Posts Tagged 'sejarah hardiknas'

Hardiknas 2008: Seandainya Aku Orang Belanda

Tema peringatan Hardiknas 2008 adalah “Hardiknas 2008 Sebagai Bagian dari Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Bangsa”. Selain diisi berbagai kesenian dan paduan suara, diserahkan pula penghargaan Widyakrama kepada kabupaten, kota, atau provinsi yang sudah berhasil menuntaskan Wajar Dikdas 9 Tahun.

Jika pada Rijal28.info saya coba mengangkat tema Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal May Day dan diperingati setiap 1 Mei. Maka di sini saya mencoba mengangkat peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada tanggal 2 Mei.

Sepertinya kurang elegan jika yang kita tidak membahas sekedar sejarah dan asal muasal Hardiknas. Bukan bermaksud mengenang berlebihan. Tidak, ini hanya sekedar membangkitkan semangat saja. Bagaimana kemudian Hardiknas diperingati setiap tahunnya, sedang kita tidak memahami makna peringatan hari tersebut. Semoga tidak menjadi ritual belaka.

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan Pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si penduduk pedalaman memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghinakan mereka, dan sekarang kita membongkar pula koceknya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahawa bangsa penduduk pedalaman diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikit pun”. (Seandainya Aku Orang Belanda-Ki Hajar Dewantara)

Itulah kalimat yang terucap oleh seorang Ki Hajar Dewantara seabad yang lalu. Coba kita dalam konteks kekinian. Bagaimana sekarang rakyat harus menanggung hutang pemerintah kita sekian tahun ke belakang. Padahal uangnya dikorupsi di mana-mana, bahkan kadang sampai kadang tidak. Coba kita perhatikan, para fakir miskin yang menahan lapar hanya demi menyekolahkan anak-anaknya. Sedang masih banyak pejabat kita yang hidup bergelimang harta dengan suara-suara mereka. Inikah kesuksesan Pendidikan Nasional?

Kemanakah hati nurani kita?? Kemanakah para manusia terdidik Indonesia??

Jika tahun-tahun ke belakang saya bisa turun ke jalan untuk bicara. Sekarang saya jauh, tapi nurani ini tak akan pernah MATI!!.

Wahai para petinggi negeri ini!! Masihkah kalian memiliki hati NURANI!!!!. Berjuta-juta uang rakyat dihabiskan untuk menggelar peringatan HARDIKNAS!!! Tapi anggaran pendidikan 20% saja dipermasalahkan!! Bahkan sekarang sudah dimentahkan Mahkamah Konstitusi!!

Mau dibawa kemana negeri ini BANGSAT!!!

Kalian sembunyi dibalik Pancasila dan UUD 1945. Sementara tak satu pun kalian bisa menjiwai semangat keduanya. BUKTIKAN bahwa kami tidak salah pilih. BUKTIKAN bahwa kami berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Bukan sekedar PERAYAAN, PERINGATAN, atas nama HARDIKNAS!!. Karena jika saja Ki Hajar Dewantara, sungguh bukan HARDIKNAS sekedar tebar hadiah dan pentas kemewahan.

Sudah saatnya negeri ini BANGKIT!! Tak lagi terjebak ritual tak jelas!! Sudah saatnya tak ada lagi sekolah reyot jika Pemerintah Negeri Ini SERIUS dan BERSUNGGUH-SUNGGUH mengayomi hak warga negaranya. Tidak akan ada lagi SISWA-SISWA sekolah GANTUNG DIRI gara-gara malu TIDAK BISA membayar SPP. Yang besarnya boleh jadi tak sampai ongkos BENSIN para MENTERI!!.

BUKTIKAN!!! BUKTIKAN!!! Kalau cuma omong, BURUNG BEO juga BISA jadi MENTERI, jadi PRESIDEN sekalipun!!

oleh: Muhammad Rijal ARS


Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 553,424 Orang-orang Baik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.