Pilgub Jabar dan Palestina

Mulanya saya ingin bercerita tentang kondisi menjelang pilgub jabar 2008, dimana beberapa partai tengah kasak-kusuk melakukan koalisi untuk bisa menyaingi popularitas pasangan Danny-Iwan (PG-PD). Diantaranya Dede Yusuf (PAN) dengan Ahmad Heryawan (PKS), sebagai langkah kedua PKS bilamana tidak jadi berkoalisi dengan PDIP atau yang lebih dikenal dengan istilah koalisi Merah-Putih.

Tapi, melihat beberapa media bicara tentang pergolakan di Palestina, saya memilih topic ini.

“Kami memberikan semua para syuhada. Ini bukanlah kebanggaan. Karena hati kami bukanlah batu. Kami adalah para orang tua dan kami mengetahui serta merasakan bagaimana duka kehilangan anak. Tapi karena Palestina itu mahal dan surga pun lebih mahal. Karena kemerdekaan dan kemuliaan lebih mulia daripada hidup bertahun-tahun di bawah pendudukan Zionis Israel. ”

Kalimat itulah yang keluar dari Mahmud Zahar, salah satu tokoh HAMAS Palestina usai memeluk puteranya yang syahid dalam pertempuran di jalur Gaza kemarin dan menewaskan 15 pejuang HAMAS lainnya.

Sebagai seorang manusia, Ia masih dapat mencucurkan air mata. Meski dia lebih dikenal sebagai sosok yang keras juga tegas dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel.

Pertama kali saya turun ke jalan adalah dalam rangka pengumpulan dana untuk rakyat palestina, sekitar tahun 2000. Setiap saat saya mengenang itu saya menjadi semangat. Bagaimana tidak, di Indonesia maupun sekarang (di Belanda) saya masih bisa tidur nyenyak, shalat tenang, juga makan sebagaimana biasa. Tapi saudara-saudara saya di belahan sana, tiap hari berlangitkan peluru, dengan alunan bom-bom roket, juga desingan peluru. Berangkat ke masjid gusar, makan susah.

Mereka adalah pribadi-pribadi terpilih yang Allah pilihkan untuk menjaga Al-Aqsa dari apa yang dilakukan kaum Zionis Israel laknatullah ‘alaih..

Saudaraku seiman, secuil kisah di atas mengajarkan kita untuk bersyukur juga selalu siap sedia untuk berbuat yang terbaik di kehidupan kita. Kita hidup dalam ketidakpastian, itu artinya kita tidak boleh terlena. Dalam apapun langkah cita kita kematian adalah kepastiannya. Bersiaplah, karena kita tak pernah tahu kapan Allah memintakan kita kembali kehadapanNya.

Melalui blog ini saya nyatakan dukungan saya terhadap perjuangan pejuang Palestina dalam merebut kemerdekaanya juga dalam menjaga Islam ini di tanah Palestina. Allahu Akbar..

Teriring do’a semoga tak terjebak pada perang saudara. Luruskan niat, rapatkan barisan.

Foto2 diambil dari:

www.eramuslim.com/berita/int/8116121418-mahmud-zahar-sosok-tegas-dan-keras-menitikkan-air-mata.htm

www.marxismo.org/files/Palestina-tank_kids.jpg

1 Response to “Pilgub Jabar dan Palestina”


  1. 1 KURNIADI Januari 25, 2008 pukul 12:02 am

    sudah sejak lama saya mendengar derita palestina, sudah lama pula hasrat ingin membantu mereka menggebu dalam hati. tapi apalah daya kami hanyalah seorang mahasiswa yang terjebak dalam hegemoni yang menyesatkan. hedonisme yang setiap saat bisa menjauhkan kami dari alquran dan sunnah. air mata kami untuk palestina mungkin hanya jadi bahan tertawaan bagi mereka yang telah menjadi syuhada palestna. tapi kami tak kan menyerah sampai disini, walau bantuan doa dan harta tak sebanding dengan mereka yang pergi jihad, hasrat untuk konsisten dalam membantu palestina tetap akan kami jaga. ALLAHUAKBAR!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: