Koalisi PDIP dan PKS

Duet Maut Kaum Abangan dan Religius

Koalisi PDIP-PKS Jakarta – Wacana koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin menguat. Dua partai berbeda aliran ini belakangan mulai mematangkan koalisi dengan melakukan sejumlah
pembicaran-pembicaraan.

Penjajakan terhadap koalisi kedua partai kabarnya juga semakin intensif.”Saya beberapa kali datang ke PKS, kita membicarakan banyak hal. Terutama tentang bagaimana Indonesia ke depan dalam menghadapi tantangan-tantangan,” jelas Ketua Dewan Pembina PDIP Taufiq Kiemas.

Kedua partai menyadari mereka punya keunggulan masing-masing. Bila kekuatan yang mereka miliki digabung hasilnya diprediksi bakal dahsyat. Setidaknya dari survei internal yang dilakukan PKS, beberapa waktu lalu. Saat itu, dalam sebuah diskusi tentang Kepemimpinan Kaum Muda yang digelar PKS, Juni 2008, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, dari studi internal partainya koalisi PDIP dan PKS sangat ideal untuk membangun pemerintahan.

Sejumlah pengamat juga sependapat dengan hasil tersebut. Mereka memperkirakan, bila PDIP dan PKS benar-benar berkoalisi, bisa mengungguli koalisi dari partai-partai lain. Sebab dua partai tersebut mempunyai keunggulan. Misalnya, PDIP punya capres populer, yaitu Megawati Soekarnoputri yang dari hasil sejumlah survei namanya selalu berada di posisi 1 atau 2. Sementara PKS diakui punya mesin politik yang tangguh dan kuat.

“Di atas kertas PDIP dan PKS sangat unggul. PDIP punya capres yang populer sedangkan PKS punya mesin politik yang kuat. Selain itu PDIP dan PKS punya massa fanatik ,” jelas pengamat politik Mohammad Qodari.

Dengan modal yang dimiliki kedua partai itu praktis akan dengan mudah mengungguli para pesaing mereka di Pilpres 2009.

Tapi Ada beberapa persoalan yang belum ada titik temu antara PDIP dan PKS dalam masalah Pilpres. Misalnya soal waktu penetapan pasangan capres dan cawapres. Sebab PDIP menginginkan kesepakatan koalisi diputuskan sebelum pemilu legislatif sementara PKS menginginkan setelah pemilu legislatif.

PKS menganggap koalisi sejak dini bisa menyebabkan data yang tidak valid dan mengganggu hasil Pemilu. Sebab PKS tidak ingin ketika mereka unggul di pemilu legislatif mereka justru menempatkan orangnya di posisi nomor dua.

Sementara PDIP merasa sudah bulat kalau partainya akan mengusung ketua umumnya, Megawati sebagai capres. Dan itu sudah harga mati. “Saya kira yang belum ketemu antara PDIP dan PKS hanya timing penetapan capres dan cawapres,” kata Qodari.

Adapun soal latar belakang partai yang berbeda kabarnya sudah menemukan titik temu. PDIP yang selama ini dikenal partai nasionalis dan abangan perlahan-lahan sudah mendekat ke arah religi. Hal itu tercermin dengan dibentuknya Baitul Muslimin, setahun lalu. Sementara di kubu PKS, saat ini pola pandangnya soal ke-Islaman sudah mulai lebih moderat. “Perbedaan dua partai ini ketemunya di Pancasila,” ujar Qodari.

Lantas bagaimana dengan kader-kader di tingkat akar rumput?”Koalisi antara PDIP dengan PKS jauh lebih realistis dibanding koalisi PDIP dengan Golkar,” jelas Budi Mulyawan, anggota BP Pemilu DPP PDIP.

Menurutnya, koalisi partai berlambang banteng moncong putih itu lebih didukung kader di tingkat akar rumput. Budi kemudian memberi contoh duet PDIP dan PKS di sejumlah pilkada, seperti Yogyakarta, Ciamis dan Sumatera Selatan, yang dinilai sangat diapresiasi kader-kader partai.

“Kalau di tingkat menengah dan akar rumput tidak masalah. Lain halnya di tingkat elit. Sebab banyak elit PDIP yang berasal dari non muslim. Sehingga perlu ada pembicaraan lebih jauh supaya ada titik temunya,” ujar Mulyawan

Ditambahkan Mulyawan, koalisi antara PDIP dan PKS tidak akan mengurangi atau menggembosi kekuatan masing-masing partai. Sebab basis dukungan partai berbeda. PDIP tetap nasionalis dan PKS tetap religi. Untuk itu koalisi dua partai tersebut diberinama koalisi merah-putih. (ddg/iy)

Deden Gunawan – detikNews
Picture By:Dikhy

About these ads

2 Responses to “Koalisi PDIP dan PKS”


  1. 1 GG Oktober 27, 2008 pukul 3:16 am

    Siapapun yang terpilih: Selamat kepada dulur-dulur yang telah berpartisipasi ikutan PILKADA dengan tertib dan aman! Selamat juga kepada para Golputers!

    Untuk daerah-daerah yang belum menyelenggarakan PILKADAL, Pilih Saya No.1, sila kunjungi di http://opiniorangbiasa.blogspot.com

  2. 2 Ajaran November 18, 2008 pukul 10:29 am

    Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
    Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat

    GO PKS!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 564,061 Orang-orang Baik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: