Iklan politik PKS emang gak ada matinya!!.
Sejujurnya masyarakat perlu pencerdasan politik lebih dari apa yang dilakukan partai cerdas ini. Terkadang, sesorang yang ingin menyadarkan orang-orang yang dicintainya perlu gambaran tentang kenyataan yang ada di sekitarnya. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh PKS sebagai partai kita semua. Bagaimana tidak, elite parpol negeri ini berseteru terus secara sembunyi maupun terang-terangan, saling berlomba menklaim “kesuksesan” pemerintah mengatasnamakan pribadi dan golongan (contoh iklan swasembada pangan oleh golkar dan PD, tanpa menyertakan informasi bahwa menteri pertaniannya berasal dari PKS), kalau mereka mau jujur, tentu PKS yang lebih “rasional” untuk menampilkan iklan swasembada beras tsb. Iklan PKS ini terbilang cantik ketimbang iklan SBY yang melakukan pembodohan masyarakat.
Iklan politik PKS tentang perseteruan antar elite parpol di negeri ini sedang mengetuk hati para elite politik untuk tidak terlalu banyak berseteru dan tidak berbuat apa-apa terhadap kondisi masyarakat saat ini. Masyarakat butuh teladan, bukan siaran langsung klarifikasi masalah pribadi dan parpol, njlimet!!. Baru rasanya seorang pembina partai meminta tayangan langsung melalui TV yang jelas-jelas dilihat tidak hanya orang yang berkepentingan, melainkan juga publik yang “gak mau tau” dengan urusan para elite.
Senada dengan Presiden PKS Tifatul, Ipang, demikian ia akrab disapa, iklan ini ingin memberi pelajaran kepada publik bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah dilanda krisis tapi para elit politik disibukkan dengan perseteruan yang tidak menghasilkan apa-apa.
“Ya terlepas dari mengambil keuntungan atau tidak, kita sudah gerah dengan ini semua,” pungkasnya.
Sudah saatnya para elite parpol yang berseteru untuk membuka mata, masyarakat butuh perhatian yang lebih, bukan sekedar urusan pemilu, capres, parpol dsb. bullshit!! 5 tahun gak becus, kalo jantan, mundur!!
Berikut pandangan Ghazali Effendy, pakar ilmu komunikasi.
Ditanya apakah ini termasuk kampanye negatif, Effendi berujar, “Ini tidak bisa dikatakan kampanye negatif, karena iklan tersebut menampilkan berita-berita yang sudah menjadi konsumsi publik. Jadi tidak ada yang salah,” tuturnya. sumber sini
Cerita Pembaca