Aku dan Teteh-Sebuah Risalah Cita

“Kami dilahirkan bukan sekedar untuk mati”

Muhammad Rijal ARS, begitu nama saya biasa tertulis. Saya berasal dari keluarga sederhana, dan kerap kami menamakan “keluarga rame”. Saya anak ke-2 dari lima bersaudara. Lelaki tertua di keluarga, cucu laki-laki tertua di dua keluarga besar. Sejak usia 8 tahun, saya tinggal bersama nenek di Tasikmalaya. Entah atas alasan apa, orang tua saya menitipkan 3 dari 5 anaknya untuk tinggal bersama mamah (panggilan nenek). Sederhananya mungkin karena saya bandel di Bandung, tukang berkelahi (kepala sempat dijahit gara-gara berantem, he3.. J).

Singkat cerita, saya besar di Kampung yang religious. Nilai-nilai keislaman tertanam begitu dalam bagi anak-anak seumuran saya. Baca Qur’an, shalat berjama’ah lima waktu, shaum senin-kamis, ya begitulah budaya yang dulu saya kira semua anak seusia saya wajib dapatkan. Sebuah pemikiran sederhana, anak bandel.

Saya belum pernah mesantren, kecuali pesantren kilat ketika liburan sekolah (menu wajib).

Satu hal, dari waktu ke waktu keluarga saya mencatatkan “prestasi gemilang”. Yakni sekolah di kota (istilah pusat kota Tasik). Ya, keluarga saya selepas SD di kampung langganan ke SMP2 Tasik, SMP terbaik se-antero kota Tasik. Dan catatan gemilang itu pun pada masanya terbebankan bagi teteh, dan berikutnya saya.

Teteh berhasil masuk SMP2, menjadi semangat tersendiri di tahun terakhir saya di SD. Walhasil, NEM tertinggi di SDN Cipari I saya raih. Saat itu saya diterima di dua sekolah terbaik di Tasik. Pesantren Al-Furqon Singaparna (Gontornya Tasik), dan SMPN2 Tasik. Saat itu saya memilih SMPN2 Tasik, karena belum siap untuk jauh dari mamah (klo Orang tua emang dah jauh di Bandung).

Di SMP saya termasuk orang udik dan pendiam. Selain nuansa baru, saya ga punya teman se-SD dulu. Kecuali teteh yang beda shift jadwal sekolahnya. Cawu I (jaman iraha kituh..) ranking 10 di kelas, tiap cawu naek 2 peringkat. Hingga di kelas 2, saya berhasil menduduki peringkat 2 (setelah gagal jadi rangking 1, sedih..).

Sejak kelas 1 saya aktif di berbagai organisasi, akhir kelas 2 ada penjurusan kelas. Siswa 10 besar tiap kelas dimasukkan ke dalam kelas unggulan, saya dulu sempat demo menolak keputusan ini. Walhasil, saya sempat diancam dikeluarkan sekolah (demo pertama tuh, keder..). Saya mengalah dan masuk kelas unggulan, 3-J.

Singkat cerita, sekali lagi ada “catatan prestasi” bahwa keluarga saya dari SMPN2 mesti masuk SMAN1 Tasik. Teteh masuk SMAN1 Tasik, dan sekali lagi motivasi tersendiri untuk masuk ke sana. Walhasil, setelah gagal tes SMA Taruna Nusantara dan NEM 18 besar se-SMP2 (prestasi ngawur), saya masuk kelas 1-4 SMAN1 Tasik, yang orang bilang dan saya bilang SMAN1 terbaik se-Tasik, bahkan di mata saya se-Indonesia (maaf, narsis).

Begitulah, saya dan teteh kejar mengejar sekolah juga kejar mengejar prestasi di Organisasi. Sekolah media belajar, organisasi media beramal. Jadilah saya dikenal sebagai dispenser karena seringkali dispensasi dari pelajaran sekolah untuk berbagai kegiatan organisasi. Jangan Tanya prestasi sekolah, hancur lebur J. Silakan bertanya tentang organisasi, pendidikan politik, alam, disiplin. Karena saya sempat menjadi aktivis 7-8 organisasi dan ekstrakulikuler. 4 posisi penting sekaligus ditambah 1 jabatan di luar organisasi sekolah.

Teteh gagal SPMB, menjadi pemicu bahwa saya mesti berhasil. Dan kenyataannya, saya juga gagal hehehe.. J. Teteh masuk SPMB di tahun ke-2, ketika di saat yang sama saya diterima di POLBAN (Politeknik terbaik se-Indonesia, di mata saya). Teteh memilih menemani saya (cie.. padahal emang pilihannya) masuk di POLBAN dengan jurusan Administrasi Niaga Program Studi Manajemen Pemasaran. Sedangkan saya di Jurusan Teknik Kimia.

Sekali lagi, teteh mencetak prestasi gemilang dengan IPK tertinggi (wajar aja, setahun bisnis di pemasaran produk). Dan saya mencetak prestasi gumileung (kata lain dari terguling.. J). Saya memilih untuk tidak terlalu aktif di Organisasi Kampus, tapi prestasi tetap tidak berubah. IPK diatas dua koma Sembilan (2,10; 2,11 gitu.. hehehe..J). Tengah tahun kedua, ada uji nyali screening pencalonan ketua BEMA POLBAN (istilah badan eksekutif di POLBAN). Ceritanya saya mengajukan diri melalui himpunan (HIMATEK). Dan singkat cerita terpilihlah saya menjadi ketua BEM, dengan pengalaman minim di organisasi kampus. Entahlah, apa saya yang bego atau pemilih yang bego. Orang macam saya terpilih untuk memimpin BEM setahun ke depan. Tapi, sebuah keyakinan ini kehendak Allah.

Di akhir usia perkuliahan saya di POLBAN, dan masa kepengurusan saya di BEM ada seleksi Twinning Program POLBAN dan Hogeschool Zeeland di Belanda. Keisengan muncul lagi, uji nyali. Awal niatan formulir yang saya ambil sebenarnya buat teteh yang punya cita-cita kuliah di Belanda, hanya ternyata untuk jurusan teteh belum ada beasiswanya. Jadilah, saya mengisi formulir tadi. Teteh memiliki communication skills dan bahasa Inggris yang diatas rata-rata, dibandingkan dengan saya, saya tidak ada apa-apanya. Payah..

Terlepas dari semua masalah yang saat itu ada di hari-hari saya, nama saya tertulis di daftar penerima beasiswa tadi. Jangan Tanya IPK, atau skill bahasa Inggris saya yang pas-pasan. Ini mah, sekali lagi TAKDIR. Dan saya memilih mengambil pilihan menjalani takdir saya sebagai mahasiswa di Hogeschool Zeeland, di negeri mantan penjajah Indonesia dulu. Dan teteh memilih untuk menjalani karirnya sebagai manajer hari-harinya di Bandung. Di sebuah yayasan islami, tempat dimana 2 tahun saya beraktivitas menjadi bagian dari manajemen program BSPI. Sebelumnya teteh hanya menjadi mentor saja bagi adik-adik asuh di BSPI.

Begitulah, saya dan teteh menjadi satu dengan pendidikan, latar belakang, format cita yang hamper sama. Nurani Bhakti-Satya Karya Laksana, adalah menjadi manusia yang hidup bukan sekedar untuk mati. Melainkan bersama meraih ridho Allah, yang terkadang mesti dibayar mahal. Termasuk di dalamnya, mengorbankan apa-apa yang tampak indah di dunia. Istri, harta, keluarga, dan kesenangan-kesenangan yang sehari-hari tampak sebagai sebuah kebahagiaan nyata. Padahal, dibalik ini semua hanya Allah saja yang tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.

Bersaudaralah, karena kita tidak bisa hidup sendiri.

20 Responses to “Aku dan Teteh-Sebuah Risalah Cita”


  1. 1 agung Desember 4, 2007 pukul 9:29 pm

    assalamu’alaikum akhi…
    mampir yah…
    hehe ini tho blognya…
    nice one..

    btw, jangan sabtu ini ya akh… ribeut euy tugas sayah… pekan depan insyaAllah.. kan ane baliknya 19 tea, ok2???

  2. 2 lisman Desember 7, 2007 pukul 4:17 am

    Ass..baca tulisan Aa jadi inget mamah haji. Bi Ade makin sadar begitu hebatnya seorang mamah yg bisa mendidik orang-orang hebat seperti A Rijal, teteh n Mang acep. Mudah-mudahan Bi Ade bisa seperti mamah. Doakan ya…wass. salam hangat dari Kyoto yang mulai dingin.

  3. 3 rijalulghad Desember 7, 2007 pukul 10:11 pm

    makasih mang acep.. insya Allah a berdo’a buat bi ade.. spesial.. hehehe…

    buat mang acep juga, yang sedang merilis jalan menuju ilmuwan shaleh level dunia dan akhirat..

  4. 4 novi Desember 13, 2007 pukul 3:24 pm

    T’asiyah memang keren🙂 titip salam ya jal…

  5. 5 kurts Januari 23, 2008 pukul 6:01 pm

    kalian berdua memang orang yang luar biasa. jadi motivasi tersendiri bagi saya. teruslah sukses agar bisa lebih dicontoh. amiin… by kurniadi (himatek,bempolban,asramapolban)

  6. 6 roy Februari 18, 2008 pukul 12:05 pm

    wah ini sih bukannya Blogs bema polban, tapi blogs nya keluarga Rijal Sejahtera, hahahaha

  7. 7 reva April 23, 2008 pukul 3:48 am

    cie..ce..
    pasangan tasik,,, co cwiiiiitttt…..

  8. 8 thia September 9, 2008 pukul 9:58 pm

    whua…
    g sengaja liat blog ini di google

    ck..ck..
    berkat baca blog ini

    thia jadi optimis sama polban

    semoga aja taun ini ada beasiswa kyk kak rijal yah
    amien..amien

    thia inget pertama kai kenal kak rijal waktu
    morposa..

    waktu jadi pita merah
    kak rijal ngajak ngobrol ank2 pita merah trus bilang

    “saya juga dulu gak full ikut ospek kampus tapi bisa jadi ketua BEM”
    hehehe

  9. 9 thia September 9, 2008 pukul 9:58 pm

    whua…
    g sengaja liat blog ini di google

    ck..ck..
    berkat baca blog ini

    thia jadi optimis sama polban

    semoga aja taun ini ada beasiswa kyk kak rijal yah
    amien..amien

    thia inget pertama kali kenal kak rijal waktu
    morposa..

    waktu jadi pita merah
    kak rijal ngajak ngobrol ank2 pita merah trus bilang

    “saya juga dulu gak full ikut ospek kampus tapi bisa jadi ketua BEM”
    hehehe

  10. 10 Pak Dwi Oktober 26, 2008 pukul 6:49 am

    Hi Rizal,
    An interesting short of “biografi”. Good luck with your life in Zeeland. Anyway, cerita tentang Asiyah (I was always mistaken called her Aisah, for 3 years !!! he…) so short. Hope she can optimalised her potency.
    Wassalam,
    Pak Dwi

  11. 11 bangzenk Oktober 27, 2008 pukul 12:16 am

    @Thia,

    thanks to reminds me about that!🙂

    @Pak Dwi,

    Makasih banyak Pak Dwi. Insya Allah.. mohon do’akan kami..

  12. 12 albar energi November 20, 2008 pukul 2:57 am

    assalamualaikum

    makasih melihat perjuangan mu di polban menjadi motivasi buat aku,meski kita beda ankatan

    salam mahasiswa anagkatan 2008

    eh ka boleh nanya,
    gmana cara dapat informasi beasiswa kuliah ke luar negeri ?
    trus skarang kk kerja dimana ?

  13. 13 bangzenk November 20, 2008 pukul 2:31 pm

    @ albar energi,

    ‘alaikumussalam wr wb.,

    alhamdulillah, makasih kang Albar. kebaikan yang tergores sesungguhnya dari Allah SWT, saya hanya jalan saja.

    beda angkatan bukan masalah, setiap kita memiliki masa-masa kepahlawanan masing-masing. hanya soal siapa dahulu yang memulai.
    selamat menempuh masa-masa kepahlawanan Albar!!

    coba mampir ke informasi beasiswa
    insya Allah banyak peluang beasiswa di sana, baik dalam maupun luar negeri. Kebetulan saya pengelola weblog tersebut.

    hmmm… kerja saya banyak di rumah. kalo di luar ya tukang ojeg pribadi istri saya.

    salamhangat.
    makasih dah mampir.

  14. 14 Dankers November 22, 2008 pukul 7:02 am

    Assalamu’alaikum…..

    Kumaha damang..bro…????

    Punten nya,,,bade ngiring ulubiung….hhhh

    Ngawitan tepang sareng anjeun, simkuring teu bakalan nyangki tiasa dugi ka danget ieu. Suganteh pas mi2ti panggih dina mangsa Ospek kampus,,,-naon tah singkatan na teh hilap deui..pokona mah eta-sugan teh ngan saukur patepung jumruk wungkul, eh ternyata eh ternyata..dugi danget ieu silahturahmi kuring sareng pangersa teh masih patali,alhamdulillah masih kajagi…(pabaliut eung)sabab musababna mah pas dikumpulkeun ku kang Deso di kostan nt..(hilmi,habib,rizwan,,saha deui tah bisi aya nu kaliwat)..
    Pokona mah susah diungkap ku kecap-kecap (sanes kecap ABC)…
    Pokona mah simkuring ngaraos syukur alhamdulillah tiasa jadi bagean ti episode kahirupan pangersa…sareng tiasa janten shohib nu teu weleh2 masihan sumanget n motivation…da maklumlah sim kuring mah paling rada males,,,hhhhh emang males (rada nyeleneh,,sering mangkir) pengakuan hahahahaah…

    Da sugan oge t’ Ci’ah teh-begitu lah panggilan kakaknya rijal di asrama- sanes rakana pangersa…nya sugante mah rayi na….hhhhhh
    Nya ngawitan pendak di asrama pas aya tugas kanggo Ospek….
    Akhwat paling benten….ngawitan pendak mah anehhhhh….paling aktif lah….sareng sonagar…

    Nya,,panginten sakitu we kanggo ngasih tanggapana….
    hapunten nu kasuhun…..punten seueur nu teu nyararambung

    You all are the best for all!!!

    Kebenaran ALLAH akan selalu tegak di muka bumi ini!!!!

    Selamat berjuang wahai Sahabatku,,semoga qt semua dipertemukan dalam jamuan n ridho Alloh SWT!!!Amin…

    Wassalamu’alaikum….

  15. 15 bangzenk November 24, 2008 pukul 3:18 am

    ‘alaikumussalam Wr. Wb.,

    alhamdulillah damang juragan.. samulihna kumaha? damang? Batam aman kang?

    mani kitu, tong isin-isin, mangga lebet, mangga dileeut, punten teu aya nanaon🙂

    subhanallah, ospek mani inget keneh! hebat Kang Dankers (DAdang KERen Sekali, red).

    alhamdulillah, simkuring oge bersyukur tiasa patali silaturahim sareng pun dulur Kang Dankers, meski raga patebih, papisah jarak laut sareng daratan. ari perkara pangedulan mah jigana 11-12, Kang. Heheheh… ngan pedah simkuring mah 11 mun kang Dankers mah 12, hahahhahaha…😀

    halig siah, si teteh ngambek. tong diheureuyan wae atuh. puguhan teteh teh raka (urang beungeut kolot kituh?, kacida maneh mah euy ka dulur teh).

    ditampi pisan tanggapana, insya Allah sadaya kasaean mah ti Allah wungkul sumpingna.

    sami-sami, wilujeng “berjuang” oge. bidadari mana yang tak mau menerima pinanganmu??🙂

    insya Allah, salami urang saling mencintai karena Allah SWT, Allah SWT bakalan nepangkeun urang sadaya deui. Aamiin.

    Tong hilap mampir ka informasi beasiswa

  16. 16 utut Mei 9, 2009 pukul 12:20 pm

    asslamualaikum wr. wb.

    akang, damang? iseng-iseng nih mampir ke google, nemu ini, ternyata subhanallah, bener-bener luar biasa, inspirasi bagi saya…

    kang, mau tanya, gimana caranya biar jadi aktivis yang bener-bener totalitas? kan kadang ada masanya dimana kita bener-bener jenuh dan capek. boleh minta kiat-kiat dari akang ga, gimana caranya bener-bener totalitas berjuang untuk rakyat?

    nuhun…

    utut
    (Himaris, Lukam Bema-Kema polban)

  17. 17 yadiez Juni 15, 2009 pukul 3:04 pm

    hampir z Qta ketemu ya di Al-Furqon Singaparna,,tapi ternyata Allah punya rencana lain untk anda saudaraku…salam sukses selalu….

  18. 18 ekoalkautsar Juni 13, 2011 pukul 2:50 pm

    mantap nye……AKU ingin tiu

  19. 19 Deden Oktober 24, 2011 pukul 6:42 am

    Akhirnya kutemukan blognya bang zenk…hehehe…


  1. 1 Foto-foto Pernikahan Kami « Fika Rijal Lacak balik pada November 3, 2008 pukul 1:30 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: