Menyongsong Pilgub Jabar 2008

Beberapa waktu ini saya kesulitan untuk menulis blog dikarenakan dua masalah. Pertama, saya kurang mengerti bagaimana menulis dalam versi HTML. Padahal sebelumnya di WordPress ini ga rumit-rumit amat. Kenapa ya?. Dan yang kedua, biasanya saya upload langsung dari MS Office 2007. Dan kali ini pun tidak berhasil. Setelah baca di more information, tetep aja ga berhasil.

Meski demikian tak surut saya menuliskan kata-kata di otak yang dah mo muncrat keluar. Kali ini terkait pilgub Jabar. Ya, sebagai manusia yang lahir dan besar di tanah sunda. Even ini merupakan sesuatu yang cukup penting untuk dihadapi. Meskipun keberadaan saya saat ini nun jauh disini. Bukan berarti saya tidak peduli.

Beberapa kandidat yang baru saja menetapkan pasangannya, diantaranya Om Danny Setiawan (incumbent) yang diusung oleh Partai Golkar (28%). Hasil rapat pleno DPD PG Jabar yang banyak ditunggu-tunggu oleh para tokoh2 partai lainnya, akhirnya memutuskan Pak Iwan Sulanjana yang sebelumnya pernah menjabat Pangdam Siliwangi, juga baru saja pensiun dan sertijab dari Asisten Operasional KASAD, dan diusung oleh Partai Demokrat baik pusat maupun daerah. Hhhmm.. Bu Ajeng (Ketua PD Jabar) mesti berlapang dada, karena pimpinan pusat partai lebih memilih Iwan sekalipun orang luar partai. Jika dijumlahkan dengan kekuatan PD (9%), maka pasangan ini adalah pasangan dengan kans terbesar dalam pertarungan politik Jabar 2008.

Kandidat kedua adalah pasangan Agum-Rudy (PDIP), tidak diragukan pula pasangan ini memiliki kans besar dengan Fraksi PDIP yang memiliki 19 kursi anggota DPRD Jabar. Sehingga tanpa koalisi pun pasangan ini menempati posisi kedua (19%). Pasangan ini cukup menarik, karena memiliki tarik ulur nama. Terutama Pak Agum yang diperebutkan untuk diposisikan bersama wagub Jabar saat ini Pak Nu’man (PPP). Namun demikian, inilah pasangan teranyar. Sekali lagi, Pak Agum masuk ke pentas politik setelah gagal pada pilpres-cawapres 2004 kemarin.

Dede Yusuf-Avi Taufik Hidayat (PAN-PKB), pasangan ketiga ini diusung dengan modal 14% suara koalisi PAN-PKB. Siapa yang tidak kenal Dede Yusuf? Maka, pasangan ini pun memiliki kans tersendiri.

Terakhir, kita tunggu dua partai tersisa yang memiliki suara cukup besar. PKS (14%) dan PPP(12%). Bagaimana pandangan politik saya? Tunggu tulisan berikutnya..

0 Responses to “Menyongsong Pilgub Jabar 2008”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: