habib palsu ini sesungguhnya sudah terjepit dan harusnya saat itu juga polisi menagkap langsung Munarman yang mendikte SBY agar membubarkan Ahmadiyah. Ketika itu, Munarman sudah gugup dan gemetaran. Karena terjepit, orang banyak akal maka dia mengeluarkan kilah bersedia ditangkap asal SBY membubarkan Ahamdiyah, pernyataan psikologis orang terjepit. Kini pertanyaannya mengapa Munarwan tak juga mudah diketemukan? Menurut pengamat pengamat Barat, FPI merupakan “thugs / vigilante organization”, organisasi / gerombolan preman. FPI, menurut mereka, terbentuk sekitar masa reformasi mahasiswa, dan dimanfaatkan oleh kekuasaan waktu itu untuk menghadapi gerakan reformasi mahasiswa. Setelah gerakan mahasiswa tersebut selesai maka FPI tidak banyak kegiatan dan tidak banyak mendapat dana sehingga dimodifikasi dan tetap menghasilkan uang dari sana sini antara lain menjadi gerombolan pemerasan mengatasnamakan menegakkan ajaran Islam. FPI terus menggunakan topeng itu lihat saja dalam teriakan teriakannya. FPI seperti juga MUI hanya alat politik kotor alat kekuasaan dan aparat di Indonesia, yang secara historis tidak pernah menegakkan hukum dan HAM. Munarman tentu sulit tertangkap. Dan kalaupun tertangkap dia aman aman saja. Rizieq pun aman aman saja. Sementara aktivis aktivis AKKBB babak belur kesakitan, Rizieq senyum dan tertawa. Rizieq tidak dipenjarakan dalam arti seperti kriminal jalanan. Hukum di Indonesia memang pandang bulu. Dia memang seakan akan dimasukkan sel. Rizieq sebetulnya terjepit ketika sepasukan polisi dengan senjata mendatangi kantor pusat FPI untuk menangkap anggota FPI yang terlibat kekerasan di Monas. Rizieq meminta anggota FPI agar tidak melawan polisi sebab katanya itu “hal rutin”. Rizieq sepertinya tahu persis dia tidak akan diapaapakan karena FPI setidaknya selama ini adalah “mitra” polisi dalam penggrebekan dan pemerasan di cafe-cafe dan klub klub malam yang banyak dikunjungi pelacur. Kita mahasiswa sadar bahwa kegiatan bisnis haram bisa dilokalisir ke pulau pulau terpencil seperti upaya Malaysia. FPI akibatnya menteror dan mengintimadasi namun ujung ujungnya memberi keuntungan pada polisi. Pengelola bisnis haram itu terpaksa menyetor uang jumlah besar kepada orang orang di kepolisian, mutual simbiosis polisi dan FPI. Orang orang di kepolisian “berhutang budi” pada FPI. Jadi, Rizieq dan Munarman aman aman saja. Maka, isu BBM / BLT / BKM telah kita mahasiswa padam berdemo membela rakyat. Memang itu tujuannya. Munarman memang “mengentuti” SBY, namun SBY mendapat “blessing in disguise” dari kasus konflik FPI-AKKBB. Meminjam pernataan kepala BIN pak Syamsir Siregar, jadi ada yang “menunggangi”. Maka demo kita mahasiswa berhasil didistraksi dan terpadamkan. Tak lebih dari hanya dua minggu! Itulah “kepandaian” SBY. Maka rakyat akan tetap kian sengsara. Mau apalagi, pemerintah ini dari waktu ke waktu memang seperti ini. Penuh kelicikan. Maka munculah orang orang gila baru. Misalnya air dijadikan bahan bakar yang tentu saja mustahil. Tari sapu yang menyehatkan bikinan pak Swito, “habib penyembuhan penyakit”, dan banyak hal yang lain. Rakyat menjadi gila karena negara tidak memberi kehidupan ekonomi dan kesejahteraan seperti yang diamanatkan UUD 1945. Buat SBY tidak penting bertujuan ideal seperti itu. Yang penting bagi SBY, dirinya masih bisa menjual pesona dengan pidato pidato kosong (hari ini ia pidato harmoko, hari hari omong kosong, denganmengatakan “pemilu 2009 herus lebih berkualitas, pidatonya itu tak ada isi dan tidak penting dan tidak mengatasi masalah masalah pelik perkembangan terakhir), sangat tidak bermutu. Mau apa kalau pemerintahan di negeri ini sudah begini. Apa yang tersisa bagi kita mahasiswa, dan juga rakyat. Jangan salahkan bila suatu saat gerakan moral damai mahasiswa, ormas, buruh, nelayan, patani dan semua komponen bangsa ini, ditunggangi, berubah memilih gerakan keras membakari pos pos polisi, kantor kantor polisi dan kantor kantor pemerintah ! Itu semua bisa dilakukan dengan gerilya dan pasti SBY jatuh.

  37. 38 Ishak. M Juni 8, 2008 pukul 4:56 am

    BLT = Bilakah Lepas dari Tali Kemiskinan

    buat temen-temen yang lagi fokus pada masalah kemiskinan, cobalah untuk merenung sekejab saja…. apa sich manfaatnya ngebahas masalah kemiskinan….toch kita tidak memiliki pamahaman yang baik atas makna ” miskin “. Apakah miskin itu identik selalu dengan NO ASSETS???? Bagaimana jika kemiskinan itu hadir karena miskin mental…. alias bermantal kerdil…..,

    Sederhana koq…. contohnya, kita selalu memposisikan diri sebagai pihak yang mengkonsumsi atau KONSUMEN…. kalaupun sebagai konsumen, kita TIDAK punya Bergaining Power sebagai Konsumen..padahal hadirnya produsen itu akan memiliki makna jika ada konsumen… Dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi pada saat pembeli atau konsumen tidak mau membeli atau mengkonsumsi hasil olahan produsen walaupun sita sebagai konsumen tadi tidak memiliki kemampuan membeli……. inikan yang memaksa para produsen untuk berfikir ulang jika akan menguasai si pembeli/konsumen….. dan ini pula yang memaksa mereka memberi pinjaman pada konsumen dengan judul Pinjaman Lunak dengan tujuan agar kita bisa membeli hasil olahan produsen. INGAT… ini bukan membantu malahan menghancurkan kita….. sadarkah kita akan hal ini……..
    Lihatlah apaterjadi setelah krismon di negara kita ini…. banyak negara maju yang menawarkan pinajaman LUNAK kepada kita….. apa sih tujuannya….. mambantu? atau apa…….

    demikian dulu ya komentar saya ini…… makasih banyak ya pada yang mau membaca komentar ini dan memikirkan kondisi kemiskinan di negeri ini…….

    ini alamat email saya:

    Isack_MIS@HOTMAIL.COM

  38. 39 Sasya Hasyim Juni 12, 2008 pukul 6:20 am

    Maafkan kalau kami mahasiswa jaringan kali ini menyinggung soal PKB. Koflik yang sengaja dibuat yang membuat PKB pecah menjadi PKB Gus Dur dan PKB Yahya Muhaimin. Mengapa pengadilan yang menentukan? Itu bagian rekayasa. Sebab sejak kapak kita perlu skeptis pengadilan negeri ini pernah adil? Bisa dihitung dengan jari. Mungkin yang historis hanya pada kasus Gunawan Mohammad (baca:Tempo yang dulu dibredel yang oleh MA kemudian dimenangkan Tempo). Sementara soal Pilkada Malut yang tidak memenangkan Gafur dari Golkar itupun bukan oleh pengadilan tetapi oleh Departemen Dalam Negeri. Kalau pengadan yang memutuskan terakhir, jangan jangan Gafur akan menang. Jadi yang mana pengadilan di negeri ini pernah bisa adil di mata keadilan bagi rakyat? Soal FPI, kami mahasiswa jaringan se Indonesia melihat FPI melakukan kekerasan di Monas itu juga rekayasa agar ada kambing kambing hitam yaitu pertama agar Ahmadiyah yang punya potensi ekonomi besar dan simpatisan kuat yang tentu tidak akan mencoblos partai partai penguasa akan hancur. Kedua agar pembela pembela kerukunan antar beragama menjadi lemah. Targetnya partai utama pendukung kerukunan beragama seperti PAN nya Amien Rais dan PKB / NU-nya Gus Dur berkurang suaranya dalam pemilu 2009. Harus dicatat massa yang dimobilisir dan seolah dari Muhammadiyah dan NU adalah massa yang “dibayar” untuk menggembosi NU / PKB Gus Dur dan Muhammadiyah nya Amien Rais. Itu permainan gaya Orba yang terus dilakukan. Jadi kita mahasiswa tahu semua itu. Sayang sekali pers tv tv di negeri ini buta tidak mampu melihat permainan itu dan mereka hanya meliput “informasi kulit” bukan “apa makna demo rekayasa” tersebut. Pemirsa tv tv di negeri ini banyak yang tertipu dengan gaya liputan sesat seperti itu. Kami mahasiswa jaringan tetap melihat Amien Rais dan Gus Dur dan mungkin juga Mega merupakan tokoh tokoh reformasi sejati kaliber internasional, selain mereka memang sangat menghormati HAM (termasuk kebebasan beragama dan berkeyakinan / kepervayaan yang dijamin Deklarasi PBB dan diadopsi nyata dan dijamin UUD 1945 kita. UUD bangsa bangsa lain pun sama). Gus Dur dan Amien dan juga Mega adalah tokoh tokoh masa lalu dan masa depan kalau saja kita semua: mahasiswa, buruh, nelayan, petani, semua anggota TNI dan anggota Polri mampu melihat dengan jernih. Tokoh tokoh itulah yang mesti dibela sebab merekalah penerus eksitensi bangsa dan Sukarno, bukan Suharto dan SBY yang merupakan oportunis oportunis yang juga dimanfaatkan CIA /Amerika. Maka Gus Dur / Amien Rais / Mega selalu dimusuhi Pemerintah dan pendukung pemerintah yang dipilih kelitu oleh rakyat pada pemilu lalu. Contoh nyata itu kini adalah PKB yang sengaja dipecah melalui si pengkhianat bernama Yahya Muhaimin. Hal itu dilakukan kembali kembali karena PKB Gus Dur yang tentusaja melalui Gus Dur yang sangat berani itu punya potensi luarbiasa meraih suara sangat signifikan,juga terbukti mampu meraih suara sangat besar selama pemilu pemilu sebelumnya. Maka PKB Gus Dur dan juga partai “reformasi sejati” lainnya seperti PAN dan PDI P akan berusaha dipecah stau digembosi. Lagu lama dan rahasia umum. Di zaman Suharto, NU ke khittoh agar tak punya partai yang tentusaja sangat potensial terbukti hingga sekarang yang memiliki banyak massa hingga di pelosok desa terutama di Jatim dan Jateng serta sebagian Kalimantan. Yahya Muhaimin sesungghnya pengkhianat. Ia dibesarkan dan memperoleh reputasi melalui PKB nya Gus Dur. Ia kini mau dijadikan alat dan mengkhianati Gus Dur, Muhaimin mau maunya dimanfaatkan. Yahya Muhaimin nyata pengkhianat. Kita semua: mahasiswa, buruh, nelayan, petani dan semua komponen rakyat tidak boleh terkelabuhi. Kita semua harus berrrrsatu mampu melihat kecurangan, pembodohan seperti itu. Begitu negeri ini jatuh ke tangan SBY, negeri ini sudah dikendalikan Orba dengan sedikit modifikasi atas nama reformasi yang dibelokkan. SBY orang militer yang disipilkan. Mustahil SBY yang militer dan dibesarkan oleh Suharto itu bisa melepaskan diri dari ikatan dan kiat kiat pencurangan politik kotor gaya Orba. Menggembosi partai partai potensial lain dengan cara cara seperti itu khas cara cara Orba. Menjebak, memfitnah apapun caranya. Juga melalui adu domba massa ummat beragama untuk juga membelokkan isu utama kenaikan BBM. Anehnya mengapa MPR/ DPR tidak menjatuhkan SBY? Pertanyaan sangat besar. Kini apa manfaatnya MPR/DPR? Apa masih penting DPR/MPR? Aeluruh rakyat dan mahasiswa kalau bersatu dan bergerak berdemo masal mampu mengubah sejarah bangsa ini yang menuju kehancuran dan kebangkrutan ekonomi, politik dan sosial akibat dipegang oleh orang orang yang samasekali tidak punya kemampuan ini.

  39. 40 Al-Faqir Cahyo Juni 12, 2008 pukul 7:54 am

    *Terjajah ExxonMobil di Cepu*

    *Oleh: Kwik Kian Gie*

    Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi –apakah itu
    sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain
    seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin
    kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda
    disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak
    mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika
    berhadapan dengan orang-orang bule.

    Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar
    dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu
    menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada
    eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.

    Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi
    kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para
    kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan
    mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul
    Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati,
    bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya
    yang baru berumur 16 tahun, “Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita
    sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri.”

    Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan
    mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa
    sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan
    pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok
    Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

    Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil
    minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi
    tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600
    juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya
    sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk
    Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas
    pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.

    Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak
    mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang
    berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya,
    harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada
    2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya
    sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan
    seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan,
    harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan
    berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi
    Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan
    beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati
    Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang
    kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung
    mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan “pokoknya tidak”.

    Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini
    yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum
    sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.

    Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa
    Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti
    itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari
    perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai
    kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua
    laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia
    sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi
    perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, “Bukankah
    kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan
    menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?”

    Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan
    Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai
    memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan
    menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi,
    kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai
    2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri. Bung Karno juga
    berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, “Man does not live by
    bread alone.” Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not
    live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia,
    karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.

    Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang
    didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi
    oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur
    Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina
    adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang
    tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan
    bertambahnya konsumsi.

    Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar
    daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi
    semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu
    akan dijadikan apa?

    Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu
    berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka
    visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak
    sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada
    untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.Menko Ekuin ketika
    itu memberikan dukungan sambil mengatakan, “Pak Baihaki, saya mendukung
    sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina
    menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary
    kepada anak buah Anda.” Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman
    Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex
    officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka
    panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika
    itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat
    lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang
    mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

    Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13
    tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu
    Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah
    sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat
    Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa
    inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah
    Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.Ada tekanan luar biasa besar dari
    pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini.
    Dubes ASketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan
    kunjungan kehormatan
    kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes
    tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang
    sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya
    dibatalkan.Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka
    pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas
    dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya
    telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan
    berbicara saja dengan beliau.Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya,
    tetapi dia hanya melakukan tugasnya. “I am just doing my job”. Kepala
    Bappenas mengatakan lagi, “Teruskan saja kepada pemerintah Anda di
    Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun,
    termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima.”

    Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru,
    yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di
    blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar
    barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.Saya terus
    berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, “Bung Karno yang saya cintai dan
    sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat
    gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi disalah satu
    vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan
    bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau
    para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati
    rakyatnya sendiri.”

    **) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas*

    MARI KITA TERIAKAN : TOLAK SBY-JK SEBAGAI PEMIMPIN!!! KAPANPUN!!! MEREKA ADALAH IBLIS BERJUBAH!!!

  40. 41 Al-Faqir Cahyo Juni 12, 2008 pukul 7:56 am

    *Terjajah ExxonMobil di Cepu*

    *Oleh: Kwik Kian Gie*

    Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi –apakah itu
    sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain
    seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin
    kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda
    disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak
    mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika
    berhadapan dengan orang-orang bule.

    Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar
    dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu
    menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada
    eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.

    Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi
    kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para
    kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan
    mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul
    Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati,
    bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya
    yang baru berumur 16 tahun, “Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita
    sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri.”

    Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan
    mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa
    sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan
    pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok
    Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

    Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil
    minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi
    tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600
    juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya
    sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk
    Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas
    pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.

    Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak
    mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang
    berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya,
    harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada
    2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya
    sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan
    seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan,
    harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan
    berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi
    Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan
    beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati
    Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang
    kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung
    mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan “pokoknya tidak”.

    Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini
    yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum
    sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.

    Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa
    Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti
    itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari
    perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai
    kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua
    laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia
    sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi
    perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, “Bukankah
    kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan
    menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?”

    Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan
    Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai
    memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan
    menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi,
    kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai
    2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri. Bung Karno juga
    berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, “Man does not live by
    bread alone.” Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not
    live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia,
    karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.

    Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang
    didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi
    oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur
    Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina
    adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang
    tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan
    bertambahnya konsumsi.

    Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar
    daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi
    semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu
    akan dijadikan apa?

    Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu
    berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka
    visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak
    sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada
    untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.Menko Ekuin ketika
    itu memberikan dukungan sambil mengatakan, “Pak Baihaki, saya mendukung
    sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina
    menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary
    kepada anak buah Anda.” Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman
    Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex
    officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka
    panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika
    itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat
    lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang
    mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

    Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13
    tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu
    Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah
    sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat
    Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa
    inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah
    Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.Ada tekanan luar biasa besar dari
    pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini.
    Dubes ASketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan
    kunjungan kehormatan
    kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes
    tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang
    sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya
    dibatalkan.Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka
    pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas
    dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya
    telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan
    berbicara saja dengan beliau.Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya,
    tetapi dia hanya melakukan tugasnya. “I am just doing my job”. Kepala
    Bappenas mengatakan lagi, “Teruskan saja kepada pemerintah Anda di
    Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun,
    termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima.”

    Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru,
    yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di
    blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar
    barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.Saya terus
    berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, “Bung Karno yang saya cintai dan
    sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat
    gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi disalah satu
    vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan
    bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau
    para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati
    rakyatnya sendiri.”

    **) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas*

    MARI KITA SEMUA TERIAKAN!!! TOLAK SBY-JK SEBAGAI PEMIMPIN!!! KAPANPUN!!! MEREKA ADALAH IBLIS BERJUBAH

  41. 42 Sasya Hasyim Juni 27, 2008 pukul 10:02 am

    SBY, SUTANTO HARUS MUNDUR MEMIKUL TANGGUNG JAWAB MORAL DAN HUKUM
    SBY MELANGGAR UUD 1945. AMIEN DKK PENGECUT.

    Ini sebuah kasus kejahatan dari iceberg kejahatan di Indonesdia. Kasus teranyar. Orangtua Maftuh takut pada aparat keamanan. Menurut informasi dari tetangganya, orangtua Maftuh didatangi beberapa orang kemungkinan anggota polisi memintanya jenazah Maftuh tidak digali atau diotopsi. Informasi lain menyebut orangtuya Maftuh “dibungkam”, diberi sejumlah uang, untuk maksud tersebut. Mahasiswa Universitas Nasional, Maftuh Fauzi, tewas beberapa hari setelah dirawat di RS akibat pukulan keras polisi ketika terjadi bentrok dalam demo anarkis antara mahasiswa Unas dengan kelompok polisi yang melakukan kekeasan beberapa minggu yang lalu. Jurubicara RS Pertamina menuduh Maftuh tewas akibat HIV, fitnah yang sangat keji.
    IDI harus memaksa orangtua Maftuh merelakan jenazah Maftuh digali untuk diotopsi. Jurubicara dokter RS Pertamina yang menyatakan Maftuh tewas akibat HIV harus segera diinvestigasi untuk menemukan siapa di balik perintah fitnah tersebut dan supaya aparat pelaku perintah memberikan keterangan palsu melanggar hukum atau kode etik kedokteran itu kepada banyak wartawan harus disidang diadili termasuk jurubicara RS Pertamina tersebut. Agar memberi efek jera dan pembelajaran, jrubicara dan pelaku yang memerintahkan keterangan palsu tersebut harus dipenjarakan. Banyak sudah keterangan-keterangan palsu yang selalu diberikan oleh RS Pertamina. Contoh gamblang adalah ketika Suharto dahulu hendak diadili maka keterangan palsu selalu muncul yang menyatakan bahwa Suharto “sakit permanen” padahal waktu itu Suharto masih sehat bugar.
    SBYdan Sutanto hendaknya mundur memikul tanggung jawab sengaja membiarkan terus tanpa muncul jera berbagai kekerasan dan penyiksaan, yang menyebabkan, kasus terbaru, tewasnya Maftuh oleh aparat keamanan dalam hal ini polisi. Hukum tertinggi dari seluruh sumber hukum terpenting setelah Pancasila yaitu UUD 1945 pada dasarnya menyatakan Presiden, Kapolri, aparat keamanan khususnya harus menjunjung tingi HAM. UUD 1945 bukan hasil rekarasa kelas teri peraturan-peraturan buruk sarat kepentingan yang akhir-akhir ini dibuat Presiden dan DPR.
    UUD 1945 berdasarkan Deklarasi HAM Universal PBB yang tidak boleh dilanggar. Kekerasan dan penyiksaan melanggar hukum nasional dan internasional. Dalam hukum internasional dinyatakan sangat jelas: Torture and violence are totally banned under international law (Kekerasan dan penyiksaan dilarang total oleh hukum internasional). Bahkan itu telah diperkuat resolusi terbaru Dewan HAM Internasional di Jenewa pekan lalu yang menegaskan “absoulte prohibition on violence and torture as well as cruel, inhuman and degradading treatment”. Sebanyak 145 negara anggota PBB menandatangani Kovensi Kekerasan dan Penyiksaan tersebut, mereka mematuhi, menaati, kecuali pemerintah Indonesia.
    Akan tetapi, pemerintah Indonesia sejak Suharto hingga SBY saat ini terus gile karena masih terus saja dan selalu membiarkan aparat keamanan, anggota polisi utamanya, melakukan kekerasan terhadap warga negara dan rakyat termasuk mahasiswa yang berjuang membela hak-hak rakyat. UUD 1945 mengamanatkan rakyat Indonesia pun harus mendapat hak-hak ekonomi, sosial, pendidikan, beragama dan berkeyakinan, sesuai standar universal, standar internasional, sebagaimana dalam rumusan pasal-pasal UUD 1945, yang diambil dari Deklarasi Universal PBB. Aapakah rezim Indonesia seperti ini, dari waktu ke waktu, yang berkuasa h-a-n-y-a untuk memperkaya diri dan kelompok, dibiarkan terus berkuasa? Dimana para intelektual dan cendekiawan bangsa ini? Mengapa kita mahasiswa nggak didukung menghentikan mereka? Kenapa kita semua tinggal diam? Kapan rakyat menikmati kehidupan layak seperti bangsa-bangsa lain? Rakyat dibunuh pelan-pelan oleh kebijakan membunuh oleh rezim feodal penjajajah bangsa sendiri.
    Dimana — sesungguhnya kami tak sudi panggil kalian pak atau tuan, “pak” Amien Rais? Dimana “pak” Mochtar Pakpahan? Dimana “tuan” Jimly Assidiqie? Tiiiiiduuur kali ya. Kenapa facade democracy and fake democracy SBY-JK kalian biarkan. Tatkala situasi sudah begitu sangat buruk, ini berkepanjangan dan begini terus, dimana People Power, dimana Impeachment? Apa saudara taruh di ketiak saudara? Pengecut. Opportunis. Tunggu bencana besar buatan mahasiswa dan penunggang.

    ERA BANCI SBY-JK SUDAH SELESAI, KITA TUTUP TEATER MEREKA
    KITA DAHSYATKAN GERAKAN PELENGSERAN SBY-JK. TAK BISA DITAWAR LAGI.
    MARI KITA TUTUP PERMAINAN SANDIWARA SBY-JK
    Kemarin 25 Juni 2008, si banci SBY masih harmoko pula, hari-hari omong-kosong. SBY minta masyarakat agar tak lakukan kerusuhan, rayuan gombal orang kepepet. SBY sendirilah penyebab kerusuhan masif yang segera terjadi setelah dia dengan memuakkan ambil kebijakan ngacau menaikkan tinggi harga-harga BBM yang memicu melambungnnya harga sembako, harga semen dll, ongkos angkutan umum dll. Gila.
    Pemerintahan si banci itu makin buat ribuan pejabat dan pegawai negeri ini sangat berani korupsi dan ber-KKN ria canggih. Orang-orang birokrat amatiran itu merampas uang negara yang berarti uang rakyat. Mereka kini menjadi sangat kaya-kaya, rata-rata memiliki 3-4 rumah. Dua rumah sebelumnya untuk anak-anak mereka yang sudah besar dan sebagian sudah berumah-tangga. Dua rumah baru biasanya di kawasan elit. Mobil-mobil mereka pun bagus. Tentu tak mengapa kalau itu diperoleh dengan halal. Semua itu faktanya dari hasil mencuri canggih uang rakyat. Uang anggaran. Uang proyek. Terjadi sangat masif di level pejabat atas hingga menengah. Luarbiasa. Korupsi gila itu menjadi-jadi setelah Indonesia dipegang si banci lemah gemulai SBY dan si makelar, pengusaha, JK.
    Korupsi tingkat pusat hingga daerah kian mendahsyat. Otonomi dibuat sebagai upaya bodoh sistem negara untuk lepas tanggung jawab, pusat ingin lepas dari membiayai daerah, hingga mencipta raja-raja baru, gubernur-gubernur dan bupati-bupati maling bersama kelompok mereka. Jumlah korupsi mencapai triliunan rupiah. Itu pun baru yang selesai diaudit BPK. Korupsi sistemis dan membudaya ini tentu saja terjadi lantaran presidennya lemah gemulai tak tegas seperti SBY, yang dibeking makelar busuk-licik JK. Semua ini meludeskan uang rakyat. SBY bahkanmenggunakan dana-dana sumbangan dari yang terakhir Australia, Kevin Ruud, untuk mulai money politic, padahal dana itu diberikan bukan untuk maksud itu.
    Korupsi kini terjadi mencapai rekor pada pemerintahan yang dibeking dan dikendalikan rapi militer dan kepolisian melalui SBY. Rakyat miskin dan mahasiswa hanya dihibur dengan uang receh BLT / BKM. Kembali-kembali rakyat tertipu ditipu SBY. SBY-JK pintar sandiwara, mereka magang lama dalam pemerintahan gaya Orba. Indonesia tak lebih dari sebuah junta, pemerintahan militer, Myanmar. Bajunya yang berbeda. Lebih bebas. Bebas mengungkapkan pendapat. Media-media televisi sangat buruk tanpa perjuangan nyata membela rakyat. Seakan-akan media televisi itu membela rakyat namun yang terjadi hanya menyuarakan fakta yang diputar balikkan atau hanya menghantam demonstran, sementara kekerasan polisi tidak dibahas, malah aktivis berinisial FJ dipojokkan dan kalau perludikambing-hitamkan. Sementara Syamsir Siregar, kepala BIN, menuduh sesukanya FJ. Cara-cara kambing hitam orang-orang legasi Orba.
    Negeri ini masih militeristik dengan sedikit modifikasi di sana-sini. Begitu Megawati yang naif, bodoh dan polos itu, tidak terpilih menjadi presiden 2004, dengan ditandai berbagai bom termasuk bom dahsyat depan Kedubes Australia di Jakarta serta pembunuhan Munir, maka praktis Indonesia kembali ke pangkuan militer, dengan pendekatan dan siasat halus menyelewengkan reformasi dan demokrasi, siasat usang Orba yang harusnya sudah dihapus dari negeri ini. Munculah SBY direkayasa menjadi pemenang presiden dalam pemilu 2004. SBY menang melalui pemilu curang rekayasa yang dilakukan sangat rapi melalui pemalsuan suara dan money politic yang diatur penguasa di sini melalui orang-orang Koramil, Kodim, Kodam, yang dicitrakan seakan-akan rakyat memang mayorits memilih SBY-JK. Sangat canggih. Kini era tipuan seperti itu tidak boleh terulang lagi mulai 2009.
    Perlukan SBY-JK mundur? Zaman SBY sudah selesai. Mari kita sebagai mahasiswa, aktivis, buruh, pejuang rakyat, pembela rakyat kecil, tekan DPR terus agar segera melengserkan SBY. Si Banci SBY-JK hanya doyan bicara. Mari kita hancurkan pos-pos polisi, mobil-mobil bergincu dll dengan dahsyat. Lakukan dengan gerilya dan jangan hura-hura. Lakukan dengan cerdas dan pintar. Buat SBY-JK bertekuk lutut di kita kita mahasiswa pembela rakyat kecil dan pelurus ulang Indonesia yang telah jauh melenceng dari UUS 1945 dan Pancasila. Zaman SBY-JK sudah selesai. Mari kita tutup teater sandiwara SBY-JK, dan juga DPR kalau DPR tidak membela rakyat, dengan goncangkan Jakarta dan kota-kota besar seluruh Indonesia, dengan kerusuhan masif (huge riots), setelah aparat keamanan, polisi, membunuh tanpa Pancasila, tanpa perikemanusiaan, atas seorang teman dan sahabat kita Maftuh Fauzi, dengan kekerasan biadab!
    Kita mahasiswa, buruh, nelayan, petani dan seluruh rakyat, kelas rendah menengah dan atas, kini saatnya mengganti presiden dan wakil presiden SBY-JK. Saatnya Indonesia memiliki presiden dan wakil presiden yang berwawasan internasional global, yang jujur, tulus, tegas, berani, membangun negara dengan cara-cara internasional, bukan cara-cara Orba yang curang. Tak ada peluang lagi bagi orang-orang warisan Orba berkuasa mendindas dan menyengsarakan rakyat. Indonesia sanat kaya sumber alam, mengapa dan anehnya rakyatnya sengsara sistemis. Sangat ironis. Kita terus maju, tanpa mundur seikitpun. Bila DPR tidak bergeming, tidak bertindak, maka kita bubarkan pula mereka. Kita duduki gedung itu!
    WE ARE STUDENTS FIGHTING FOR JUSTICE NOT FOR ANSWERING YOUR QUESTIONIRE PLEASE. YOU MUST FIGHT FOR PEOPLE ALSO NOT FIGHT FOR STEALING STATE MONEY.

  42. 43 Margareth Steward Juni 28, 2008 pukul 12:05 pm

    DI INDONESIA, KECELAKAAN TINGGAL KECELAKAAN, REZIM SINTING SBY YA.
    Oleh Margareth Steward
    Di Indonesia, pemerintahnya memang biadab dan sinting. Wartawann-wartawannya juga. Kecelakaan tinggal kecelakaan. Banyak wartawannya tidak tanyakan kenapa kecelakaan itu sampai terjadi. Tak ada follow up pembelajaran. Tak ada pengejaran berita hingga pejabat dipenjarakan. Kebanyakan wartaan Indonesia puas “ngloco” dan “masturbasi” dengan misalnya menguraikan semalam keluarga korban mimpi apa, anaknya minta apa. Kebanyakan wartawan Indonesia bodoh sekali. Rezimnya senang. Wartawan itu mau saja terima dan bahkan menulis pernyataan pernyataan klise pejabat misalnya kecelakaan mengkambing-hitamkan cuaca buruk dan lain sebagainya.
    Kecelakaan pesawat terjadi di Indonesia, termasuk yang teranyar menimpa pesawat Cassa NC 212 milik TNI-AU, merenggut 18 nyawa para anggota TNI-AU serta beberapa warga asing. Rezim sinting SBY punya.
    “Ambil hikmahnya. Nanti ada evaluasi,” kata Joko, panglima TNI, seenaknya.
    “Kembang gula” kata-kata manis. Kita manggut-mangut. Begitulah “kata bijak”.
    Kecelakaan yang berhubungan dengan sarana dan prasarana umum sering terjadi di Indonesia, mulai dari pengendara sepeda motor yang terlindas truk, dan kecelakaan terkait kondisi jalan raya, hingga kecelakaan penerbangan, kelalaian terus-menerus pejabat publik Indonesia.
    Kecelakaan seperti ini tak bakal terjadi kalau pemerintah benar-benar berniat membangun negara yaitu antara lain memperbarui sarana dan prasarana. Selama niat tersebut tidak pernah terpikirkan dan dilaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab, korban-korban terus berjatuhan termasuk yang menimpa para anggota TNI-AU. “Ambil hikmahnya. Nanti ada evaluasi.” kata Joko.
    Pernyataan tersebut harus dilaksanakan tidak cukup. Bagamanapun tentu harus ada investigasi atas kecelakaan. Sehingga akan muncul pembelajaran, dan pelajaran berupa sanksi pencopotan atau penjara seperti yang ditempuh bangsa-bangsa lain ketika mereka menghadapi kelalaian pejabat publik. Namun di Indonesia, “makan itu investigasi.” Kebiasaan sifat banyak pejabat Indonesia. Mereka tertawa. Gila. Samasekali tak ada komitmen, tak ada keseriusan, kecuali merampk uang negara, uang rakyat.
    Contoh lainnya. Kecelakaan prasarana. Dalam hal ini kondisi jalan raya. Menimpa Sophan Sophian, mantan pemain sinetron dan bekas anggota DPR yang vokal. Sophan meninggal saat berkonvoi sepeda motor-besar bersama teman-temannya dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sophan menerjang jalan berlubang panjang menganga yang dibuat sengaja atau tidak oleh PU, sehingga Sophan terpelanting jatuh, kepalanya terbentur, cedera parah, dan akhirnya dia meninggal.
    PU harusnya memikul tanggung jawab atas kecelakaan yang merenggut nyawa Sophan. Widyawati, istri Sophan, memang tidak menggugat kelalaian PU.
    Widyawati, istri Sophan, dan istri-istri para anggota TNI AU itu hanya mengusap arimata. Mereka akan menanggung beban ekonomi sangat berat sepeninggal suami-suami mereka. Para istri anggota TNI-AU itu mungkin akan menerima uang santunan yang tentu jauh dari mencukupi, sebab biaya-biaya terus melambung, santunan itu tak cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.
    Kembang gula kata-kata manis. Merayu. Menipu. Keluar dari mulut para pejabat Indonesia. Muncul pula dari mulut SBY-JK tentu dengan nuansa berbeda. Jangan lakukan kerusuhan, saudara sendiri yang rugi. Kembang gula kata-kata manis SBY. Tentu saja yang akan rugi bukan SBY dan pejabat. Mereka ber-uang banyak hasil “mengambil” uang negara. Uang rakyat. Banyak di antara pejabat itu punya rumah di Australia dan Amerika.
    Kalau ada kerusuhan, mereka tinggal terbang ke luar negeri. Pejabat-pejabat publik Indonesia tak henti membodohi. Mereka ambil uang rakyat, dan pandai mengelak dengan kata-kata bersayap, pidatonya manis-manis, menari-nari di atas penderitaan dahsyat rakyat sebangsa, dengan mengkhianati UUD 1945.
    Bersama SBY-JK, pejabat-pejabat itu BISA. Bisa merampok, bisa menangkapi pembela rakyat. Ferry Julianto, sahabat mahasiswa, yang gigih membela rakyat, ditangkap. Sedangkan pejabat-pejabat yang maling uang rakyat tidak ditangkap. Di Indonesia, pemerintahnya memang sinting dan biadab ya. SBY is Suharto ya.

  43. 44 Mark Steinmeyer Agustus 15, 2008 pukul 3:38 am

    You guys Indonesian good students, translate or read this for your friends who do not know English so that they will know what American George Bush is, as well as how bad Indonesian media, also particularly its news TVs. Why don’t you launch protests to the TVs? Weird.

    What’re you doing MetroTV. Why follows CNN, etc.

    CNN misleading war video and reports.

    By Mark Steinmeyer

    American and British media distort their reports. Most Indonesia’s media especially MetroTV Indonesia trusting blindly the Western media are consequently distorted.

    American broadcaster CNN has been using reports and the wrong pictures in their coverage of the conflict in South Ossetia. A Russian cameraman says footage of wrecked tanks and ruined buildings, which was purported to have been filmed in the town of Gori, in fact showed the South Ossetian capital Tskhinvali.

    Gori was said to be about to fall under the control of the Russian army but the cameraman says the video was actually shot in Tskhinvali, which had been flattened by Georgian shelling.

    Aleksandr Zhukov, from the Russiya Al-Yaum channel, said: “When we arrived and news came that Gori was being shelled, I saw my footage. I said: that’s not Gori! That’s Tskhinvali. Having crawled through the length and breadth of Tskhinvali, I don’t need much to tell from which point this or that footage was recorded. I can swear in front of any tribunal. I can point at this location on the map of the town, because I and the cameraman of the Rossiya channel videotaped that.”

    Igor Komissarov, deputy chairman of the Prosecutor’s Investigation Committee, said it had “initiated a genocide probe based on reports of actions committed by Georgian troops aimed at murdering Russian citizens, ethnic Ossetians, living in South Ossetia.”

    According to the latest figures, about 1,600 residents and 74 Russian peacekeepers have been killed as a result of Georgia’s attack on South Ossetia.

    Speaking at a joint media briefing with French President Nicholas Sarkozy, President Medvedev said double standards are inadmissible when evaluating the actions of politicians who are guilty of mass killings of civilians.

    “The situation when one, who committed thousands of crimes, is characterised as a terrorist, and another as a president of a sovereign state, is very strange,” he said.

    Meanwhile, Marina Gridneva, a spokesperson for the General Prosecutor’s Office, told Interfax that Russian law allows for foreign citizens to be brought to trial if they have committed a crime against Russia’s interests.

    Moscow’s Georgians and Ossetians united in misery. As conflict engulfs their homelands, in Moscow, Georgian and Ossetian nationals are trying to comprehend what has been happening. They have issue a common message: peace is what they want most.

    Tengiz Begishvili is from Georgia. He moved to Moscow sixteen years ago but still has lots of relatives and friends back in his native country.

    Watching the reports from the battlefield in South Ossetia, he says that what is happening there is beyond his understanding.

    “What should be done first of all is to hold a ceasefire,” he said. “We, Georgians, call Ossetians our brethren, and we can’t believe so many people have died or lost their homes in the last four days.”

    As a representative of one of the world’s biggest Georgian ex-pat communities – more than a million live in Russia – Tengiz is confident that an understanding can be found between Georgia and Russia.

    “I can put it straightforwardly – there are no problems between the Georgians and Russians,” he said. “I have a very good relationship with Abkhazians, Ossetians and Russians. And it hurts greatly to watch this conflict between Georgians and Ossetians.”

    Those who want to help ease the humanitarian problems have been visiting Moscow’s Ossetian community. These days it’s full of volunteers packing essentials that were brought here by people of different nationalities. Everything from bedding to toys will be delivered to refugees from South Ossetia as soon as possible.

    Trouble binds

    At the Georgian embassy in Moscow, people with an interest in the Ossetian tragedy are gathering.

    Oleg Taraev’s father and brother are in Tskhinvali now, but he says the trouble has brought together many nations.

    “In those four days we all – people from South and North Ossetia, Abkhazia, Russia, Dagestan, Chechnya, Kabardino-Balkaria – have been sticking together.”

    It’s not the first day people have come to the embassy, and while their identities change from day to day, their call to stop the violence remains.

    Putin also has said the West of double standards when it comes to judging war crimes.

    “As we all know, Saddam Hussein was hanged for burning down several Shiite villages. But now suddenly the situation is different. The Georgian leaders who in a matter of hours wiped out ten Ossetian villages, who ran over children and the elderly with tanks, who burned civilians alive, those people have to be protected,” he said.

    American Joe Mestas, who witnessed days of shelling, has said U.S. and Georgian leaders are responsible for the violence that has killed 2,000 people in the region. He told RT that Washington will have to answer for the violence.

    “I thought that since U.S. is supporting Georgia there would be some control over the situation in South Ossetia and that there would be a peaceful solution to the conflict. But what is happening there now it’s not just war, but war crimes. George Bush and [Georgian president] Mikhail Saakashvili should answer to the crimes that are being committed – the killing of innocent people, running over by tanks of children and women, throwing grenades into cellars where people are hiding,” Mestas said.

  44. 45 Indah Larasati Agustus 16, 2008 pukul 12:10 pm

    Minyak nyong-nyong dan penyemprot pengharum ruangan
    Renungan kecil 17 Agustus 2009

    Minyak wangi nyong-nyong dan minyak wangi palsu murahan kelas kampong berlabel minyak wangi terkenal asal Paris itu adalah SBY dan menteri perhubungan.
    Seharti sebelum peringatan pernyataan 17 Agustus 2009, dua kereta bertabrakan menewaskan 9 orang dan menyisakan puluhan luka berat dan ringan. tabrakan itu akibat sabotase sejumlah pemuda pengangguran yang tak mengerti makna kemerdekaan yang hanya diwarnai pidato palsu SBY. Menteri perhubungan itu dengan muka tanpa sedih menyatakan kecelakaan bukan sabotase. Inilah Negara dengan presiden dan pejabat-pejabat minyak nyong-nyong. Negeri minyak nyong-nyong.
    Debu dan polutan menyesakkan dada. Lebih parah sebetulnya dibandingkan di Cina. Saya duduk dan berpeluh di kursi bis kota antara Tangerang Jakarta berjam-jam. Sementara, bau campur-aduk memenuhi udara di dalam bis yang saya tumpangi. Bermacam-macam bau. Ada bau wangi yang membuat kepala menjadi pusing dari penyemprot pengharum ruangan. Ada bau minyak nyong-nyong, minyak wangi murahan. Ada pula bau bekas keringat para penumpang.
    Minyak wangi nyong-nyong dan minyak wangi murahan yang dipakai sebagian penumpang, biasanya nenek-nenek dan ibu-ibu anggota kumpulan pengajian di kompleks-kompleks perumahan kelas bawah, melekat di kursi-kursi bis itu. Saya kagum dengan salesmen minyak nyong-nyong dan minyak wangi palsu murahan bermerk minyak-minyak wangi Perancis, yang lsaya keras di kumpulan-kumpulan pengajian terutama ibu-ibu. Minyak-minyak wangi itu laris manis selaris tipu-daya kata-kata jurkam parta-partai berkedok agama negeri ini.
    Sebagai ibu rumah-tangga, baru-baru ini sempat menengok anak yang kuliah di RRC maaf dengan biaya sendiri halal. Saya wiraswastawan turun-temurun. Syukurlah kami ada dua took, toko bangunan dan onderdil sepeda motor di Tangerang, kami tinggal di Jakarta, menjadi jengkel kareba bau wangi campur-aduk tak karuan, juga bau pengharum ruangan.
    Minggu yang lalu saya silaturohmi ke kerabat kami di kota Malang yang merupakan juga kota kelahiran saya. Kota Malang tidak seperti kota Tangerang, Jakarta ataupun kota-kota satelit Jakarta yang lain. Kota Malang lebih sejuk, lebih tenang, lebih rapi dan kebersihan selalu dipelihara, bis-bis penumpang di kota Malang selalu dicuci setiap hari dan kursi-kursinya selalu dipel tiga kali sehari, maka bis-bis itu tetap bersih dan tidak berbau macam-macam setelah dipakai para penumpang. Malang lebih disiplin dibandingkan kota Jabodetabek.
    Beberapa kerabat saya juga wiraswastawan-wiraswastawati, hijrah ke Malang tepatnya ketika krismon membenturkan rakyat negeri ini hingga membuat Suharto lengser tahun 1998. Suharto, setidaknya pandngan generasi kami usia 55-an, bukan usia anak-anak muda sekarang yang tidak tahu dengan baik soal Suharto, menurut saya jauh lebih baik dibandingkan presiden-presiden berikutnya, apalagi presiden yang saat ini. Dengan bau tak karuan di bis Tangerang-Jakarta Jakarta-Tangerang itu saya menjadi jengkel bukan kepalang, ingin membanting supir bis yang bisnya saya naiki itu meskipun saya perempuan. Presiden saat ini, SBY, sebagai pemimpin nomor satu harusnya seperti Suharto ketegasannya, berani mendikte dan menekan gubernur Jakarta dan walikota-walikota agar melakukan kebersihan dan kedisiplinan untuk kota-kotanya, tidak melakukan apa-apa, dan lebih banyak mentolerir, tidak seperti Suharto yang tegas meski suka tersenyum..
    Tiap hari saya memakai jasa bis Jakarta-Tangerang Tangerang-Jakarta, terus sepanjang tahun. Bau wangi campur-aduk tidak karuan, ada di bis-bis itu. Bau tak karuan itu juga ada di bis-bis AC warna biru itu, yang ACnya hanya membuang angin kencang ke wajah-wajah kita, wajah-wajah penumpang yang muram yang selalu prihatin dengan angkutan umum kita yang tak ada perubahan menjadi nyaman dan cepat sampai. AC angon doang itupun malah membuat masuk-angin.
    Bau wangi campur-aduk tak karuan, bau pengharum ruangan, bau minyak nyong-nyong, bau minyak wangi murahan, leboh baik mandi pakai sabun bersih dan tanpa bau wangi tak karuan saya kira lebih baik, ditambah lagi bau keringat padatnya penumpang. Bau seperti ini, kata banyak orang, marak di semua bis di Jabodetabek, seperti maraknya alasan-alasan, silat-lidah dan sandiwara mayoritas anggota DPR dan para pejabat pemerintahan negeri ini.
    Padahal bau-bau itu, masyaAllah, jelas tidak ada selama kami berkunjung ke kota Malang. Juga ketika saya pergi ke RRC. Negeri bambu itu kini menjadi sangat maju pesat, meninggalkan Indonesia jauh di belakang, kota-kota di Cina sedang lari cepat menyusul kota-kota dunia. Jangan menyebut Indonesia.
    Bau tak karuan di bis Tangerang-Jakarta ini ada kaitannya dengan bisnis kecil-kecilan keterpaksaan akibat pemerintah yang tak bertanggung jawab. Suatu hari ketika saya pulang, saya sengaja tidak naik dari depan toko saya, melainkan langsung dari terminal bis Tangerang. Saya sengaja memilih bis urutan agak belakang agar bisa duduk agak nyaman.
    Terdengar srat-srit-srot srat-srit-srot. Seorang pemuda menyemprotkan pengharum ruangan di kursi-kursi bis yang saya naiki. Srat-srit-srot, srat-srit-srot. Dari kursi belakang hingga ke kursi paling depan, juga kursi supir. Saya jengkel dan berkata: “Jangan kau seimprooootkan terus itu! Raaaaacun itu! Hentikan!” kata saya jengkel, menirukan logat kawan perempuan saya asal Medan, yang tegas tidak seperti presiden saat ini. Pemuda itu menyemrpot dengan sedikit cepat dan agak gugup, sepertinya takut juga dia dengan saya, mungkin dikira saya tahu persis karakter orang Medan, meskipun aku perempuan Jawa Timur kelahiran kota Malang.
    Pemuda itu ngloyor tetapi sempat ngledek dengan terus nyemprat-nyemprot dengan cepat kursi-kursi kosong. “Biar baunya enak, biar bis ini tidak baaaaulah,” katanya. Rasanya ingin saya tendang dia. Saya jejek-jelek dulu karatekawati berban hitam yang kini sudah tua. Tetapi semangat saya selalu muda.
    Pemuda itu turun dari bis lalu minta uang ke supir bis itu yang berdiri merokok di luar. dan supir memberinya uang. Gila, gumam saya, beginilah cara tak mendidik yang ditolerir petugas dan pejabat. Presidennya juga tidak jelas, gumam saya, kota-kota di negeri ini akibatnya ya begini. Hanya seputar jalan Thamrin yang bersih untuk “pamer kebohongan” kepada turis asing yang dikira tidak tahu tentang Indonesia.
    Kisah nyata ini rupanya dialami banyak penumpang di Jabodetabek. Tiada hari tanpa bayangan bahwa besok siang, atau sore, saya dan para penumpang yang lain akan terus menghidup udara kotor Jakarta dan tangerang dan mbaui bau-bau macam-macam tak karuan itu. Para pejabat pemilik mobil-mobil mahal yang tidak merasakan kesengsaraan itu. Kebanyakan warga kota ini acuh tak acuh, tak terlalu mentolerir, sehingga gubernur dan walikota semakin tidak tahu tugas mereka.
    Pada hari peringatan menyatakan kemerdekaan, 17 Agustus 2009, ini sebab faktanya kita memang belum merdeka sebab merdeka harus diwujudkan dengan bukti nyata kemakmuran bagi rakyat dan bukan kemakmuran para pejabat belaka, tiada salah kalau kita berbagi perasaan, berbagi renungan kembali makna adakah merdeka itu di bangsa ini, ketika nyata di depan mata kita negeri ini jalan di tempat atau malah mundur. Nyatanya pemerintah dan para pejabat itu tidak berhenti berkorupsi. Seperti minyak nyong-nyong.
    Seperti minyak nyong-nyong itu, bau kebusukan mereka mesti ditutup-tutupi, membahana kemana-mana. Presiden menjadi bertindak ngeper, membiarkan segala masalah kecil dan besar terus ada tanpa punya rasa malu dengan pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa lain.
    Seperti minyak nyong-nyong, korupsi mereka secanggih apapun menyembunyikannya, mereka akan menuai akibatnya. Itu hukum alam. Apalagi setelah mereka sengaja membiarkan kedisiplinan dan keteraturan, mulai dari hal-hal kecil seperti di atas, dibiarkan.
    Disiplin kecil sederhana saja tak ditegakkan apalagi yang besar. Bis-bis jarang dipel kursi-kursinya dan hanya disemprot semport pengharum ruangan. Sinting. Sementara, AC bis malah diberi gantungan pengharum ruangan yang mengandung zat beracun, dapat menimbulkan pusing kepala karena zat kimiawi beracunnya dan tak ramah lingkungan.
    Jasa-jasa liar seperti yang dilakukan pemuda yang menyemprotkan pengharum ruangan di bis-bis itu sangat tidak mendidik. Mengkikis pelan dan habis kedisiplinan. Anehnya dibiarkan. Seperti ini Jabodetabek dan seperti ini juga gambaran Indonesia. Ini jelas bukan sebuah bangsa yang diinginkan Sukarno. Ini hanya karena kegilaan para pejabat bangsa ini yang tidak segera berhenti. Baagaimana negeri ini 20 tahun lagi.
    Setahun presiden bertugas namun tak menjalankan konstitusi, dia harus dilengserkan. Begitu pula, DPR setahun bekerja dan tidak menunjukkan gebrakan, maka harusnya dibubarkan. Gerakan rakyat yang canggih seperti inilah yang terjadi di era penjatuhan Ferdinand Marcos di Filipina, juga penjatuhan Thaksin Shinawatra di Thailand bahkan oleh militer sekalipun, militer Thailand perduli rakyat. Gerakan itulah yang terjadi ketika revolusi Iran. Itulah yang terjadi di sejumlah bangsa lainnya, dimanapun, baru maupun lama.
    Jadi kapan rakyat menikmati kemakmuran, bukan hanya para pejabat? Selagi pemberantasan korupsi hanya sandiwara, hanya untuk mengelabuhi rakyat biar seakan-akan pemerintah bekerja, tentu tidak ada yang menguntungkan bagi rakyat. Rakyat tahu itu hanya kampanye untuk mempertahankan kekuasaan dan merampok kekayaan negara dan rakyat.
    Kini seluruh pegawai negeri sudah mendapat “ransum” uang korupsi berjamaah mereka untuk menggolkan presiden ini menjadi presiden lagi. Kini di zaman presiden SBY, para pejabat kaya-kaya, sementara rakyatnya miskin-miskin.
    Inilah ketika presiden tak tegas dan selalu ragu. Presiden yang tak tegas dan selalu ragu akan membuat seluuuuuruh pejabat atasan-bawahan tidak disiplin, tak punya malu, tak bermoral, tak menegakkan aturan dan disiplin, jangankan hukum. Presiden yang mentoleris adalah presiden yang menghancurkan sistem. Presiden yang membiarkan adalah presiden yang tak punya pemikiran. Semua pejabat atasan-bawahan manapun dan apapun akan menjadi melecehkan presiden itu, sementara rakyat yang dirugikan.
    Kita telah menyatakan merdeka, baru menyatakan merdeka dan belum menikmati kemerdekaan, sebab kita kembali kini dijajah saudara sendiri, untuk kesekian kalinya bahkan hingga detik ini 17 Agustus 2009. Indonesia semakin parah, khususnya setelah Indonesia di bawah presiden saat ini.
    Presiden yang tanpa wawasan global jelas seperti minyak nyong-nyong. Makin ditutup-tutupi makin bau bau tak karuannya. Kalau hanya berpidato, beo pun bisa. Kalau hanya pidati jelas akan sangat menyengsarakan rakyat apalagi dengan kepandaiannya berpura-pura. Hilanglah kedisiplinan, lenyaplah harapan kemakmuran bagi rakyat, karena kepura-puraan dan tidak ada komitmen bagi kemakmuran rakyat.
    Kita renungkan lagi anak-anak muda yang harusnya bisa berguna seperti di bangsa-bangsa beradab yang lain, di negeri ini menjadi sia-sia seperti anak muda yang menyemrprotkan pengharum ruangan di bi situ, juga seperti ibu-ibu yang membeli ditipu dengan minay-minyak wangi palsu murahan, yang menghabiskan waktunya hanya untuk dibohongi. Ibu-ibu hingga seusia saya masih bisa berwiraswasta dengan baik, halal dan professional, tanpa berpura-pura dan terus menghisap harta korupsi suami-suami mereka, untuk juga membeli minyak nyong-nyong.
    Semoga anak muda di terminal yang menyemprotkan pengharum ruangan itu sudah kembali ke tanah airnya Suamatra Utara, menggarap sawahnya seperti ayahnya dulu. di zaman Suharto yang makmur. Semoga supir bis yang memasang gantungan pengharum ruangan di AC bisnya pandai menolak diploamtis, tak membeli lagi gantungan pengharum AC ruangan, yang meracuni paru-paru para penumpang. Inilah renungan dari hal-hal kecil tetapi bermakna dalam pada peringatan pernyataan kemerdekaan 17 Agustus 2009.
    Saat dua teman saya membaca kisah ini mereka saling menyalahkan: “Negaramu itu kan?!” kata yang satu. “Aaaah, negaramu itu, Ratu!” kata satunya memanjakan.. “Negaramu, ki Ajeng!”. Lalu satunya jengkel, “Negaramu, monyong!”, “Negaramu, tolol!” Saya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka terus bertengkar. “SBY-mu, monyong!”, SBY-mu, tolol!, SBY-mu!, “SBY-mu!” “SBY-mu!”, “SBY- saya! Eh salah!” Inilah Negara dengan presiden dan pejabat-pejabat minyak nyong-nyong. Negeri minyak nyong-nyong.

  45. 46 Indah Larasati Agustus 18, 2008 pukul 12:52 pm

    Mega dan Habibie Benar Tak Hadir di HUT Kemerdekaan di Istana
    Fadjrul Harus Jadi Presiden 2009

    Oleh Indah Larasati

    Kalian tentu setuju dengan pernyataan saya bahwa Indonesia kini lagi-lagi dipegang pemimpin-pemimpin kelas minyak nyong-nyong. Reformasi diplintir oleh orang-orang itu di tiga lembaga pemerintahan yang sengaja ditaruh orang-orang kelas minyak nyong-nyong, orang-orang yang tidak berkualitas, orang-orang yang tidak punya wawasan membangun negara dengan benar.
    Banyak dikatakan tunggulah tanggal mainnya kehancuran itu ketika negara dipegang orang-orang yang bukan ahlinya. Indonesia sedang berjalan di titian itu.
    Contoh nyata terjadi sekarang ini dan kurangajar karena cara-cara ini terus dipelihara. Dalam sebuah survei “Klub Survei Perduli Makna Kemerdekaan” baru-baru ini didapati bahwa semua warga di propinsi-propinsi di seluruh Indonesia yang diminta memasang bendera banyak yang tidak memasang. Menurut klun survei itu para responden itu mengatakan memsang bendera tidak penting dan bukan hal penting sebab mereka mengaku “tidak bisa makan apa perlunya memasang bendera untuk HUT kemerdkeaan. Didapati survei itu, kebanyakan putera-puteri mereka tidak melanjutkan sekolah di SMU atau pergurun tinggi.
    Perayaan kemerdekaan itu menjadi tidak penting kecual maknanya sebab rakyat belum menikmati kemerdekaan dalam arti sebenarnya yaitu berkesajahteraan. Yang berkesejahteraan hanya para koruptor.
    Contoh lainnya. Bekas presiden Megawati terutama selain juga Habibie dipersalahkan banyak orang karena keduanya tidak hadir di acara HUT kemerdekaan 17 Agustus-2008 di Istana itu. Mega menikmati peringatan itu di DPP PDI-P di L.A. bukan Loes Angeles tetapi Lenteng Agung bersama simpatisannya. Oleh banyak pendengar peserta interaktif di Elshinta, kedua bekas presiden itu dianggap tidak punya rasa dan jiwa kebangsaan, tidak nasionalis, tidak memberi teladan, dan bahwa upacara di istana itu wajib dan sebagainya dan sebagainya. Lucu sekali.
    Para pendengar yang menyalahkan Megawati dari kelompok anti-Mega sebab Habibie tidak terlalu dipersalahkan. Para pendengar yang dari suaranya usia mereka sekitar 50-an dan dari gaya bicaranya memang dari golongan pendidikan rendah itu karena sudah TERCUCI OTAK MEREKA atau menjadi korban pembodohan Orba yang kini terus berlanjut dengan system pendidikan pendodokan di era SBY-JK.
    Orang-orang seperti itu sebetulnya hanya orang-orang asbun, asal bicara, yang karena tidak tahu atau ada juga yang memang bermaksud memutarbalikkan nilai-nilai untuk mengacaukan mana yang penting mana yang tidak penting.
    Apabila kita renungkan justru mereka yang selalu mengadakan peringatan HUT kemerdekaan dan harus di depan Istana itulah yang justru tidak tahu memiliki keteladanan. Apa makna peringatan penuh pidato-pidato dan pernyataan-pernyataan penuh kepalsuan itu apabila rakyat saat ini semakin menderita dan termiskinkan. Pemerintahan seperti itulah justru yang tidak punya jiwa kebangsaan, tidak memberi keteladanan, dan tidak mampu membedakan mana yang penting dan yang tidak penting. Kini banyak warga meski sudah diminta memasang bendera meeah-putih itu tetap saja tidak memasang bendera itu. Sebab mereka sadar memasang bendera bukan hal penting dan hanya formalitas dan itu bukan makna suatu kemerdekaan. Di bangsa-bangsa maju sekalipun, memasang bendera mereka hanya di kantor-kantor pemerintah dan masyarakat tidak diminta memasang. Memberi makan kepada rakyat oleh pemerintah lebih penting dan wajib daripada mewajibkan warga memasang bendera. Upacara kemerdekaan bukan suatu hal yang wajib bagi rakyat dimanapun. Habibie dan Mega tidak wajib hadir di Istana saat HUT kemerdekaan sebab mereka kini bukan presiden.
    Narasumber pembicara dalam acara interaktif malam itu di Elshinta ialah Arbi Sanit, pengamat politik terkenal. Meski tidak punya gelar PhD namun dia pengamat yang mengetahui banyak rusaknya pemerintah dari waktu ke waktu termasuk pemerintah saat ini.
    Arbi tahu persis yang terjadi dalam pemerintahan saat ini. Arbi tahu bahwa semua yang dilakukan oleh pemerintah saat ini pun sama dengan yang dilakukan di era Suharto: semuanya hanyalah bersifat protokoler, seremonial, kulit, bukan hal-hal yang signifikan bermanfaat bagi rakyat.
    Pengamat politik Arbi berkata dengan sangat gambling meski agak emosional. Berkali-kali dia mengatakan di Elshinta bahwa untuk apa pesta-pesta seperti itu, toh rakyat sedang susah. Hal itu dikatakan beberapa pendengar yang tidak kalah emosionalnya bahwa Arbi dikatakan sangat emosional. Emosional atau tidak emosional bukan hal penting. Yang justru penting dan memalukan adalah ketika pemimpin-pemimpin pemerintahan tidak perduli terus dan tertawa-tawa seperti setan-setan di atas derita rakyat, untuk memberi sinyal gregetan kepada orang-orang di pemerintahan.
    Emosi Arbi sangat baik karena itu mendakan sebagai pengamat dia memang sangat gregetan dengan orang-orang yang selalu tidak bertanggungjawab di pemerintahan. Arbi sudah tidak tahan dan jengkel sekali merasakan keterpurukan Indonesia terutama oleh pemerintah seperti sekarang ini juga.
    Dalam interaktif malam oleh Elshinta itu, Arbi diserang oleh banyak sebagian besar pendengar yang saya kira memang sudah tercuci otak mereka oleh dahsyatnya dan efektifnya cara-cara pembodohan terhadap anak-anak bangsa negeri ini yang saat ini berusia 30-an hingga 70-an, yang dilakukan Orba dan juga akibat terlalu lama dijajah serta tidak mempeorleh pendidikan yang kritis dan kreatif.
    Orang-orang yang anti Arbi malam itu menyatakan Arbi keliru karena membela Mega dan Habibie yang tidak hadir di upacara di istana itu. Mereka mengatakan bahwa Mega tidak memberi keteladanan dan tidak menunjukkan persatuan.
    Arbi membela lagi Mega dan Habibie dengan mengatakan untuk apa hadir dan pesta-pesta di saat rakyat menderita. Dia mengatakan boleh saja pesta-pesta bahkan sepekan apabila perlu apabila rakyatnya memang makmur. Dalam hari kemerdekaan kata dia, pemerintah harusnya tidak perlu merayakan tetapi harus melakukan diskusi-diskusi. yang berisi solusi-solusi konrkit atas berbagai permasalahan yang menimpa Indonesia.
    Kita jelas sepakat dengan Arbi bahwa untuk apa upacara-upacara itu pesta-pesta itu apabila rakyat terus dibuat menderita dan tidak pernah meraih kemakmuran padahal usia kemerdekaan sudah mencapai 60 tahun lebih. Makmur itu tidak mungkin mampir di Indonesia. Sekarang ini kita bisa saksikan tiap saat presidennya gila pidato bahkan dengan pidato-pidato kosong.
    Seorang filosof berkata: “apabila ada seorang dengan bicara yang dipandu dua tangannya maka orang itu tidak pandai mengutarakan maksudnya”. Ungkapan itu masuk akal sebab apabila seseorang pandai mengutarakan maksudnya tentu dia tidak perlu membantu gerakan tangannya.
    Lihat para pemimpin berkaliber global seperti George Bush (kini masih presiden AS), Putin (PM Rusia dan bekas presiden Rusia) dan Dmitri Medvedev (presiden Rusia saat ini) dan lain-lainnya. Mereka bicara tanpa dibantu gerakan kedua tangannya. Mereka orator-oratir ulung dan juga pembuat-pembuat dan pelaksana-pelaksana kebijakan yang luarbiasa!
    Indonesia saat ini penuh kepalsuan. Menipu dan membodohi rakyat sendiri. Mereka lupa itu akan menjadi boomerang. Di zaman moderen ini mereka masih dengan bodohnya menggunakan cara-cara menipu gaya Orba. Bersandiwara. Tidak jujur. Memberi angka-angka statistic palsu. Dikira rakyat tidak tahu dan dikira internasional tidak tahu. Saya melihat rakyat Indonesia kini sudah pandai. Mereka mengetahui semua yang terjadi di sini. Meski belum saja memberontak. Tampaknya pemerintah menunggi rakyat memberontak.
    Upacara di istana dan pesta-pesta peringatan HUT kemerdekaan seperti ini sangat ironis. Mestinya pemerintah justru memberi keteladanan dengan meminta seluruh rakyat menghentikan pesta-pesta kemerdekaan yang tidak jelas dan menghamburkan uang itu. Padahal uang itu hasil memeras halus kwpada warga sendiri, para pribadi, peruahaan besar dan kecil, dan mengkorupsi uang negara atas nama untuk merayakan kemerdekaan.
    Padahal pesta-pesta ini bukan sholat atau membela Negara yang berarti bukan wajib hukumnya bagi siapapun. Sangat bermanfaat apabila HUT seperti kata Arbi Sanit diisi dengan diskusi-diskusi mencari jalan keluar atas krisis-krisis Negara ini. Pesta-pesta dan perayaan-perayaan ini jelas hanya semakin mengiris-iris perasaan duka nestapa penderitaan sengsara sebagian besar rakyat Indonesia.
    Jelas upacara HUT kemerdekaan kali ini sangat kehilangan makna dan tidak relevan samasekali sebab di detik-detik ini rakyat Indonesia berduka. Bayi-bayi di Indonesia kurang gizi dan banyak yang mati karenanya. Pemerintah membutakan diri. Di desa-desa terpencil di Madura, Sulawesi, dan Jawa. rakyat jelata dan anak-anak mereka makan sehari sekali atau dua hari makan nasi sekali.
    Anak-anak mereka tidak sekolah dan kalaupun sekolah hanya mendapatkan pelajaran yang bersifat sampah. Mereka disuruh hanya menghafal macam-macam hafalan dan macam-macam pelajaran. Sementara sekolah-sekolah umum terus mengajarkan pelajaran agama dan tidak mengajarkan etika moral sopan-santun budi pekerti sehari-hari padahal sekolah itu bukan madrasah, ini suatu pembodohan yang terus dilakukan oleh pemerintahan saat ini warisan Orba agar anak bangsanya ini menjadi orang-orang bodoh dan kelak tidak akan menuntut hak-hak mereka. Juga buku-buku pelajaran yang salah terus beredar di sekolah-sekolah umum. Para siswa tampaknya sengaja disesatkan. Mendiknas tidak kompeten, Depdiknas tidak berfungsi.
    Sementara anak-anak remaja di negeri ini diracuni sinetron-sinetron tidak berkualitas dan dibuai dengan acara-acara musik hura-hura pembodohan terus-menerus. Mau dikemanakan anak-anak bangsa ini setelah hancur di bawah Suharto 32 tahun dan kini terus berlanjut melalui SBY-JK.
    Pemerintah hanya memikir diri dan kelompok bukan memikirkan rakyat, bangsa dan Negara. Mereka pun pesta makan, pakaian, mobil, rumah, segala kesenangan duniawi namun sayangnya dari hasil korupsi yang dilakukan sangat keji tanpa sedikit iba kepada rakyat bangsa sendiri yang melarat di bawah jembatan-jembatan tol di Jakarta dan lokasi-lokasi kuuh kota besar dan juga di desa-desa di seluruh Indonesia. Anehnya satpol PP hanya mengusir mereka tanpa ada solusi dari pemerintah.
    Itu semua jelas membuat Mega dan Habibie – dengan sangat logis – tidak hadir di upacara HUT kemerdekaan 17 Agustus 2008 di Istana sebagai sinyal “tidak melihat” keprofesionalan dan kenegarawanan kepemimpinan SBY-JK yang penuh kepalsuan.
    Habibie dan Mega adalah negarawan yang berkualitas global democrat sejati. Habibie berkaliber global dan telah membuat bangsa Indonesia lebih dikenal di dunia internasional melalui pesawatnya. Megawati dikenal karena kejujurannya. Mereka negarawan sejati. Apabila kita diminta memilih pemimpin dengan hanya satu pilihan pandai saja atau jujur saja kita tentu lebih memilih yang jujur saja.
    Maka peringatan kemerdekaan apalagi di istana itu jelas sudah kehilangan maknanya. Sebab rakyat Indonesia banyak yang kelaparan. dan termiskinkan. Apabila hanya dirayakan dengan pamer-pamer dan hura-hura, itu menunjukkan pemerintah tidak memberi keteladanan, tidak punya kepekaan sosial, menyeret bangsanya berhura-hura menari-nari di atas penderitaan rakyat bangsanya sendiri.
    Ironis apabila pemerintah terus berparadigma seperti ini. Mereka tidak sadar itu akan menjadi bomerang bagi mereka. Bila doa rakyat yang tertindas ini terkabulkan, maka negara ini akan runtuh. Orang-orang pemerintah meskipun lari ke luar negeri sekalipun akan tetap diburu oleh jaringan rakyat yang diperkirakan akan menyelesaikan secara adat.
    Rakyat dimana-mana kita dengar dari radio dan televise tampaknya menanti pembalasan. Mungkin sekam bara amarah yang terpendam itu hanya akan luluh apabila muncul pemimpin pemerintahan yang reformis dan democrat sejati yang membangun Negara dengan berorientasi ke ekonomi kerakyatan tanpa korupsi. Itulah pemimpin demokrasi yang sungguhan. Benar-benar berjuang. Menteri-menteri dan anggota DPR semua cendekiawan anti KKN sehingga benar-benar membawa negara ke kemakmuran rakyat bukan kemakmuran anggota DPR dan Presiden. Saatnya mengembalikan reformasi ke jalurnya dengan cepat.
    Rakyat menanti kaum cendekiawan negarawan sejati, yang mampu dan berkomitmen membangun negara dan bangsa dengan benar. Itu ada terutama di kalangan pembarahu-pembaharu muda, demokratdemokrat sejati, bukan demokrat palsu. Institusi militer dan kepolisian harusnya berubah dan membuat kejutan dengan mendukung, mencalonkan dan bahkan memenangkan Fadjrul Rahman misalnya sebagai presiden RI 2009. Habibie menjadi penasihat Fadjrul. Megawati menjadi Menteri Pemakmuran Rakyat. Wiranto Menteri Hatirunarni, yang mengentaskan kemiskinan. Prabowo menjadi Menteri Pertanian, yang melakukan landreform untuk membagi-bagi tanah kepada rakyat yang kekurangan.
    Dan di saat HUT kemerdekaan, kita akan memang benar-benar MERDEKA. Tiada juga semua formalitas apapun, sebab yang etrpenting adalah makna, isi, hakekat dan semacamnya. Maka ketika peringatan HUT 17 Agustus 2009, 2010, 2011 dan seterusnya, Menteri Hatinurani Wiranto atau Menteri Pertanian Prabowo atau Penasihat presiden Habibie dan Megawati boleh juga tidak hadir pada HUT yang diadakan oleh Presiden Fadjrul Rahman. Sebab kita bukan lagi mementingkan formalitas. HUT itu justru diikuti anak-anak miskin yang kemudian menjadi pinter-pinter di segala bidang kemampuan dan ketrampilan. Itulah makna, itulah hakekat, bukan upacara dan seremonial penuh kepalsuan. Tidak ada kewajiban tokoh A dan tokoh B musti wajib hadir. Tidak ada!

  46. 47 Sydney Jones Agustus 27, 2008 pukul 11:32 am

    Papua dan Aceh berhak merdeka
    seperti Abkhazia dan Ossetia Selatan

    Oleh Sydney Jones
    Pengamat Masalah Indonesia dan Internasional warga Amerika
    Ini artikel bagus pencerahan dari saya, baca semua, agar anda tahu tentang keburukan pemerintah di Amerika saat ini

    Abkhazia dan Ossetia Selatan telah diakui merdeka oleh parlemen dan pemerintah Rusia, buntut kejengkelan Rusia akibat Kosovo dimerdekakan Amerika. Mengapa Papua dan Aceh tidak. Lagi lagi inilah kebijakan berkepala dua Amerika.

    Papua dan Aceh tidur mampukah menyusul Kosovo, Abkhazia dan Ossetia Selatan atau saudaranya Timor Timur. Tidak seperti Papua dan Aceh lama berjuang untuk merdeka tetapi selalu gagal dan digagalkan, kedua republik Abkhazia dan Ossetia Selatan menyatakan merdeka dan memisahkan diri baru tahun 1990 dan kini sudah merdeka. Sebelumnya kedua wiilayah itu masing masing mulai punya sendiri president, bendera, lagu kebangsaan, tentara nasional dan juga dukungan, dalam hal ini, Moskow. Mau apalagi Saakashvili, boneka Amerika, dan George Bush, pencipta boneka.
    Pertengahan Agustus 2008 parlemen Rusia menyetujui kemerdekaan kedua republik yang didukung oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Inilah pukulan sakit sekali bagi Saakashvili dan George Bush.
    Kedua majelis di parlemen Rusia minggu ini menghadiahi dengan suara mutlak dan meminta Medvedev mengakui kemerdekaaan Abkhazia dan Ossetia Selatan. Kedua majelis telah mengadakan sidang darurat untuk memperdebatkan masa depan Abkhazia dan Ossetia Selatan, kedua republik tidak diakui oleh Barat dan negara negara boneka mereka. Presiden Saakashvili terutama, tidak mengakui dan justru melakukan agresi ngawur terhadap Ossetia Selatan, dan Abkhazia sudah menyatakan merdeka sejak 1990. Pun kedua republik sudah lama memenuhi persyaratan sebagai negara. Keduanya punya sendiri president, bendera, lagu kebangsaan, tentara nasional dan dukungan Moskow. Mau apalagi Saakashvili yang dipanaskan, dikomporkan Bush.
    Sakhashvili bersikeras tetap menyatakan tidak akan melepas Abkhazia dan Ossetia Selatan. Sakhashvili rupanya anak emas George Bush. Bush hampir selesai jadi presiden tetapi pusing karena jagonya McCain kemungkinan tidak terpilih. Sementara media Barat membodohi negara berkembang dengan liputan rekayasa melalui sebuah organisasi buatan lobi haram di markasnya di Belgia dengan berita fitnah bahwa Rusia lebih dulu menyerang Georgia, berita yang dilansir tanpa fikir oleh sebagian besar televisi di negara berkembang terutama di Indonesia dengan tujuan semata bisnis dan cari iklan dengan kedok menunjang pemilu, tanpa berani membongkar kekeliruan kekeliruan kebijakan kebijakan pemerintah dan hanya ikut memperlihatkan kulit korupsi, permainan Metro TV yang dikomando Suya Paloh orang Golkar. Dan maaf sedikit singgung Golkar ini partai sejak dulu memang licik dan menjerumuskan serta kejam kepada rakyat Indonesia. Itulah 63 merdeka rakyat dibuat bodoh. Kini Golkar berusaha gandengkan PDIP untuk lezat dikhianati dan dimanfaatkan. Jelas ini peluang bagi PAN bersama Gerindra, atau Hanura, yang punya pentolan dua tokoh berkualitas internasional seperti Prabowo dan Amien Rais di satu sisi dan pentolan tua militer karir di sisi lain, untuk rebut pemerintahan, sementara partai-partai Islam moderat dan konservatif harus dukung dua tokoh intelektual terpinggirkan tersebut. Sayang rakyat yang terlanjur kurang pengetahuan sealu tertipu untuk kesekian kali dan tidak mampu melihat bahwa sebuah negara harus dipimpin tokoh-tokoh seperti Amien Rais dan Prabowo. Saatnya Wiranto melalui Hanura yang didukung dana tidak terbatas oleh keluarga terkuat untuk sebaiknya tidak maju dan besar hati mendukung Prabowo dan Amien Rais. Wiranto bisa menjadi Menhan saja nanti. Di sudut lain saya kira perkawinan Golkar-PDIP hanya kebodohan suami Megawati dan ini akan membuahkan pecundang bagi PDIP berarti Megawati akan gagal.

    Kembali ke soal Ossetia Selatan.Dalam rangkaian sidang darurat, Dewan Federasi atau, majelis tinggi, menyetujui penambahan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Rusia ke kawasan konflik di dekat Georgia sebagai reaksi penyamaran Barat mengirim peralatan militer termoderen dengan kedok bantuan pangan kemanusiaan, kecurangan Barat terutama Amerika akibat kemenangan partai republik di Amerika didominasi kelompok konservatif seperti Bush terus menciptakan pemimpin pemimpin boneka di negara negara berkembang.

    Duma, majelis rendah, telah meminta organisasi organisasi parlemen internasional dan parlemen parlemen dari negara negara anggota PBB mengakui kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan. Saat dumulai sidang darurat Dewan Federasi di Moskow, presiden presiden kedua republik memisahkan diri menyatakan menolak menjadi bagian Negara Kesatuan Georgia (NKG).

    Dalam pidatonya Presiden Ossetia Selatan, Eduard Kokoity, menyatakan Ossetia Selatan dan Abkhazia, tidak diakui banyak negara, sebetulnya lebih berhak merdeka daripada Kosovo. Dalam pidatonya, ketua Duma, Boris Gryzlov, menyebut tindakan agresi Georgia membunuh ratusan warga sipil di Ossetia Selatan sebagai genosida dan menyamakan agresi Sakhashvili dengan agresi Nazi German atas Uni Soviet dahulu.
    Dalam konteks Indonesia saya kira Papua dan Aceh pun berhak merdeka dan tidak teat lagi didikte oleh pemimpin Indonesia boneka Amerika. Kalau Kosovo berhak merdeka dan dimerdekakan Amerika, maka Papua dan Aceh pun berhak merdeka dan dimerdekakan. Presiden Abkhazia Sergey Bagapsh menyatakan Abkhazia maupun Ossetia Selatan juga tidak mau lagi hidup dalam kepemimpinan penindasan gaya Saakashvili dan George Bush tidak mau lagi berada dalam NKG.

    Reaksi Internasional. Atas suara sangat mutlak Parlemen Rusia, Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bahwa Ossetia Selatan dan Abkhazia harus di bawah NKG. Inilah kebijakan berkepala dua Amerika lagi lagi.

    Sementara Estonia, Latvia and Lithuania, boneka boneka Amerika, menyatakan kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan tidak bisa diterima. Kecurangan boneka boneka yang menerima begitu saja kemauan Barat. Dalam konteks Indonesia mengapa Washington dan Jakarta tidak memberikan kemerdekaan kepada Papua dan Aceh adalah karena apabila kedua wilayah tersebut juga merdeka, Jakarta khususnya akan kehilangan kue lezat besar hasil kekayaan alam Papua dan Aceh yang selama ini dirampas pusat dan bukan untuk membangun fasilitas fasilitas berorientasi rakyat atau mensejahterakan rakyat Indonesia. Sampai di sini Barat memang tidak adil karena mendukung Kosovo merdeka. Demokrasi jahat berbulu kepentingan ekonomi.

    Seorang pengamat Jerman, teman saya, menyatakan setiap wilayah memenuhi persyaratan berdiri sendiri berhak menjadi negara merdeka. “Kalau sudah punya presiden, tentara, lagu kebangsaan dan lainnya, hak mereka untuk merdeka,” ujarnya.

    Seorang pengamat Prancis, teman saya, menyatakan pemimpin pemimpin Barat menciptakan boneka boneka di negara negara berkembang untuk penjajahan halus gaya baru agar bisa mengeruk kekayaan wilayah wilayah kaya di negara negara . “(Mereka) memperdaya bangsa bangsa dengan boneka boneka mereka,” ujarnya.
    Seorang pendukung di partai demokrat Amerika, saya kenal baik, menyatakan kunci penyelesaian konflik di manapun adalah mengakui dan memberi kemerdekaan wilayah agar masyarakatnya dapat menikmati kesejahteraan dan tidak dibuat miskin terus.

    Seorang pengamat Inggris, teman saya, menyatakan prakarsa parlemen Rusia mengakui Abkhazia dan Ossetia Selatan merdeka tentu saja akan meningkatkan ketegangan di kawasan Kaukasus tetapi semua karena ambisi presiden Georgia. “Saakashvili seperti anak kecil, dia girang karena didukung Bush dalam agresi dan Bush frustrasi lantaran McCain mungkin akan kalah di pemilu mencoba pengaruhi para pemilih di Amerika dengan semangat agresi,” ujarnya.

    Jalan berbatu menuju merdeka. Ossetia Selatan berbatasan dengan Rusia di Kaukasus selatan, Abkhazia di Laut Hitam, sudah menyatakan merdeka dari Georgia sejak 1990, setelah referendum dengan suara terbanyak pilih merdeka. Hasil diabaikan Tbilisi. Agresi Saakashvili di Ossetia Selatan baru baru ini yang telan korban warga sipil membangkitkan signifikansi merdeka bagi wilayah manapun yang kekayaannya dikeruk penguasa yang berkolusi pihak luar. Dan saya kira sangat pilu kalau kekayaan ditelan oleh penguasa dan bukan membangun prasarana berorientasi rakyat.
    Dalam konteks Indonesia, permasalahan di wilayah wilayah seperti Papua dan Aceh meminta kemerdekaan itu wajar. Kekayaan tanah air wilayah mereka dicuri penguasa pusat berkolusi dengan pihak luar, negara maju. Dalam hal konflik di Georgia saat ini, dapat ditelusuri dari kebijakan perpecahan dan penaklukan Joseph Stalin, etnis campuran Georgia dan Ossetia. Sebelum revolusi pada tahun 1917, kelompok kelompok etnis di Kaukasus hidup terpisah dari Russia. Akan tetapi setelah revolusi terjadi maka peta menjadi berubah, Ossetia Selatan dan Abkhazia menjadi bagian NKG. Pada konteks Indonesia, dahulu di masa sebelum Indonesia mengklaim merdeka, Papua dan Aceh bukan bagian negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Kembali ke konteks Ossetia Selatan dan Abkhazia. Setelah Uni Soviet runtuh, pemimpin Georgia waktu itu, Zviad Gamsakhurdia, mencaplok wilayah Abkhazia dan wilayah Ossetia Selatan dengan ambisi pribadi sama halnya Sukarno dengan kedok negara kesatuan. “Georgia untuk etnis Georgia,” kata Gamsakhurdia. Seperti halnya kata Sukarno “Indonesia untuk bangsa Indonesia”. Tetapi saya kira sampai momen momen ini belum ada bangsa Indonesia, dan yang ada berbagai bangsa dan etnis yang ditipu penguasa di Indonesia.
    Kasus konflik Georgia Ossetia Selatan terjadi akibat permainan Bush cemburu mulai makmur luarbiasanya Rusia akibat eksplorasi besar besaran Rusia untuk semata mensejahterakan rakyat dan membangun negara dalam artian luas, di mana Ossetia Selatan dan Abkhazia di bawah pengaruh Rusia, negara tetangga mereka, dan tidak bersedia di bawah NKG dari kacamata Saakashvili. Dia dikomando Bush melakukan agresi atas Ossetia Selatan. Bush membelokkan dengan pura pura bersenang di Olimpiade Beijing. Vladimir Putin, perdana menteri Rusia, pun terperdaya ikut lihat pembukaan Olimpiade Beijing. Tanggal 8 Agustus malam, Saakashvili berpidato di televisi nasional dengan mengatakan “Wahai rakyat di Ossetia Selatan, selamat tidur nyenyak”. Tetapi yang didapat rakyat Ossetia Selatan justru “serangan bertubi tubi roket roket maut pasukan yang dikomando Saakashvili”, senjata hidup berbahaya hasil ciptaan Washington. Ribuan warga sipil tidak berdosa mati. Di siangnya anak anak serta nenek dilindas tank di mana Saakashvili sebagai panglima tertinggi. Media media Barat disuap pemerintahnya menuduh Rusia agresor.

    Sejak menjadi presiden 2004 dengan menyerbu paksa sidang Parlemen dan menjatuhkan Shervanadze, Saakashvili praktis telah menjadi boneka Amerika seperti juga boneka boneka di manapun. Saakashvili menindas para demonstran dengan kasar dan menindas halus masyarakatnya dengan harga harga tinggi. Saya kira ini seperti juga dilakukan Jakarta.
    Kini, Abkhazia dan Ossetia Selatan masing masing sudah punya sendiri president, bendera, lagu kebangsaan, tentara nasional dan dukungan setidaknya Moskow. Apalagi yang ingin dilakukan Washington. Bagaimana dengan Jakarta. Masih mengekang agar Papua dan Aceh tidak merdeka dan tidak membantu kemerdekaan mereka. Atau Jakarta tetap dengan presiden seperti sekarang ini. Persetujuan Rusia atas kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan merupakan buntut kejengkelan Rusia atas Kosovo yang dimerdekakan Barat. Mengapa Papua dan Aceh tidak. Lagi lagi ini kebijakan berkepala dua Washington berkolusi dengan boneka setempat. Pada konteks Papua dan Aceh yang tidak punya dukungan seperti Abkhazia dan Ossetia Selatan tentu saja akan sulit merdeka. Saya tidak tahu kalau rakyat Papua atau Aceh mengusahakan ke arah itu tentu saja dengan beking yang berbeda: Aceh oleh Kremlin atau lainnya, Papua oleh Washington. Siapa tahu. Kecuali kalau Indonesia memilih Negara Federasi tentu saja akan lebih baik buat rakyat Indonesia keseluruhan.

  47. 48 Suprapto Agustus 28, 2008 pukul 4:00 am

    Pemimpin di Indonesia suka sengsarain Rakyat

    Jangan harep Papua dan Aceh bisa merdeka kalau pemimpin di Indonesia semua tahu tetap bermental sama dengan yang lama, suka sengsarain rakyat sendiri. Rakyat juga yang salah.
    Mudah dipecah belah dengan macam-macam isu, alasan, rekayasa, teori-teori yang sengaja dikucur ke bawahan hingga suara menjadi seragam bahwa A itu A dan rakyat terima tanpa pikir.
    Aku hanya yakin kecuali kalau ada revolusi maka merdeka Papua dan Aceh dan lainnya akan datang sendiri. Teori-teori bahwa ini dan itu demi NKRI hanya bohong belaka agar rakyat terus mudah ditipu.
    Juga selama Golkar dan orang-orang lama masih bercokol jangan berharap ada yang berubah seperti sejatinya perubahan.

  48. 49 Rebecca James Agustus 28, 2008 pukul 4:07 am

    Keharuan itu tidak kelihatan di sini. Ada apa dengan Indonesia
    By Rebecca James
    Reaction on Sydney’s

    Hi Sedney. Saya juga tinggal di Indonesia dan berharap ada komentar-komentar seperti anda. Tetapi anda tidak melukiskan suasana perayaan sederhana mengharukan tetapi dalam suasana gembira masyarakat Abkhazia yang disusul masyarakat Ossetia Selatan.
    Mereka terharu dan gembira sebab justru Rusia negara besar pertama yang mengakui kemerdekaan itu. Sedangkan Barat tetap tidak mengakui dan mengecam pengakuan oleh Russia. Ini bukti bahwa Barat yang suka bicara lantang demokrasi dan HAM ternyata pembohong dan melanggar HAM sendiri di atas kepentingan nasional mereka. Jadi bukan hanya berkepala dua seperti yang anda bilang tetapi sudah berkepala seratus. Sedangkan Rusia negara bekas komunis itu justru lebih demokrastis lebih ber-HAM.
    Saya ikut terharu dan berkaca-kaca saat melihat pasangan muda-mudi dengan latar belakang beberapa orang berwajah ceria bilang pada sebuah televisi Rusia “kami telah perjuangkan kemerdekaan ini lebih dari 18 tahun.”
    Benar, kemerdekaan itu sudah mulai diakui sekurangnya oleh negara tetangga mereka sendiri, Rusia, sebuah negara besar.
    Semua orang yang anti penjajahan langsung maupun tidak langsung niscaya berharap “boneka-boneka Barat seperti pemerintah di Indonesia” sadar atas kekeliruannya selama ini yang menghamba pada Barat kemudian berbalik menentang tidak kelihatan terhadap Barat, dan ikut mengakui kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia-Selatan. Jadi tidak hanya ikut mengakui Kosovo yang dimerdekakan Barat. Pengakuan ini penting sebab Indonesia berjanji atas nama Tuhan dan itu selalu disebut berkali-kali Konstitusi akan laksanakan kemerdekaan. Melaksanakan merdeka berarti bukan hanya bicara tetapi membuktikan dengan kesejahteraan bagi rakyat secara keseluruhan dan membangun seperti yang anda lukiskan “fasilitas publik berorientasi rakyat”, yang anda maksud tentu transportasi masal seperti kereta-kereta api nyaman cepat untuk seluruh masyarakat Indonesia dan tentu bukan jalan tol hanya untuk orang berada bukan.
    Namun saya percaya segala keterlenaan pemimpin Indonesia itu karena televisi-televisi di Indonesia, media yang sanat potensial mengubah sistem, tidak punya komitmen mentransformasi Indonesia jadi negara-negara maju yang lain, televisi-televisi di Indonesia samasekali tidak melihatkan kepada rakyat dan pemimpin negara apa yang dilakukan negara-negara merdeka dan bebas di seluruh dunia. Oleh karena itu keharuan kemerdekaan Ossetia-Selatan dan Abkhazia tidak ada di televisi-televisi terutama tv berita di Indonesia. Tentu Indonesia yang mengklaim berkebijakan netral atau bebas-aktif tidak pantas ikut CNN dan teman-temannya. Mmereka sangat pro Barat dan tidak netral. Ada apa dengan Indonesia.

  49. 50 Sydney Jones Oktober 4, 2008 pukul 8:37 am

    Perampasan Indonesia oleh Tionghoa
    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesia warga Amerika

    Bicara soal Indonesia hampir tidak ada perekonomian penting di Indonesia yang tidak dikuasai Tionghoa. Walaupun sempat jatuh ketika huru hara 1997-78 yang membuat bisnis Tionghoa dibakar dan dijarah pribumi tetapi Tionghoa dengan seluruh bisnis mereka pulih dan menggurita di Indonesia. Tionghoa merajai pelbagai bisnis di Indonesia. Dalam 50 tahun ke depan tidak ada bisnis apapun di Indonesia yang tidak dikuasai Tionghoa. Kurang 100 tahun ke depan pribumi Indonesia bernasib seperti Aborigin di Australia. Ini berbeda dengan pemerintah Malaysia yang pandai.

    Malaysia bertahun tahun melindungi pribumi, mereka sebut bumiputera, dengan pelbagai kebijakan yang memihak pribumi. Mereka berani mengabaikan kritik kritik Malaysia membedakan SARA khususnya antar golongan dalam hal ini golongan Tionghoa. Malaysia punya sikap jelas. Malaysia menempuh kebijakan kebijakan seperti itu untuk melindungi pribumi. Tekad oleh pemerintah Malaysia ini sangat baik walaupun dirasakan kurang adil oleh Tionghoa dan India. Baru belakangan kedua golongan ini mendapatkan angin segar persamaan hak karena ada Anwar Ibrahim calon PM yang memanfaatkan suara Tionghoa dan India. Tetapi kalau Anwar menjadi PM maka Amerika negara saya menjadi senang sebab berhasil merusak Malaysia; Malaysia akan menjadi Indonesia kedua yang berarti perekonomiannya akan kacau dan sulit membangun bangsa persis yang terjadi di Indonesia. Untung pemerintah Malaysia sampai saat ini tetap banyek mempertahankan kebijakan kebijakan yang mengutamakan atau berpihak lebih besar pada bumiputera.

    Indonesia tidak jelas. Indonesia tidak mengambil jalan seperti Malaysia. Begitu Tionghoa diberi kesempatan ekonomi sanat luas bebas mereka merampas semuanya dengan berkolusi dan melecehkan harga diri dan moral birokrat dan kepemimpinan di Indonesia yang tidak paham arti nasionalisme.

    Salah siapa tentu saja salah pemerintah Indonesia. Di Indonesia orang orang pribumi yang memegang pemerintahan jadi mereka harusnya membela pribumi seperti yang dibuat Malaysia. Tetapi pemerintah Indonesia saat ini tidak membuat. Ini sangat aneh dan tidak jelas. Parah lagi Presiden Indonesia saat ini tidak paham samasekali atau sengaja membutakan arti nasionalisme dan eksistensi bangsa Indonesia yang mayoritas suku suku bangsa pribumi, hanya karena ketakutan dengan pemerintah kami pemerintah Amerika. Padahal pemerintah Amerika tidak pernah melihat hal hal seperti itu. Akhirnya Presiden Indonesia saat ini sangat tidak punya harga di depan pemerintah Amerika. Presiden Indonesia saat inipun bahkan memasang bom waktu dengan termasuk meminggirkan perekonomian pribumi, ini jelas bom waktu, dan lebih memperbesar bisnis bisnis Tionghoa. Pemerintah Amerika tidak suka dengan pemerintah yang naif seperti itu. Pemerintah Amerika segan dan sangat menghormati pemimpin pemimpin nasionalis seperti Hugo Chavez dan Evo Morales yang nasionalis. Chavez dan Morales disegani karena mereka berani mengambil sikap menasionalisasi sejumlah investasi minyak dan gas strategis Amerika dan negara negara Barat yang lain demi pribumi mereka. Tetapi pemerintah Indonesia lebih senang memperlihatkan pesona palsu, dikira pemerintah Amerika tidak mengetahui, dan tidak membela pribumi Indonesia. Bahkan soal sederhada seperti KUK misalnya tidak sampai ke yang berhak karena tidak ada pengawasan yang baik dan tidak ada sanksi tegas terhadap orang orang di instansi itu yang menyelewengkan. Pribumi menjadi tidak bisa kembangkan maksimal usaha mereka, selain juga gurita bisnis utama dikuasai Tionghoa. Tionghoa menjadi sangat berkuasa dan bebas utamanya akibat birokrasi Indonesia yang korup dan makelar makelar tanah yang rakus yang memperbesar dan membentangkan sayap sayap bisnis Tionghoa hampir tanpa rintangan.

    Pada era Suharto, Tionghoa masih menemui beberapa rintangan di mana mereka bahkan sering menjadi target empuk amuk masa. Dalam Malari dahulu target sesungguhnya adalah mobil mobil Jepang; di mana mana di Indonesia mobil mobil Jepang waktu itu dibakar oleh mahasiswa dan masa. Toko toko Tionghoa juga terkena imbas: dibakar dan dijarah. Kerusuhan besar terjadi tahun 1997-98. Adalah aneh sebab mobil mobil Jepang saat ini aman dan tidak dijadikan target walaupun membuat macet di mana mana. Mahasiswa sekarang tidak kritis. Mahasiswa ’66 sangat kritis ketika mereka melihat negaranya dibangun dengan keliru.

    Kekeliruan serius bahkan dilakukan Presiden Indonesia sekarang. Dengan tidak melakukan keberpihakan kepada perekonomian rakyat secara konkret dan masif Presiden telah memperbesar bom waktu. Tinghoa semakin maju, pribumi semakin terlindas. Ini akan meladak sewaktu waktu. Walaupun Presiden ini memerintah hampir lima tahun dia tidak melakukan apa apa. Dia aman tidak ada impeachment. Kontrol DPR terhadap Eksekutif tidak jalan seperti dalam negara negara demokrasi yang benar. Partai partai di Indonesia tidak efektif tidak menyediakan wakil wakil rakyat berwawasan membangun bangsa. DPR berkolusi dengan Pemerintah mengambil uang negara di atas rakyat yang serba kesulitan. DPR tidak membuat pelbagai undang undang yang membatasi Tionghoa untuk melindungi bumiputera atau pribumi.

    Itu sebab bisnis bisnis Tionghoa semakin meraksasa dan menggurita di Indonesia justru karena birokrasi dan pemerintahan di Indonesia yang sangat korup saat ini. Tionghoa dengan uang menjadi sangat mudah memperoleh izin izin dan pengambil alihan tanah tanah pribumi. Tionghoa karena birokrasi buruk menjadi licik. Pribumi menjadi tidak kebagian. Tionghoa mendapatkan segalanya. Karena tidak ada perlindungan bagi pribumi maka Tionghoa mendapatkan semua perizinan kepemilikan kepemilikan strategis dan sangat menguntungkan, termasuk kepemilikan properti di mana mana yang sangat luas untuk membangun pusat pusat hunian dan pusat pusat bisnis mereka. Semua bisa dilihat dalam iklan iklan di televisi televisi di Indonesia. Habis tanah tanah luas pribumi. Situasi ini jalan terus karena Presiden Indonesia saat inipun tidak mempunyai keberpihakan jangka panjang dan konkret kepada pribumi.

    Tidak ada yang mampu menghentikan selama Indonesia belum memiliki pemimpin yang baik seperti di Malaysia selama ini. Bahkan untuk 50 tahun ke depan. Tentu saja tidak akan ada yang tersisa lagi untuk pribumi Indonesia. Bom waktu kerusuhan tentu saja tidak diharapkan tetapi hal itu bisa sangat mudah terjadi kalau pribumi menemui banyak kesulitan. Saat ini seluruh aset penting dan kurang penting telah dikuasai Tionghoa. Pemerintahan Indonesia tidak berjalan sebagaimana yang rakyat harapkan; pemerintah berfungsi hanya sebagai makelar. Tionghoa pintar: kalau terjadi kerusuhan mereka lari. Saat ini kebanyakan mereka tinggal di apartemen apartemen. Begitu terjadi kerusuhan dan penjarahan mereka berevakuasi ke hotel hotel mewah atau langsung lari ke Singapura, ke Amerika atau Australia. Uang mereka parkir di sana sementara modal tidak bergerak seperti pusat bisnis, pabrik dan toko toko mereka asuransi. Kerusuhan selesai mereka kembali, kembali merampas Indonesia dari hak milik pribumi. Di Indonesia Presidennya tidak banyak berbuat: tidak membangun perekonomian untuk pribumi. Presiden lebih suka tampil bersandiwara, menjual pesona kata seorang mantan presiden sebelumnya, dan dia berharap tidak akan digugat pribumi kelak.

    Tionghoa di Indonesia tidak kembali ke negara asal mereka yaitu di daerah daerah sulit di Tiongkok. Di Indonesia mereka sudah enak dan kebebasan luas ini mereka tidak mungkin dapatkan di Tiongkok atau Taiwan di saat inipun. Saya kira tidak lebih dari 100 tahun ke depan mereka akan membuat pribumi Indonesia terpinggirkan seperti Aborigin di Australia atau seperti Arab Palestina yang saat ini dikuasai Israel. Saya sendiri orang keturunan Yahudi tetapi saya prihatin dengan demokrasi yang buruk saat ini di Amerika dan di Indonesia yang tidak jelas. Tetapi Amerika tidak akan menemui masalah terlalu signifikan. Kekuatan perekonomian Amerika bagaimanapun sangat sangat besar meski dipukul pelbagai krisis saat ini. Amerika terlalu kuat. Sedangkan Indonesia sangat kecil dan sangat rentan. Ketika terjadi kenaikan minyak dunia baru baru ini Indonesia sudah runtuh dan memang sudah runtuh juga karena dampak krisis mortgage dan runtuhnya Wallstreet Amerika. Sementara inflasi Indonesia kalau diakui sesungguhnya sudah sampai dua dijit lebih dari 10 persen. Harga harga barang konsumsi dan barang barang yang lain dinaikkan tidak ada kontrol dua kali setiap tahun khususnya mendekati Hari Raya dan Tahun Baru dan tidak diturunkan lagi memulul pribumi. Di negara negara lain inflasi lebih kurang hanya 2 hingga 4 persen. Rupiah juga tidak berharga seperti pemerintah Indonesia. Presiden Indonesia selalu meminta dana ke Amerika dengan dalih untuk pembangunan prasarana tetapi dana itu dikorupsi. Ketika dilanda pelbagai krisis ekonomi Indonesia tidak menaati ekonomika internasional dengan mencetak uang terus tanpa kontrol DPR atau publik dan tidak jujur mengenai inflasi yang sebenarnya. Indonesia mengalami inflasi sangat besar dengan mencetak uang terus dalam jumlah besar. Tetapi pemerintah Indonesia selalu mengatakan Indonesia baik baik saja. Indonesia sudah lama runtuh. Pembohongan jalan terus menjepit pribumi. Bagaimana Indonesia bisa memiliki Presiden seperti sekartang ini adalah karena bankir bankir Tionghoa Indonesia yang pandai mempengaruhi elit di Washington sementara Washington memanfaatkan.

    Indonesia harusnya memiliki presiden yang jujur, tidak tebar pesona, dan mengambil sikap membela pribumi yang terhuyung huyung bukan Tionghoa yang berdiri kokoh. Malaysia memberdayakan bumiputera sejak 25 tahun terakhir. Malaysia berani mengatakan ‘tidak’ terhadap persamaan hak terhadap Tionghoa dan yang lain. Malaysia menyadari bumiputera harus lebih banyak dibela dan diberdayakan. Pemerintah Indonesia tidak jelas: terbuai pembodohan buatan Tionghoa dan ikut menyuarakan pembodohan anti SARA – anti suku, agama, ras dan antar golongan – yang justru memperkuat Tionghoa dan mengerdilkan pribumi. Strategi tersebut tidak juga disadari Presiden Indonesia sekarang. Tamat perekonomian pribumi Indonesia, berjaya perekonomian bumiputera Malaysia. ***

  50. 51 Sydney Jones Oktober 18, 2008 pukul 10:42 am

    INDONESIA BERMASALAH, TV SWASTA INDONESIA IKUT MERUSAK
    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesia dan Internasional warga Amerika

    Di pasar pasar tradisional di Indonesia, saya tidak menemukan makanan, bahan makanan dan jajanan yang bersih dan sehat. Daging ayam, daging sapi dijajakan terbuka dan tidak di dalam etalase etalase kaca seperti di pasar pasar Asia yang lain.
    Karena lingkungan pasar pasar tradisional Indonesia kotor, daging daging yang dijajakan terbuka itu dihinggapi lalat lalat. Makanan dan jajanan pasar berwarna warni, tetapi keindahan mata itu adalah zat zat pewarna tekstil dan bukan zat pewarna khusus untuk makanan, ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
    Di sekolah sekolah TK dan SD Indonesia, minuman bersirup dan makanan makanan jajanan goreng yang dikonsumsi anak anak diberi zat zat pewarna bukan pewarna khusus untuk makanan, ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
    Di pasar pasar tradisional dan supermarket supermarket, beras beras dalam kantong kantong plastik lima kilogram dan karung karung plastik 20 kilogram, sebelum sampai di pasar, dicuci dengan zat pemutih dan zat pewangi berbahaya, dikeringkan, dan dimasukkan ke dalam kantong kantong itu, ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
    Minuman minuman “penyegar” dan pil pil “kesehatan” yang dijual di banyak supermarket, toko toko obat di mal mal, pasar pasar tradisional, banyak juga yang mengandung “zat perangsang saraf anti tidur,” sehingga kalau dikonsumsi orang Indonesia akan tidak tidur, siap bekerja 24 jam, dan ini justru sangat berbahaya bagi kesehatan. Selebriti selebriti muda Indonesia mudah dimanfaatkan perusahaan perusahaan produk produk itu. Mereka ikut merusak bangsa mereka sendiri, orang Indonesia. Televisi televisi swasta Indonesia terutama, termasuk METROTV, mengiklankan produk produk itu.
    Sebuah produk pil “kesehatan” ditayangkan METROTV dan televisi televisi swasta Indonesia yang lain, menampilkan seorang perempuan muda menyajikan seolah olah sebuah berita tetapi iklan itu.
    Indonesia hutan liar. Televisi televisi Indonesia tidak memiliki etika. Pemerintah tidak menjalan fungsi fungsi kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah tidak membuat tim tim penyelidik kesehatan masyarakat yang menyelidiki dan melarang produk produk makanan dan minuman berbahaya itu. Mereka baru berbuat kalau sudah terjadi sebuah kasus contoh susu dari Tiongkok yang tercemar melamin; dan pemerintah Indonesia hanya menarik dari pasaran beberapa produk kue dan tidak memeriksa pbarik pabrik susu di Indonesia.
    Orang Indonesia mudah dibujuk dengan janji janji kosong, karena pendidikan mereka kebanyakan rendah. Rakyat itu dianggap binatang binatang yang boleh diberi makanan dan minuman apa saja.
    Pembodohan terjadi di bisnis lain yaitu bisnis pulsa cellphone. Ini membuat saya geli sangat. Saya kira televisi televisi swasta Indonesia tidak memiliki etika karena menerima iklan apa saja termasuk juga iklan iklan seperti itu, bahkan iklan pembodohan seks. Iklan seks menipu ONCLINIC, oleh rocker Fawzi, tetap diputar.
    Selebriti selebriti, tokoh tokoh lokal dan asing, termasuk ki ki gendeng, dimanfaatkan untuk menipu rakyat yang bodoh, dengan janji janji hadiah atau dalam konsultasi usaha, kebajikan agama dan yang lain, dengan mengirim SMS ke nomor empat dijit berisiko itu. Setelah SMS dikirim, pulsa cellphone anda akan disedot oleh nomor itu setiap hari dan nilainya mencapai raturan ribu rupiah untuk setiap cellphone.
    Usaha usaha kecil rakyat mencari hidup di pasar pasar tradisional harus tetap dilindungi tetapi harus diberi penyuluhan oleh pemerintah bagi makanan dan minuman yang bersih dan sehat. Sementara bisnis bisnis yang besar harus memiliki etika, dan siapapun yang melanggar harus dan harusnya ditindak tegas oleh pemerintah. Televisi televisi swasta Indonesia harus tidak menerima iklan iklan yang membodohkan dan menipu. Iklan begini tidak ada di Amerika dan di negara negara maju yang lain; di Tiongkok dan Hong Kong memang ada tetapi tidak seburuk di Indonesia. Indonesia bermasalah. ***

  51. 52 Sydney Jones Oktober 30, 2008 pukul 12:05 pm

    HAMENGKUBUWONO X, RUU PORNO DAN SBY/JK
    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesian dan Internasional warga Amerika

    Laporan laporan media lokal menyebutkan Hamengkubuwono X telah menyatakan mencalokan diri sebagai Presiden RI 2009-14. Saya kira itu tepat. Nusantara/Indonesia adalah Yogyakarta, Yogyakarta adalah Nusantara/Indonesia. Kesultanan Yogyakarta adalah pemerintah sah RI. Hamengkubuwono X kini sadar. Dahulu, kesultanan Yogya dipandang Belanda sebagai berbahaya, maka kesultanan potensial itu direduksi kekuasaannya. Nusantara/Indonesia menjadi RI dan pemerintahan/kesultanan/kerajaan itu diperkecil sekecil kecilnya, dan pemerintahan dipindah ke Yakarta. Era kolonialisme Belanda lama selesai. Pencalonan Sri Sultan Hamengkubuwono X tepat. Semua pejabat tinggi Indonesia termasuk SBY/JK dan seluruh rakyat harus merestui, mendukung dan membuat Hamengkubuwono X menjadi Presiden RI periode 2009-14.
    Tentang RUU Pornografi/aksi. Banyak orang di Indonesia memandang RUU itu tidak tepat dan akan membuat perpecahan, itu tidak benar. Tentu mereka itu tidak membaca RUU tersebut. RUU itu sanga baik. Sebab saat ini terjadi degradasi moral/etika luarbiasa hancur di Indonesia akibat tayangan tayangan televisi hiburan nasional yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak mendidik. Mungkin televisi televisi itu dipegang oleh orang orang muda frustrasi dan tidak memandang penting membangun bangsa; khas manusia Indonesia di kalangan manapun. Tv tv Indonesia khususnya tv tv hiburan sangat buruk dibadingkan di Amerika sendiri. Hiburan hiburan tidak ebrkualitas dan tidak jelas itu hanya ada di Indonesia dan di tv tv swasta Taiwan dan Hong Kong. Tetapi masarakat Taiwan dan Hong Kong menikmati hidup makmur, Indonesia tidak mlainkan termiskinkan, mencipta banyak pelacur. Indonesia rusak. RUU itu sebaiknya segera disahkan, untuk memulihkan kehidupan yang baik bagi para remaja Indonesia, tunas tunas bangsa Anda sendiri. TPI bukan singkatan Televisi Pendidikan Indonesia tetapi Televisi Perusak Indonesia.
    Soal SBY/JK. Karena kepemimpinan mereka sangat buruk dan hanya menjual pesona: iklan iklan kampanye publik, janji janj palsu, dan BLT itu juga membuang uang negara dan kebanyakan tidak sampai kepada golongan miskin Indonesia, maka SBY/JK harusnya tidak usah mencalonkan lagi sebagai presiden dan wapres 2009-14. SBY bahkan diam saja terhadap runtuhnya moral remaja Indonesia, kebodohan remaja Indonesia, karena tv tv hiburan seperti TPI. SBY tidak punya inisiatif membenahi tunas tunas bangsa. Sedangkan JK juga tak jelas. SBY misalnya hanya mencipta dirinya dan Menpora Adyaksa Dault mengumbar kayaan iklan iklan publik membuat lagi lagi janji janji semangat palsu bagi pemuda Indonesia. Dault teriak teriak seperti orang gila, mengira para pemuda Indonesia tidak paham iklan iklan publik yang menghabiskan dana besar. Mereka tahu itu bertujuan kampanye saja. SBY/JK sudah harus ditinggalkan, tidak laku apalagi dengan cara cara seperti itu.
    Rakyat Indonesia kini hanya ada beberapa pilihan: pilih Hamengkubuwono X dengan cawapres Rizal Ramli, Indonesia baru pelan pelan bisa bangkit. Kalau tidak bisa ambruk. Indonesia akan membangun konkrit kalau wakil presiden adalah ekonom. Bagaimana sebuah negara bisa membangun ekonomi kalau pemerintah saat ini, tidak memiliki wawasan ekonomi dan tidak menyiapkan perencanaan ekonomi membangun fondasi ekonomi massal baik jangka pendek, jangka menengah maupun panjang? Itu yang dilakukan banyak negara hingga saat ini. Mogae dari Botswana Afrikia Selatan membuat kemajuan kesejahteraan hakiki bagi rakyat Botswana karena dia adalah ekonom yang baik dan populis! Negara negara lain seperti Amerika pun dulu membangun dengan fondasi ekonomi sangat jelas, sebab itu standar semua negara manapun. Hamengkubuwono X perlu didampingi Rizal Ramli. Kalau didampingi JK, tidak akan terpilih.
    Ada juga calon presiden lain: Fajrul yang nasionalis total, tetapi Fajrul masih menjadi perempuan belum tegas. Ada juga Prabowo nasionalis pembela dan pejuang untuk petani, semoga benar seperti itu, ada uga Rizal Malarangeng yang tidak jelas, ada Wiranto yang bernurani rakyat tapi kurang jelas, atau ada juga Tifatul Sembiring yang nasionalis, Islamis dan intelektual.
    Indonesia sesungguhnya sangat mudah. Kalau kepemimpinan nasionalnya tegas/berani, maka rakyat akan baik. Sebaliknya, kalau kepemimpinan itu lemah, seluruh pejabat dan pegawai negeri gila korupsi dan rakyat semakin termiskinkan.
    Saya kira sebaai orang Amerika yang tahu banyak soal Indonesia bisa saya katakan bahwa Indonesia tidak memerlukan presiden cerdas/pintar, Indonesia hanya perlu Presiden yang jujur/baik dan tegas/berani. Hanya itu.
    Tidak perlu SBY yang tidak jelas, tidak perlu JK yang lebih tidak jelas.

  52. 53 Sydney Jones November 4, 2008 pukul 6:19 am

    SRI SULTAN PERLU, WIRANTO DAN LAINNYA SULIT NAIK, CHARLES BERI DANA KAMPANYE, INDONESIA KOSONG RENCANA EKONOMI
    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesia dan Internasional warga Amerika
    (tulisan persi panjang)

    Hamengkubuwono X mencalonkan persiden Indonesia 2009-14 merupakan langkah tepat. Sultan itu menyadari haknya dan dia mengikhtiarkan hak kesultanan. Yogyakarta representasi Nusantara/Indonesia dan Nusantara/Indonesia representasi Yogyakarta. Hamengkubuwono X memiliki kepemimpinan jelas: sederhana, jujur dan berani.
    Indonesia sudah lama menjadi sebuah republic, tetapi republik seperti apa, macam apa? Itu tidak jelas, dan tanda tanya besar. Tidak ada kesejahteraan bagi rakyatnya kecuali kerakusan oleh kelompok kelompok orang yang sudah lama mapan dan kaya yang hidup di kota kota besar. Pada pemerintahan SBY/JK, yang miskin bertambah miskin, dan banyak bayi di mana mana kekurangan gizi dan akhirnya meninggal. Saatnya Hamengkubuwono X maju menggantikan.
    Pada dasarnya kesultanan Yogyakarta dihilangkan kekuasaannya yang popular di seluruh Indonesia setelah pemerintahan diboyong ke Yakarta, sebuah scenario yang sangat tidak menguntungkan Yogyakarta. “Kesultanan itu diamputasi sempurna dengan pemindahan kekuasaan ke Yakarta,” kata seorang pakar sejarah Belanda. Akan tetapi Yakarta sampai saat ini tidak mampu melakukan pembangunan yang baik apalagi mensejahterakan rakyatnya. Rakyat dibuat hidup seperti anjing anjing, mengais ngais sampah sampah yang menggunung dimana mana tanpa ada sarana pembakaran sampah modern seperti di negara negara lain.
    Rakyat tidak memperoleh hak hak seperti yang dirumuskan Kosntitusi. Konstitusi Indonesia indah di kertas. Hamengkubuwono X telah menunjukkan ingin ikut serta aktif membangun Indonesia dengan lebih professional. Hamengkubuwono X dengan nyata dan bukan janji dan ekspos, akan mengerahkan pakar pakar ekonomi dan praktisi praktisi perburuhan apapun ideology mereka untuk membangun antara lain pabrik pabrik negara yang dikelola TANPA KORUPSI, mempekerjakan puluhan ribu buruh Indonesia, dan tidak lagi perlu mengekspor TKI/TKW yang upahnya disunat agen agen tenaga kerja yang ber-KKN dengan Depnaker, dan masih disunat lagi oleh biaya remittance bank bank nasional. Hamengkubuwono X juga akan memanfaatkan Mokktar Pakpahan, tokoh buruh Indonesia terpinggrikan yang pemikirannya tidak digrubis pemerintah, karena SBY/JK tampaknya memang tidak bermaksud serius membangun perekonomian rakyat Indonesia.
    SBY/JK membangun ekonomi palsu dan tidak profesional. Menggunakan BLT dan PNPM-Mandiri, pengelabuhan gaya lama seperti gaya pemerintahan Suharto. Dahulu pemerintahan Suharto membagi bagi uang kepada rakyat juga mengeksploitasi kemiskinan di Indonesia. Uang itu dimaksudkan untuk membeli anak anak sapi yang diharapkan dibesarkan oleh rakyat, tetapi ternyata tidak ada hasil. Uang itu mereka terima dan dipakai membeli sepeda motor sepeda motor dan untuk bersenang senang. BLT dan PNPM-Mandiri tidak akan efektif dan akan bernasib sama. Ini memperlihatkan SBY/JK tidak profesional.
    Saatnya Hamengkubuwono X menjadi Presiden Indonesia periode 2009 – 14. SBY/JK sebaiknya leugowo, mundur dari pencalon 2009-14, sebab tidak tulus. SBY/JK hanya menambah gemuk dan menyelamatkan khususnya Abrizal dan tidak melihat kemiskinan dan kelaparan missal di negerinya. SBY/JK tetap menggunakan pendekatan yang tidak jelas dan masih menggunakan gaya ekonomi pembodohan era Suharto. Kerusuhan mungkin akan terulang dalam 10 tahun mendatang, kata Mama Lorens, karena pemerintah tidak punya basis basis perekonomian yang jelas. SBY/JK selalu berdalih “Saudara saudara, ini karena resesi dan krisis global.” Enak saja. Saatnya Hamengkubuwono X berjuang.
    Kepemimpinan dengan sisi sisi kejujuran, ketulusan, keseriusan, tanpa berpura, adalah fugur personal Hamengkubuwono X. Sesungguhnya, kepemimpinan nasional Indonesia SBY/JK sangat tidak jujur dan selalu saja membohongi rakyatnya dengan sekadar BLT dan PNPM-Mandiri. Penuh kepuraan, “Tebar Pesona – Palsu.” Juga penuh pembohongan.
    Yang terbaru ketika menerima kunjungan Charles dari Kerajaan Inggris, SBY membuat pidato “puji ada mau”. Meminta uang ke Kerajaan dengan dalih untuk kampanye pelestarian hutan Jambi tetapi itu pasti untuk kampanyenya memenangi kursi presiden 2009-14. Kerajaan tentu saja tetap memberikan dana itu karena Kerajaan memandang “setiap pemerintah itu jujur”. Kerajaan yang diwakili Charles tidak pernah berpikir bahwa kemungkinan dana sebagian besar akan bocor digunakan untuk kampanye personal.
    Olah kerana itu memilih Sri Sultan Hamengkubuwono X bagi rakyat Indonesia adalah sangat penting, untuk perbaikan kepemimpinan nasional di Indonesia. Rakyat Indonesia selalu dimiskinkan termasuk oleh SBY/JK yang berpura. Sudah saatnya tumbuh solidaritas seluruh anak bangsa dan semua pihak termasuk tokoh tokoh mantan politisi seperti Amien Rais dan poltisi politisi yang lain untuk bersama sama dalam satu kapal dan berpikir cerdas untuk memilih Hamengkubuwono X untuk kepentingan rakyat. Saya sering mengunjungi daerah daerah terpencil di Indonesia, dan bersaksi dimana mana rakyat Indonesia sangat dimiskinkan oleh Yakarta. Ini keterlaluan. Ini karena Konstitusi diselewengkan dengan lestari untuk melestarikan korupsi terselbung, rapid an berjamaah, melestarikan pembohongan pembohongan.
    Saya kira semua orang tahu SBY/JK hanya “Tebar Pesona – Palsu.” BLT dan PNPM-Mandiri disuarakan keras keras – hanya untuk kampanye personal. Juga menteri olahraga Adyaksa Dault terjebak ikut berteriak keras kali itu dengan menyemangati pemuda pemuda Indonesia, itu palsu juga. Tebar pesona – palsu juga. Kenapa Indonesia selalu memaki cara cara palsu? Cara cara buruk seperti itu tidak ada di Amerika. Mungkin orang Indonesia melihat Amerika pun sama. Itu tidak benar. Memang McCain dan Obama membuat janji janji tetapi itu bukan janji janji palsu. Mereka menyampaikan program program mereka. Bukan janji janji palsu apalasi tebar pesona palsu. Begitu terpilih, Obama atau McCain seperti presiden presiden Amerika sebelumnya melaksanakan program program. Tidak seperti presiden Indonesia.
    Sekarang saya kira sudah ada keinginan dan kecerdasan kuat dari rakyat Indonesia. Mereka ingin melihat kepemimpinan Indonesia yang baik/jujur dan tegas/berani dalam membangun bangsa. Rakyat itu tidak memerlukan kepemimpinan nasional yang cerdas/pintar. Itu tidak harus dan lebih ke nomor dua. Apalagi pemimpin yang berpura, rakyat tidak butuh. Boleh jadi seorang presiden itu bergelar PhD, tetapi saya kira dalam fakta dia tidak melaksanakan ke PhD an itu.
    Saatnya memilih tokoh yang jujur/baik. Ada banyak yang mengajukan khususnya Wiranto dan Prabowo. Tetapi saya kira orang seperti Wiranto atau Prabowo tercemar berat Orba, kecuali mereka tulis kontrak dengan rakyat Indonesia, hitam di atas putih, bahwa kalau tidak kelihatan membangun nyata maka dalam satu tahun mundur. Kedua figure ini sulit NAIK menjadi Presiden saya kira. Citra terlanjur kurang baik di mata rakyat.
    Pemerintah Indonesia membuat kesalahan besar. Pemerintah itu tidak membuat mekanisme perekonomian yang baik dan adil. Perekonomian dikuasai etnis tentertu. Basis basis ekonomi rakyat tidak meningkat sebab perbankan nasional dikuasai oleh etnis tertentu dan menetap suku bunga sangat tinggi, termasuk tertinggi di dunia. Uang perbankan bukan untuk perekonomian rakyat. Di negara negara lain, suku bunga hanya kira kira 2 dampai 3 persen saja. Sementara, pejabat pejabat dan intansi BUMN BUMN Indonesia korupsi meraja tetapi mengatakan merugi selalu. Angkutan semua berhubungan Indonesia memiliki tingkat penumpang dan barang sangat tinggi, tetapi mengatakan merugi. Bagaimana ini? Tidak masuk otak apalagi masuk lutut saya. Kebocoran sangat tinggi. Ini berarti pemerintahan SBY/JK sangat tidak jelas. Tidak ada perencanaan dan aplikasi perekonomian, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang. Bagaimana sebuah negara meraih kemakmuran untuk rakyatnya kalau pemerintah selewengkan sistem ekonomi Kosntitusi dan tidak juga punya sistem aplikasi perekonomian yang berpihak pada rakyat? Masih pilih SBY lagi? Walawala.
    Pres/Wapres dengan kualiyas seperti ini. Pengetahuan mereka tentang perekonomian rakyat tidak ada. PhD Pertanian tetapi juga tahu tentang pertanian. Prabowo lebih tahu saya kira. Harusnya Indonesia memiliki Pres yang hebat dan Wapres seorang ekonom hebat. Kepemimpinan di Indonesia masih melihat kawan dan bukan kawan dan mendikte. Harusnya Rizal Ramli juga dimanfaatkan dan harus ada banyak ekonom hebat yang dipakai. Sementara pada pemerintahan SBY/JK saat ini, aplikasi hukum juga belum jelas. Lebih banyak menghukum mati orang yang mungkin tidak terlalu bersalah – hanya karena ingin “menjilat-jilat” pemerintah Amerika dan mendapatkan uang anti terorisme dari Amerika. Sudah tahu Amerika berkepala dua dan seribu. Itu pemerintah Amerika bukan pribari seperti saya atau rakyat Amerika.
    Sesungguhnya membuat sejahtera rakyat Indonesia, sebuah prasyarat untuk dipilih lagi dengan baik dan lestari, sangat mudah. Jadilah baik/jujur, tegas/berani dan berpengetahuan sederhana saja tentang perekonomian kerakyatan dan merealisasi. Hamengkubuwono X adalah harapan tepat. Untuk Indonesia sesungguhnya tidak butuh presiden pintar. Indonesia hanya butuh presiden yang seperti itu. Mudah.

  53. 54 Sydney Jones November 17, 2008 pukul 7:48 am

    MEMBERANTAS PREMAN/PREMANISME?
    PEMERINTAH JUGA PREMAN [?]

    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesia dan Internasional warga Amerika

    Hampir semua orang setuju langkah Kapolri memberantas preman/premanisme. Bagus salama tepat dan baik. Tetapi ada beberapa hal jauh lebih penting, preman/premanisme berdasi/institusional.

    Bagi kami semula shock sebab preman, “orang merdeka/bebas”, diberantas/ditangkap. Oh ternyata preman bagi istilah kata Indonesia preman yang dimaksud bukanlah “orang merdeka”, “(the) freeman” [bahasa Inggris], atau “(de) vrijman” [bahasa Beanda], yakni setiap manusia karena kodrat dan harkatnya harus menjalani hidup bebas/merdeka sebagai hak setiap manusia di dunia yang harus dijamin Negara manapun!

    Preman dalam arti Indonesia adalah sama dengan pemeras/pencatut/penjahat.
    Sampai hari ini, pemberantasan masih tingkat rendahan, preman kelas bulu, pemuda pemuda pengangguran, korban Pemerintah Indonesia sendiri yang tidak menjalankan Konstitusi/UUD ‘45.

    Banyak pemuda Indonesia akhirnya menjadi preman sebab mereka pengangguran akibat Pemerintah tidak menjalankan UUD ’45. Ya, bukan? Pemerintah melempar tanggung jawab ke pengusaha swasta/Tionghoa. Pemerintah Indonesia tidak membangun pabrik pabrik yang dikelola Negara yang dapat menampung ratusan ribu atau puluhan ribu saja buruh. Preman rednahan jelas korban Pemerintah yang tidak bertanggung jawab. SBY tidak dapat melihat itu, mungkin level berpikirnya rendah atau mungkin hanya mementingkan pribadi. Contoh: dalam konferensi 20 negara di Washington, Presiden itu lebih suka melihat dapur profesional IMF. Presiden mencampuri urusan donor internasional IMF yang tahu betul dapurnya sendiri. Dalam pidato Presiden minta IMF jangan menyertakan agenda ketika memberi hutang. Apa maksud? Rupanya ingin hutang juga? [Atau premanisme juga?] Bukankah setiap pinjaman dari IMF oleh kebanyakan pemerintah negara berkembang dikorupsi habis? Tahi sapi.

    Salah satu pangkal permasalahan Indonesia, Pemerintah tidak membangun pabrik pabrik Negara. Jalan keluar terbaik: Pemerintah harus membangun pabrik pabrik dikelola Negara dengan baik, tanpa korupsi, itu pasti dapat kalau ada niat.

    Masalah dan jalan keluar lain dan prioritas adalah bahwa Pemerintah harus memberantas preman/premanisme “berdasi” dan “institusional”. Banyak preman/premanisme itu dalam pemerintahan Indonesia, dan banyak juga di DPR. Contoh di DPR: korupsi raksasa terselubung dengan mengada adakan proyek renovasi yang tidak perlu pada interior/furniture/toilet di DPR yang masih bagus, yang menelan milyaran rupiah. Itu jelas preman/premanisme berdasi/institusional. Tidak diatasi. Bagian pelaksana anggaran dan pembawa ide proyek renovasi harus diseret ke pengadilan dan harus dipenjarakan. Itu jelas korupsi raksasa terselubung oleh “preman preman berdasi”/”premanisme institusional”. KPK juga harus lebih tajam.

    Contoh “premanisme institusional” lain: Orang asing seperti saya dan tentu saja orang orang Indonesia juga kalau pergi ke luar negeri melalui bandara Sukarno-Hatta – dipaksa membayar Rp1 juta, itu jelas “premanisme institusional”, premanisme oleh Pemerintah apapun alasannya, dan itu harus dihentikan! Tidak ada pungutan seperti ini di bandara nasional dan internasional negara manapun di dunia kecuali di Indonesia. Pemerintah Indonesia pencatut. Memberantas kejahatan ekonomi seperti ini lebih penting. ***

  54. 55 Antony Deutsche November 19, 2008 pukul 4:47 am

    Milisi milisi itu “bernyanyi” soal pembantaian tersangka komunis

    By Antony Deutsch
    Jurnalis veteran Associated Press

    SURABAYA: Mereka mengikat kedua tangan para tersangka komunis itu ke belakang punggung mereka dengan tali dari pohon pisang, dan mengangkut para tersangka itu dengan truk ke tanah kosong bekas hutan dengan diterangi sebuah obor. Saat banyak penduduk desa mencemooh, para tersangka komunis itu dibunuh – satu per satu.
    “Tidak dapat melawan,” ujar Sulchan, usia 21 tahun, wakil komandan milisi pemuda Islam. “Mereka semuanya digorok tenggorokan mereka dengan clurit panjang.”
    Sulchan adalah seorang pembantai pada salah satu kekejaman terburuk abad 20, ketika sekurangnya 500.000 orang dibantai ramai ramai tahun 1965 – 66 dengan alasan pembersihan komunis. Pembersihan itu diduga didukung pemerintah Amerika. Pertumpahan darah itu langsung menaikkan Soeharto jadi presiden, yang berkuasa 30 lebih.
    Sekarang ini, buku buku sejarah Indonesia tidak ada yang memuat pembantaian massa tersebut, sementara para pejabat pemerintah dan para perwira militer menyatakan pembantaian itu merupakan suatu pemberontakan nasional yang perlu terhadap suatu ancaman komunis.
    Kepada Associated Press, Sulchan dan tiga pembantai lainnya mengatakan pembantaian itu direncanakan, dengan matang, dan diputuskan sebagai operasi pemerintah. Sulchan beberkan kejadian sangat memilukan itu untuk pertama kali.
    Dalam kesaksian yang jarang ini, mereka katakan saat melakukan pembantaian itu perasaannya biasa saja, sering bangga dan tanpa penyesalan atas apa yang mereka sebut sebagai membela negara dan agama, Islam.
    CIA menolak mengomentari operasi tersebut. Tetapi dokumen dokumen di Arsip Keamanan Nasional di Washington, D.C., memperlihatkan kedutaan besar Amerika memberikan daftar nama dan alamat para pemimpin komunis Indonesia kepada militer Indonesia.
    Dokumen dokument tersebut menyebutkan pula bahwa para pejabat kedutaan besar Amerika di Indonesia memberitahu Washington pula soal pembantaian 50 sampai 100 orang setiap malam. Namun kedutaan tersebut tetap menolak berkomentar.
    Walaupun Soeharto sudah meninggal Januari lampau, banyak yang membantu operasi pembantaian tersebut masih menjabat di pemerintahan dan berpengaruh kuat, termasuk para pemimpin pemerintahan, militer, dan intelijen Indonesia, saat ini dan yang sudah pensiun, ujar para pakar. Sementara, penindasan informasi soal kejahatan jaman itu berarti tidak ada pemulihan yang berarti bagi keluarga keluarga para korban.
    “Sangat aneh sebab di semua surat kabar dan majalah sejak akhir 1965, hampir tidak ada pembeberan oleh seorangpun pelaku pembantaian massa itu,” ujar John Roosa, profesor dari Universitas British Colombia yang juga menulis buku “Alasan di balik Pembantaian Massa.”
    Inilah kesaksian dari empat orang yang memberi petunjuk terungkapnya pembantaian massa tersebut.
    Kesintingan itu dimulai tidak lama setelah 30 September 1965 menyusul kudeta yang gagal, di saat enam jenderal kanan dibunuh dan dibuang di sebuah lubang tidak jauh dari Jakarta. Mayor jenderal Soeharto, yang waktu itu tidak terkenal, muncul saat terjadi kekosongan kekuasaan. Soeharto mengambing hitamkan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap pembantaian para jenderal itu, dan menuduh PKI mengambil target para kyai.
    Sampai detik ini, padahal, tidak ada bukti nyata soal keterlibatan komunis dalam kudeta tersebut, tetapi partai tersebut waktu itu merupakan partai terbesar setelah komunis Uni Soviet dan RRC. PKI mempunyai anggota 3 juta orang., dan mempunyai pula sayap kelompok bersenjata dan didukung keuangan besar. Rupanya kian hangat hubungan dengan RRC dan Uni Soviet membuat Washington kebakarang janggut, apalagi Perang Vietnam waktu itu kian hebat, sehingga muncul ketakutan menggelegak oleh Washington, bahwa komunis akan menguasai seluruh Asia Tenggara.
    Empat orang tersebut di atas yang diwawancara Associates Press adalah anggota milisi pemuda Islam, Banser, gerakan pemuda antikomunis, di Jawa Timur. Keempat orang itu waktu itu masih usia 20 an. Sulchan dan atasannya memimpin cabang Banser itu dengan anggota 200 orang.
    Sulchan, saat ini kyai usia 64 tahun, beberkan bahwa “perintah membunuh para tersangka komunis tersebut” dibisikkan ke para kyai Nahdlatul Ulama, organisasi terbesar Islam di Indonesia. Sulchan memimpin pembantaian massa pertama di daerahnya, ketika Hamid, seorang guru sekolah, dituduh tersangkut komunis.
    Kami “pukul kepalanya dengan palu, dia langsung mati,” ujar Sulchan, yang tinggi kurus, pakai sarung Jawa, giginya tidak lurus dan kusam akibat merokok kretek cengkeh manis bertahuntahun. Dengan biasa, Sulchan menunjuk kearah jalan ke lokasi pembantaian, sebuah trotoar retak dan kios terlantar yang tertutup ilalang.
    Hari lainnya, anak buah Sulchan memenggal kepala orang bernama Darmo, karena takut laki laki itu akan membalas kalau dibiarkan hidup. Kepalanya digantung di pohon di alun alun dan badan Darmo dibuang di pinggir sungai, ujar Sulchan sambil duduk di lantai keramik masjid.
    Suatu malam, kelompok Sulchan menurunkan dari truk sebanyak 20 sampai 30 tersangka komunis di lokasi eksekusi, dan yang mencoba lari dipukul sampai mati. Lainnya dipaksa berbaring di tanah dan dibunuh. Seseorang minta ampun kepada pembantai maksudnya anaknya boleh belajar AlQur’an. Pembantai katakan ya, namun anak itu dibunuh pula.
    Tubuh tubuh tidak berdosa tidak bernyawa itu dilempar ke parit. Kejadian berlangsung berulang kali di seluruh Jawa, Sumatra dan Bali, selama berbulanbulan di tahun 1965 dan 1966.
    “Saya yakin perbuatan saya itu perlu, karena komunis itu musuh agama saya,” ujar Sulchan. “Itulah yang harus diterima orang orang yang tidak berserah diri pada agama. Menurut saya, saya benar.”
    Mansur, atasan Sulchan, memimpin milisi Banser dua tahun. Dia menjelaskan operasinya efektif. Mansur mengumpulkan nama para tersangka komunis di daerahnya. Rumah rumah mereka diberi tanda merah pada peta, dia perintahkan anak buahnya mengepung para tersangka itu.
    “Kami tidak mau negeri saia jadi komunis,” ujar Mansur, duduk di bangku serambi kembali dari shalat Jumat, dia pakai batik rapi, kacamata tipis dan peci. “Saya tidak menyesal.”
    Beberapa kilometer, lokasi bisnis dan rumah rumah mereka yang disebut komunis, dulu dijarah pula dan para pemiliknya diusir, ujar Munib Habib yang memimpin gerakan mahasiswa antikomunis. Padahal itu kawasan penduduk Tionghoa, kelompok minoritas yang tidak disuka di Indonesia, yang jadi target lagi pada kerusuhan 1998 yang menewaskan ratusan orang.
    “Kami diberitahu bahwa mereka menimbun banyak sembako. Kami ke kios kios itu dan menyeret para pemiliknya,” ujar Habib, usia 64 tahun, saat ini kyai dan politikus.
    Satuman, bekas anggota pemuda Partai Nasional Indonesia, tinggal di rumah tembok sederhana bersama puteranya, beberkan penculikan dan pembantaian itu mengambil target tidak hanya para tersangka komunis, tetapi juga beberapa tentara AD dan AL, petani petani dan para guru.
    Dia katakan dia melihat orang orang diangkut beberapa truk dari LP di sana untuk dibunuh malamnya. Ada 60 orang, didorong roboh ke tanah lalu dibunuh seraya mereka mengaduh, ujarnya. Mayat mereka dibuang ke cekungan tanah besar yang barusaja selesai digali, beberapa masih hidup.
    “Tentara tentara itu menembaki ke mereka di cekungan besar tersebut,” ujar Satuman, 68 tahun. Satuman bangga merasa telah menyelamatkan negara dari komunis yang mengambil target para kyai. Namun, alasan bahwa pembantaian massa itu perlu adalah sama sekali tidak dapat dibenarkan, ujar Roosa.
    Aneh, pemerintah Indonesia saat ini masih memberlakukan larangan partai komunis, sementara orang orang yang beridentitas eks tapol terpaksa menahan ketidak percayaan berkepanjangan dan diperlakukan tidak adil. Para saksi pembantaian massa itu yang didukung pemerintah, dibungkam di saat kekuasaan diktatur Soeharto, mereka takut diculik, dipenjara atau bahkan dibunuh. Selesai.

    The Original Article of
    The Associated Press’s Veteran Journalist Antony Deutsch

    Ex-militias “sing” role in communist slaughter

    Antony Deutsch
    Associated Press

    SURABAYA: The men bound the thumbs of dozens of suspected communists behind their backs with banana leaves, and drove them to a torch-lit jungle clearing. As villagers jeered, the prisoners were killed – one by one.
    “There was no resistance,” remembers Sulchan, then the 21-year-old deputy commander of an Islamic youth militia. “All of them had their throats cut with a long sword.”
    Sulchan was a killer in one of the worst atrocities of the 20th century, where up to half a million people were massacred in 1965-66 in a purge of communists which was allegedly backed by the United States government. The bloodbath swept into power the dictator Soeharto, who ruled for more than three decades.
    Today, Indonesian history books make no mention of any deaths, and government and military officials depict what happened as a necessary national uprising against a communist threat.
    In a series of interviews with The Associated Press, Sulchan and three other killers said the massacres were in fact a carefully planned and executed state operation and described some of its horrors for the first time.
    In their rare testimony, all the men spoke of what they did with detachment and often pride, and expressed no regret at what they described as defending their country and religion, Islam.
    The CIA refuses to talk about the operation. But documents released by the National Security Archives in Washington, D.C., show that the U.S. Embassy passed the names of dozens of Communist Party leaders, and possibly many more, to the Indonesian army, along with some of their locations.
    Documents also show that officials from the U.S. Embassy in Indonesia passed on information to Washington about the killings of 50 to 100 people every night. The U.S. Embassy declined to comment.
    Even after Soeharto’s death in January, many who aided the purge are still in positions of power of influence, including former and current government, military and intelligence leaders, experts say. And the suppression of information about the abuses of the era means there has been no meaningful redress for the families of the dead.
    “So bizarre that in all the newspapers and magazines published since late 1965, it is extraordinarily rare to find a perpetrator’s description of the killings,” says John Roosa, a professor at the University of British Colombia who wrote the book “Pretext for Mass Murder.”
    The testimony of the four men gives a glimpse into how the killings unfolded.
    The frenzy began shortly after Sep.30, 1965, following an apparent abortive coup in which six right-wing generals were murdered and dumped in a well near the capital, Jakarta. Soeharto, an unknown major general at the time, stepped into the power vacuum. He blamed the assassinations on Indonesia’s Communist Party and claimed they were targeting Islamic leaders.
    No conclusive proof of communist involvement in the coup has been produced, but the party was then the largest outside the Soviet Union and China, with some 3 million members. It also had an armed wing and serious financial clout. Its growing ties with China and Russia worried Washington, at a time when the Vietnam War was intensifying and fears of communist takeovers in Southeast Asia were running high.
    The four men interviewed by the AP were members of the local Islamic youth militia, Banser, or of anti-communist youth movements in East Java. They were in their 20s at the time, and Sulchan and his superior jointly commanded a 200-member branch of Banser.
    Sulchan, now a 64-year-old preacher, says the “order to eliminate all communists” came through Islamic clerics with Indonesia’s largest Muslim organization, Nahdlatul Ulama. Sulchan led the first killing in his neighborhood that of a schoolteacher, Hamid, said to have had communist ties.
    We “hit him in the head with a sledgehammer and he died instantly,” says Sulchan, a tall, lanky man who wears a wrap-around Javanese sarong, his crooked teeth stained by years of smoking sweet clove cigarettes. He points calmly up the street to the spot of the murder, a piece of cracked pavement and an abandoned kiosk overgrown with weeds.
    On another day, his men decapitated a man named Darmo because they feared he would return to life and take revenge. His head was hung from a banyan tree in the town square and his body dumped on the other side of the river, says Sulchan, sitting on the tiled floor of his mosque.
    On one night, Sulchan’s platoon helped unload 20 to 30 prisoners at the execution site and beat to death a man who tried to escape. The rest were forced to the ground and killed. A man pleaded with his executor to tell his child to study the Quran, Islam’s holy book. The executor agreed, then murdered him too.
    The bodies were dumped in a ditch. Such scenes were repeated across Java, Sumatra and the eastern island of Bali for several months in 1965 and 1966.
    “I am convinced the actions were justified because communists were the enemy of my religion,” says Sulchan. “I thought: This is what people get for not submitting to religion. I felt righteous.”
    Sulchan’s superior, Mansur, commanded the Banser militia for two years and describes a highly efficient operation. Mansur, who like many Indonesians goes by one name only, collected the names of suspected communists in the region. Their houses were marked in red on maps, and he ordered his men to round them up.
    “We didn’t want the country to become a communist state,” says Mansur, sitting on a porch bench after returning from Friday afternoon prayers, wearing a tidy Indonesian batik shirt, thin spectacles and an Islamic cap. “I don’t have any regrets.”
    A few miles away, businesses and homes said to be communist were plundered and their owners driven away, says Munib Habib, who led an anti-communist student movement. The houses belonged to Indonesian-Chinese, a much-resented minority in Indonesia targeted again in 1998 riots that left hundreds dead.
    “We were informed by a spy that they were hoarding staple foods. We went to the shops and dragged out the owners,” says Habib, now a 64-year-old Muslim cleric and politician.
    Satuman, a former member of the youth wing of the National Party who now lives in a simple cement house with his son, says the kidnappings and killings targeted not only known communists, but retired army and navy members, peasants and teachers.
    He says he saw people taken in trucks from the local prison for mass killings in the evening. About 60 people were shoved to the ground and butchered as they screamed, he says. Then the bodies were dumped in a freshly dug trench, some of the victims apparently still alive.
    “The soldiers opened fire into the hole,” remembers Satuman, 68. The men spoke proudly of saving the nation from a communist takeover targeting Islamic leaders. However, the claim that the massacres were necessary is indeed unjustified, Roosa says.
    Weirdly even today, a ban on the Communist Party remains in force in Indonesia, whilst people marked as ex-political prisoners endure lingering mistrust and discrimination. Witnesses to the state-sponsored killings were silenced under the Soeharto dictatorship, fearing kidnapping, imprisonment or even death. End.

  55. 56 Reina Kasali November 21, 2008 pukul 7:58 am

    MENKOMINFO YANG HEBAT ?

    Mohammad Nuh, menteri komunikasi dan informasi, bicara hal yang tidak penting. Nuh pasti bukan seorang ayatollah yang ngontrak di negeri ini? Nuh minta WordPress menghapus komik selera rendahan? Itu bagus tapi tidak penting sebagai Menkominfo. Kita masyarakat yang matang beragama, kita tidak akan mudah marah walaupun Nuh mencoba-coba ikut mencoba membuat kita marah, dan kita orang-orang muslim yang sudah matang beragama, emangnya Nuh itu siapa?
    Dulu kami mengagumi Nuh. Dia orangnya pintar, pintar seperti apa kami sendiri tidak tahu; Nuh berilmu luas, luas seperti apa kami juga tidak tahu persis; Nuh punya etika tinggi, setinggi apa juga kami masih kira-kira. Kini baru kita tahu Nuh setelah dia menyediakan diri, bahkan sedikit arogan, beraninya mendikte Worpress, emangnya dia itu siapa?
    Kalau itu titipan orang atasannya, emangnya pemerintah Indonesia itu apa di mata dunia? Kok jadi pakai kekuasaan, di era gini? Pernyataan Nuh di pers secara tidak langsung ikut mengipas-ngipas SARA, meskipun Nuh bermaksud meredam. Kita menjadi tahu mungkin itulah mental legacy Orba, mental warisan Orba terus diwariskan di pemerintahan ini, dan, anggap saja Nuh telah khilaf dan sedikit terkontaminasi, terkontaminasi kok sedikit? Nuh bisa sedikit bermutu, bermutu kok sedikit? Nuh suka menjulur, menjulur kok sedikit? Nuh semoga tidak mengulang kekhilafan.
    Komentar Nuh makin menjelaskan pemerintahan ini berpura-pura reformis, tapi tetap saja kepanjangan Orba. Dalam menjalankan pemerintahan, pemerintah ini tahu persis caranya: menggabungkan cara Orba dalam mempertahankan kekuasaan lama, dengan melakukan beberapa modifikasi atau sedikit modifikasi, modifikasi kok sedikit?
    Mohamad Nuh tidak menyadari bahwa WordPress lebih besar dari Nuh, lebih mencerahkan dari Nuh, lebih mulia dari Nuh. Nuh tidak berpikir, komik selera rendah soal Nabi kita, Muhammad SWA, itu bisa saja sengaja dipasang oleh oknum pemerintah atau oknum institusi sistem Orba yang selalu pakai tiga cara terpenting: adu domba, kambing hitam, dan mengalihkan perhatian.
    Kalau Nabi masih hidup, beliau tidak akan berkomentar kok, tidak seperti Nuh. Nuh dan rejimnya tidak akan berhasil, sebab kita semua tidak mudah dan tidak akan terprovokasi. Kita tidak mudah diadudomba dengan komik selera murahan atau dengan cara apapun. Komentar Nuh memprovokasi SARA, sebab diambil pers seluruh negeri. Pemerintah ini tahu persis bagaimana memanfaatkan TV-TV kita yang belum matang. yang tidak pandai memilah mana penting mana sampah. TV-TV kita eksploitatif dan sensasional, dan masih suka memuat pernyataan sampah pejabat. Apapun yang dipakai TV-TV negeri ini hanya agar banyak ditonton orang untuk sekadar mendapat iklan banyak, memainkan perasaan rakyat yang semakin susah, tapi tidak berani mejatuhkan pemerintah yang jelas jelas tidak berbuat apa-apa.
    Kita tahu penghinaan terhadap Nabi, Yesus, sang buddha Gautama itu hal biasa di dunia yang bebas ini. Dengan ketenangan, kita semua menjadi orang-orang mulia dan sabar. Penghinaan terhadap Nabi, pelecehan terhadap Yesus, pelecehan terhadap sang buddha Gautama, tidak berarti apa-apa bagi kita. Sebab kita semua memeluk agama bukan kulit luarnya. Dan ada agenda yang juh sangat lebih penting yakni: Ketika hari gini masih ada sebuah pemerintahan yang hanya memperkaya menteri-menterinya, yang tidak membangun apa-apa, tidak menyejahterakan rakyat? Kita sudah sering lihat komik demikian. Apakah komik itu bisa membuat kita marah? Apakah komik itu membuat dunia marah? Tidak bukan? Kita semua tidak sedangkal itu dalam beragama. Anak-anak bangsa ini, meskipun disengsarakan dan juga tidak diberi pendidikan tinggi oleh pemerintah yang harusnya memberikan kalau saja menjalankan UUD 1945, juga tidak marah kalau melihat komik sampah itu. Kita tidak mudah diprovokasi dengan isu agama. Rakyat memeluk agama tidak kulit luarnya, rakyat memeluk agama dengan matang dan baik, dan Nuh tidak perlu menjulur-julur.
    Ini menggelikan, sebab bagaimana Nuh tidak malu meminta WordPress, suatu media online sangat besar, menghapus komik selera murahan itu? Kenapa tidak melarang tulisan-tulisan kritis di semua websites? Sebetulnya punya target itu. Nuh terjebak dalam pola pikir legacy Orba. Nuh tidak berpikir bagaimana kalau itu justru dibuat oleh oknum orang Orba?
    Untuk mengalihkan banyak hal yang tidak dikerjakan pemerintah. Banyak pejabat pemerintahan membuat komentar yang tidak penting. Sebab mereka tidak tahu apa yang harus dikerjakan secara profesional sebagai menteri-menteri. Mereka memilih asal menjulur, asal komentar. Lihatlah: hampir 5 tahun SBY-JK memrintah, kehidupan rakyat makin dipersulit, rakyat dimiskinkan, dan bahkan mulai 2009, rakyat negeri ini akan melarat total, karena pemerintah tidak pandai dan tergantung perekonomian global yang juga krisis.
    Internet adalah dunia kemerdekaan, dunia kebebasan, dunia berekspresi, dunia kreativitas, dunia yang lain: komik-komik selera murahan, si porno, pasti ada di sana. Tapi kita tidak akan melihat itu penting yang begituan, kan? Kita semua juga seluruh rakyat, kalau tidak dipanas-panasi, telah arif dan bijaksana. Apa Nuh tidak bisa sedikit arif, dan apa hebatnya menteri informasi melansir sebuah pelecehan misalnya? Nuh harusnya berkata pada pers: “Ini bukan kapasitas saya”, atau, “No comment” lah. Itu sudah lebih dari cukup. Tidak perlu menjulur-julur. Nuh tidak perlu mencoba-coba menjalankan praktek lama: adu domba atau kambing hitam, warisan Orba, warisan CIA yang kini ditinggalkan Obama.
    Kita semua tidak suka dengan komik apapun yang berbau SARA dan berselera sampah, kita semua benci itu, kita tidak suka dengan gambar porno, kita tidak suka dengan pornoaksi ditampilkan, walaupun banyak di antara kita menikmati dan tergila-gila padanya. Kita tidak suka dengan komik pelecehan Nabi. Tapi kita tidak mungkin mencegah. Pemerintah dan pejabat dunia klaupun ada, kurang kerjaan kalau mau menanggapi hal yang rendahan begitu. Lagipula, emang dunia ini hanya milik kita, milik pejabat dan pemerintah Indonesia, dan yang lain ngontrak? Bagaimana kalau ternyata komik itu sengaja dibuat oleh indidivdu atau insitusi terkait pemerintahan. Tujuannya apa? Untuk membendung kekritisan masyarakat, mengukur situasi keamanan nasional, apakah rakyat masih bisa dibangkitkan dengan isu pelecehan atas Nabi, untuk menutupi kegagalan-kegagalan pemerintah? Bukankah itu cara-cara lama yang kerap kali dipakai mental Orba? Waspadalah, waspadalah. Jadi kita tidak perlu menanggapi provokasi kelas kuman, siapapun yang dipakai dan apapun caranya.
    Kita jangan terprovokasi dan teralihkan. Kita harus tetap kritis dan pandai melihat. Misalnya? Bukankah pemerintah ini sudah gagal dalam banyak hal? Gagal memberantas korupsi, gagal menegakkan hukum berkeadilan, dan gagal menyejahterakan rakyat. Koruptor tidak ada yang dihukum mati. Simulasi koruptor dihukum mati saja tidak ada, apalagi beneran. Pemberantasan korupsi masih tebang pilih (KPK hanya bagian kelompok teater sandiwara SBY-JK), penegakan hukum masih menindas yang lemah, dan hal yang lebih penting yaitu menyejahteraan rakyat dengan benar sesuai UUD 1945 tidak dipikirkan apalagi dilaksanakan. Uang-uang kecil dibagi-bagi, lihat BLT dan PNPM, suatu cara SBY khususnya, agar terpilih lagi 2009. Sebagian besar dana itu bocor, diambil para pelaksananya. Uang-uang besar dimakan sendiri atau kelompok. Karena tidak membangun dengan benar, macam-macam isu diciptakan agar rakyat tidak melihat kegagalan pemerintah tersebut.
    Inilah teater sandiwara SBY-JK. Jangan mudah tertipu pengalihan-pengalihan ini. Terawang dan lihatlah fakta. SBY arsitek politik lama. Dia tahu bagaimana dulu Soeharto berhasil berkuasa, 32 tahun. Tapi SBY tidak mungkin berkuasa sepanjang Soeharto. UUD tidak memperbolehkan. SBY membuat modisikasi tapi akan tetap dalam kerangka dan sistem Orba. Modifikasi itu: SBY hanya memberi kebebasan berkspresi. Hal yang jauh lebih penting seperti membangun pondasi perekonomian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat misalnya membaut banyak pabrik-pabrik yang dikelola negara (lihat tulisan-tulisan Sydney Jones) dan membangun jaringan jalur kereta listri moderen di seputar ibukota, bahkan kita kalah dengan Korea Utara, Thailand, Malaysia, tidak dibuat. Korea Utara saja mempunyai jaringan subway, kereta listrik bawah tanah. Meskipun rakyatnya tidak bebas bicara tapi pemerintah Korut membangun negara dan mensejahterakan dengan baik rakyatnya, meski pers Barat mengecam terhaap tidak ada kebebasan itu, dan kita manggut-manggut seolah pers Barat benar. Dan, pemerintah Indonesia membangun apa pula? Indonesia meski sudah kapitalis tetap saja tidak membangun apa-apa. Jadi manusia-manusia buruk di pemerinatahan negeri inilah masalahnya, bukan kapitalis atau sosialis atau komunis, tapi orang-orang di pemerintah negeri ini. Dan apa yang dilakukan?
    Mari kita saksikan sekarang, sebuah kelompok teater sandiwara pemerintah SBY-JK: ada orang seperti Muhamad Nuh dan lainnya. Sementara pemain-pemain utama tampil luarbiasa bagus. JK dengan kata-kata bagus. Tarian dan gerakan tangan SBY juga bagus: naik-turun, kekanan-kekiri, lemah gemulai, dan terkadang menghentak. Pementasan ditampilkan sangat bagus. Maka banyak di antara kita terjebak terpesona.
    Tapi orang-orang yang jeli melihat: “Hati itu tidak merasakan, telinga itu tidak mendengar, mata itu tidak melihat. Apa? Orang-orang miskin perahu karam negeri. Orang-orang mencari sekadar makan ditindas. Juga ketidakteraturan itu: orang-orang terpaksa berjualan naik-turun di bus-bus umum. Gadis-gadis kecil, anak-anak kecil dan pemuda pemudi malas atau pengangguran, mengamen di bus-bus umum. Membuat airmata menetes. Sangat memilukan. Sampai kapan?
    Tangan itu masih naik-turun, kekiri-kekanan, naik-turun. dan celoteh wakilnya terus mengalir diselingi tawa renyah. Tidak terasa kirta semua tidak lagi bisa melek. Kita tertidur lagi dan tertidur lagi. Mudah terpesona. Kita bahkan sudah hampir kehilangan akal bagaimana menghentikan semua ini. Oh SBY-JK.

  56. 57 Violinie Makhmud Desember 26, 2008 pukul 8:25 am

    BANGSA YANG MEMANGSA BANGSA SENDIRI
    KEJAHATAN KLIK KERAJAAN INDO YANG TIDAK DILAWAN
    By Violinie Makhmud
    The Malaysian Students Club (MSC) Sabah, Malaysia
    (untuk hubungi saya bolehlah dimajukan di email saya di violiniemakhmud@yahoo.com)
    Tuan Da’i Bahtiar duta besar Indonesia untuk Malaysia merupakan satu bagian persekongkolan klik kekuasaan di Indonesia. Pejabat-pejabat berpusing posisi di atas selamanya tanpa tokoh-tokoh muda Departemen Luar Negeri yang diberikan kesempatan menjadi duta-duta besar. UU BHP, undang-undang badan hukum pendidikan, pun untuk mencuba-cuba rencana persekongkolan pembodohan terhadap anak anak rakyat supaya klik kekuasaan berkuasa selamanya. Maka tidak ada lagi anak anak rakyat memperolehkan pendidikan universiti yang murah, adalah kehancuran Indonesia. Di Indonesia, tidak ada jeneral-jeneral yang baik seperti di Thailand yang akhirnya memilih menyokong gerakan mahasiswa dari belakang bagi penyelamatan negara dari Somchai/Thaksin, pula boneka-boneka.
    Dinyatakan bahawa universiti-universiti kerajaan di Indonesia diharapkan menyedia prosentase beasiswa bagi anak-anak tidak mampu, ini menyestakan kerana praktik Indonesia selalu lain sepanjang masa. Website website universiti kerajaan nyata-nyata berkata bahawa seorang pelajar boleh diterima asalkan bersedia membayar berkuliah bahkan hingga 50 juta rupiah, kami berpandangan itu mahal bagi rakyat. Rupanya DPR, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia beramalkan KKN dan diskriminasif terhadap rakyat sebangsa sendiri, memandang sebuah pendidikan dari saku kandidat mahasiswa, pelanggaran HAM dan Konstitusi. Mengapa tidak ada sanksi-sanksi bagi DPR/Presiden dan Wakil Presiden? Kami tak paham.
    Rupanya belum lima tahun berkuasa, Presiden membiarkan DPR mengambil dan membelenggu hak terpenting anak-anak rakyat yakni pendidikan murah di dalam universiti universiti kerajaan, sementara kerajaan beramalkan perut anak anak rakyat dikeroncong. Itu tidak semata-mata melanggar HAM namun juga melanggar UUD 1945 kerana nyata-nyata menghapus pendidikan universiti kerajaan yang murah yakni hak bagi semua anak anak bangsa Indonesia. DPR telah mengesahkan UU BHP dan Presiden diam sahaja seribu bahasa, nyata-nyata high level KKN, padahal UU BHP berlawanan dengan legislasi tertinggi yakni UUD 1945. Dari mata telanjang Presiden nyata-nyata terlibat justeru melepas tanggung jawab pendidikan tinggi yang murah bagi semua. Kawan-kawan mahasiswa Indonesia jangan berhenti untuk menekan dengan demo-demo besar terpusat dan terfokus untuk membatalkan undang-undang kejahatan daripada kerajaan Indonesia. Pengadilan Konstitusi harus ditekan supaya cepat membatalkan undang-udnang ini kerana itu konspirasi klik kekuasaan bahkan ketika rakyat Indonesia memperoleh kehidupan berkesusahan.
    Semua nelayan, petani, guru, tentera berpangkat rendah, pegawai rendah/menengah, pengusaha kecil/menengah tidak boleh menyekolahkan anak-anak mereka ke universiti universiti kerajaan kerana direkayasa mahal oleh kerajaan. Orangtua kami dahulu bersekolah di universiti Jakarta dengan beasiswa Malaysia Indonesia. Universiti universiti kerajaan di Indonesia dahulu ada banyak sekali anak anak rakyat seperti universiti universiti Malaysia sekarang ini. Universiti-universiti kerajaan di Indonesia mahal kerana kerajaan Indonesia sudah ‘busuk amalan korupsi’ kerana DPR, Presiden dan Wapres bersekongkol jahat tidak mengadakan UU Pembuktian Terbalik.
    Di Malaysia, kerajaan untuk seluruh rakyat. Erti kata lain, kami bersekolah di universiti universiti kerajaan Malaysia murah dan berkwaliti. Selain ini ada sangat banyak di antara kami memperolehkan beasiswa percuma. Selain ini kerajaan Malaysia menanggung beasiswa bagi kawan-kawan yang bersekolah di universiti negara-negara asing. Kerajaan Malaysia tak membiarkan mahasiswanya semata-mata dari beasiswa daripada negara asing.
    Rupanya kerajaan Indonesia tidak paham konstitusi sendiri UUD 1945. Konstitusi Indonesia sama dengan konstitusi Malaysia diadopsikan dari Eropa dan menyedia pendidikan universiti gratis bagi semua anak rakyat tanpa berkecuali. Beberapa pejabat tinggi Indonesia sering banyak cincong bahawa pendidikan universiti di Indonesia ‘terlalu murah’ dibandingkan dengan negara-negara lain dan memperbandingkan keliru dengan di dalam Amerika Syarikat. Amerika Syarikat menyedia pendidikan universiti mahal apabila dipandang dari sudut-pandang upah rakyat Indonesia bukan dari sudut-pandang upah rakyat Amerika Syarikat. Bagi rakyat Amerika pendidikan universiti kerajaan mereka murah. Rupanya terdapat senario jahat Indonesia di dalam UU BHP supaya anak-anak rakyat tidak boleh menikmati pendidikan universiti yang murah dan supaya klik berkuasa terus menggenggam kekuasaan selamanya dan boleh mewariskan kepada keturunan mereka sendiri semata-mata. Kerajaan kejam kepada rakyat kerana tidak beramal untuk anak sebangsa, nyata-nyata pelanggaran HAM berat dan UUD 1945. Cara ini dahulu digunakan oleh Belanda berkuasa di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) selama beratus-ratus tahun. Kolonis tidak lagi di Indonesia namun neo-kolonialism tak nampak terus dijalankan oleh klik kekuasaan intern. Inilah sebuah bangsa yang menelan bangsa sendiri.
    Tetapi ini dirasa tidak akan terjadi sekiranya mahasiswa Indonesia bergerak rapi terpusatkan dan skala nasional. Pengusaha-pengusaha nasional harus rapi membiaya mereka dan menyedia logistik makanan bagi penekanan terhadap DPR/Presiden sehingga Pengadilan Konstitusi cepat membatalkan UU BHP. Bukankah pengusaha nasional Indonesia seperti yang lain dahulu juga menyokong gerakan mahasiswa 1998 yang kini diselewengkan kerajaan sekarang? Sokonglah mahasiswa supaya bergerak solid. Kerana apa jadinya bangsa Indonesia tahun-tahun berhadapan? Saatnya seluruh akademisi berinisiatif turut serta gerakan alians mahasiswa dan menggantikan dan meminggirkan rektor-rektor yang tidak setuju pembatalan UU BHP, kerana UU ini kejahatan sadis yang diamalkan kerajaan Indonesia. Kawan-kawan mahasiswa Indonesia perlu mengadopsi strategi Alliance for Democracy mahasiswa dan rakyat Thailand. Thailand berhasil menjatuhkan PM Somchai melalui MKnya dan pertubuhan parti Somchai/Thaksin tidak boleh turut pemilihan lima tahun. Maka sangat dahsyat.
    Reformasi 1998 di Indonesia sudah tak semata-mata diselewengkal tetapi telah dijungkal dan harus dikembalikan pada relnya. Perlu sekali lagi sentuhan tangan-tangan berwawasan daripada tuan doktor ‘sekarang kerupuk kena air’ Amien Rais, tuan doktor Sri Bintang Papungkas, tuan doktor Mohtar Pahpahan dan tuan dokter Hariman Siregar bagi pembatalan daripada UU BHP dan perkara-perkara nasional terpenting lain yang telah dan akan membelenggu beratus-juta anak rakyat. Reformasi terbaru harus segera dipusing kerana tidak bakal ada lagi Indonesia di masa hadapan apabila tidak. Apabila kawan-kawan Thailand berhasil menjatuhkan PM Somchai hanya dengan dukungan logistik makanan dari pengusaha-pengusaha dan semua akademisi dan rakyat kota, mengapa kawan-kawan Indonesia yang negara dibajak kerajaan dari waktu ke waktu tidak mampu? Jangan menunggu dukungan CIA. CIA tidak mendukung mahasiswa Thailand apalagi mahasiswa Indonesia sekarang ini. PM Somchai adalah boneka Thaksin, Thaksin boneka Inggris, Thaksin bos tim bola Inggris. Daripada malu dan tampak, maka Inggris mengusir Thaksin yang sekarang tinggal di Yordania.
    Kami mahasiswa Malaysia memandang bahawa apabila pendidikan universiti kerajaan di Indonesia tidak boleh bagi beratus-juta anak rakyat namun bagi anak-anak pejabat seemata-mata, nescaya Indonesia menghilang tahun-tahun masa hadapan. Saatnya tokoh-tokoh akademi membuat komunikasi Internet rapi bagi sebuah gerakan penyelamatans sebangsa. Anak-anak rakyat diseluruh Indonesia termasuk mereka daripada Aceh dan Papua jangan terlena dan harus solid berdemonstrasi jangan berpikir lambat, atau akhirnya juga nanti akan bersatu jua bahkan disokong oleh anak-anak tentera berpangkat rendah yang juga dirugikan kerajaan ini dan akhirnya bersolidariti. Namun semua sudah terlambat kerana sekarang sahaja negara/rakyat Indonesia tidak nampak tidak ada lagi. Yang ada semata-mata klik kerajaan yang serakah merampas hak anak anak rakyat sebangsa Indonesia untuk kemewahan mereka sendiri dan dinasti, mereka memperlakukan anak anak rakyat dari Aceh sehingga Papua tidak lebih daripada sebagai kacoa-kacoa, sebuah bangsa yang memangsa bangsa sendiri. (The op-writer Violinie Makhmud, a student activist at The Malaysian Students Club MSC, Sabah, Malaysia).

  57. 58 dewi Januari 4, 2009 pukul 10:54 am

    Air PAM Jabodetabek cacingan. Ini masalah layanan buruk PAM. Jangan coba minum air PAM mentah, bisa bisa kamu jadi cacingan. Semula kami kira hanya air PAM di rumah saya di sebuah perumahan di Tangerang. Tapi ternyata di rumah mertua saya di Depok dan dua adik saya di Bekasi dan Bogor juga sama saja, banyak cacingnya kecil kecil dan kadang-kadang ada juga yang besar. Di rumah saya air PAM itu bahkan ada juga cacing besar banyak. Ada yang bilang air PAM cacingan karena PAM ada main mata dengan sebuah pemasok obat pembersih bukan tawas, yang katanya produk baru dan lebih wangi. Itu bohong besar. Mana yang lebih penting wangi atau berdaya bersih optimal?
    Ada yang bilang PAM menerima keluhan ada yang tidak suka bau tawas. Pertanyaan mengapa PAM hanya memperdulikan keluhan orang yang tak tahu kebersihan, dan PAM mengabaikan nilai bersih tanpa cacing dan kuman? Ternyata yang benar adalah harga tawas kini lebih mahal, jadi PAM tak pakai lagi tawas. Ada yang bilang juga, mungkin PAM tak mau korupsinya berkurang. Ini sangat bodoh, sebab tawas adalah pembersih terbaik. Tawas sangat penting untuk mematikan cacing kecil-ekcil maupun besar. Saran saya lebih baik PAM pakai tawas lagi. Di seluruh dunia PAM PAM tetap pakai tawas. Tawas juga digunakan di kolam-kolam renang di seluruh dunia. Tawas mempunyai kekurangan yaitu memang bau, bau tawas, tapi tawas menjadikan air bersih dan jernih dan yang terpenting mampu mematikan efektif cacing-cacing kecil dan besar serta kuman secara optimal. Itu sebabnya tawas tetap dipakai sebagai pembersih terbaik di seluruh dunia. Saran kami sebaiknya PAM kembali pakai tawas. Saatnya PAM memberikan layanan yang baik dan tepat kepada masyarakat, sebab PAM ambil uangnya masyarakat. Atau mau kami lapor ke KPK?

  58. 59 Rohiyah Aziz Januari 14, 2009 pukul 8:19 am

    Israel pun nak serang Iran
    By Rohiyah Aziz, Malaysian Students Club MSC KL Malaysia
    rohiyahaziz@gmail.com
    Israel gempur Hamas di Gaza, mungkin nanti Amerika ataupun Israel nak serang Iran. Presiden Amerika Syarikat George W. Bush tahun lalu menolak permintaan Israel bagi bom-bom khusus penembus bunker kompleks nuklir Iran. Bush tolak permintaan rahasia tu dengan berkata dia telah perintahi aksi rahasia sabotase Iran kembangkan senjata nuklirnya.
    Bush sempat terkejut dengan permintaan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert supaya Israel boleh terbangi wilayah Iraq untuk capai kompleks nuklir Natanz Iran. Bush tolak permintaan tu dan Israel urungkan rencana sekurangnya untuk sementara ini. Tetapi Bush dalam lepas jabatan telah serahkan sebuah rancangan rahasia kunci Amerika kepada Presiden terpilih Barack Obama. Mungkin Iran tetap nak dibom nanti.
    Soal serangan mengganas Israel atas Gazas ekarang ni, Amerika tak langsung turut terlibat kerana yalah Amerika yang menyalur senjata-senjata modern bagi Israel.
    Mantan perdana menteri kami, Tun Mahathir Mohammad, berkata bahawa yang buatkan kerajaan Israel nekad macam sekarang ini yalah Amerikat. ‘The main culprit is the United States’ Katanya rakyat Amerika tak boleh disalahkan kerana rakyat tu pun tak suka peperangan.
    Memang Amerika Syarikat yalah super power. Kekuatan senjatanya melebihi kekuatan senjata daripada berpuluh-puluh negara besar dunia pabila dipadukan.

    Tun Mahathir berkata bahawa bagaimanapun Amerika Syarikat hampir bangkrut, hutangnya $14 trilyun, dan boleh bertahan membuat senjata kerana perolehi pinjaman dari negara-negara muslim Arab. ‘Itu sebabnya Amerika boleh membuat senjata modern banyak-banyak’ termasuk untuk Israel.

    Macam mana peranan kita? Tun Mahathir berkata seumpama semua produsen minyak mahu dibayari hanyalah matawang euro ataupun matawang lain tetapi bukan USD, nescaya nilai USD nak tinggal setengahnya. ‘Pabila tu berlaku, Amerika tak nak dapat buat senjata modern banyak-banyak’ dan tak dapat lagi sokong Israel.

    Kami klub-klub mahasiswa Malaysia, yang sempat dibujuk dan dipandang mungkin macam keledai oleh seorang pejabat Indon di Malaysia dalam suatu kasus lain, tentu sependapat dengan Tuan Mahathir. Tun Mahathir pemimpin sejati dan berani yang pernah kami miliki sehingga sekarang ini. Dia betul-betul tiada takut kecuali pada Allah.

    Israel belum serang Iran tapi sekarang ini serang Gaza dan memangsa anak-anak dan penduduk awam muslim Gaza tak berdosa. Dalam serangan ganasan tu, tentera Israel menyebabkan lebih daripada 800 mangsa terbunuh dan lebih daripada 4000 cedera, majoriti penduduk awam dan anak-anak. Serangan roket-roket Hamas dibalas Israel tak sepadan. Israel gunakan senjata-senjata super modern termasuk ‘dime bombs’, bom-bom berisi beratus bom-bom picisan, yang serpihan-serpihannya pabila terkena badan tak terdeteksi sinar x. Israel pun gunakan ‘white phosphorous bombs’, bom-bom fosfor putih yang asapnya membakari kulit mangsa, membutakan mata dan merosak paru-paru, pelanggaran sebuah konvensi penggunaan senjata-senjata berkenaan. Israel telah melakukan kejahatan perang. Tetapi nak sulit diadili. Israel dan Amerika bukan anggota/penandatang konvensi berkenaan. Apa yang sebolehnya mesti kita lakukan?

    Kami perkumpulan mahasiswa Malaysia sekarang ni memboikot barangan macam minuman Cocacola dan restoran license Amerika macam McDonald dan yang lain mengenai Amerika. Kami makan dan minum hanyalah buatan sendiri ataupun buatan bukan Amerika. Rakan-rakan mahasiswa Indonesia dapat bersikap sama, tak sekadar unjukan teater yang kurang efektif.

    AGENDA DALAM NEGERI LEBIH OKELAH.
    Pabila macam kami lihat, agenda protes tempatan dalam negeri Indonesia pun banyak mestilah dilakukan. Macam pelbagai perkara terpenting kewajiban kenegaraan yang tak dilaksanakan kerajaan Indon dibawah Tun SBY/JK. Dibawah Tun SBY/JK, kami lihat Indonesia semakin teruk dan rosak: UU BHP yang membatasi hak-hak kunci anak-anak rakyat putra-putra bangsa Indonesia dalam perolehi universiti kerajaan yang murah, dan undang-undang tu dibiarkan dan belum dibatalkan pengadilan konstitusi MK. Suatu agenda sangat penting lain: harga-harga dipertahankan tinggi oleh Tun SBY/JK sejak harga-harga fuel dunia tinggi US$140 setong dan sekarang ini sudah turun tinggal $80 setong tapi harga-harga tu di Indonesia tak diturunkan sepadan. Tengoklah, di Indon, harga bensin, harga kerosene, harga barang kebutuhan pokok, ongkos angkutan umum masih tinggi sangat, tak sesusai dengan penghasilan rakyat Indon yang rednah sangat, yakni rata-rata kurang dari US$1 sehari. Di lain sisi, banyak orang sangat kaya-kaya di Jakarta dengan kereta-kereta pribadi mewah dan mahal, pertanda kerajaan Tun SBY/JK tidak membela rakyat. Kerajaan tak membela rakyat, pastilah negeri tu hancur. Hari lalu diakhbar harga fuel diumumkan diturunkan, tapi sedikit sangat, pertanda kerajaan Tun SBY/JK korup dan tak nak berhenti membodohi publik Indon. Penurunan sedikit sangat tu bermakna bahagian kampanye supaya dipilih lagi dalam undian 2009. Penurunan tu jelas kurang turun. Akhbar terbaru, menteri perdagangan Indon pun dengan rahasisa mengaku pemimpin kerajaannya tak profesionak dan samasekali tak perintahkan dia turunkan harga kebutuhan pokok.

    Rakan-rakan mahasiswa dan rakyat Indonesia semakin diperdayai: wang negara/rakyat hasil daripada bahagian hasil pertambangan emas, gas, timah dan lainnya daripada bumi Indonesia dimakan oleh siapa? Knapa tak bagi membangun kota dan membangun pabrik-pabrik negara? Knapa sebuah negara tak punya rencana-rencana baik bagi kelangsungan hidup sebagai sebuah negara? Tengoklah, satu angkutan umum terpenting ibukota pun tak ada. Satu ‘batang hidung’ MRT sahaja pun tak punya. Kuala Lumpur ada beberapa MRT. Tak tahukah keuntungan MRT? MRT jauh lebih murah daripada highway. Dia cepat, aman, nyaman. Untuk semua rakyat. Tak perlu membuatkan banyak highway yang hanyalah perkaya pemiliknya, tak perlu berpuluh-puluh juta mobil pribadi dan sepeda motor yang membuangi banyak asap CO ke udara kota, pun tak ada kelangkaan fuel, lagipun paru-paru/jantung sehat tak hirupkan CO. Tengoklah, udara KL bersih sangat-sangat. Macam mana Jakarta? Udara teruk dan kotor sangat bernafas dalam CO. Nimatkah? Tak malukah kerajaan Indon dan gubernur Jakarta, dengan kerajaan kami Malaysia yang merdeka lebih belakang dibandingkan Indon? Nampak Tun SBY tak berani perintahi gubernur Jakarta buatkan MRT kan? Tun SBY nyata jauh kualiti dibandingkan macam almarhum Datok Suharto. Suharto cinta rakyat dan pembangunan. Datok tu Bapak Pembangunan dan Bapak Nelayan/Petani. Tak malukan Jakarta hanyalah ada busway, kebijakan pintas dan salah sarat Kei-Kei-En. Bodoh sekali. Jalan menjadi bersempitan ‘dilahap’ jalan busway. Lagipun busway tak nak atasi kemacetan kan?

    Turutkan macam KL, seronok, kerana kunci tu ada: Pemimpin/pejabat kerajaan kami Malaysia tidak korupsi gila macam Indon. Korupsi tapi ada. Sikit-sikit. Pemimpin/pejabat Indon bukan membrantas korupsi tapi ‘menyatupadu dalam mafia lama turut korupsi kekayaan negara’. Pejabat-pejabat bawahan ikut korupsi sama atasan. Cara korupsi licik: buatkan isu seumpama nak bangun sebuah project. Pertama, diakhbarkan di televisyen bahawa mereka nak membangun project. Parlimen setujui kerana Ke-Ke-En, dan jadilah sebuah peluang korupsi berjamaah menggila. Ketika membangun project, tiada pengawasan ketat, kualiti buruk dan hasil pembangunan rosak tak bertahan lama. Macam tu lah kisah kerajaan manusia Indon di bawah Tun SBY, doktor hanyalah tahu sikit ilmu pertanian, kalah dengan almarhum Datok Suharto.

    Tun SBY/JK seakan brantas korupsi. Tapi sekadar konsumsi media. Tun SBY tak tahu membangun bangsa, tak tahu mmenejemen negara yang baik, departemen informasi Indon tak berfungsi membelajari nelayan/petani. Tun SBY mengaku bekerja 24 jam tapi hanya banyak cakap macam-macam 24 jam. Sementara Tun JK hari-hari bercanda tidak ada serius. Tun SBY/JK semakin sengsarakan rakyat. Bencana Indon dimana-mana. Tun SBY/JK tak mundur, malahan nekad minta dipilih lagi dalam undian 2009. Tun JK berkata: ‘Tak ada yang berharap padi itu hijau, padi pastilah kuning. Tapi kuning tak bermakna tanpa langit yang biru.’ Pertanda teruk Golkar/PD ingin lagi. Macam mana tak ada malukah?

    Macam kepemimpinan tu, koruptor-koruptor tertawa girang ‘nyaman’ Indon dipimpin Tun SBY/JK yang lemah dan hobi pura-pura. Koruptor-koruptor tetap berkorupsi bersama-sama, ‘berjamaah’, dengan pelbagai project ini itu. Tiada jera. Hukuman mati bagi koruptor besar tak ada. Tak ada pembuktian terbalik. Pabila pun nanti ada, semuanya boleh diatur, mentaliti berlarutan manusia pejabat Indon. Jangan berharap Indon dapat kejar kami Malaysia. Ketika majoriti ibukota di dunia ini ada MRT bahkan train-train elektrik bahkan dengan subway-subway kuat dan modern dimana-mana seluruh kota-kota, Indonesia MRT pun tak. Hanya punya busway. Macam Thai, Singapore sudah lama punya MRT. Jaringan train elektrik, ‘KRL’, bagus, ceoat, aman, nyaman, handalah. Macam kami Malaysia, udara sangat bersih. Paru-paru dan jantung kami aman. Macam mana Indon? Tak malukah? Kami Malaysia bersih, tertib, sopan, rakyat disejahtera, yalah kunci efektif sebuah kerajaan boleh pertahankan kekuasaan karena orang-orang kerajaan amanah bukan palsu macam Indon. Manusia pejabat/pemimpin Indon hanyalah suka pakai ‘kesejahteraan palsu’ macam BLT/PNPM, padahal cara licik ‘udang di balik batu’ supaya kembali dipilih 2009.

    Kerana mentaliti orang-orang kerajaan berpola pikir ‘feodal’ bukan ‘sepenuhnya mengabdi rakyat dan melayani ikhlas rakyat’ maka rosak, tak ada pemikiran manfaat membangun untuk rakyatnya. Macam pemimpin/pejabat kerajaan kami Malaysia selalu mengabdi kepada rakyat Malaysia, membuatkan fasiliti-fasiliti dan infrastruktur-infrastruktur semua berkerakyatan bagi rakyat bukan untuk sekelompok strata sosial tertentu. Adanya MRT berpemikiran untuk rakyat bukan mobil-mobil pribadi yang akhirnya justeru memaceti jalan dan highway dan memborosi fuel. Kerajaan Malaysia berpola pemikiran taat pada konstitusi, yang mirip UUD 45, menganut sistem kesejahteraan dan sosial sejati, bermakna pula bahawa pendidikan universiti kerajaan yang murah bagi semuanya tanpa kecuali. Kostitusi kami pun diadopsi dari sistem Eropa, menganut sistem kesejahteraan sosial bagi semua strata, semua rakyat. Kerajaan kami Malaysia melaksanakan amalan kerajaan selalu dalam satu kunci: ingat amanah rakyat. Bukan palsu dan pura-pura macam kerajaan Indon. Pemimpin/pejabat Malaysia tak peralat ugama dan Allah untuk memenangi kekuasaan. Pemimpin kami selalu ikhlas, sepenuhnya untuk rakyat Malaysia, semata-mata untuk bangsa Malaysia. Pendidikan kami Malaysia jauh lebih maju sekarang ni, walaupun dahulu kami kalah dengan Indon. Indon kini rosak hancur. Semua terletak pada satu: Kemimpinan nasional. Pabila buruk dan apalatgi langsung atau tak langsungu tunduk pada Asing, maka rusak/hancurlah. Pabila cinta rakyat dengan mengamalkan pelbagai pembangunan bagi rakyat, dan tidak memperalat ugama/Allah, maka baiklah negeri tu.

    BUSH, OLMERT PUN KERJA UNTUK RAKYATNYA.
    Indon dapat berubah pabila ada presiden hebat berpengetahuan membangun sendi-sendi ekonomi kenegaraan, kerana cinta rakyatnya, bermakna berani lepas dari mentaliti feodal yang tertanam lama dalam mafia penguasa, Indonesia dapat berubah dan nak maju. Manusia pemimpin Indon harus mampu menundukkan nafsu serakah dan ego ingin nampak hebat sendiri-sendiri, ciri buruk feodialis, dan berani menyerahkan kekuasaan berdasari ‘merit system,’ menyerahkan kepada tokoht-koh yang memang mampu dan berpngetahuan/’berwawasan’ kenegaraan yang baik dan berkualiti. Tengoklah, jangan salah, macam Bush dan Olmert pun dan pemimpin-pemimpin dunia kalibernya, berperang semata-mata karena ‘cinta rakyatnya’, ‘tunduk dan mengabdi pada rakyatnya’, untuk ‘kesejahteraan rakyatnya.’ Mereka takut rakyatnya. Macam mana orang-orang kerajaan Indon? Takutkah pada rakyatnya?

    INDON PERLU TUN TIFATUL ATAUPUN TUN AMIEN.
    Indon pun dapat berubah dan nak maju kalau pemimpinnya punya tujuan terpenting satu tu: untuk rakyatnya. Tapi orang-orang kerajaan Indon sadis. Majoriti rakyatnya dimiskinkan sangat-sangat. Hanyalah diberi BLT/PNPM yang bermakna ‘ada udang di balik baru’ sahaja. Dan tengoklah, tak mungkin rakyat Indon terpaksa datang bekerja di Malaysia pabila tidak dimiskinkan kerajaan Indon di negeri sendiri.

    Jadi menurut kami kami budak-budak mahasiswa Malaysia yang insyaAllah berpengetahuan politik Indon sikit-sikit, bolehlah menilai Indonesia 2009 mestilah mula mempunyai presiden betul-betul berbeza. Bolehlah macam Tun Tifatul Sembiring dari PKS bukan yang lain dari PKS. Atau bolehlah macam Tun Amien Rais dari PAN bukan tokoh lain dari PAN. Pabila macam tu dipilih tanpa dihalangi jaringan penguasa sekarang maka bolehlah Indonesia baharu mula bangkit dan nak maju. Tun Amien ‘malu-malu’, tapi pabila seluruh kumpulan mahasiswa se-Indon menobatkan beliau calon presiden, dan disetujui jeneral-jeneral TNI/Kepolisian, dan parlimen, maka Tun Amien pun mahu. Ini penting sangat.

    Kerana kami tengok macam Tun SBY/JK masih tak mampu. Pabila sekadar menjadi presiden/wakil presiden sahaja, rakyat dan negara tu hancur. Tun SBY/JK masih pola fikir mentaliti lama. Dia besar di institusi tentera negara berkembang dan Indon, suka pidato sekadar pidato. Almarhum Tun Suharto pun macam tu, tapi Datok membangun Indon nyata dan besar, walaupun dari hutang luar negeri. Mana lebih bagus: hutang tetapi membangun masif dan diawasi ketat terguided, untuk rakyat, atau gengsi berhutang macam Tun SBY tapi sengsarakan majoriti rakyat.

    PRESTASI GUS DUR, SUHARTO PUN HEBAT.
    Datok Suharto hebat. Tun SBY/JK tak bakal tinggali kesan baik berhistoris positif bagi rakyat kerana majoriti rakyat Indon di desa-desa seluruh Indonesia dimiskinkan: Pertanian/kenelayanan rosak, korot, tak terbtib, mereka sekadar sambung hidup dan lingkungan rusak, kerana bekas oil dibuang dalam laut, departemen informasi tak memberi penerangan melesari lingkungan alam apalagi memberi penerangan bernelayan/berpetani berhasil tak samasekali. hancur alam darat, udara dan laut kepulaun Indon. Tiada prestasi positif macam apapun Tun SBY/JK. Perkara hak azasi macam kebebasan berpendapat dan berkumpul dan sebagainya itupun bukan prestasi Tun SBY/JK tapi prestasi daripada Tun Gus Dur.

    **Pelbagai bencana silih berganti dibawah kerajaan Tun SBY/JK, kerana kedua-duanya dipilih berdasari ‘rekayasa pemenangan’ pemilu 2004, maka tidak amanah. Lagipun kedua-duanya banyak pura-pura, palsu, dan tak berpengetahuan membangun bangsa/negara. Datok Suharto mungkin kurang berpengetahuan tetapi Datok pandai mengelola orang dengan bahkan tangan besi, membuat semuanya takut, tunduk dan bekerja. Pabila tidak, nak ‘digebuk’. Itu kunci cara memimpin anak buah manapun.

    Banyak orang Indon di Malaysia pun berkata, Tun SBY/JK tak jelas dan tidak berisi serta tak dilaksanakan pidato. Pidato bagi pemimpin yalah sebuah kebijakan yang mesti dilaksanakan. Tun SBY berkata: ‘Dalam kompetisi pemilu harus cegah tindakan halalkan segala cara. Pemerintah sedang cuba atasi krisis keuangan dan nak lanjutkan pembangunan. Mari jaga ketentraman dan keamanan masyarakat.’ Tapi banyak orang menyedari bahawa bom dahsyat meledak di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta justeru mendekati pemilu 2004. Waktu itu presidennya Puan Megawati, orang sipil bukan Tuan SBY, eks militer. Seputar itu pejuang HAM Munir terbunuh diracun. Seorang pengamat dan peneliti di universiti Singapore dimuat sebuah surat kabar Singapore berkata: ‘Bom itu bermakna komuniti internasional tidak boleh sokong presiden Megawati menjadi presiden dan untuk kesani Indonesia tak aman dibawah [prediden] Megawati.’

    Itu justeru menarik dan memberi makna tersendiri dalam kaitannya keadaan sekarang ini. Dalam masa kerajaan Tun SBY/JK sehingga sekarang ini tiada satupun bom meledak apalagi dahsyat macam di depan kedutaan besar Australia masa itu. Yang ada hanyalah temuan-temuan granat ataupun dugaan bom ataupun telefon ancaman bom yang tak terbukti meledak.

    Melihat permainan teruk macam ni, tiadalah nak maju apapun Indon. Terkecuali muncul seorang pemimpin yang berwibawa, berani dan betul-betul berbeza. Orang sekarang ini menunggu macam Sukarno baharu ataupun Suharto baharu. Isu kuat bahawa Tun Prabowo ataupun Tun Wiranto nak jadi presiden 2009 sulit, macam mana caranya. Sekarang tinggal beberapa bulan dan belum ada pertanda kuat diantara kedua-duanya disuka pemilih. Tapi pabila memang, mampukah Tun Prabowo ataupun Tun Wiranto tetap menjaga HAM setiap penduduk Indonesia, dan bahkan membuatkan HAM terpenting yakni mensejahterakan dan pendidikan universiti kerajaan murah bagis seluruh putra rakyat dan berkualiti? Harus ada kepemimpinan yang berani dan berpengetahuan membangun basis ekonomi BUMN-BUMN yang non-korupsi bagi tercapainya kesejahteraakan seluruh rakyat, bukan dengan cara wang BLT/PNPM yang akan lenyap seketika. Tun Prabowo lebih cerdas dan berani, lebih berpengetahuan kenegaraan dan kebangsaan, selain kerana pun terlahir dari kalangan cendekia; (Tun Prabowo putra Professor ekonomi tersohor alm. Datok Sumitro Djojohadikusumo). Tetapi tidak serasi dengan Tun Wiranto, yang berpeluang pula; konon di balik dana ‘tak terbatas’ parti Hanura yalah keluarga presiden Suharto. Kedua-duanya ada peluang besar selamatkan Indon dari semakin mundur dan hanya setingkat Kamboja ataupun Filipina. Tengoklah matawang rupiah sekarang ini sejak jatuhnya Suharto sudah tidak bermakna samasekali. Indon boleh pulih nyata pabila rupiah boleh kembali beli 1 USD = Rp2500.

    Harus ada banyak yang berani mengalah dan memasang kepemimpinan nasional hanya ‘yang paling berani, tegas, amanah dan berpengetahuan’ membangun cerdas, cepat dan baik negara/bangsa. Hanya dengan tu, rakyat Indon nak diprihatini, diperhatikan, di dalam pendidikan universiti kerajaan yang murah dan berkualiti dimana kerajaan kembali mensubsidi, macam masa Sukarno/Suharto. Semua anak-anak rakyat boleh belajar universiti kerajaan dengan mudah dan murah. Negara nak muncul banyak putra-putra rakyat yang hebat, GERAKAN INDONESIA RAYA terkabuli. Stop pembelian tanah rakyat, perluas dan buatkan pertanian, maju dimana-mana. Indonesia nak swasembada, boleh ekspor barangan banyak-banyak, pabrik-pabrik banyak milik negara bagi industri barangan dan terus mesinan, itulah awal negara-negara industri dunia membangun bangsa yang Indon boleh tiru.

    Tapi tengoklah di Jakarta tak satu batang hidung MRT ada. (Indon merdeka lebih awal). 10 tahun reformasi pun berlalu, Indon kami tengok rakyatnya semaskin disengsarai. Dibawah Tun SBY, bencana banjir tanah longsor di mana-mana, kerana tak pandai hentikan illegal logging. Hubungan udara dan laut yang sangat penting bermenterikan macam pelawak. Pesawat terbang berjatuhan, kapal laut berkaraman kerana melanggar aturan tak ada pengawasan efektif. Begitu kena angin, kapal laut tu pasti karam, memangsa beribu-ribu penduduk tak berdosa selama hampir 5 tahun kerajaan Tun SBY/JK. Pun tiada hukuman/sanksi berat bagi pemilik kapal dan nahkoda.

    Tetapi Tun Tifatul Sembiring dan Tun Amien Rais pun sangat baik untuk presiden Indonesia 2009. Tun Amien telah membuktikan penggerak efektif reformasi yang sekarang ini gagal. Tun Tifatul yalah tokoh berani, baru-baru ni berani protes ke depan kedutaan besar Amerika di Jakarta, sedangkan Tun SBY/JK tak dan sekadar mengutuk. PKS parti ‘Islami sejati’, PAN ‘nasionalis sejati.’ Rakan-rakan mahasiswa Indonesia, ingat beritahukan semua anggota keluarga, semua kerabat, semua sahabat supaya jangan pilih Tun SBY/JK lagi, dan jangan pilih parti Golkar/Demokrat lagi. Pilih sahaja PAN/PKS. Senario semakin rumit kerana KPU dan Panwasundi dipasangi orang-orang tidak jelas, orang-orang penguasa, sedangkan cara undi pemilu dipersulit dengan contrengan, tak lagi coblosan, yang sederhana dan mudah. Ini jelas rekayasa supaya Golkar/PD kembali menang. Menurut kami sebetulnya PKB semula dibawah Tun Gus Dur bolehlah sebagai pilihan alternatif terbaik rakan-rakan, tetapi PKB sekarang ini digenggam Golkar/PD melalui tokoh ‘brutus’ Muhaimin. Maka penyokong PKB bolehlah golput sahaja ataupun pilih seumpama PKS ataupun PAN.

    Rakan-rakan, kami di Malaysia pilih Barisan Nasional (BN) dan Pak Lah (Tun Abdullah Badawi), karena BN (macam UMNO Tun Mahathir dahulu) sekarang telah pun dan tetap buatkan rakyat Malaysia disejahterai dan putra-putra Malaysia perolehi studi universiti-universiti kerajaan murah dan berkualiti. Seronok kerana kerajaan Malaysia amanah dan selalu mensubsidi penuh universiti-universiti kerajaan. Sedangkan Tun Anwar Ibrahim bagaimanapun merupakan tokoh berani. Itu sebabnya pula sebagian daripada kami pun nak pilih Tun Anwar dan PAS. Kembali perkara Indon pabila mahu berubah bersatulah orang-orang hebat Indon dan berikan peluang sebagai presiden/wakil presiden siapun yang memang hebat untuk sebuah tujuan terpenting: Membangun Indonesia yang sekarang ini sudah jauh sangat tertinggal dan hanyalah setingkat Kamboja dan Filipina. (Sebarang pandangan lain, bolehlah dimajukan di email saya: rohiyahaziz@gmail.com).

  59. 60 Sydney Jones Februari 10, 2009 pukul 10:16 am

    Quick Count di Indonesia
    By Sydney Jones
    Pengamat Indonesia dan internasional warga Amerika

    Orang tidak tahu bahwa quick count adalah strategi dengan agenda kepentingan memenangi calon presiden tertentu dengan sebagian mendanai lembaga survei yang didirikan beberapa alumnus Amerika yang kembali ke Indonesia.

    Strategi diambil setelah presiden Megawati memperlihat tidak berpihak pada kebijakan pemerintah Amerika setalah terjebak sentimen nasionalisme yang diduga dirancang anak buahnya membeli perlengkapan militer dari Rusia sehingga tidak disenangni Amerika. Washington akhirnya memandang langkah Megawati tidak tepat dan mengambil keputusan tidak mendukung Megawati 2004.

    Quick count tidak mencermini kemenangan real dan berpotensi menyimpang. Qick count dengan memanfaati sebuah jaringan televisi lokal dapat sangat efektif memenangi calon tertentu. Cara seperti quick count juga digunakan dalam referendum pemenangan pro kemerdekaan TimTim yang disponsori Amerika melalui PBB dan memanfaati jaringan media internasional yang berhaluan Barat.

    Beberapa orang bertanya kepada kami apakah strategi seperti itu di Indonesia melanggar hukum, saya katakan pertanyaan harus dituju pada peradilan Indonesia.

  60. 61 Marsilam Maret 14, 2009 pukul 5:45 am

    Betul, Indonesia semua bisa diatur kok. pemenangan SbY JK 2004 dan mungkin 2009 juga diatur dari aparat TNI/POLRI melalui jaringan Kodam, Koramil sampai Kodim, termasuk kepolisiannya. Kata Adam Malik dulu, semua bisa diatur.

  61. 62 Mirzah Maret 14, 2009 pukul 5:54 am

    SBY/PD ATAU JK/GOLKAR SUDAH TAMAT.
    HARUSLAH ADA PEMIMPIN BARU.
    By Mirzah Syamsu, member of Malaysian Students Club, MSC, Sabah.

    Rakan-rakan budak-budak mahasiswa-mahasiswi Indonesia. Inilah kesan kami selepas Indonesia hampir genap lima tahun di bawah kerajaan Tun SBY dari parti Demokrat (PD) bersama Tun JK dari parti Golkar. Pelbagai kecelakaan berlaku terus-terusan menimpa saudara rakan-rakan iaitu beribu-ribu penduduk tak berdosa Indonesia, dalam hampir genap lima tahun kerajaan di bawah SBY-JK. Indonesia mestilah mengusahakan pemimpin baru yang pluralis, nasionalis, tegas dan berani. Kerana jujur dan baik tidaklah cukup apalagi suka berpura-pura dan hanyalah berkata-kata sambil menggerak-gerakkan tangan naik turun kiri kanan.

    Kapal-kapal tenggelam kerana penumpang dijejal, kapal tak mahu rugi kerana haruslah menyediakan upeti dan pelbagai pungutan. Pengawas tak menegakkan peraturan, pabila ya hanyalah hangat-hangat tahi ayam. Kapal menabrak kapal atau tenggelam, yang dikabarkan jalannya penyelamatan manusia yang sudah jadi bangkai dan bukan upaya memenjarakan nakhoda ataupun pemilik kapal supaya ada jera. Pesawat-pesawat jatuh yang dikambinghitami cuaca ataupun human eror. Pesawat-pesawat tua dibiarkan terbang. Macam ni disebut TST di Indonesia. SBY-JK membiarkan. Tak ada ketegasan. Indonesia bagaikan hutan belantara. Bus dan truk kontainer menabrak masuk jurang menelan banyak korban, supir mengantuk/mengebut ataupun rambu lalulintas tak nampak kerana tertutup pohon. Keretaapi dan rel tua pun tak diganti dengan yang baru. Tambah lagi kecelakaan sepeda motor yang merenggut keseluruhan ribuan jiwa di seluruh Indonesia dan ini berlaku terus-terusan sebab jalan-jalan berlubang besar sedangkan pengguna sepeda motor terlalu banyak kerana SBY-JK dan gubernur Jakarta bersama kota-kota sekitarnya tidak punya otak untuk membangun angkutan masal. Monorel yalah pilihan terbaik satu-satunya. Ini semua terjadi kerana wawasan picik dan bad governance dari kerajaan SBY-JK. Pastilah kecelakaan demi kecelakaan berlaku terus-terusan. Rakan-rakan, demi masa depan Indonesia negeri rakan-rakan sendiri, inilah saatnya rakan-rakan berempati membujuk dan mempengaruhi seluruh rakyat Indonesia dengan jejaring supaya tak perlu lagi memilih SBY-JK.

    Hampir genap lima tahun kerajaan Tun SBY-JK, rakyat semakin dimiskinkan. Jakarta seputarnya yalah barometer Indonesia. Tengoklah, pedagang-pedangan asongan semakin banyak sangat disana. Mereka menjual barang-barang apa sahaja yang mereka dapat jual sekadar bertahan hidup dengan naik-turun bus umum. Mereka datang dari Jawo dan Sumatra ke Jakarta kami fikir nak jadi direktur-direktur perusahaan tetapi hanyalah jadi pedagang asongan, penjual kakilima ataupun tukang ojek. Sedangkan, anak-anak tunas bangsa hancur masa depan, jadi pengemis di perempatan jalan, dan banyak pula jadi pengamen dan pencopet. Tak terbayangkan oleh kami macam mana perasaan mereka melihat rakan-rakan mereka dari “dunia yang lain” makan lezat di restoran-restoran keluar masuk mal-mal, punya uang, bermobil dan berbaju bagus yalah dalam kerajaan tu yang tak melaksanakan konsep kebijakan konstitusional kesejahteraan merata berkeadilan bagi seluruh rakyat. Teruknya dalam kerajaan SBY-JK, orang-orang kaya mendadak (OKM) iaitu para koruptor “teri setengah kakap dan kakap”, semakin banyak, mengambil uang Negara atas nama proyek-proyek kebajikan macam BLT/PNPM dan sebentar lagi paket stimulus. Indon tak pernah ada pengawasan efektif atas dana-dana Negara, bocor dan disunat bersama-sama rapi sangat. Inilah Indon di bawah kerajaan Tun SBY-JK.

    Sesungguhnya, ekonomi Indon masih hancur sangat sejak tahun 1998, belum pulih tetapi semakin hancur laten sangat, sementara nilai rupiah memburuk jadi terendah di dunia: 1 dolar = Rp 12,000. Kasihan. Hanyalah sahaja komuniti ibukota dan majoriti rakyat Indon semuanya tertidur ataupun mungkin tolol. Tertidur oleh Tun SBY-JK yang mengklaim ekonomi Indonesia baik-baik sahaja. Tolol tak mengerti padahal kerajaan SBY-JK tak membiayai pendidikan ataupun kesehatan, tak menyediakan lapangan kerja, perumahan, angkutan umum yang pantas kepada semua rakyat berdasarkan kewajiban konstitusional macam yang diperbuat pemerintah Malaysia dan bangsa-bangsa lain.

    Pabila macam ni mana mungkin mengejar kami Malaysia? Wapres hanyalah saudagar yang bwrmakna pedagang/makelar. Apa yang nak diharap dari seorang makelar? Mana ada makelar tak pilih rugi-untung? Presiden pun bukan negarawan macam Sukarno bapak pendiri Indonesia, ataupun macam Abdurrahman Wahid. Sukarno hebat sangat, punya konsep hebat membangun negara, dan bahkan hampir mencaplok kami Malaysia. Presiden Indon saat ini pun bukan macam Suharto. Suharto hebat, membangun banyak, walaupun dengan hutang. Tun SBY ataupun Tun JK bukan pula kelas sehebat Abdurrahman Wahid yang humanis, tegas, berani, pluralis. SBY-JK hanyalah pandai mengklaim, berpura-pura, berkata-kata dan tak membangun fizikal Indonesia dengan jelas dan masif.

    SBY-JK tak pula meluruskan ekonomi Indon yang sekarang ni sudah melenceng sangat dari konstitusi Indonesia yang asli. Maka tidak mungkin akan mampu meratakan kemakmurkan macam kami Malaysia tetapi memang mampu meratakan kemiskinan. Padahal kalau mereka cerdas maka uang triliunan macam paket stimulus tu dapat digunakan membangun pabrik-pabrik yang dikelola Negara yang anti korupsi dalam mengatasi ekonomi, menciptakan ribuan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi banyak pengangguran bukan menambah highway yang hanyalah mendorong korupsi membeli mobil. Lagipun, berapapun panjang jalan yang nak dibangun misalkan mulai dari Nusa Tenggara sampai KL Malaysia tak nak mampu mengatasi kemacetan di Indonesia khususnya Jakarta sebab Jakarta membutuhkan monorel. Pemimpin Negara mestinya memberantas korupsi pada mana uang yang dikorupsi mestilah kembali ke kas Negara sehingga dapat digunakan membangun monorel. Presiden mestinya tegas dan berani memerintah gubernur Jakarta wajib membangun monorel. Monorel macam kami Malaysia mampu mengangkut beratus-ratus penumpang, murah, cepat dan nyaman, tidak membuat macet dan tidak berpolusi. Macam mana presiden Indon tidak berani perintahkan gubernur Jakarta membuat monorel? Apalagi Subway mana mungkin, itu hanyalah berkata-kata sahaja. Subway taklah mungkin kerana Jakarta bertanah labil/berair. Subway hanyalah dimungkinkan di daerah berpegunungan kerana tanah kering. Busway tidak dapat mengurangi polusi dan situasi bertambah buruk kerana sebagian jalan ditelan jalan busway.

    Rakan-rakan budak-budak mahasiswa-mahasiswi Indonesia, saatnya berkampain memberi pengetahuan kepada rakyat dan keluarga sendiri supaya tidak pilih lagi pemimpin yang ragu-ragu, lemah dan tak membangun masif. Pemimpin Negara haruslah beramal membangun fizikal Negara masif macam tengoklah kami Malaysia. Macam kami lihat, padahal semuanya sudah ada di dalam UUD 1945. Jangan pilih pemimpin yang mengklaim pandai tetapi hanyalah pandai berkata-kata sambil menggerak-gerakkan tangan naik turun kiri kanan. Janganlah pilih pemimpin yang pandai dalam makna justeru pandai memilih kebijakan yang salah yang semakin menyengsarai rakyat saudara-saudara rakan-rakan sendiri. Janganlah pilih presiden yang pandai membuat isu ataupun membelokkan perkara-perkara yang tak dibuatkan. Contoh: perkara-perkara mengatasi kemiskinan dan pembangunan fizikal belum dilakukan, tetapi justeru membuat bisnis pendidikan dengan mendirikan universiti pertahanan; tu bisnis besar KKN pejabat teras. Macam mana pabila banyak manusia pemimpin Indon sudah macam tu? Oleh karena tu yalah tugas rakan-rakan budak-budak mahasiswa-mahasiswi dan kaum intelektual muda Indonesia supaya mengajak keluarga dan rakyat “pandai”, “sepandai” dan “sepura-pura” dan “securang” SBY/JK. Ajari mereka tetap mengambil/menerima money politics tu tetapi ajari mereka tidak pilih lagi SBY-JK. Bagaimanapun seberapa banyak pun uang tersebut tak nak mampu menggantikan derita kemiskinan mereka yang diperdayai terus-terusan oleh pemimpin-pemimpin lalai. Macam kami fikir saatnya rakan-rakan memilih pasangan capres lainnya yang baru, tegas, berani, jujur, pluralis, nasionalis berugama pun berlatar belakang tentera. Kerana bagaimanapun Indonesia sesungguhnya masih dikuasai militer tentu tidak langsung tetapi dari belakang layar. Rakan-rakan harus melancarkan kampain apapun bentuknya untuk pengaruhi dan membujuk rakyat supaya tidak pilih lagi SBY/JK dan janganlah jadi keledai. Indonesia mestilah mengusahakan pemimpin baru yang pluralis, nasionalis, tegas dan berani. Kerana jujur dan baik tidaklah cukup apalagi suka berpura-pura dan hanyalah berkata-kata sambil menggerak-gerakkan tangan naik turun kiri kanan. Presiden baru tu sebaiknya bolehlah Megawati/PDI-P. Tetapi macam kami fikir yang terbaik nampaknya pastilah Prabowo dari Gerindra. (Sebarang opini lain bolehlah dimajukan ke email kami: mirzahsyamsu@gmail.com ).

  62. 63 Zakiyah Sani Maret 14, 2009 pukul 6:03 am

    PRABOWO/GERINDRA DAN MEGAWATI/PDI-P YES.
    HANYALAH KELEDAI YANG PILIH LAGI SBY/JK.
    By Zakiyah Sani, a member of Malaysian Students Club, MSC, KL Malaysia.

    Kami budak-budak mahasiswa Malaysia berasa bahawa rakan-rakan (mahasiswa-mahasiswi Indonesia beserta analis-analis muda) agak aneh dan mudah percaya sangat dengan demokrasi palsu di Indonesia dan gampang terpengerahuh sangat oleh fitnah-fitnah berkepentingan pihak-pihak tertentu sehingga diam di bawah pemimpin-pemimpin oportunis yang memanfaatkan kekalahan orang-orang yang baik macam yang kini terjadi Negeri rakan-rakan. Mereka telah nyata-nyata sangat terbukti menyengsarakan seluruh rakyat Indonesia dengan meninggalkan pemikiran Sukarno.

    Ingat, Golkar tetap curang selamanya. Golkar pastilah berasa lebih nyaman di nomor dua tetapi berpura-pura ingin nomor satu. Ini khas kelicikan Golkar. Rakan-rakan mulai sekarang haruslah membujuk seluruh rakyat jangan pilih lagi Golkar ataupun PD. Juga jangan pilih PKS pabila berkoalisi dengan Golkar. Juga jangan pilih PDI-P pabila berkoalisi dengan Golkar. Mengerti?

    Sukarno besar ataupun Sukarno Kecil macam Prabowo ataupun Sukarno-Sukarno yang lain pastilah nak bangkit. Sukarno-sukarno junior rakan-rakan mahasiswa-mahasiswi sendiri haruslah bangkit dalam gerakan demo masif. Marahlah besar kerana Negeri rakan-rakan dibawa pemimpin Negara yang meninggalkan kehendak Sukarno dan Suharto: demokrasi terpimpin, ekonomi sosialis berkemakmuran merata berkeadilan untuk seluruh rakyat Indonesia, nasionalis dan berugama. Dalam kubur mereka Sukarno dan Suharto meronta-ronta ingin keluar membangkitkan rakan-rakan semuanya. Sukarno dan Suharto tidak rela Indonesia macam sekarang ini di bawah SBY/JK.

    Rakan-rakan budak-budak mahasiswa-mahasiswi Indonesia, berjuanglah. Bersatulah-bersatulah. Bergeraklah rapi. Pabila pemimpin buruk, pastilah ekonomi kerajaan jadi buruk pula, macam sekarang ini. Ekonomi dikatakan baik-baik sahaja, padahal sesungguhnya sudah lama hancur dan tidak pulih. Pemerataan kemakmuran tidak berlaku. Jutaan rakyat disengsarai. Rakan-rakan mestilah membuat gerakan rapi. Jangan sekadar demo kecil yang mudah diredam. Demo kecil tidak berhasil. Demo-demo haruslah masif dan berskala nasional. Buatlah jaringan bersama mahasiswa seluruh Indonesia dan luar. Buatlah lobi dengan brimob/tentara nasional (yang merupakan saudara-saudara rakan-rakan sendiri) untuk membela rakyat, meninggalkan SBY/JK dan berpaling ke Prabowo ataupun Megawati. Ajaklah mereka pakai otak bukan otot. Pengaruhilah dan bujuk baik-baik mereka berfikir benar. Tunjukkanlah mereka bahawa di bawah SBY/JK rakyat semakin sengsara. Di bawah SBY/JK koruptor-koruptor dipenjara tetapi macam di rumah sendiri, sementara uang tidak dikembalikan ke kas Negara secara masif. Inilah sandiwara SBY/JK mengelabuhi rakyat. Rakan-rakan jangan jadi keledai. Hanyalah keledai yang memilih lagi SBY/JK. Bujuklah tentera/brimob membela tujuan-tujuan mulia rakan-rakan. Ajaklah brimob/tentera tidak perlu mengikuti bos-bos mereka yang tak berpihak pada rakyat. Sedarkanlah mereka bahawa saatnya membela rakyat bukan membela SBY/JK boneka antek kapitalis Amerika. Ingatkan tentera/brimob pun digaji dari uang Negara/Rakyat bukan uang pemerintah. Mereka haruslah membela dan mengabdi pada Rakyat. Ajaklah seluruh komponen rakyat, organisasi-organisai apa sahaja, bersama-sama rakan-rakan. Rakan-rakan haruslah demo masif dan meminta seluruh rakyat supaya tidak memilih lagi SBY/JK. Berdemolah pula lebih masif sangat pabila SBY/JK masih dipilih lagi 2009 sebab semuanya tu hanyalah bermakna pemilu telah berlaku curang, melalui tangan-tangan rapi. Rakan-rakan mestilah tahu tu semuanya.

    HARUSLAH CERDAS.
    Pabila masa-masa sebelumnya telah memutuskan golput, justeru masa sekarang saatnya berubah, jangan golput. Sebab golput berarti menjadikan Golkar/PD menang suara banyak lagi. Janganlah pilih PKS sebab Hidayat Nur Wahid pada akhirnya tidak tahan rayuan koalisi dengan Golkar. Maka cara tercerdas, terbaik di antara terburuk, yalah lari memilih Gerindra ataupun PDI-P dengan catatan PDI-P kemungkinan tidak berkoalisi dengan Golkar. Buatlah kejutan itu. Mestinya Golkar sudah dibubarkan sejak penjatuhan Suharto 1998. Dengan memilih hanyalah Gerindra dan Prabowo ataupun hanyalah PDI-P dan Megawati, maka bermakna nyata bahawa rakan-rakan telah mengalahkan Golkar/PD dan selanjutnya tidak memilih lagi juga SBY/JK. Dan inilah jalan paling cerdas satu-satunya mengalahkan SBY/JK yang kebijakannya terbukti tidak berpihak pada rakyat. Dukunglah hanyalah Megawati ataupun Prabowo. Prabowo/Megawati mampu memilih jalan terbaik dan paling mulia bagi rakyat yang mencintai pemikiran Sukarno yang nasionalis berugama bebas dan pluralis, mengerti dan mengamalkan benar Pancasila, melurusan ekonomi saat ini yang melenceng dari UUD menuju Indonesia yang SEJAHTERA/MAKMUR MERATA BERKEADILAN bagi seluruh rakyat Indonesia bukan elite dan kelompok tertentu.

    ERA SBY/JK SELESAI.
    Strategi yang digunakan SBY/JK meniru strategi Suharto dalam menyisihkan pesaing-pesaing berat macam Sutiyoso, Prabowo dan yang lain. Contoh: Abdurrahman Wahid telah dibuang dan partinya PKB digembosi melalui pembelian atas Muhaimin supaya PKB ditinggalkan banyak pendukungnya dan memang ditinggalkan. Itulah permainan SBY/JK yang meniru Suharto. Juga SBY/JK mengekang kebebasan tentera/brimob aktip. Pada sebuah kesempatan, SBY berkata perolehi laporan bahawa beberapa perwira aktip ingin Presiden 2009 asal bukan berinisial S, bermakna dia ingin mendikte, bermakna menyisihkan awal para pesaing berinisial S. Bekas gubernur Sutiyoso yang bersemangat jadi capres marah tertahani dalam hati. Konglomerat media Surya Paloh juga berinisial S. Pabila sahaja Golkar calonkan Surya Paloh dia bisa jadi Presiden 2009. Sedar membuat kekeliruan bodoh, SBY menarik pernyataannya. Tetapi dalam wawancara televisyen, dia kembali menegaskan memang dia menerima sinyalemen tersebut. Dengan melempar isu, SBY berharap mencegah elite tentera/polisi berpihak capres lain selain dia. Hak bebas berpihak dijamin HAM universal yang tidak boleh dilanggar oleh peraturan Negara manapun. Tentera/brimob aktip dimanapun bebas berpihak dan naif pabila mengikuti UU atas nama kenetralan suatu negara yang sengaja dimaksudkan mendukung incumbent. SBY menggunakan siasat Suharto. Ini tidak efektif sebab bagaimanapun kebijakan ekonominya telah menyengsarai rakyat.

    Seorang presiden tidak baik pabila hanyalah banyak berkata-kata atau membelok-belok ke perhatian yang lain misalnya mendirikan universiti pertahanan yang tidak ada hubungan dengan kepentingan pemakmuran rakyat. Kemudian pabila tidak punya fokus ketakyatan, macam mana dan bilamana dia dapat dan mulai membangun fizikal infrastruktur kerakyatan yang sangat mendesak macam monorel dan yang lain? Tengoklah macam kami Malaysia, dari Terengganu, Sabah dan lainnya, pembangunan fizikal dahsyat sangat. Monorel banyak. Macam kami lihat dalam kerajaan SBY/JK, rakyat Indonesia semakin dimiskinkan. Di desa-desa di seluruh Indonesia, penduduk kelaparan, padahal mereka anak-anak bangsa sendiri. Kesenjangan yang semakin melebar, pabila pemimpinnya tak pernah terketuk hatinya, maka tu pun nak memicu kerusuhan masal dan bahkan revolusi. Rakyat mestilah jangan dilecehkan dengan kesejahteraan palsu macam BLT. Tetapi kerajaan SBY/JK tetap sahaja membuang-buang uang triliunan rupiah atas nama BLT dan paket stimulus. Uang tu lebih baik pabila membangun pabrik-pabrik Negara yang anti korupsi yang menyerap berjuta-juta buruh untuk memproduksi barang-barang masal ekspor macam China, Taiwan ataupun negara-negara lain.

    SBY/JK tak mampu membawa Indon maju sebab tidak merancang Indonesia punya pelbagai pendapatan ekspor nonmigas dan industri masif milik Negara di samping swasta yang sudah ada. Indon boleh bangga punya pendapatan ekspor nonmigas itu dahulu. Itu dah tamat. Pendapatan tu kini tinggal sedikt pun itu punya perusahaan-perusahaan swasta/pribadi-pribadi bukan punya Negara. Di sudut yang lain pendapatan perusahaan milik negara macam pengangkutan selalu dikatakan merugi, padahal bocor dikorupsi dan dijadikan pusat pemerasan parti-parti dan oknum-oknum, dimana SBY/JK tidak hentikannya kecuali berkata-kata.

    PRABOWO/MEGAWATI.
    Saatnya rakan-rakan mahasiswa-mahasiswi Indonesia mendapati pemimpin alternatif. Pilihlah pemimpin yang tegas, berani dan jujur. Jujur dan baik tidaklah cukup. Jadi perlu presiden yang berani, jujur, baik, dan berwawasan negara yang benar. Prabowo/Megawati terbaik. Memang sulit meyakinkan rakan-rakan yang sudah tertanam terpengaruh menerima tanpa berdasar fitnah-fitnah atas Prabowo atapun Megawati. Ingat, Megawati lemah waktu itu pun kerana berserah “dipeluk” Golkar kerana suaminya. Kita lalu hairan dan bertanya sesungguhnya siapa waktu tu yang menjadi presiden: Mega atau suaminya? Jadi saatnya rakan-rakan mahasiswa-mahasiswi Indonesia mulai sekarang memikirkan membuat kejutan bersama memilih yang terbaik yalah Prabowo/ Gerindra. Apa pentingnya? Prabowo pejuang sabar dan tanpa menyerah. Karirnya dihancurkan dengan fitnah. Tetapi dia masih mahu berjuang demi cita-cita Sukarno. Permadi telah berkata: Prabowo yalah Sukarno Kecil. Bermakna dia yang nak meneruskan cita-cita murni Sukarno. Dia bertekat nak mengukir sejarah mengembalikan Indonesia bermartabat menuju KEMAKMURAN MERATA BERKEADILAN bagi seluruh rakyat Indonesia dengan cara-cara benar. Ibu Megawati/PDIP ataupun Tun Hidayat Nur Wahid/PKS menjadi tak lagi bermakna. Dua-duanya cenderung tidak tahan menerima pelukan Golkar/JK. Sesungguhnya PKS akan hebat pabila berdiri sendiri; sebab rakan-rakan mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang seperti kami majoriti Islam pastilah pilih PKS. Tetapi PKS mudah terayu Golkar. Selain tabah dan sabar setelah karir jenderalnya dihancurkan, Prabowo tetap berjuang di jalan yang benar dan tak pernah curang, ciri khas tentera infantri. Ingat, Tun SBY bukan dari infantri. Infantri garis depan bermakna tegas dan berani, berwawasan luas, jujur hitam-putih, tidak curang, tak suka berpura-pura macam pemimpin palsu yang hanyalah dimanfaati oleh orang-orang nakal di sekelilingnya. Prabowo menyedari kebijakan baik Sukarno juga. Prabowo nasionalis progresif keugamaan dan pluralis. Infantri cinta rakyat. Prabowo nak memanfaatkan menteri-menteri dan mereka akan taat. Sebab pabila tak, maka dia nak copot. Prabowo tegas. Prabowo nak mengembalikan rupiah menjadi macho lagi ataupun ditetap Rp2500 per 1 dolar. Ingat, Tun SBY bukan dari infantri, maka kini 1 dolar Rp12.000. Indonesia di bawah SBY/JK nilai rupiah terendah di dunia, hancurlah Indon.
    Infantri macam Prabowo pastilah ambil keputusan tepat demi rakyat, bangsa dan negara. Macam kami mahasiswa-mahasiswi Malaysia terharu sangat dengan kemahuan tetap berjuangnya Prabowo. Prabowo sempat berkata pabila jadi presiden dia nak “menegakkan pluralisme dan ekonomi kerakyatan. Indonesia tercipta pluralistik di atas majoriti Muslim. Ibu saya Kriten, keluarga besar saya banyak yang Tionghoa dan juga Bule”.

    PERMADI PENTING.
    Pabila berhasil menjadi presiden Prabowo/Megawati pastilah mengikuti saran-saran Permadi, penyambung lidah Sukarno. Permadi banyak dilecehkan politikus dan pengamat buruk. Bersama dengan Permadi pastilah Prabowo berhasil membawa Indonesia ke cita-cita Sukarno, iaitu Indonesia yang makmur merata berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia bukan kemakmuran kelompok dan elite. Prabowo pastilah memilih demokrasi terpimpin, demokrasi kemasyarakatan sosialis, demokrasi ugama berkesejahteraan. Pabila perlu menasionalisasi perusahaan-perusahaan Amerika di Indonesia. Ini kunci. Amerika Syarikat sudah tamat, ekonominya kocar-kacir, pabila negara-negara Arab dan China tidak membeli triliunan dolar obligasi pemerintah Amerika Syarikat. Untuk apa Amerika masih sahaja diturut?

    Ingat, Amerika Syarikat baru dapat jalankan demokrasi selepas beramal pembangunan fizikal masif negaranya, yang membawa kemakmuran merata bagi rakyatnya. Tanpa itu, demokrasi bohong, contoh negeri rakan-rakan sendiri saat ini Indonesia, SDM di DPR pun sangat lemah, kerana anggota Parlimen tu hanyalah kerana uang. Macam mana artis-artis tanpa kemampuan ilmu dapat menjadi DPR?

    Indon pun tanpa konsep dan pelaksanaan pembangunan yang tepat sehingga tidak mungkin makmur, kerana berpuluh juta rakyat Indon tidak mampu menjalankan roda ekonomi mereka masing-masing dengan baik. Kata televisyen Indon, waspadalah, waspadalah. Waspadalah bahawa Amerika Syarikat sudah lama kuasai ilmu kolonialisme Belanda yang dulu menjajah Hindia Belanda (Indon) selama lebih 300 tahun. Mereka ada puluhan sarjana hebat yang meneliti kiat keberhasilan VOC dalam menjajah Indonesia dan menidurkan Aceh.

    STRATEGI PINTAR.
    Tun Permadi penyambung lidah Sukarno berkata Tun Prabowo yalah Suakrno Kecil. Tentu perkara tu boleh berlaku selama Permasi di sisinya kerana Permadi mengenggam konsep Sukarno yang siap diamali. Baik juga pabila rakan-rakan dapat menyedari dan memilih Prabowo. Itulah cara paling cerdas menjatuhkan SBY/PD dan JK/Golkar, tak perlu kudeta bukan? Permadi, macam kami tahu, yalah intelektual sejati, sarjana hebat, sederhana, menunjukkan dan pandai pula meramal kebenaran-kebenaran, cerdas, walaupun banyak yang melecehkan dia. Bersama Tun Permadi, Tun Prabowo nak tetap menggunakan demokrasi dan ekonomi terpimpin, menjalankan kerajaan dengan GBHN, dan perlu tahap-tahap pembangunan Repelita macam masa-masa Suharto. Inilah Revolusi ekonomi, politik, sosial, budaya, yang nak merombak pula banyak peraturan yang tidak sesuai UUD 1945. Tun Prabowo haruslah berubah menjadi lebih baik lagi dan menghentikan penguasaan tanah dan perkebunan oleh konglomerat kecuali oleh Negara atau rakyat dan menghentikan segala macam bentuk penindasan terhadap rakyat dan perampasan tanah-tanah rakyat terselubung.

    Tun Prabowo haruslah mengutamakan juga para nelayan dan petani bukan sekadar kata-kata dan mengklaim-mengklaim macam presiden sekarang. Tengoklah, Prabowo pastilah nak beramal membangun kota-kota Indonesia dengan pabila perlu menarik telinga gubernur manapun. Jangan hanyalah kerana otsus dan otda, seorang presiden tidak berani perintah gubernur. Kacau tu. Tak ada kebijakan lain kecuali bahawa Jakarta dan kota-kota sekitarnya haruslah menyatu dan cepat membangun monorel bukan membangun highways/jalan. Semua mahasiswa Indon sudah tahu sebab dengan higways uang trilunan tu dapat dikorupsi pejabat-pejabat bersama-sama. Penduduk perlu monorel. Mobil di Indonesia yang sudah terlalu banyak tu pastilah merusak paru-paru mereka. Jakarta dan kota-kota sekitarnya kotor sangat penuh CO dan CO2. Prabowo pastilah nak membangun ekonomi kerakyatan. Tun Prabowo pandai mengawasi dan memberi hukuman ketat anak buahnya nanti. Prabowo haruslah membangun pabrik-pabrik Negara sehingga tak ada lagi pedagang asongan naik-turun bus di Jakarta dan kota-kota sekitarnya macam pada kerajaan SBY/JK.

    TANTANGAN PRABOWO.
    Tun Prabowo baru nak berhasil pabila didukung seluruh mahasiswa seluruh rakyat dan dibantu seluruh tentera dan polisi Indonesia. Prabowo perlu berkonsolidasi mencari dukungan semua petinggi dan tentera maupun polisi Indonesia yang aktip dan pensiunan perwira dan rendahan mulai dari pusat sehingga tingkat kabupaten. Prabowo haruslah berpihak pada mahasiswa Indonesia dan rakyat. Pabila berhasil jadi presiden, maka Prabowo haruslah memilih menteri-menteri profesional yang berilmu dan berpengetahuan luas dan berani, sehingga nak pulihi ekonomi Indonesia dan tumbuh 15 persen walaupun di tengah-tengah krisis global. Tengoklah ke China, bukan tengoklah Tionghoa-Tionghoa licik Indon. Hanyalah dengan pemimpin berani, baik, jujur, hitam-putih, tidak berpura-pura, dan cinta rakyat, maka Indonesia nak merahi kemakmuran merata berkeadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Bukan sekadar mengaku-ngaku macam SBY/JK. Macam kami Malaysia dahulu bangkit bahkan dari keterbelakangan sangat menjadi sebuah negara makmur sangat yang disegani. Kami disegani oleh pemimpin-pemimpin dunia dan mereka tidak mengindari wajah pemimpin kami, macam mereka menghindar wajah SBY/JK, kerana pemimpin-pemimpin kami dari masa ke masa sungguh-sungguh membuktikan kemakmuran dalam Malaysia.

    SIAPA DALANG KERUSUHAN?
    Walaupun karirnya dihancurkan dan dia difitnah menggerakkan kerusuhan 1997/98, Prabowo berani maju capres. Kerusuhan dan penembakan tu bisa sahaja digerakkan orang tokoh-tokoh lain yang tidak suka ataupun punya kepentingan apalagi nak semakin teruk pabila sudah dimanfaatkan Amerika Syarikat. Tujuan pemerintah Amerika khas sangat: Menempatkan presiden yang boneka atau mudah diatur sehingga sumber-sumber alam Indonesia dapat dibagi bersama hanyalah antara penguasa dan investor asing sementara pemerintah tidak perlu menguasai tambang-tambang tu dan rakyat Indon tidak kebagian apa-apa. Memilih presiden macam Tun Prabowo menjadi penting. Pabila dia tidak membuktikan nasionalis dan memakmurkan rakyat, nanti dapat rakan-rakan jatuhkan pula bukan? Untuk saat ini Tun Prabowo yalah pilihan satu-satunya terbaik disamping Megawati/PDI-P, termasuk untuk menggagalkan Tun SBY/JK yang terbukti tidak membuktikan berpihak pada rakyat Indon dan tokoh/parti lain yang tidak jelas. Contoh pabila PKS berkoalisi dengan Golkar, pabila Hidayat Nur Wahid berpasangan dengan Jusuf Kalla/SBY, maka PKS menjadi tidak jelaslah. Berhentilah memilih yang tidak jelas. Dari kami budak-budak mahasiswa-mahasiswi Malaysia: Selamat berjuang Tun Prabowo, selamat berjuang Tun Permadi, selamat berjuang Bang Rustrilanang, selamat berjuang siapapun dalam parti Gerindra. Iklan televisyen Indon: Gerindra, gerindra, gerindra. Macam kami berasa itu menyentuh dan bagus. Kami tunggu bilamana Indonesia bangkit kejar Malaysia. (Sebarang opini melawan atatupun berpihak bolehlah dimajukan ke email kami: zakiyahsani@gmail.com).

  63. 64 Muzlikhah H Maret 14, 2009 pukul 6:34 am

    INDON MEMBURUK KERANA POLICY TELEVISYEN.
    By Muzlikhah Hamdun, MSC Terengganu, Malaysia.

    Macam mana majoriti rakyat Indon tidak terpinggirkan. Televisyen besar macam MetroTV misalnya buruk sangat. MetroTV haruslah membantu perjuangan rakyat bumiputera Indonesia tetapi hanyalah televisyen corong pembela penguasa Indon, Golkar. Tentu seakan-akan memperlihatkan wajah obyektif dengan menyediakan kesempatan tampil bagi semua politisi/capres tetapi policynya bagaimanapun tetaplah membela Golkar/status quo/pemerintah. Uraian-uraian laporannya seakan-akan memperlihatkan kebenaran, yang ternyata palsu dan hanyalah berisi puja-puji kepada pemerintah sambil bisnis licik memperkaya perusahaan. MetroTV dijalankan media mogul Surya Paloh dari Golkar dan beberapa taikun Tionghoa Indon, Ali Baba, bertujuan menghibur-hibur rakyat supaya melupakan perutnya yang kelaparan. Inilah kesan kami budak-budak mahasiswa-mahasiswi Malaysia yang lihat nyata sangat.

    Dalam sebuah laporan Sabtu pagi 14 Maret misalnya nampak sangat rakyat Indon hanyalah didikte halus dengan uraian-uraian laporan menyelinap hati tak nampak supaya berkesan SBY-JK sukses memperbaiki Indonesia. Diuraikan televisyen MetroTV bahawa project PNPM berhasil mengurangi kemiskinan di Indonesia dan hutang pemerintah Indon pada IMF berkurang di bawah SBY/JK. Kondisi di lapangan menunjukkan nyata banyak rakyat Indon kelaparan: bayi-bayi malnutrisi ataupun lahir cacat kerana orangtua mereka sehari-hari menelan sayuran yang disemprot pestisida dan air sumur tercemar zat kimia. Tetapi perkara-perkara penting tu tidak diungkapkan oleh MetroTV. Pemerintah SBY/JK tentu gagal. Majoriti uang PNPM banyak digelapkan dan hanyalah sedikit yang tersalurkan kepada yang berhak. Dalam penyaluran uang tu, penerima sebelumnya telah dibujuk supaya mencontreng PD/Golkar dan SBY/JK sahaja dalam undi 2009. Itulah beli suara money politik melanggar hukum undi dunia. Uraian laporan MetroTV berisi puja-puji atas pemerintah SBY/JK, bukanlah laporan baik dan hanyalah iklan politik terselubung dengan agenda pemenangan Golkar khususnya SBY/JK. Andi Malarangeng yang semula kelaparan sebelum diselamatkan JK menjadi jurubicara presiden SBY dalam laporan tu memuji pemerintah SBY/JK dengan berkata hutang Indon pada IMF berkurang banyak 40% di bawah SBY/JK. Andi berkata, CGI dah dihapus dan pemerintah tersebut berhasil turunkan hutang dan tidak lagi pinjam IMF. Andi berkata, tentu tidak dapat menghapus hutang semalam lima tahun, perlu lima tahun lagi. Tetapi rakyat Indonesia tidak mungkin ditipu dengan televisyen dari klaim jurubicara tu yang lupa majoriti rakyat Indonesia justeru termiskinkan kerana SBY/JK: bayi-bayi malnutrisi di mana-mana di Nusa Tenggara Barat dan Timur dan daerah-daerah lain. Tetapi MetroTV tidak memperlihatkan dan turut membodohi rakyat Indonesia, dan hanya memperbanyak realiti-realiti show tempatan dan internasional tidak bermakna bagi kepentingan rakyat banyak Indonesia. Realiti tempatan bahkan hanyalah berisi canda-canda tidak jelas yang justeru semakin menghancuri mentaliti mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang malas, dengan yang terpenting bagi MetroTV perolehi laba tinggi. MetroTV bermakna membodohkan generasi muda Indonesia. Inilah racun yang disebarkan kepada bumiputera oleh para pengusaha Tionghoa licik Indon menguasai semuanya. Nasib bumiputera Indon akan seperti Oborigin Australia. Pun tidak pernah pula diuraikan bahawa hutang bank-bank swasta Indon dan hutang tak nampak pemerintah besar sangat. Tidak pula ada pengungkapan bahawa bank-bank nasional Indon mejoriti milik Tionghoa tidak mahu salurkan kredit kepada rakyat bumiputera kecuali kepada sesama Tionghoa, dan tidak diuraikan pula bahawa sukubunga di bank-bank Indon tinggi sangat tertinggi di dunia. Tidak dikabarkan pula bahawa bank besar Indon macam BCA dah dibeli swasta asing yang bermakna di bawah SBY-JK Indon memburuk. MetroTV tidak mencerminkan kondisi nyata yang berlaku atas rakyat Indonesia yang digerus dalam ketidakadilan dan kesenjangan semakin melebar sangat. Di bawah SBY/JK tidak terjadi kemakmuran apalagi kemarmukran merata berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia macam di kami Malaysia. Malaysia maju sangat dan sejahtera merata sangat dari hanyalah sebuah kampung terbelakang yang dahulu lebih terbelakang daripada Indon. Tetapi kini di Indonesia, justeru komuniti Tionghoa kaya-kaya di atas berjuta-juta rakyat bumiputera Indonesia yang melarat. Ingat, MetroTV dapat didemo keras, dibakar massa pabila tidak membawa jalan kebenaran. Semua orang dah tahu Surya Paloh bos MetroTV yalah dari Golkar. Rakyat Indon dah lama muak sangat dengan Golkar. MetroTV pura-pura seakan-akan membela rakyat tetapi membela Golkar dan Tionghoa. Macam kami lihat ini semua kerana pemerintah SBY-JK mudah diperalat oleh Tionghoa Indon macam Suharto juga. Indon sekarang jatuh dikuasai Tionghoa yang licik. Tetapi tidak ada pemimpin di militer ataupun sipil yang mampu meluruskan cita-cita Sukarno. Nak dikemanakan rakyat bumiputera Indonesia? Ekonomi Indon dirompak Tionghoa, kerajaan dan rakyat bumiputera hanyalah kumpulan-kumpulan kuli-kuli bodoh. Semua pusat-pusat bisnis dan pusat kekayaan Indonesia sudah terkuasai komuniti Tionghoa. Pusat-pusat aktiviti bisnis semuanya dimiliki Tionghoa-Tionghoa muda sukses anak-anak daripada orangtua mereka Tionghoa Indon yang sebelumnya sudah lama menguasai pusat-pusat bisnis dan ekonomi Indon. Remaja-remaja Tionghoa Indon berjalan dengan congkaknya dan menggunakan ATM tidak mahu antri, di Hyatt, di Sogo Indonesia, di mal Ambasador Kuninggan dan di tempat-tempat lain. Remaja-remaja bumiputera tidak punya strategi masa depan kerana orangtua mereka hanyalah birokrat yang terpaksa mencuri kehilangan martabat; ataupun sekedar anak-anak rakyat biasa yang majoriti yalah miskin, dimiskinkan oleh komuniti Tionghoa yang berkolusi dengan pemerintah. Abang dan kakak remaja bumiputera hanyalah kuli-kuli yang dibayar murah dibandingkan dengan rakan-rakan Tionghoa mereka oleh perusahaan-perushaan yang dikuasai Tionghoa licik Indon. Hancurlah Indonesia yang dicita-citakan Sukarno ataupun Suharto. Tidak ada satupun pemimpin yang bangkit meluruskan jalan keliru. Macam kami kerajaan Malaysia membela bumiputera Malaysia dan kami punya UU keberpihakan pada bumiputera. Bumiputera membayar lebih murah dalam perumahan, asuransi kesehatan dan pendidikan di Malaysia. Indonesia? Tak lah. Tamatlah bumiputera Indonesia digilas Tionghoa, kerana pemimpin bumiputera Indon sendiri yang tidak melawan cerdas terhadap higemoni Tionghoa Indon. Mungkinkah ada presiden baru dengan kelompok nasionalis kuat sebagai penyelamat? Siapakah? Bekas jenderal Prabowo? Bekas jenderal Wiranto? Ataupun intelektual hebat Rizal Ramli? Ataupun Indon tetap dikuasai bebek-bebek yang mengkhianati cita-cita Sukarno bagi kemakmuran merata berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia? SBY/JK menang lagi? Walawala. (muzlikhahhamdun@yahoo.com )

  64. 65 Jane Liem Maret 15, 2009 pukul 3:19 am

    INDON DALAM KEADAAN DARURAT
    Jane Liem Singapore

    Wakil presiden Jusuf Kalla dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil cuti kampain pemilu. Menteri-menteri dan gubernur-hubernur ikut bercuti. Indon tu sebuah negara atau hutan? Pabila semua orang di dalam pemerintahan bercuti siapa yang nak menjalankan pemerintahan? Mungin perlu pula mereka disembuhkan dengan ke Dukun Cilik. Wapres boleh membuat kebijakan seenak dia ataupun tidak membuat kebijakan susuka dia. Wapres Jusuf Kalla di Riau berkata gubernur tidak perlu takut membuat kebijakan apapun. Ini Wapres “sakit”. Boleh membuat kebiajakan apapun? Di Indon, tengoklah, tidak ada yang tertib, polutif, kebanyakan mobil. Jalan-jalan jelek dan kotor, sistem pengangkutan buruk, tidak ada penghormatan atas para pejalan kaki, tidak ada trotoar halus. Ini semua terjadi kerana rakyat diam sahaja. Pemerintahnya tidak masuk kantor, tidak bekerja, rakyat tidak protes ataupun berdemo besar. Saya jadi mengerti sebabnya mengapa dahulu Belanda berhasil menjajah rakyat Indonesia beratus-ratus tahun. Dan sekarang dijajah Yusuf Kalla.

  65. 66 singo edan Maret 25, 2009 pukul 5:59 am

    Mahasiswa kemplos meua anda ini…pemikirannya dangkal….pasti nabis lulus berbondong-bondong nyari kerja..calon pengangguran yang kemplo…banyak omong tapi pikiran cethek…:)

  66. 67 mikmik Maret 26, 2009 pukul 11:00 am

    blog yang bagus,tapi disusupi malingsia yang komennya cuman menjelekan.mereka seneng banget lihat blog yang menyudutkan indonesia.dinegaranya ga ada blog yang terang2an mencaci pemerintahannya,. yang ada adlah janji janji manis dari pemrintahan umno. dari sebutan indon aja sudah jelas melecehkan bangsa indonesia.dari dulu tiada maksud baik dari anjing2 malingsia terhadap indonesia

  67. 68 Hamba Allah April 13, 2009 pukul 2:53 am

    assalamualaikum

    daritadi saya membaca semua menjelek-jelekkan peeirntah..

    sekrang siapa sebenarnya yang menyalahakna dana BLT, pemerintah atau rakyyat yg diberi

    jelas rakyat, bukan.

    berarti yg salah bukan pemerintah tapi rakyat indonesia yang sudah dibaikin, dikasih duit, tapi masih malas,

    yang salah itu pribadi orang indoensia sekarang yang tidak bisa introspeksi diri sendiri, bisanya menyalahkan orang…

    coba lihat Cina.
    negaranya berhasil mengeluarkan diri dari resesi ekonomi amerika karena ‘BLT’ juga, tapi rakyatnya tidak MALAS seperti INdonesia…

    pikir dulu sebelum bicara,
    lihat dulu jeleknya diri di cermin, bari liat orang lain.
    Terima kasih

    wassalamualaikum.

  68. 69 rrq April 16, 2009 pukul 12:33 am

    memang bemar BLT adalah bagian dari pembodohan masyarakat, tapi sekarang coba kita lihat, banyak masyarakat Indonesia yang mengaku senang dengan adanya BLT
    Kita lihat saja sekarang partai demokratlah yang menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia
    jadi jangan asal bicara, karena pemerintah juga memikirkan jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah ekonomi yang sedang kita hadapi

  69. 70 Hulut Sinkumpul April 30, 2009 pukul 12:04 pm

    Aku dulu pernah di Golkar dan sekarang aku ‘mengabdi’ untuk PD. Aku tahu sebetulnya yang mampu mengalakan bosku SBY itu hanya Prabowo, kalau bosku berhadapan lansung satu lawan satu dengan Prabowo. Tapi aku aak mau blang itu kan? Aku jelek-jelek pengacara tipikal Indonesia yang tak perlu jujur amat amat. Aku biasa omong atas nama rakyat dan bangsa ini, tapi aku sebenarnya cari duit banyak banyak saja. Aku yakin akan ada dua putaran meskipun aku pura-pura bilang ‘kasihan rakyat kalau pemilu presiden dua kali putaran, emangnya uang siapa?’ tapi ini kan pura-pura, dunia ini sandiwara. Aku yakin Bu Mega nggak mau kalah dan akan tetap nyalon sebagai capres, dia nggak mau kalah dan jarang dia berpikir demi rrkyat, dan Prabowo tetap nomor dua cawapres. JK juga nyalon, maka bosku tetap di atas angin akan menang lagi. Tapi… kalau Prabowo Capresnya dari koalisi besar itu dan koalisi itu solid, dan Prabowo berhadapan satu lawan satu dengan bosku, maka habislah bosku, keok dia. Habislah jagoanku. Kalau bosku yang sekarang itu kagak jadi, maalu banget aku. Tapi rakyat ini kan bodoh, meski sudah disengarakan, BLT (bencana langsung terus) eh etap saja rakyat pilih bosku, itu hebatnya BLT, PNPM dll.

  70. 71 Rezanul Abidin Mei 5, 2009 pukul 7:00 am

    Macam mana awak mustiah tengok kasus Antasari Azhar
    Rizanul Abidin MSC Terengganu Malaysia

    Orang Indon banyak keliru tengok kasus Antasari dan melihat dia jahat akibat kabar angin yang mudah menjadi kebenaran di negeri payah dan langka kebenaran itu terkuak. Jadi macam mana awak, anda, kalian mahu lihat kasus penangkapan ketua KPK Azhar? Ini multi permainan kekuasaan: 1. Ini boleh jadi merupakan upaya SBY membelokkan masalah daripada pikul tanggung jawab kegagalan dia mengadakan pemilu yang jurdil dimana pemilu terbukti banyak masalah dan kecurangan. Ini bermakna SBY cuba mengelak tangung jawab. 2. Ini berhubung KPU yang dicuba dielak dari pemeriksaan sarat korupsi. 3. Ini juga boleh bermakna justeru untuk semakin membuat SBY perolehi simpati dari majoriti rakyat Indonesia agar sukses terpilih lagi, dengan mengesankan banyak orang luaran pemerintahan ingin KPK digagalkan terutama dari kalangan koruptor-koruptor terjenayah; mereka dilihat membuat fight back. Tetapi kebenran semua ini baru nampak setelah pemilu presiden dimenangkan siapa; apabila SBY menjadi lagi, maka nyata SBY pandai melakukan permainan “pemcitraan” yang bersifat “menipu” untuk pemenangan. Tengok berbagai cara diupayakan mulai dari pura-pura memberantas narkoba dll yang pada dasarnya tidak menghasilkan apa-apa; korupsi pun tetap merajalela. Tetapi pabila Antasari boleh bebas dan dia berhasil menduduki jabatannya lagi dan tetap dipercaya sebagai ketua KPK oleh SBY, maka ini bermakna SBY benar dan perlu dipilih lagi.

  71. 72 Yoshua Chong Mei 5, 2009 pukul 7:10 am

    “Indonesia” Juara Umum Olimpiade Fisika Polandia?

    Nama saya Yoshua Chong, orangtua indo tionghoa sunda, tinggal di rumah biasa di Banten. Tokoh idola saya Kwik Kian Gie, kakek itu, dan Sukarno.

    Pagi tadi sebelum jam 9.oo di tv one diekspos dia-dia orang teman-teman kami. Mereka menang bahkan untuk kategori umum pada Olimpiade Fisika di Polandia.

    Banyak yang bangga dan melihat teman-teman kami mewakili Indonesia. Ini tidak tepat. Mereka mewakili sekolah-sekolah mereka sendiri. Ini menjadi jualan. Sekolah-sekolah kami menjadi favorit khususnya oleh golongan etnis kami sendiri.

    Kalian kagum? Heran? Teman-teman itu tidak ada istimewanya. Mereka juga samasekali tidak merepresentasi Indonesia. “Indonesia” yang mana? Apa dia-dia orang tepat disebut merepresentasi Indonesia yang semakin tidak jelas ini?

    Pemerintah hanya senang mengelu-elukan sekolah gratis dan itupun hanya SD dan SMP.
    Jurang pendidikan dan ekonomi Indonesia semakin lebar tidak terkontrol dan tidak diatasi. Banyak sekolah-sekolah eksklusif, unggulan, level internasional.

    Pemerintah tidak menggalakkan sekolah-sekolah inklusif, semua sekolah berkualitas sama maju semuanya sama-sama. Uang dibuang sebagai BLT yang tidak jelas.

    Dia-dia orang pemenang olimpiade itu sudah dipersiapkan matang dan diseleksi yang terbaik oleh tim guru. Guru-guru itu mengajar di sekolah-sekolah kami dan mereka lebih serius dalam mengajar karena mendapat gaji lebih dari cukup dan tidak boleh korupsi.

    Mereka juara karena belajar di sekolah-sekolah kami yang maju milik yayasan-yayasan berkeuangan besar dari kami golongan Tionghoa. Dia-dia orang anak orangtua berkecukupan. Mereka bukan dari mayoritas teman-teman pribumi dengan ekonomi pas-pasan atau kurang.

    Dia-dia orang ceria, tidak ada beban, misalnya ikut memikirkan sulitnya para orangtua teman-teman pribumi mencari uang. Dia-dia orang tidak ada soal belajar lebih serius dan maksimal. Mereka makan minum cukup dan banyak, lezat dan bergizi, uang jajan cukup dan banyak.

    Otak dia-dia orang gampang nyala seperti mesin dengan oli nomer satu. Umpama binatang akrobat, dia-dia orang harimau atau ikan lomba-lomba itu. Saat dilatih dipacu maksi, otak dia-dia orang gesit.

    Dia-dia orang senang selalu, jarang bersedih. Khawatir ada saja tapi sedikit. Dia-dia orang pasti berprestasi maksimal. Tidak ada istimewanya. Mereka tidak merepresentasi sekolah-sekolah di Indonesia.

    Kalau saja dia-dia orang dari sekolah-sekolah biasa, sekolah-sekolah negeri atau bahkan mereka datang dari desa-desa yang terpencil atau dari keluarga-keluarga pribumi miskin, itu baru disebut istimewa dan kita boleh bangga atau terkejut setengah pingsan.

  72. 73 ahmad rivai Mei 14, 2009 pukul 12:14 pm

    blt merupakan penghinaan untuk rakyat indonesia….
    karena dengan adnaya blt menambah tingkat kemalasan rakyat indonesia….
    menurut saya lebih baik disediakan lapangan pekerjaan yang dapat menguntungkan untuk rakyat dan pemerintah…..

  73. 74 Rohmah Juni 1, 2009 pukul 7:45 am

    Itulah kebathilan permainan buruk politik khas Indonesia. Masih juga percaya Amien, nyang dulu anteknya Amerika, main jatuhkan Suharto dan mengocar-ngacirkan UUD 1945, sehingga presiden meski sudah buruk seperti SBY, tidak dapat dijatuhkan? Amien Rais itu banci. Juga orang-orang PKS, bungklon, tidak ada yang benar. Yang benar tetap Gus Dur dan kiyai-kiyai NU/Ansor pendukung Gus Dur. Wiranto, Prabowo dan Mega? Hebat, jujur dan tenang. Tapi kali ini bakal sulit menang, sebab rakyat mudah dipesona dengan pencitraan. SBY-Boediono? Paling buruk. Boediono ngapain? Anak-anak TK tahu SBY membuat keaalahan raksasa, memilih ekonomi Neolib, nyang berarti tambah ngengsarakan rakyat kecil. Hari ini, Boediono dikerajin SBY, mengunjungi pesantren-pesantren NU/Ansor di Jawa, merayu para kiyai itu agar jutaan santrinya pilih SBY. Para kiyai dan santri tahu Boediono berbohong, dengan mengatakan SBY bukan ambil ekonomi Neolib jelas-jelas, tapi katanya ekonomi gabungan. Itu bohong raksasa! Mana ada maling ngaku? Yang jelas para kiyai dan santri hanya akan pilih nyang membela nelayan, petani, wong cilik; atau pilih yang punya hati nurani. Salam membela rakyat. Rakyat dan para santri sudah muak dengan pemimpin yang hanya pandai pencitraaan, menggerakan tangan ke kanan-kiri, naik-turun, di atas penderitaan dahsyat dimana-mana wong cilik; itu SBY pemimpin opo? Lihat, hari ini bbm naik. Segera, harga-harga akan melambung semuanya. MasyaAllah, kapan penindasan terhadap rakyat nyang miskin dihentikan? Perlukah revolusi rakyat? Kalau MegaPro atau siapapun kalau menang tidak berpihak rakyat, kita akan mulai revolusi dahsyat memburu khusus elite politik nyang tidak pro rakyat dan wong cilik. Kita mahasiswa jaringan muak permainan elite. Mudah-mudahan MegaPro punya perencanaan dan melaksanakan ekonomi terpimpin dan hanya unuk rakyat, yang sudah lama terzalimi.

  74. 75 Nadia Erman Juni 2, 2009 pukul 8:13 am

    KINI JK-WIN ATAU MEGA-PRO SULIT MENANG, KECUALI SBY(-BOEDIONO) MENGALAMI KECELAKAAN.

    Blt dan simulus itu sangat dahsyat sebagai money policic tersembunyi. Pikir saja sendiri. Tidak mungkin, JK-Win atau MegaPro tidak mungkin berhasil menang jadi Presiden Wakil Presiden. Kesalahan sudah jelas. Kalau dari semula, Wiranto mau mengalah, JK mau mengalah, Mega mau mengalah, dan misalnya Prabowo saja yang capres, lainnya mau legowo, demi persatuan mereka, dan mereka hanya mau menerima jabatan menteri-menteri saja atau wakil presiden kalau Prabowo menang, baru itu OK. Artinya, Prabowo menang atau Wiranto, kalau Prabowo tidak maju dan mau menerima sebagai wapres. Inilah kecedasan dari perekayasa atau terbentuknya menjadi tiga pasangan. Dengan sendirinya, SBY di atas angin, akan menang mtlak. SBY dengan tidak langsung berhasil memecah kubu lawan menjadi JK-Win dan MegaPro. Lawan-lawan terlanjur terpecah, meskipun merupakan koalisi besar, tetapi itu bearti kekuatan sudah rusak dan pastinya akan kalah. Jadi, SBY-Boediono sudah di atas angin. Kecuali SBY mengalami halangan, misalnya kecelakaan serius dan dia tewas misalnya dari kecelakaan pesawat, baru peta kemenangan akan berubah. Artinya, MegaPro atau JK-Win akan menang. Inilah kesalahan lawan-lawan SBY.

  75. 76 Helen L Juni 3, 2009 pukul 6:59 am

    DI BALIK KASUS-KASUS BARU

    Perempuan pengirim e-mail tak berdosa itu tetap dipenjarakan di sebuah LP perempuan Tangerang, SBY tidak menolongnya. Rupanya kita semua termakan permainan politik khas penguasa Indonesia, kali ini pemain setinya adalah SBY, penerus Orba Soeharto. Lebih buruk dari Soeharto, kerana dia lebih menyengsarakan rakyat. Prabowo saja tidak meniru gaya Soeharto. Prabowo justru akan mendobrak sistem kacau itu kalau saja dia dapat terpilih menjadi wapres bersama Mega. Prabowo jengkel pula karena keluarganya diberantaki dan diceraikan oleh keluarga Cendana yang termakan isu bahwa kerusuhan dahulu digerakkan oleh Prabowo; penggerak semua itu sesungguhnya CIA. Tetapi fitnah diebnturkan ke Prabowo. Prabowo mungkin tidak bakal menang karena diganjal pula oleh Wiranto yang didanai Cendana. Dana Hanura tidak terbatas, kata Wiranto. Gaya Orba tipikal Suharto adalah memanfaatkan dan manumpang setiap isyu penting untuk membentuk opini untuk pencitraan kepentingan berkuasa lagi dan lagi, ini sedang ditempuh SBY yang harusnya sudah jatuh akibat ratusan ebncana di bumi Indonesia ini. Ketika pulang dari ASEAN plus di Korea Selatan, dia langsung mengomentari kasus Manohara, padahal dia tidak tahu jelas permasalahannya. Sedangkan perempuan yang dipenjarakan gara-gara menulis email, yang harusnya mendapat kompensasi dari RS internasional itu malah dijebloskan ke penjara oleh jaksa dan polisi yang tidak tahu bahwa peraturan elektronik itu bertentangan dengan UUD 1945 dan HAM unievrsal, bertentangan dengan demokrasi sejati. Pada aksus Manohara, sesungguhnya yang terjadi lebih banyak karena kesalahan pihak ibu dari Monahara, Desi. Kalau logika sehat, pangeran Kelantan itu sudah banyak menolong dengan harta banyak kepada ibunya Manohara dan Manohara setelah bapaknya lelaki Amerika itu meninggalkan mereka ke negeri paman Sam, lepas tanggung jawab. Pangeran Kelantan itu membelikan apartemen dan mobil baru buat ibunya Manohara. Uang jajan Rp30 juta untuk Manohara tisp bulan. Kata seorang kawan Malaysia, dalam tradisi Malaysia umumnya, bila seorang perempuan sudah menjadi istri, dia harus baik-baik kepada suaminya, tahu kewajiban sesuai agama Islam dan tradisi, apalagi di Kesultanan. Ketika sudah lama tidak main dan Pangeran minta main, Manohara sering menolak, ini berarti Manohara tidak menjalankan tugas melayani bathin Pangeran, wajar Pangeran marah. Manohara rupanya tidak tahu diri, mungkin karena masih muda umurnya, dan dia rupanya melihat hidupnya seperdi di Amerika yang jauh lebih bebas. Manohara lebih senang melihat dirinya lebih bernilai, lebih cantik, sombong. Sementara ada yang mengompori ibunya Manohara supaya minta harta lebih banyak lagi kepada pangeran kesultanan Kelantan. Ibunya terjerat banyak hutang. Bahkan ketika wawancara dengan tv one misalnya, nampak Manohara sombong. Dia bisa bahasa Indonesia tapi lagi-lagi selalu pakai bahasa Inggris dan pandai bersilat lidah. Menurut Ikhsan wakil kerabat Kesultanan bahwa kesalahan tidak bisa hanya ada pada Pangeran dan pangeran baik dan mesra pada Manohara. Jadi disini ada keungkinan pemanfaatan atau katakan pemerasan oleh pihak ibunya Manohara. Mengapa tidak dipikirkan sebelum pernikahan? Tradisi dan adat-istiadat yang berbeda antara kebanyakan warga Indonesia apalagi warga indo (Indoensia-Aemrika) seperti Manohara yang berarti ada tradisi jauh lebih bebas Amerika dan kini Indonesia yang tentu sangat berbeda dengan tradisi tardisional orang Malaysia, tidak dipikirkan sebelum pernikahan. Inilah hasilnya – konflik. Lucunya pengacara Manohara sangat emosional dan tidak dewasa mungkin karena pengacara cari populer dan uang atau baru lulus dan miskin pengalaman, dia ngotot dan selalu memotong penjelasan Ikhsan. “Emangnya anda melihat pangeran dan Manohara 24 jam,” kata pengacara itu. Ini keterlaluan. Mana mungkin? Pengacara tidak bagus dan emosional suka menyela pembicaraan. Tak lucu lagi, kita sebagai penonton mudah sekali menilai seperti dengan kata-kata sembrono, Ganyang Malaysia! Ganyang Malaysia! Salah-salah, kita Indonesia yang akan diganyang oleh Malaysia. Kekuatan angkatan bersenjata Malaysia jauh lebih kuat, Malaysia juga anggota negara Persemakmuran Inggris dan Australia, kita mau apa? Rupanya kita mudah termakan pembelokan-pembelokan isyu oleh permainan politik SBY yang selalu menumpang isyu-isyu untuk pencitraan. Lihat juga kasus Antasari, ada apa di balik penahanan Antasari? Antasari ditahan karena Antasari luar biasa dan akan penjarakan mertua putra SBY yang mantan pejabat BI. Masa anda semua tidak tahu? Mana pula? ****

  76. 77 Helen L Harahap Juni 9, 2009 pukul 8:52 am

    KITA HARUS SELALU MEMBACA DI BALIK CERITA

    Dan makasih buat pure, aku emang dari sana, dari Korea tetanggaku menyebut, maksudku Sumut; aku tidak marah pada kau kawan dan aku senang dapat tanggapan ari kau pure. Aku kalau jengkel suka menulis panjang. Juga karena pembelaan kita semua mungkin, Prita akhirnya bebas. Tapi ini belum selesai, dan tak mungkin selesai kalau SBY jadi lagi. Kita harus berjuang terus; polisi dan jaksa itu harus dijebloskan ke penjara karena polisi itu dibayar RS Omni Internasional dan OI arogan meremehkan Prita yang berarti meremehkan kita semua masyarakat Indonesia. OI dan oknum aparat itu harus diminta bayar balik gantirugi material dan imaterial karena mencemarkan nama baik Prita yang dari curhatnya berusaha dan bermaksud mencari keadilan. Kalau itu terjadi baru keadilan benar-benar berdiri tegak dan IO tidak kurang ajar; tapi SBY selalu numpang disini. Biarlah. Makanya, kita harus selalu membaca di balik macam-macam cerita di negeri yang semakin hancur ini di bawah SBY. Tapi saya heran kenapa banyak orang akan pilih lagi SBY? Akhir-akhir ini diangkat kasus Ambalat. Mau tahu di balik cerita ini? Sebenarnya SBY harusnya sudah lengser. Dia sudah habis setelah muncul pasangan calon JKWin atau MegaPro. Itu maka SBY coba mencari keunggulan dengan membuat berbagai isu untuk menajdikan dirinya tetap populer dan kalau perlu menang lagi, itu sebenarnya. Dan dibuat juga isu Ambalat untuk juga membentuk opini publik seolah dirinya patriotis dan nasionalistis tegas dan berani berani menggertak Malaysia jadi seperti Sukarno dululah. Malaysia jelas menurut hukum laut dan UU lautnya mengatakan berhak atas Ambalat begitu juga Indonesia begitu kata Juwono Sudarsono dalam wawancara dengan Jakarta Post pada hari Senin 8 Juni 2009. Jadi boleh dong AL Malaysia mengelilingi Ambalat, dia juga berhak, pemerintah kita juga berhak. SBY sengaja membawa kasus ini ke hadapan publik agar rakyat panas. Sebenarnya untuk membuktikan apakah ini bukan sekadar seperti itu adalah apakah SBY berani meroket kapal Malaysia hingga mengakibatkan korban di pihak tentara Malaysia. Kalau tidak, itu namanya gertak sambal dan sekadar untuk membangkitkan emosi nasionalisme bahwa SBY pun seolah punya nasionalisme meskipun dia sesungguhnya neolib, baca editorial Jakarta Post hari Senin juga. Tetapi kalau AL TNI berani dengan satu roket saja maka pasti akan dibalas 20 roket Malaysia sebab Malaysia jauh lebih kuat militernya dan di antaranya akan nyasar ke istana Jakarta dan Cikeas. Tapi itu terlalu jauh. Yang benar adalah untuk mengeksploitasi opini publik rakyat kita yang faktanya kebanyakan berpendidikan rendah dan mudah dipanasi dengan nasionalisme arti sempit ini, untuk mendongkrak popularitas SBY-Boediono. Kita sudah tahu trik-trik beginian yang dulu dipakai juga bapak kita Suharto dan kini dilanjatkan SBY karena cukup efektif saat kebanyakan rakyat masih bodoh atau mudah terpesona dengan tipuan penampilan. Kalau kita lihat mata dan gerakan tangannya ketika berpidato tidak nampak ada kejujuran; Mega atau Prabowo atau JK jauh lebih jujur dan apa adanya. Trik lain SBY jelas adalah misalnya membayar LSI melalui Fox Indonesia yang didanai SBY dan sebuah organisasi Amerika untuk merekayasa bahwa popularitas SBY tetap tinggi dan bahkan mencapai 70 persen. Sebenarnya dia sudah selesai, karena dari pemerintahannya, Indonesia tidak kemana-mana dan tatanan kehidupan semakin hancur. Bayangkan definisi kebudayaan saja SBY tidak mengerti, dan mana mungkin dia juga mampu membentuk mentaliti disiplin makna kebudayaan sebuah bangsa? Zaman Suharto ada P4 dan Pancasila itu hasil kebudayaan bangsa ini untuk membentuk mentalitas dan disiplin bangsa ini. Bangsa Jerman, Amerika, dan juga bangsa-bangsa lain erbentuk mentalitas dan disiplin pribadi bangsanya, itu karena dibentuk oleh negara. Kita kemana? Maka karena tidak ada ukuran standar mentalitas dan disiplin bangsa ini dengan baik maka orang ebrmain sendiri-sendiri dan hidup sekadar berkorupsi, sementara pemimpin yaitu presiden tidak tahu berbuat apa walaupun bergelar doktor, pertanian lagi. Rakyat semakin terjepit dibuat sengsara olehnya. Kesenjangan mayoritas yang miskin dan sebagian yang kaya semakin dalam dan dalam. Rupiah dari periode Suharto Rp 2500 per 1 USD sekarang mencapai di atas Rp 10.000 per 1 USD. Pada periode Mega, rupiah masih lumayan Rp 8.000 per 1 USD. Lihat, RM Malaysia sangat bagus yaitu di anara RM3.000-an per 1USD. GDP membaik tetapi negara kita tidak dirancang GDP dinikmati oleh rakyat secara merata. Jadi saya bertanya apa nilai baiknya SBY? Hanya pidato-pidato biasa yang semua orang juga sudah tahu isinya begitu-begitu saja. Hari ini dia berpidato dalam peresmian universitas baru bahwa reformasi pendidikan harus dilanjutkan. Apa yang hebat? Semua orang bisa bicara seperti itu. Hari-hari sebelumnya mengklaim keberhasilan membuat perdamaian di Poso, Aceh dan yang lain, padahal yang membuat itu adalah Jusuf Kalla dan Maarti Ahtisari dari Swedia. Reformasi birokrasi tidak ada; sejak dahulu departemen-departemen dan kantor-kantor di negeri kita ada mafianya dan diisi oleh anak-anak pegawai disana secara turn-temurun; lulusan-lulusan yang tidak punya koneksi dari dalam atau tidak menyuap sulit diterima. Lihat untuk masuk BI, untuk masuk TNI, untuk masuk kepolisian, untuk masuk manapun, harus seperti itu; pertanyaan kita apakah SBY melakukan reformssi? Reformasi yang mana? SBY hanya jualan kata-kata, salesman, produsen kata-kata, membohongi kita semua; apa masih pilih lagi SBY-Boediono. Anggaran besar 20%, anggaran militer juga diberikan; kesalahan SBY, dia tidak melakukan pengawasan ketat dan tidak memberi sanksi memecat; jadi bagaimana ditakuti? Negara bangsa besar ini, negara kita semua, masuk jurang, kawan. Pejabat-pejabat itu tidak merancang negara ini memproduksi barang berguna apalagi bernilai ekspor, tetapi pejabat-pejabat itu SBY khususnya hanya menghasilkan dan tiap hari memproduksi kata-kata bohong. Mau masih pilih lagi?

  77. 78 Helen L. Harahap Juni 11, 2009 pukul 6:15 am

    SITI HAJAR, SBY

    Bencana-bencana alam dan manusia semakin intens di negeri ini dalam hampir 5 tahun kepemimpinan SBY yang tidak jelas. Juga KDRT dan bunuh diri akibat kesenjangan ekonomi. Tadi malam seorang pria memarkir motornya di pinggir rel kereta api, dia turun ke rel lalu lari menabrakkan tubuhnya ke kereta api prambanan ekspres yang melaju kencang; tubuhnya terserat dan terbelah dua, darah berceceran.

    Hari yang lalu kau dan aku… diperlihatkan Mahohara yang cantik dan goresan-goresan rapi luka di bagian punggung bawah tubuhnya. Masih minggu ini kita diperlihatkan dengan kasus Ambalat yang dipolitisir disini ketika Malaysia sendiri tenang-tenang saja, tapi kita di negeri penuh pembohongan dan pembodohan ini diseret emosi kita diprovokasi habis untuk kepentingan politik penguasa menantang rakyat agar kita semua menyalahkan Malaysia. Hari sebelumnya tentang kasus Prita dan kita berhasil membebaskannya, tinggal apakah SBY mampu menjeblaskan polisi dan jaksa tersuap dan Omni Internasional(?) ke penjara atau membayar kompensasi kepada Prita. Kalau tidak jangan pilih SBY-Boediono.

    Hari ini kau dan aku… diperlihatkan kasus baru dan ini bukan yang terakhir. Siti Hajar yang berjuang bekerja ke negeri tetangga karena pemerintahan SBY tidak menyediakan lapangan kerja cukup untuk rakyat termaauk Siti. Wajah Siti luka mengelupas, juga tangannya dan telilanganya, disiksa juragannya di Malaysia yang sudah dijebloskan ke penjara. Kau lalu bertanya, salah siapa?

    S a l a h presiden.
    Kalau kau dan aku mau berpikir dalam dan substansial, semua ini salah pemimpin negara – presiden SBY. Seorang presiden harusnya mampu bekerja banyak dan serius masif, tidak sekadar mengklaim bekerja 24 jam, dan mengubar pidato omong kosong.

    Coba byangkan dan renungkan. Seorang presiden tidak memperbaiki negara ini secara masif, tidak membuat perubahan cepat – revolusi atau reformasi nyata kecuali hanya lipstik. SBY digaji dan berfasilitas VIP sangat mahal tetapi tidak membuat perubahan cepat revolusi tersebut. SBY hanya mengatakan lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan, juga ‘kita teruskan reformasi’, tetapi semua itu hanya wacana, atau harmoko – hari-hari omong kosong, sekadar ingin kembali menjadi presiden.

    Penyiksaan atas pembantu seperti Siti sudah terjadi berulang kali. Ini masalah nasional. SBY harusnya berani menutup semua seluruh PJTKI dan segera mengganti sistem baru yang dikelola profesional hanya oleh n e g a r a diawasi keras melalui s i s t e m dan sumber daya yang jelas dan baik – p r o f e s i o n a l.

    L i h a t l a h t e t a n g g a k i t a.
    Thailand dan Pilipina juga mengekspor besar TK(W) tetapi mereka sangat profesional. SBY masih menyerahkan ini kepada PJTKI yang sarat KKN dan tidak profesional. Kebodohan dan pembodohan itu berlanjut sejak zaman Suahrto dan dipelihara atau sengaja dilalaikan SBY. Harusnya PJTKI sudah dibubarkan diganti dengan hal baru tersebut.

    Semua PJTKI hanya pengeruk keuntungan dengan pemeras melanggar hukum. PJTKI tidak memberikan pelatihan profesional kepada calon TK(W). Semua PJTKI hanya mau duitnya – tidak berbeda dengan ketua dan orang-orang KPU. Mafia jaringan kekuasaan yang buruk. Semua PJTKI tidak menyiapkan pekerja dengan mentalitas dan pelatihan bekerja secara baik dan benar.

    Tetapi kalau saja presiden bangsa ini tidak SBY tetapi seorang presiden yang berwawasan, juha pribadi kaya atau berhati nurani, juga berani dan cinta rakyat, tidak tebang pilih, punya tim kuat, dan tidak menjual ugama apapun bentuk dan simbol-simbolnya, bayangkan, renungkan, negeri ini pasti sudah setara negara-negara tetangga. Dan c e p a t. Tetapi kau dan aku kini hanya menyaksikan:

    O n d e l – o n d e l .
    Jadi kalau bangsa ini ada presiden yang baik – berarti profesional – dan sebaiknya menurut ilmu pengetahuan umum jangan sampai berbadan sebesar ondel-ondel sebab makin besar badan makin kecil otak, nurani dan ide maka dia pandai baik cerdas berani dan mampu memikirkan dan berjiwa membela dan memeprharikn juga nelayan, petani, rakyat emuanya karena ada h a t i n u r a n i, sehingga juga mampu membuat sistem yang baik, mampu memaksa menteri-menterinya dirjen-dirjennya dan yang terpenting irjan-irjennya menjadi anti suapnya, untuk mengawasi dengan banar. Presiden dan bawahan akan berani memecat dan semua masalah bangsa bisa teratasi. Tidak dengan harmoko.

    TKI, TKW khususnya PRT tidak ngerti cara mencuci dengan mesin cuci karena tidak pernah mendapat pelatihan itu secara rinci, ini sebuah contoh sederhana. Dia campur celana jeans juragannya yang biasanya juga luntur dengan kemeja putihnya. Kemeja kena lunturan. Kalau itu kemeja kau, kau pasti marah pula walaupun itu karena salah kau juga yang tidak memberitahukan kepada pembantu itu. Kau bisa saja naik darah lalu gila dan dengan bodoh kau pukul pembantu itu. Apalagi kalau kau tioe manusia bermasalah dan banyak masalah. Jadi ini salah presiden.

    P r e s i d e n y a n g ‘h e b a t’
    Tertipu kau kalau ngliat SBY profesional atau baik. SBY tidak membuat sistem apapun yang baik di negeri kita ini kecuali mengklaim dan mengklaim apapun yang nampak berhasil di saat dia sekarang memerintah. Jembatan suramadu pun dia manfaatkan. Kau tidak perlu membayar lewat sejuta kali bolak-balik Surabaya Madura hari-hari bulan ini.
    Kau juga boleh tiduran di jembatan itu kalau sudah sepi dan gratis, daripada tidur di musholla di terminal Pulogadung dan lainnya dan nyopet orang sholat. Di jembatan yang sekarang ramai itu kau boleh nyopet juga daripada melulu di terminal dan supermaket.

    Presiden SBY ‘hebat presiden yang pandai memanfaatkan. Presiden ini selalu membuat jalan pintas lihatlah nampak di mata dan gerakan tangannya. BLT dan sebagainya contoh jalan pintas itu. Yang penting dia dipilih lagi. Dia pastinya tidak akan menasionalisasi perusahaan-perusahaan pertambangan dan lainnya milik asing yang mengeruk kekayaan Indoensia sudah lama. Sementara rakyatnya makin miskin, dan pejabat-pejabat makin kaya-kaya. Dalam pemerintahannya dengan menteri seperti Mari Pangestu atau Boediono dan pendukung di belakangnya, SBY semakin memiskinkan rakyat secara strktural dan sistemik, karena tidak memikirkan rakyat kecuali wacana, kata-kata pidato omong kosong – harmoko.

    Terkait TKW PRT, hampir 5 tahun dia berkuasa dia tidak berpikir menutup semua PJTKI apalagi mengganti dengan yang baru yang dikelola oleh negara secara profesional. Padahal sudah banyak TKW PRT menjadi korban saat bekerja di negara lain. Bila berhasil, mereka juga diperas Rp1 jut – Rp2 juta oleh orang berseragam dari perusahaan pengelola bandara Angkasapura Cengkareng. SBY lebih baik legowo dan memberi kesempatan kepada peimpin lain yang lebih berpemikiran, negarawan pelaksana amanat rakyat. SBY sebaiknya turun. SBY tidak membuktikan profesional.

    Dari PJTKI, hampir semua TKW PRT itu tidak siap kerja tetapi baru siap latih. Jadi kapan kerjanya? Juragan macam kau pun bisa marah besar, kau bisa gila dan bisa menyiksa pembantu itu. Ini semua salah pemimpin negara kita yang tidak ada pemikiran tetapi harmoko – hari-hari omong kosong.

    ‘K a t a k a n t i d a k d e n g a n k o r u p s i’
    Mau ngliat pembohongan oleh SBY lagi? Hari-hari ini kau dipertunjukkan iklan SBY iklan anti korupsi dengan kata TIDAK terhadap korupsi, sebuah iklan pembodohan dan pembohongan gaya SBY. Gimana mencegah korupsi hanya dengan kata-kata iklan.
    Korupsi di negeri ini adalah hasil ekses budaya yang sudah membudaya. Jadi kau hanya bisa memberantas itu dengan menanamkan budaya melalui mata pelajaran teori dan praktik anti korupsi yang diajarkan di semua sekolah dasar SD seluruh negeri. Ini lebih konkrit daripada P4 Pancasila. SBY tidak memerintahkan menteri pendidikannya membuat hal itu. Jadi kesalahan SBY. Itu sebabnya orang bilang dia harmoko hari-hari ngomong kosong.

    Korupsi yang terlanjut membudaya tidak mungkin dicegah dengan UU tanpa sistem anti korupsi profeional yaitu ditegakkan aparat anti suap dan dengan sanksi keras. Ini semua salah presiden. Mendapat gaji besar dan fasilitas besar termasuk acara-acara ke luar negeri tidak penting bagi rakyat, dengan mengajak istri dan anak serta rombongan besar tidak perlu, dengan menghamburkan milyaran uang rakyat, karena sistem protokoler tahu sama tahu TST, protokoler korup, maka presiden perlu membenahi hal-hal yang langsung menyentuh nasib rakyat harusnya. Tetapi dia tidak lakukan itu. Harusnya dia sudah lengser. Masih banyak yang pintar dan mampu.

    H a r m o k o.
    Kau dan aku perlu ngliat masalah apapun di negeri ini secara substansial. Jangan mau ditipu terus dengan kulit luar. Apa kau tidak lihat wajah dan gerakan tangannya dan matanya yang dibuat-buat? Itu tetap kelihatan SBY berbohong, bandingkan dengan saat Mega, Prabowo dan Wiranto berpidato. Lebih sederhana, jujur dan apa adanya. Mereka ibu dan bapak-bapak bangsa. Semua kelihatan. Jangan ada dusta yang tidak kau lihat dari SBY 5 hampir tahun ini. Harmoko – hari-hari SBY omong kosong dan menentang rakyatnya. Kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin di neger kita semakin intens. Pedagang asongan, kaki lima dimana-mana. Mereka naik-tutun bus-bus umum tidak ditertibkan SBY maupun gubernur atau walikota. PDB diklaim meningkat oleh SBY tetapi bukankah PDB itu hanya dinikmati segelintir elit? Goblok tidak bisa mikir juga presiden itu.

    Sesungguhnya Prabowo atau Wiranto ada kesempatan dan harus bisa ambil kesempatan ambil alih kendali selamatkan negeri, tetapi KPU dan SBY lebih licik dan pintar dengan membuat acara tadi malam ‘kita bersaudara’ untuk memadamkan kehendak baik MegaPro dan JK-Win. Kau, kau, kau semuanya, jangan mau dibodohi oleg SBY dan KPU kawan. Dan boleh saja dan jangan lupa ambil jalan kerusuhan masif kalau SBY menang lagi. Jangan mau dibodohi. Berjuanglah demi rakyat. Itu kemuliaan – abadi. Kami orang Medan akan ngliat kebenaran atau negeri ini akan bubar. Lihatlah dan dengarkan suara rakyat dan tuntutan jaringan mahasiswa. ###

  78. 79 John Rajaguguk Juli 6, 2009 pukul 4:11 am

    Bantuan langsung tunai, BLT, money politics dan jelas permainan. jelasKau sebaiknya lebih jeli melihat pemilu 2009 ini, dan mari kita jangan lagi mendukung SBY-Boediono. Lihat juga permainan Andi Malarangeng, yang bruk tu. Mereka jelas orang-orang yang dimanfaatkan dan merasa nyaman dipeluk oleh kepentingan Amerika di Indonesia. Emas bergumal-gumpal ari Papua diangkut berkaal-kapal ke Amerika untuk kemakmuran pemerintah Amerika dan orang Papua miskin dan tetap telanjang badan; rakyat Indonesia juga tetap miskin; yang kaya makin kaya yang miskin tambah miskin di bawah SBY. Kenapa harus diberi kesempatan lagi kepada SBY dan Boediono yang jelas-jelas tidak membela rakyat. PDB naik tapi yang menikmati PDB bukan rakyat tahu. Amerika dengan uangnya yang sangat besar seperti dalam kasus Timor-Rimur mudah sekali mengatur pemenangan untuk SBY-Boediono, yang jelas lewat DPT dan orang-orang pura-pura bloon di KPU tu, termasuk melalui LSI-LSI mafia survei yang selalu menematkan teratas SBY-Boediono, agar rakyat terpengaruh. Di belakangnya dibiayai SBY yang dibiayai Amerika. Amerika ikut campur dimana-mana untuk kepentingan mereka, untuk mengebiri nasionalisme dimana-mana. Nasionalisme adalah msuh imperialisme dan neokoloniaalisme Amerika. Apapun akan dilakukan Amerika untuk memenangkan antek SBY-Boediono. Uang Prabowo tidak akan cukup meskipun mengklaim punya uang banyak. Tak ada apa-apanya dibandingkan sebagian uang Amerika yang tentu saja sangat banyak dalam ikut campur membiayai pemilu-pemilu dimana-mana termasuk di Indonesia untuk pemenangan SBY-Boediono, hanya saja SBY tidak mengatakan dan tidak memperlihatkan. Menunda pemilu paling tepat, karena pemilu kali ini di sini jelas sudah diatur untuk SBY-Boediono. Persis seperti masa referendum kemerdekaan Tim-Tim dahulu. Di bawah SBY-Boediono, Indonesia adalah untuk kepentingan besar Amerika. Mega-Prabowo dan JK-Wiranto akan sia-sia berjuang, meskipun keduanya tokoh-tokoh perduli dan penerus sejati cita-cita nasionalisme Indonesia dan ekonomi terimpin kerakyatan Sukarno. Memang kalau tidak ditunda, bisa jadi rakyat bawah akan mengamuk, kalau ada yang berkomitmen menggerakkan. Kalau tidak ya gertak sambal saja. Tana digerakkan oleh siapa-siapa mereka penakut dan tidak akan bergerak karena hati nurani mereka penakut. Tapi harus ada yang menggerakkan sebab Indonesia sudah 32 tahun terinjak-injak dan 10 tahun ini tidak memberi keuntungan bagi rakyat. Kau semua musti tahu permainan Amerika ini. Lihat kasus Iran, yang kebalikan Indonesia. Karena jagonya Amerika kalah di Iran, maka orang-orang oleh kedubes Amerika dan Inggris digerakkan menentang kemenangan Ahmadinejad. Itu kebalikan dengan Indonesia. Iran di bawah Ahmadinejad getol akan membuat bom nuklir yang berarti membahayakan Amerika; tetapi di Indonesia pemimpinnya sudah antek dan boneka Amerika, maka Amerika diam dan senang. Kalau yang menang SBY-Boediono, Amerika tambah senang. Coba kalau yang menang Mega-Prabowo atau JK-Woranto, maka pasti ada bom meledak, atau gerakan demo LSM-LSm Amerika yang dibayar Amerika, menentang selain SBY-Boediono. PKS memang buta, benar kata tabloid Monirot. Dan PKS akan menempel dimanapun ke kekuasaan, sebab tujuan PKS adalah nantinya untuk mengambil alih negara dan mendirikan negara Islam, PKS sangat cerdik untuk jangka panjang pastilah akan menempel ke SBY-Boediono.

  79. 80 Meida Salim Juli 6, 2009 pukul 4:28 am

    Semua cerita disini bagus-bagus. Kita-kita orang di Singapura suka dengan membaca ini semua, dan kita berpendapat itu pendapat banyak orang. Tolong yang punya site ini orang, jangan dihapus ya. Saya jadi paham banyak tentangt Indonesia. Kita-kita orang melihat supaynya memang hanya Mega, atau Prabowo, atau Wiranto yang mirip pemimpin besar kami Lee senior, juga mirip Sukarno, yang mereka punya nasionalisme dan haluan kerakyatan yang digagalkan. Hanya pemimpin besar Lee senior dan junior yang berhasil itu pun di Singapura sahaja. Indonesia akan berhasil seperti Singapura bilama mana ada Prabowo, Mega atau Wianto menang pemilihan ini.

  80. 81 Helen Haahap Juli 7, 2009 pukul 6:41 am

    Ayoo…ayoo…semuanya seluruh anak bangsa negeri ini jangan lupa besok kita contreng SBY-Boediono saja. Masa’ kau tak tahu SBY yang selama ini membuat SD, SMP, SMA, gerrrrraaaatis. Buku-buku gratis. Tak ada pungutan sekolah atau pungutan macam-macam. Semuanya gerrrrrratis. Tak ada uang pangkal. Itu dimulai sejak tahun 2004 sejak dia jadi presiden dan akan dilanjutkan 2009.

    Bagi kita mahasiswa, semuanya juga sangat murah. Terjangkau! Ongkos kereta AC Jabodetabek muurrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrrrratiiiis. Bus AC murrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrraaaatiiiis. Muurrrrah. Gerrrratiiiis. Murrrraaaaah. Gerrrrratiiiiis. Orangtua kita semua birokrat, kaya-kata, tambah kaya setelah SBy ajdi presiden, kita enak. Saya orang Cikeas, tinggal dekat rumah presiden. Temen main saya di luar kuliah ….anaknya Andi Malarangeng. Anak pamanku, Pande Silalahi, juga temen main saya. Pamanku, Pande Silalahi, dan Andi Malarangeng, baik dan tidak benar kalau dikatakan suka menjilati pantat SBY. Mereka baik. Kata anaknya, Andi Malarangeng juga baik. Tidak benar kalau dia dikatakan rasis.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY menjadi presiden tahun 2004 tidak ada UU BHP. Tak benar kalau UU BHP dibuat di masa SBY. SBY juga buken neolib. Tidak beeeeiiinat itu. Selama ini universitas negeri untuk semua mahasiswanya geerrrrrratiiiiis. Murrrrraaaaaah. Gerrrratiiiis! Muurrrrraaaaah.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY jadi presiden semua hutan masih utuh, tidak ada yang dibakar, semua rakyat bawah semakin kayaaaa, birokrat agak bertambah miskiiiiin, dalam pemerintahan SBY 2004 dan 2009 mendatang, seimuuuaaaaa hutan-hutan tidak dijual ke pengusaha Malaysia untuk kebun sawit, tidak ada, tidak ada. Tidak benar itu! Semuanya untuk rakyat. Hutan kita banyaaak. Rimbuuuun dan tambuuuuuun seperti badan SBY. Taman-taman di kota-kota kita ada baaaaanyak dan luuuuas-luuuas. Mobil-mobil kota hanya sedikit dan jarang-jarang, jalan-jalan tidak ada maceeeeet, jaringan monorel banyaaaaak, udara kota kita sangat bersiiiiih, jaringan monorail di Jakarta banyaaaaak, kita tidak kalah dengan Singapura apalagi hanya Malaysia, kecciiiiiiil, juga kereta AC Jabodetabek semuanya muurrrruaaaah! semua karena SBY presiden kita. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, semua tidak ada yang miskin, tidak ada bayi-bayi busung, rakyat makmuuuuur, PDB naik tinggi, PDB merata, dinikmati merata oleh rakyat bawah. SBY hebat. SBY ganteng. SBY pintar pidato. SBY bukan neolib, persis seperti juga kata paman Pande Rajasilalahi, bekas pengamat ekonomi CSIS yang sangat pandai dan tak pernah menjilat pantat SBY setelah sekarang jadi penasihat SBY. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Paman Pande lebih pintar lebh nalar daripada ekonom nasionalis sejati Kwik Kian Gie. Kwik tak lihat kalau PDB kita naik, naik, naik, ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Masa’ dia tak tahu kalau PDI Indonesia dinikmati saaaaaaangat merata oleh seluruh rakyat dan bukan hanya oleh kelompok kecil orang kota. Sejak SBY presiden, rakyat miskin kota dan desa tak ada lagi, semuanya sejahtera dan bahkan kaya-kaya melebihi kayanya birokrat yang kini miskin-miskin dan hanya naik sepeda butut. Kwik Kian Gie keiliiiiiru. Dia tak tahu kalau PDB kita sejak dahulu juga lebih besar dari PDB Singapura, Thailand, Malaysia, Amerika, Inggris. Kue PDB kita jauh lebih besaaaarrrrr dan merrraaaarata terbagi seluruh rakyat. Di negeri kita ini tidak ada orang miskin. Semuanya mampu, makan kenyang, berkecukupan dan bahkan berlebihan. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, anak rakyat semuanya bisa sekolah di universitas negeri, murrrraaaah dan gerrrratiiiiis. Murah. Gratis. Murah. Gratis. SBY jauh lebih baik dibandingkan dengan Suharto, Sukarno, Gus Dur, Mega. SBY hebat tidak membuat harga-harga melambung. SBY tidak menaikkan harga yang tak seusia dengan kemampuan rakyat. SBY hebat. SBY pemikir besar. Tidak mengilas orang miskin Indonesia kalau saja ada di Indonesia orang miskin, sebab sejak SBY menjadi presiden, tidak ada lagi orang miskin. SBY juga tak membuat pembohongan publik. Semuanya nyata. Semuanya muurrrraaaah. Semuanya gerraaatiiiiis. Tidak hanya SPP SD, SMP dan SMA, semuanya gerraatiiis. Tak ada pungutan macam-macam. Buku-buku SD, SMP, SMA dan universitas sejak 2004 gratis, murah, gratis. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Y a n g k e l e d a i b o l e h p i l i h S B Y – B o e d i o n o.
    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Jangan pilih lain. Jangan pilih Mega-Prabowo, jangan pilih JK-Wiranto. Mereka terlalu baik kepada rakyat. Masa’ nelayan, petani yang dalam pemerintahan SBY sudah kaya-kaya dam makmur-makmur akan dimakmurkan lagi. Kau saaaalah kalau sampai pilih mereka. Masa’ UU BHP mau dihapus Prabowo, nanti rektor-rektor kita dan staf univeritas kita jadi miskin dan rekening banknya kooooosong. Kau hati-hatilah. Lagipula, masa’ JK-Wiranto akan melakukan pembangunan dan semuanya lebih cepat. Saaalah itu. Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Kalau tak perlu tegas kenapa perlu tegas. Cepat, tegas itu tidak penting. Yang penting tetap bsia jadi presiden, bisa jalan-jalan gartis ke luar negeri dan istri dan anak bisa ikut nempel terus. Jadi mendingan SBY. Bersama SBY semuanya baaaaagus, pelan-pelan seperti bekecot, itu baaaagus. Apa pentingnya mengejar ketertinggalan? Rakyat kita baik-baik saja dan tidak akan berontak. Jadi apa pentingnya berkonsep pemerataan dan mensejahterakan nelayan dan petani. Nelayan dan petani sejak peemrintahan SBY mulai kaya-kaya. tak ada yang meskin. Salah kalau ada yang mengatakan mereka miskin. Kalau para birokrat kini miskin-miskin, tidak punay rumah, tidak punya mobil, iiiitu baru benar. Juga bohong kalau ada yang mengatakan banyak bayi kurang gizi atau busung di NTT dan lainnya. Tidak ada, tidak ada. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab semua bayi di seluruh desa di negeri kita ini saaaangat sehat-sehat, gemuk-gemuk, semuanya cukup gizi, bohong itu kalau ada yang menatakan banyak yang busung, ibu-ibunya juga sehat-sehat cantik-cantik, bapak-bapaknya juga sehat-sehat ganteng-ganteng, seperti SBY. Mereka semuanya cukup, karena dalam pemerintahan SBY, semua harga-harga sangat muurrrraaaah terjangkau bahkan oleh orang miskin tapi kan di negeri kita tak ada orang miskin kau tahu.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja sebab SBY tak memanipulasi data, pidato analisa ekonomi baaaagus, tidak diatur-atur, tak ada yang dikurangi, tak ada yang ditambah, semuanya sesuai kenyataan, tak ada pembohongan publik, semuanya benar sesuai tujuan kampanye. Sembako semuanya murah. Tidak benar kalau setiap tahun harga-harga naik. Tak aaaada, tak aaaaada. Semuanya muraaaarah. Indonesia hebat. Jutru bangsa-bangsa lain yang menaikkan harga-harga setiap tahun Indonesia tidak. tak ada, tak ada. Dengan SBY, semuanya sangat murrraaaaah. dan banyak yang gartis. Kentut dan napas juga gerrrattiiiiissss. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab dia tak pernah bohong, dia baik, dia hebat. Taaaapiii….HANYA BANGSA KELEDAI YANG MEMILIH SBY UNTUK KEDUA KALI!!!

  81. 82 Ria Mudhan Juli 7, 2009 pukul 6:55 am

    Kalau hanya mempertanyakan seputar DPT dan menuntut perbaikannya dan pembolehan pemakaian identity card (KTP) kecil sangat buat KPU dan MK. Mereka pastilah mengabulkan meskipun dengan pura-pura mempersulit persis macam yang telah diumumkan pihak KPU semalam. Lawan-lawan politik SBY tidak profesional dan setengah-setengah. Itu tak efektif untuk mengagalkan SBY ataupun menghasilkan pemenangan untuk Mega-Prabowo ataupun JK-Wiranto, kedua pasangan tu kalah akal.

    Menggagalkan kemenangan untuk SBY-Boediono harusnya menjadi tujuan sebab mereka memang neolib betul. Bukti-bukti sudah banyak dan tak tampak benar selama hampir 5 tahun SBY tu. Pesaing-pesaing SBY-Boediono harus lebih berani. Harusnya membuat rencana-rencana canggih yang efektif menjatuhkan lawan politik dalam undi ni. Boleh pakai semua cara, asalkan tu mulia untuk rakyat akar rumput dan tentu saja dengan meraih kekuasaan, mengapa tak?

    Harusnya mengarah ke mutlak pembatalan pemilu. Harusnya ada kekosongan pemerintahan dan sebagaianya dan sebagainya. Untuk apapund emi kekuasaan dan janji sejati kepada rakyat, apapun harusnya ditempuh. Sah-sah sahaja.

    Biro-biro survei amatiran tu jelas direkayasa pihak berkuasa dan kemungkinan didanai pihak penguasa untuk membujuk dan menaikkan jumlah suara pemenangan undi besok 8 Juli 2009. Tak ada perlawanan nyata sebab lawan-lawan politik SBY terlalu kurang canggih. Sementara ketua KPU pun jauh lebih canggih dan lebih licik, tak nampak. Pengadilan UUD, MK, pun sama, yalah orang-orang yang memihak penguasa saat ni.

    Kalau lawan-lawan politik SBY semata bermain lugu, misalnya semata memeprtanyakan DPT dan mudah dilawan bahkan hanya semalam, maka mereka sulit menang. Kecuali semua rakyat Indonesia sadar sunguh semakin parah kesenjagangan antara kaya dan miskin di bawah SBY 5 tahun ni, dan nak dilanjutkan lagi?

    Jalan yang boleh ditempuh lawan-lawan politik SBY-Boediono: untuk menggalkan SBY-Boediono dibutuhkan boikot undi yang terencana rapi dan dikonkrit, tak semata gertak. Menciptakan kekosongan kekuasaan efetif , dilanjutkan dengan sidang istimewa parlimen untuk pelengseran, macam rekayasa yang dahulu etrjadi pada Abdurrahman wahid pastinya. Itu boleh. Tapi ada juga banyak cara-cara non konvensional untuk merebut kekuasaan baik sah maupun tak sah, dan semuanya sah kalau untuk menyelamatkan periuk rakyat.

    Macam kami lihat SBY-Boediono semata oportunis-oportuni yang dipergunakan prangs ekitar. Dua-duanya seolah baik dan sopan tapi sebenarnya licik dan apalagi tidak berpengetahuan kelas pemimpin dunia yang mensejahterai rakyat. Maka kesenjangan pastilah lebar sangat di Indon di masa mendatang bila SBY menang lagi, kerana SBY-Boeiono raliti tidak pintar tapi hanya nampak pintar kerana mereka pura-pura pintar dan dipihak oleh televisyen-televisyen oportunis bukan televisyen pembangun bangsa. SBY-Boediono tak ada apa-apanya bila awak bandingkan dengan Sukarno, Suharto, Tito, ataupun satu sahaja pemimpin kami Mahathir, ataupun sekarang Hugo Chavez yang berani agraria (pemerataan tanah untuk rakyat) selepas referendum atas UUD negarinya.

  82. 83 Via Pardede Juli 7, 2009 pukul 7:41 am

    Setuju, dan tulisan di sini agus bagus, tolong jangan dihapus ya pak.

    Menunjukkan perkembangan demokrasi yang baik dan penting
    Jangan sampai pemerintah Indonesia mundur dan main sensor. Kasus Prita juga jangan terulang. Kita kentuti saja kalau masih ada pejabat atau penguasa bermental Orba atau Suharto. SBY masih setengah Suharto.

    Tapi kalau Prabowo justru tidak sebab dia disakiti keluarga Cendana, keluarga Suharto, setelah dicerai istrinya gara-gara keluarga itu lebih percaya pada bisikan syeitan bahwa yang membuat kerusuhan dulu adalah Prabowo. Padahal semua adalah rekayasa CIA. Kasihan Prabowo. Juga kasihan Wiranto.

    Sekarang yang mengambil manfaat dan oportunistis adalah Ani Yudhoyono, yang mendron-dorong Yudhoyono. Lihat, Ani selalu nempel bersama putranya itu kemanapun Yudhoyono pergi. Ini tipikal pemimpin gaya Suharto gaya Orba, anak isri dibawa-bawa bahkan untuk kunjungan kenegaraan. Gila.

  83. 84 John Marpaung Juli 7, 2009 pukul 7:56 am

    Kita khas kebanyakanmanusia Indonesia memang sering mudah terpesona dengan gaya santun di luar ala SBY dan ala Suharto jua. Tampak baik. Beda By dan Suharto sangat kecil hanya ada masalah HAM saja. Tetapi keduanya tidak memubat pemikiran ekonomi pro pemeatan atau pro rakyat. Kita sering selalu terlambat menganalisa dan melihat kebenaran. SBY pandai mengambil manfaat pribadi dan dimanfaatkan orang-rang sekitarnya seperti Andi Malarangeng yang meski lulus dari Amerika sempat juga kelaparan sebelum diselamakan JK bergabung menjadi jubir SBY. Tidak hanya itu. Orang-orang LSI juga lulusan Amerika, yan kelaparan setelah sampai kembali di sini, tetapi mereka bukan menentang penguasa pewaris Orba juga, yang halus, SBY, tapi malah membela; mereka jadi makelar LSI-LSI.

    Justru Prabowo dan juga Wiranto adalah orang-orang terfitnah. Prabowo terfitnah kerusuhan, Wiranto terfitnah soal Tim-Tim. Padahal semua permainan adu domba tangan-tangan tak kelihatan CIA. Apa anda tidak lihat kerusuhan di Iran kemarin yang juga bermaksud memfitah Ahmadinejad? Buta kamu.

    Tapi kalau Prabowo justru tidak sebab dia disakiti keluarga Cendana, keluarga Suharto, setelah dicerai istrinya gara-gara keluarga itu lebih percaya pada bisikan syeitan bahwa yang membuat kerusuhan dulu adalah Prabowo. Padahal semua adalah rekayasa CIA. Kasihan Prabowo. Juga kasihan Wiranto.

    Sekarang yang mengambil manfaat dan oportunistis adalah Ani Yudhoyono, yang mendron-dorong Yudhoyono. Lihat, Ani selalu nempel bersama putranya itu kemanapun Yudhoyono pergi. Ini tipikal pemimpin gaya Suharto gaya Orba, anak isri dibawa-bawa bahkan untuk kunjungan kenegaraan. Gila.

  84. 85 hl Juli 7, 2009 pukul 8:05 am

    Ayoo…ayoo…semuanya seluruh anak bangsa negeri ini jangan lupa besok kita contreng SBY-Boediono saja. Masa’ kau tak tahu SBY yang selama ini membuat SD, SMP, SMA, gerrrrraaaatis. Buku-buku gratis. Tak ada pungutan sekolah atau pungutan macam-macam. Semuanya gerrrrrratis. Tak ada uang pangkal. Itu dimulai sejak tahun 2004 sejak dia jadi presiden dan akan dilanjutkan 2009.

    Bagi kita mahasiswa, semuanya juga sangat murah. Terjangkau! Ongkos kereta AC Jabodetabek muurrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrrrratiiiis. Bus AC murrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrraaaatiiiis. Muurrrrah. Gerrrratiiiis. Murrrraaaaah. Gerrrrratiiiiis. Orangtua kita semua birokrat, kaya-kata, tambah kaya setelah SBy ajdi presiden, kita enak. Saya orang Cikeas, tinggal dekat rumah presiden. Temen main saya di luar kuliah ….anaknya Andi Malarangeng. Anak pamanku, Pande Silalahi, juga temen main saya. Pamanku, Pande Silalahi, dan Andi Malarangeng, baik dan tidak benar kalau dikatakan suka menjilati pantat SBY. Mereka baik. Kata anaknya, Andi Malarangeng juga baik. Tidak benar kalau dia dikatakan rasis.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY menjadi presiden tahun 2004 tidak ada UU BHP. Tak benar kalau UU BHP dibuat di masa SBY. SBY juga buken neolib. Tidak beeeeiiinat itu. Selama ini universitas negeri untuk semua mahasiswanya geerrrrrratiiiiis. Murrrrraaaaaah. Gerrrratiiiis! Muurrrrraaaaah.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY jadi presiden semua hutan masih utuh, tidak ada yang dibakar, semua rakyat bawah semakin kayaaaa, birokrat agak bertambah miskiiiiin, dalam pemerintahan SBY 2004 dan 2009 mendatang, seimuuuaaaaa hutan-hutan tidak dijual ke pengusaha Malaysia untuk kebun sawit, tidak ada, tidak ada. Tidak benar itu! Semuanya untuk rakyat. Hutan kita banyaaak. Rimbuuuun dan tambuuuuuun seperti badan SBY. Taman-taman di kota-kota kita ada baaaaanyak dan luuuuas-luuuas. Mobil-mobil kota hanya sedikit dan jarang-jarang, jalan-jalan tidak ada maceeeeet, jaringan monorel banyaaaaak, udara kota kita sangat bersiiiiih, jaringan monorail di Jakarta banyaaaaak, kita tidak kalah dengan Singapura apalagi hanya Malaysia, kecciiiiiiil, juga kereta AC Jabodetabek semuanya muurrrruaaaah! semua karena SBY presiden kita. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, semua tidak ada yang miskin, tidak ada bayi-bayi busung, rakyat makmuuuuur, PDB naik tinggi, PDB merata, dinikmati merata oleh rakyat bawah. SBY hebat. SBY ganteng. SBY pintar pidato. SBY bukan neolib, persis seperti juga kata paman Pande Rajasilalahi, bekas pengamat ekonomi CSIS yang sangat pandai dan tak pernah menjilat pantat SBY setelah sekarang jadi penasihat SBY. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Paman Pande lebih pintar lebh nalar daripada ekonom nasionalis sejati Kwik Kian Gie. Kwik tak lihat kalau PDB kita naik, naik, naik, ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Masa’ dia tak tahu kalau PDI Indonesia dinikmati saaaaaaangat merata oleh seluruh rakyat dan bukan hanya oleh kelompok kecil orang kota. Sejak SBY presiden, rakyat miskin kota dan desa tak ada lagi, semuanya sejahtera dan bahkan kaya-kaya melebihi kayanya birokrat yang kini miskin-miskin dan hanya naik sepeda butut. Kwik Kian Gie keiliiiiiru. Dia tak tahu kalau PDB kita sejak dahulu juga lebih besar dari PDB Singapura, Thailand, Malaysia, Amerika, Inggris. Kue PDB kita jauh lebih besaaaarrrrr dan merrraaaarata terbagi seluruh rakyat. Di negeri kita ini tidak ada orang miskin. Semuanya mampu, makan kenyang, berkecukupan dan bahkan berlebihan. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, anak rakyat semuanya bisa sekolah di universitas negeri, murrrraaaah dan gerrrratiiiiis. Murah. Gratis. Murah. Gratis. SBY jauh lebih baik dibandingkan dengan Suharto, Sukarno, Gus Dur, Mega. SBY hebat tidak membuat harga-harga melambung. SBY tidak menaikkan harga yang tak seusia dengan kemampuan rakyat. SBY hebat. SBY pemikir besar. Tidak mengilas orang miskin Indonesia kalau saja ada di Indonesia orang miskin, sebab sejak SBY menjadi presiden, tidak ada lagi orang miskin. SBY juga tak membuat pembohongan publik. Semuanya nyata. Semuanya muurrrraaaah. Semuanya gerraaatiiiiis. Tidak hanya SPP SD, SMP dan SMA, semuanya gerraatiiis. Tak ada pungutan macam-macam. Buku-buku SD, SMP, SMA dan universitas sejak 2004 gratis, murah, gratis. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Y a n g k e l e d a i b o l e h p i l i h S B Y – B o e d i o n o.
    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Jangan pilih lain. Jangan pilih Mega-Prabowo, jangan pilih JK-Wiranto. Mereka terlalu baik kepada rakyat. Masa’ nelayan, petani yang dalam pemerintahan SBY sudah kaya-kaya dam makmur-makmur akan dimakmurkan lagi. Kau saaaalah kalau sampai pilih mereka. Masa’ UU BHP mau dihapus Prabowo, nanti rektor-rektor kita dan staf univeritas kita jadi miskin dan rekening banknya kooooosong. Kau hati-hatilah. Lagipula, masa’ JK-Wiranto akan melakukan pembangunan dan semuanya lebih cepat. Saaalah itu. Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Kalau tak perlu tegas kenapa perlu tegas. Cepat, tegas itu tidak penting. Yang penting tetap bsia jadi presiden, bisa jalan-jalan gartis ke luar negeri dan istri dan anak bisa ikut nempel terus. Jadi mendingan SBY. Bersama SBY semuanya baaaaagus, pelan-pelan seperti bekecot, itu baaaagus. Apa pentingnya mengejar ketertinggalan? Rakyat kita baik-baik saja dan tidak akan berontak. Jadi apa pentingnya berkonsep pemerataan dan mensejahterakan nelayan dan petani. Nelayan dan petani sejak peemrintahan SBY mulai kaya-kaya. tak ada yang meskin. Salah kalau ada yang mengatakan mereka miskin. Kalau para birokrat kini miskin-miskin, tidak punay rumah, tidak punya mobil, iiiitu baru benar. Juga bohong kalau ada yang mengatakan banyak bayi kurang gizi atau busung di NTT dan lainnya. Tidak ada, tidak ada. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab semua bayi di seluruh desa di negeri kita ini saaaangat sehat-sehat, gemuk-gemuk, semuanya cukup gizi, bohong itu kalau ada yang menatakan banyak yang busung, ibu-ibunya juga sehat-sehat cantik-cantik, bapak-bapaknya juga sehat-sehat ganteng-ganteng, seperti SBY. Mereka semuanya cukup, karena dalam pemerintahan SBY, semua harga-harga sangat muurrrraaaah terjangkau bahkan oleh orang miskin tapi kan di negeri kita tak ada orang miskin kau tahu.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja sebab SBY tak memanipulasi data, pidato analisa ekonomi baaaagus, tidak diatur-atur, tak ada yang dikurangi, tak ada yang ditambah, semuanya sesuai kenyataan, tak ada pembohongan publik, semuanya benar sesuai tujuan kampanye. Sembako semuanya murah. Tidak benar kalau setiap tahun harga-harga naik. Tak aaaada, tak aaaaada. Semuanya muraaaarah. Indonesia hebat. Jutru bangsa-bangsa lain yang menaikkan harga-harga setiap tahun Indonesia tidak. tak ada, tak ada. Dengan SBY, semuanya sangat murrraaaaah. dan banyak yang gartis. Kentut dan napas juga gerrrattiiiiissss. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab dia tak pernah bohong, dia baik, dia hebat. Taaaapiii….HANYA BANGSA KELEDAI YANG MEMILIH SBY UNTUK KEDUA KALI!!!

  85. 86 Muslikh Juli 7, 2009 pukul 8:08 am

    Ayoo…ayoo…semuanya seluruh anak bangsa negeri ini jangan lupa besok kita contreng SBY-Boediono saja. Masa’ kau tak tahu SBY yang selama ini membuat SD, SMP, SMA, gerrrrraaaatis. Buku-buku gratis. Tak ada pungutan sekolah atau pungutan macam-macam. Semuanya gerrrrrratis. Tak ada uang pangkal. Itu dimulai sejak tahun 2004 sejak dia jadi presiden dan akan dilanjutkan 2009.

    Bagi kita mahasiswa, semuanya juga sangat murah. Terjangkau! Ongkos kereta AC Jabodetabek muurrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrrrratiiiis. Bus AC murrrrraaaah. Eh bukan, tapi….gerrrraaaatiiiis. Muurrrrah. Gerrrratiiiis. Murrrraaaaah. Gerrrrratiiiiis. Orangtua kita semua birokrat, kaya-kata, tambah kaya setelah SBy ajdi presiden, kita enak. Saya orang Cikeas, tinggal dekat rumah presiden. Temen main saya di luar kuliah ….anaknya Andi Malarangeng. Anak pamanku, Pande Silalahi, juga temen main saya. Pamanku, Pande Silalahi, dan Andi Malarangeng, baik dan tidak benar kalau dikatakan suka menjilati pantat SBY. Mereka baik. Kata anaknya, Andi Malarangeng juga baik. Tidak benar kalau dia dikatakan rasis.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY menjadi presiden tahun 2004 tidak ada UU BHP. Tak benar kalau UU BHP dibuat di masa SBY. SBY juga buken neolib. Tidak beeeeiiinat itu. Selama ini universitas negeri untuk semua mahasiswanya geerrrrrratiiiiis. Murrrrraaaaaah. Gerrrratiiiis! Muurrrrraaaaah.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab sejak SBY jadi presiden semua hutan masih utuh, tidak ada yang dibakar, semua rakyat bawah semakin kayaaaa, birokrat agak bertambah miskiiiiin, dalam pemerintahan SBY 2004 dan 2009 mendatang, seimuuuaaaaa hutan-hutan tidak dijual ke pengusaha Malaysia untuk kebun sawit, tidak ada, tidak ada. Tidak benar itu! Semuanya untuk rakyat. Hutan kita banyaaak. Rimbuuuun dan tambuuuuuun seperti badan SBY. Taman-taman di kota-kota kita ada baaaaanyak dan luuuuas-luuuas. Mobil-mobil kota hanya sedikit dan jarang-jarang, jalan-jalan tidak ada maceeeeet, jaringan monorel banyaaaaak, udara kota kita sangat bersiiiiih, jaringan monorail di Jakarta banyaaaaak, kita tidak kalah dengan Singapura apalagi hanya Malaysia, kecciiiiiiil, juga kereta AC Jabodetabek semuanya muurrrruaaaah! semua karena SBY presiden kita. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, semua tidak ada yang miskin, tidak ada bayi-bayi busung, rakyat makmuuuuur, PDB naik tinggi, PDB merata, dinikmati merata oleh rakyat bawah. SBY hebat. SBY ganteng. SBY pintar pidato. SBY bukan neolib, persis seperti juga kata paman Pande Rajasilalahi, bekas pengamat ekonomi CSIS yang sangat pandai dan tak pernah menjilat pantat SBY setelah sekarang jadi penasihat SBY. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Paman Pande lebih pintar lebh nalar daripada ekonom nasionalis sejati Kwik Kian Gie. Kwik tak lihat kalau PDB kita naik, naik, naik, ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali. Masa’ dia tak tahu kalau PDI Indonesia dinikmati saaaaaaangat merata oleh seluruh rakyat dan bukan hanya oleh kelompok kecil orang kota. Sejak SBY presiden, rakyat miskin kota dan desa tak ada lagi, semuanya sejahtera dan bahkan kaya-kaya melebihi kayanya birokrat yang kini miskin-miskin dan hanya naik sepeda butut. Kwik Kian Gie keiliiiiiru. Dia tak tahu kalau PDB kita sejak dahulu juga lebih besar dari PDB Singapura, Thailand, Malaysia, Amerika, Inggris. Kue PDB kita jauh lebih besaaaarrrrr dan merrraaaarata terbagi seluruh rakyat. Di negeri kita ini tidak ada orang miskin. Semuanya mampu, makan kenyang, berkecukupan dan bahkan berlebihan. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Sebab sejak SBY jadi presiden tahun 2004, anak rakyat semuanya bisa sekolah di universitas negeri, murrrraaaah dan gerrrratiiiiis. Murah. Gratis. Murah. Gratis. SBY jauh lebih baik dibandingkan dengan Suharto, Sukarno, Gus Dur, Mega. SBY hebat tidak membuat harga-harga melambung. SBY tidak menaikkan harga yang tak seusia dengan kemampuan rakyat. SBY hebat. SBY pemikir besar. Tidak mengilas orang miskin Indonesia kalau saja ada di Indonesia orang miskin, sebab sejak SBY menjadi presiden, tidak ada lagi orang miskin. SBY juga tak membuat pembohongan publik. Semuanya nyata. Semuanya muurrrraaaah. Semuanya gerraaatiiiiis. Tidak hanya SPP SD, SMP dan SMA, semuanya gerraatiiis. Tak ada pungutan macam-macam. Buku-buku SD, SMP, SMA dan universitas sejak 2004 gratis, murah, gratis. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Y a n g k e l e d a i b o l e h p i l i h S B Y – B o e d i o n o.
    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja. Jangan pilih lain. Jangan pilih Mega-Prabowo, jangan pilih JK-Wiranto. Mereka terlalu baik kepada rakyat. Masa’ nelayan, petani yang dalam pemerintahan SBY sudah kaya-kaya dam makmur-makmur akan dimakmurkan lagi. Kau saaaalah kalau sampai pilih mereka. Masa’ UU BHP mau dihapus Prabowo, nanti rektor-rektor kita dan staf univeritas kita jadi miskin dan rekening banknya kooooosong. Kau hati-hatilah. Lagipula, masa’ JK-Wiranto akan melakukan pembangunan dan semuanya lebih cepat. Saaalah itu. Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Kalau tak perlu tegas kenapa perlu tegas. Cepat, tegas itu tidak penting. Yang penting tetap bsia jadi presiden, bisa jalan-jalan gartis ke luar negeri dan istri dan anak bisa ikut nempel terus. Jadi mendingan SBY. Bersama SBY semuanya baaaaagus, pelan-pelan seperti bekecot, itu baaaagus. Apa pentingnya mengejar ketertinggalan? Rakyat kita baik-baik saja dan tidak akan berontak. Jadi apa pentingnya berkonsep pemerataan dan mensejahterakan nelayan dan petani. Nelayan dan petani sejak peemrintahan SBY mulai kaya-kaya. tak ada yang meskin. Salah kalau ada yang mengatakan mereka miskin. Kalau para birokrat kini miskin-miskin, tidak punay rumah, tidak punya mobil, iiiitu baru benar. Juga bohong kalau ada yang mengatakan banyak bayi kurang gizi atau busung di NTT dan lainnya. Tidak ada, tidak ada. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab semua bayi di seluruh desa di negeri kita ini saaaangat sehat-sehat, gemuk-gemuk, semuanya cukup gizi, bohong itu kalau ada yang menatakan banyak yang busung, ibu-ibunya juga sehat-sehat cantik-cantik, bapak-bapaknya juga sehat-sehat ganteng-ganteng, seperti SBY. Mereka semuanya cukup, karena dalam pemerintahan SBY, semua harga-harga sangat muurrrraaaah terjangkau bahkan oleh orang miskin tapi kan di negeri kita tak ada orang miskin kau tahu.

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja sebab SBY tak memanipulasi data, pidato analisa ekonomi baaaagus, tidak diatur-atur, tak ada yang dikurangi, tak ada yang ditambah, semuanya sesuai kenyataan, tak ada pembohongan publik, semuanya benar sesuai tujuan kampanye. Sembako semuanya murah. Tidak benar kalau setiap tahun harga-harga naik. Tak aaaada, tak aaaaada. Semuanya muraaaarah. Indonesia hebat. Jutru bangsa-bangsa lain yang menaikkan harga-harga setiap tahun Indonesia tidak. tak ada, tak ada. Dengan SBY, semuanya sangat murrraaaaah. dan banyak yang gartis. Kentut dan napas juga gerrrattiiiiissss. Lanjutkan! Lanjutkan!

    Ayoo…yahoo…semuanya besok kita pilih SBY-Boediono saja, sebab dia tak pernah bohong, dia baik, dia hebat. Taaaapiii….HANYA BANGSA KELEDAI YANG MEMILIH SBY UNTUK KEDUA KALI!!!

  86. 87 John Marpaung Juli 7, 2009 pukul 8:14 am

    Editorial Media Indonesia menyanjung MK bijak. Tak ada yang bijak untuk MK. Pembolehan pemakaian KTP itu juga rumit dan mustidisertai KK. Semua rang tahu ketua MK adalah orang yang disusupkan SBY saat mencopot halus ketua MK sebelumnya Assidiqie. Keputusan MK tidak ada yang tepat, hanya basa-basi dan justru MK melenceng dari tugas-tugas MK yang mengadili. iMK barusaja membuat blunder besar dengan membuat keputusan berupa peraturan itu. Mana yang bijak. Membuat peraturan adalah tugas DPR dan Presiden, membat peraturan atau UU. Lawan-lawan politik SBY-Boediono telah dibohongi oleh MK yang dikendalikan penguasa. Media dan Metro tidak berjuang untuk rakyat dan tak mampu melihat permainan itu dan tidak merenung untuk kebenaran untuk rakyat tetapi hanya selalumenyelamakan diri atau menempel kekuasaan. Kapan Indonesia bisa maju kalau pilar keempat Indonesia hanya seperti ini.

    Juga.

    Orang kita memang mudah terpesona dengan permainan mempertahankan kekuasaan a la SBY dan ala Suharto. Selalu terlambat menganalisa dan melihat kebenaran. SBY pandai mengambil manfaat pribadi dan dimanfaatkan orang-rang sekitarnya seperti Andi Malarangeng yang meski lulus dari Amerika sempat juga kelaparan sebelum diselamakan JK bergabung menjadi jubir SBY. Tidak hanya itu. Orang-orang LSI juga lulusan Amerika, yan kelaparan setelah sampai kembali di sini, tetapi mereka bukan menentang penguasa pewaris Orba juga, yang halus, SBY, tapi malah membela; mereka jadi makelar LSI-LSI.

    Justru Prabowo dan juga Wiranto adalah orang-orang terfitnah. Prabowo terfitnah kerusuhan, Wiranto terfitnah soal Tim-Tim. Padahal semua permainan adu domba tangan-tangan tak kelihatan CIA. Apa anda tidak lihat kerusuhan di Iran kemarin yang juga bermaksud memfitah Ahmadinejad? Buta kamu.

    Tapi kalau Prabowo justru tidak sebab dia disakiti keluarga Cendana, keluarga Suharto, setelah dicerai istrinya gara-gara keluarga itu lebih percaya pada bisikan syeitan bahwa yang membuat kerusuhan dulu adalah Prabowo. Padahal semua adalah rekayasa CIA. Kasihan Prabowo. Juga kasihan Wiranto.

    Sekarang yang mengambil manfaat dan oportunistis adalah Ani Yudhoyono, yang mendron-dorong Yudhoyono. Lihat, Ani selalu nempel bersama putranya itu kemanapun Yudhoyono pergi. Ini tipikal pemimpin gaya Suharto gaya Orba, anak isri dibawa-bawa bahkan untuk kunjungan kenegaraan. Gila.

  87. 88 reza hutagalung Juli 7, 2009 pukul 8:19 am

    Wah wah wah waoowww semua disini komentar emang bagus. Tapi kalau yang dobel harusnya pihak pemilik hapus saja, cukup yang sama satu saja, tapi jangan dihapus semua. Semua yang beda itu penting dan harus dihormati. Beda adalah rahmat, kata temen saya yang Muslim. Betul.


  1. 1 Insiden Atmajaya: Siapa bertanggung jawab? « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 25, 2008 pukul 8:20 am
  2. 2 Peran dai dalam mengusung peradaban « bersama…selamatkan dunia! Lacak balik pada Juli 2, 2008 pukul 10:00 pm
  3. 3 Refleksi 6 Pekan Menuju Indonesia « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juli 7, 2008 pukul 9:09 am
  4. 4 Insiden Atmajaya: Siapa bertanggung jawab? | Zenk Life's Lacak balik pada Juli 16, 2008 pukul 6:53 pm
  5. 5 28 Miliar Dana BLT Makassar « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada September 14, 2008 pukul 6:08 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 553,610 Orang-orang Baik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: