Reimbursement

Ada yang sering membuat resah di beberapa hari ke belakang. Entah pengaruh masa lalu pernikahan yang tidak berjalan mulus, sehingga menjadi belenggu diri. Atau karena persoalan kuliah saat ini.

Kuliah di luar negeri bagi sebagian besar orang merupakan hal yang menarik, begitupun bagi saya. Alhamdulillah, kesempatan itu datang lebih awal. Bahkan sebelum wisuda program diploma saya tahun ini.

Tiga bulan berlalu, perkuliahan berpindah tempat ke luar kota. Memang agak jauh, kurang lebih 3 jam dengan menggunakan kereta. Belanda termasuk negara yang memiliki alat transportasi publik yang baik dan relatif nyaman. Sehingga perjalanan Vlissingen-Utrecht, serasa biasa saja. Meski terkadang cukup melelahkan. Setiap pekan dari Rabu sampai Jum’at ada kelas tatap muka (meeting) di Utrecht. Sedangkan Senin dan Selasa masih bisa melalui video conference. Oleh karena itu setiap Selasa malam saya berangkat ke Utrecht, dan kembali ke Vlissingen pada Jum’at malam.

Ongkos yang dikeluarkan untuk perjalanan PP Vlissingen-Utrecht sekitar 30€, ditambah bus sekitar 6,8€, itupun jika memilih menggunakan karcis yang dibeli sebanyak 15 strip sekaligus, istilahnya disini strippenkart. Untuk perjalanan dalam satu zone digunakan 2 strip setiap perjalanan. Kira-kira untuk sepekan dibutuhkan sekitar 40€ untuk ongkos dan beli makanan. Kebetulan tempat tinggal selama di Utrecht disediakan oleh pihak kampus, dengan harga sewa sekitar 40€ per malam untuk kamar dengan 4 tempat tidur. Lumayan berhemat.

Beasiswa yang terbatas membuat saya irit dalam membelanjakan uang, selain itu uang yang saya pegang masih dalam bentuk dollar. Seperti yang kita ketahui bersama, dollar versus euro nilainya cukup signifikan. Ya, terkadang mesti berpikir dua kali untuk menukar uang saya sekarang.

Ada yang menarik, ternyata ongkos pulang-pergi Vlissingen-Utrecht akan mendapatkan reimbursements (penggantian), termasuk ongkos bus. Selain itu, penginapan sudah jelas-jelas ditanggung. Sehingga teman-teman tidak ragu mengeluarkan uang untuk ongkos, kebetulan mahasiswa asal Indonesia yang seperjuangan ada beberapa di kelas saya. Berbeda dengan saya, saya masih saja ngirit. Karena alasan kedua tadi.

Suatu ketika dalam perjalanan pulang dari Utrecht saya berpikir, tentang penjaminan rezeki hidup kita yang berada di tangan Allah SWT.

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Saba’ (34): 24)

“Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.” (QS. Ar-Ruum (30): 28)

Alangkah berbedanya orang-orang yang yakin akan adanya reimbursements dari Allah SWT dengan orang yang tidak yakin. Tentu orang yang memiliki keyakinan penjaminan tidak akan memiliki keraguan dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT bukan?.

Sungguh, hal ini membuat saya semakin merasa bahwa jaminan Allah SWT adalah benar, tinggal bagaimana sikap kita. Tentunya bukan berarti semena-mena juga dalam membelanjakan uang. Ini tentang penempatan uang, sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah SWT dan mempergunakannya di jalan kebaikan.

Vlissingen, dalam azzam untuk kembali.

0 Responses to “Reimbursement”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: