Angklung dan Harga Diri Bangsa

Pernah dengar tentang pengakuan salah satu Negara Tetangga yang bilang Angklung adalah local instrument mereka?? Membaca tulisan dari salah satu media kabar di Indonesia, membuat saya miris. Bagaimana sikap pemerintah kita?? Sudahlah, dari beberapa waktu lalu kita dipermalukan dengan penahanan salah satu istri Atase Kedubes RI di Malaysia. Belum kasus Ceriyati (baca: Malangwati..) dan setumpuk kekejian oknum-oknum di Negara yang juga memiliki penganut agama Islam yg tidak sedikit itu dalam memperlakukan para TKI, lebih khusus yg bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Bingung, bukan tentang ini salah siapa?? Tapi, mana peran Pemerintah RI?? Mbah JK baru2 ini mengadakan rapat dengan Mbah Parno yg membahas tentang penghentian pengiriman TKI, apakah ini solusi?? Perlu dikaji, karena betapapun beberapa anggota Dewan Perwakilan Preman mencak—mencak bilang kita harus tegas terhadap mereka (red: Malaysia) tapi, apakah itu solusi?? Sedangkan ribuan, bahkan ratusan ribu warga Negara kita bergantung dari upah (yg g jelas) para Ibu-Istri-Suami-Anak mereka sebagai TKI di sana..
Bingung2, tapi jika tidak begitu dimanakah harga diri bangsa ini?? Sedangkan sosok Negara Tetangga yang semestinya bisa jadi teman baik malah seperti raksasa yg hendak melahap habis Negara kita. Sedih..
Sedangkan “mereka” yang mengaku-aku itu masih belajar dari kelompok kesenian semisal Saung Angklung Udjo di Bandung (tmpat aku berak, maem dan nonton PERSIB 3th ini). Kan jadi lucu, brow!!
Sejujurnya, rasa bangga dan memiliki kebudayaan negeri ini tidak cukup. Kita perlu perlindungan hak-hak kebudayaan, kita perlu melindunginya dengan tanggung jawab penuh, sebagai bagian warisan para pendahulu, maupun sebagai titipan anak-cucu kita kelak.
Catatan lainnya adalah salut buat anak-anak KPA 3 SMAN 3 Bdg (SMA almamater Bapak) yang sudah menjelajah Eropa dengan Angklungnya.. Juga buat kawan-kawan di KaBuMi UPI Bdg, yang pernah diundang ke Japan dan Polban (Almamater tercinta).. tetep kompak ya!!
Mari kita tunjukkan pada dunia, siapa pemilik budaya Angklung ini sesungguhnya.
-dan sepertinya, berat buat memaafkan Malaysia-

Dari Vlissingen, The Netherlands

0 Responses to “Angklung dan Harga Diri Bangsa”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: