Ust. Rahmat Abdullah
namamu selalu membuatku menerawang jauh
mengurai kenangan
tentang dirimu membuatku tak kuasa menahan airmata
mengalir setetes demi setetes
aku mencintaimu ustad, hanya karena Allah saja.
meski jarak selalu jadi pemisah temu raga
tetapi tempaanmu melintasi batas ruang dan waktu
kehadiran dan kepergianmu menyisakan rindu
aku rindu pada senyum dan sahajamu, ustad.
nasehatmu senantiasa berujung cinta
tak goyah dihadang keadaan
Allah ghayatuna..
Rasulullah qudwatuna..
Al-qur’an dusturuna..
Jihad sabiluna..
Syahid ‘asma amanina..
engkau tak pernah minta kehormatan apalagi jabatan
hari-harimu adalah pengabdian
semarang dalam rindu, november 2008
terus berbagi cerita
sebuah komentar menanggapi tulisan nasehat Ust. Rahmat Abdullah
makasih Bang Arif..










assalamualaikum wr wb
akhi apa kabar?
masih di luar sekarang? kesibukan apa?
saya belum pernah diberi tausiyah langsung oleh beliau. namun dari karya2 dan cerita orang2,, terasa begitu dekat beliau dengan kita. semoga bisa setegar beliau
Wass Wr Wb,m
alhamdulillah, baik. di Semarang akhi, ane ngontrak di sini.
sibuk menemani istri menyelesaikan studinya.
sama, aye juga belum pernah dinasehati langsung. justru disitu seninya, luar biasa.
semoga kita bisa istiqomah.
assalamualaikum…
salam ukhuwah! subahanallah,ustad Rahmat adalah inspirator bagi ana.tulisan-tulisan beliau di tarbawi sangat berkesan dan mendalam. indonesia telah kehilangan satu sosok teladan lagi. selamat jalan ustad… semoga tak sia-sia segala asa!
wassalamualaikum