Updated: Laskar Pelangi The Movie (review in English)
Dukung: Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Beberapa waktu ini Tetralogi Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata kian mewangi kembali. Ada apa gerangan? Yup, betul. Buku pertama dari tetralogi tersebut, Laskar Pelangi kini diangkat ke layar lebar.
Bagi yang sudah membaca bukunya mungkin menonton film laskar pelangi bukan sesuatu yang rumit untuk dipahami. Tapi, bagi yang belum pernah baca bukunya berikut aye tulis sinopsis novel laskar pelangi yang aye dapet dari salah satu milis yang aye ikuti. Moga bermanfaat bagi pengembangan dunia pendidikan kita.

Diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh penulisnya sendiri, buku “Laskar Pelangi” menceritakan kisah masa kecil anak-anak kampung dari suatu komunitas Melayu yang sangat miskin Belitung. Anak orang-orang ‘kecil’ ini mencoba memperbaiki masa depan dengan menempuh pendidikan dasar dan menengah di sebuah lembaga pendidikan yang puritan. Bersebelahan dengan sebuah lembaga pendidikan yang dikelola dan difasilitasi begitu modern pada masanya, SD Muhammadiyah-sekolah penulis ini, tampak begitu papa dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka, para native Belitung ini tersudut dalam ironi yang sangat besar karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka.
Kesulitan terus menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin, berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu, terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor. Sekolah yang dihidupi lewat uluran tangan para donatur di komunitas marjinal itu begitu miskin: gedung sekolah bobrok, ruang kelas beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya, jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, bahkan kapur tulis sekalipun terasa mahal bagi sekolah yang hanya mampu menggaji guru dan kepala sekolahnya dengan sekian kilo beras-sehingga para guru itu terpaksa menafkahi keluarganya dengan cara lain. Sang kepala sekolah mencangkul sebidang kebun dan sang ibu guru menerima jahitan.
Kendati demikian, keajaiban seakan terjadi setiap hari di sekolah yang dari jauh tampak seperti bangunan yang akan roboh. Semuanya terjadi karena sejak hari pertama kelas satu sang kepala sekolah dan sang ibu guru muda yang hanya berijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) telah berhasil mengambil hati sebelas anak-anak kecil miskin itu.
Dari waktu ke waktu mereka berdua bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak marjinal tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, agar menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. Mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. Kedua guru itu juga merupakan guru yang ulung sehingga menghasilkan seorang murid yang sangat pintar dan mereka mampu mengasah bakat beberapa murid lainnya. Pak Harfan dan Bu Mus juga mengajarkan cinta sesama dan mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para Laskar Pelangi.
Keajaiban terjadi ketika sekolah Muhamaddiyah, dipimpin oleh salah satu laskar pelangi mampu menjuarai karnaval mengalahkan sekolah PN dan keajaiban mencapai puncaknya ketika tiga orang anak anggota laskar pelangi (Ikal, Lintang, dan Sahara) berhasil menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN dan sekolah-sekolah negeri. Suatu prestasi yang puluhan tahun selalu digondol sekolah-sekolah PN.
Tak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia. Native Belitong kembali dilanda ironi yang besar karena seorang anak jenius harus keluar sekolah karena alasan biaya dan nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi semakin kaya raya dengan mengekploitasi tanah leluhurnya.
Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri tapi semangat, integritas, keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan research di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris. Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan. Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana.
Banyak hal-hal inspiratif yang dimunculkan buku ini. Buku ini memberikan contoh dan membesarkan hati. Buku ini memperlihatkan bahwa di tangan seorang guru, kemiskinan dapat diubah menjadi kekuatan, keterbatasan bukanlah kendala untuk maju, dan pendidikan bermutu memiliki definisi dan dimensi yang sangat luas. Paling tidak laskar pelangi dan sekolah miskin Muhamaddiyah menunjukkan bahwa pendidikan yang hebat sama sekali tak berhubungan dengan fasilitas. Terakhir cerita laskar pelangi memberitahu kita bahwa bahwa guru benar-benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa.
Baca juga: Sinopsis novel laskar pelangi
Kunjungi juga: Scholarship Link
Update!! Semua yang berkaitan dengan Cari duit di Internet dialihkan ke Cari duit di Internet










laskar pelangi membuatku terharu,terbahak-bahak. dan mengerti makna dari sebuah kehidupan.
@nurul,
Alhamdulillah.. semoga kesadaran itu tumbuh bukan sekedar sesaat
wah sayangnya banyak murid2 smp/smu yang belum tahu novelnya … jadi pas saya tanya mereka hanya cengar-cengir… kalo lagunya nidji yang laskar pelangi mereka tahu…
atau budaya baca mereka yang rendah dibanding budaya dengar dan melihatnya
gmn bulan madunya Bang? Sukses?
salam dari malang
ya, ngebayangin buku setebal 400 hal aja, mereka dah pusing mau muntah-muntah, apaperlu dijadikan komik aja ya???
assalam wrw b
saya lagi belajar blog agaimana caranya menampilkan seperti tangggal hijriyah ,peta pengunjung,karakter penulis dan aksesoris yang lainnya ???
Syukron Jazaakumullah
@hmcahyo,
alhamdulillah lancar.. makasih mas..
@aldohas,
ide yang bagus, ada gak ya komikus Indonesia yang mau ngejadiin komik?
@aar,
klik aja di kalender hijriah (peta pengunjung, dll), entar ada caranya.. gampang kok..
setelah dapet html code-nya, buka wp-admin>>themes>>widget
masukin “text” widget, terus klik “edit”, masukin html code yang didapat.
semoga bermanfaat.
salamhangat.
jangan pernah kita melalaikan sebuah ilmu yang kita dapatkan,setelah mendapatkannya gunakanlah sebaik2nya
halo.. saya belum membaca dan menonton filmnya. bisa tolong kasih tau kesebelas anak itu sekarang di mana? andrea hirata itu lintang? lalu yg dimaksud:
“diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan research di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris”
itu siapa saja? dan bagaimana dgn yang lain?
mkasih
@uunk,
benar, makasih dah ngingetin saya. silakan baca tulisan saya tentang riset nanoteknologi (bidang studi saya)
@yolla,
sebatas yang saya tahu, andrea hirata itu “si ikal” di novel Laskar Pelangi.
Totalnya sepuluh orang, sebelas dengan Flo (anak pindahan dari SD Timah).
Hm.. yang jadi anggota dewan “si kucai” nama aslinya Ahmad. pemimpin perusahaan saya lupa, yang dapet beasiswa ya Andrea Hirata itu sang penulis novelnya.
salamhangat
beasiswa kuliah di luar negeri
thx buat sinopsisnya..
saya dapat tugas dari sekolah..
jadi ini sangat membantu..
visit my blog juga yah..
http://mixnmatches.blogspot.com/
TIA
minta izin ngambil sinopsisnya ya mas ……. huhu buat tugas neh
minta izin mnta sinopsisnya ya mas !!!!!!!!!!!!!!!!!
hehehe buat tugas neh
yyup….
mnt izin wat ngambil sinopsisx iiah…^_^
keren bgt tetralogi LASKAR PELANGI nea…
gag cuman menghibur,tpi memberikan qt semangat n asa yg nyata bahwa tak ada mimpi yg tak bz diwujudkan….
Two thumbs up 4 Andrea Hirata!
Salut!!
lucu bgt c cretax
yang i2 lw wktu crds crmt
ni pelem bgs bgt,nanti tgl 21-22 ada lagi pelem na.hoooorrrrrreeee……..