


tidak dengan terompet kami meninggalkan 1429 Hijriah ini,
tidak pula dengan kembang api kami memasuki 1430 Hijriah,
bahkan dua benda itu tidak ada dalam kamus kehidupan kami.
hanya ada genderang bersahutan memanggil kami,
hanya ada terjangan bom pada langit kami,
dan airmata terkuras habis atas kehilangan orang-orang tersayang,
hanya ada satu pilihan: hidup mulia atau kesyahidan.
tak ada cerita lagi tentang perayaan tahun hijriah atau seremoni 1 Muharram,
bukan saatnya berleha-leha, dan JANGAN berleha-leha
inilah
panggilan JIHAD, wahai kaum MUSLIMIN!!!
foto: detik.com










1 Tanggapan ke “Cerita Tahun Baru Hijriah”