Smoker Boy

Ya Allah.. kenyataan itu sangatlah pahit..

Dahulu, Bapakku tak mengerti mengapa ketika pendidikan dasar pecinta alam ada salah satu pembinanya rela turun gunung karena kehabisan rokok. Berjalan dari lembang ke bandung untuk mencari sebungkus rokok tentu bukan sesuatu yang mudah di tahun ’70-an. Tapi itulah yang terjadi, dan nyata.

Sekarang, anaknya terjebak di belahan dunia lain dengan harga rokok sebungkus sama dengan harga tiket kereta api bandung-jakarta kelas bisnis. Dan masih dalam ketidakmengertian yang sama, kenapa bisa rela minta-minta batangan rokok ke teman seapartemennya karena kehabisan stok rokok.

Rela menelepon teman-temannya yang kerja di perusahaan rokok di Indo hanya untuk minta dikirimin rokok beberapa slop. Dunia apa ini. Malu, sungguh memalukan. Rijal hari ini rokok addict alias smoker boy. Sampai hari ini TIDAK ADA ALASAN KUAT buat saya merokok, tapi masih saja saya merokok. Berat beban ujian kemarin di kehidupan saya bisa jadi penyebab stress, tapi kenapa harus ke rokok??? pertanyaan retoris.

Lingkungan di sini tidak memaksa saya untuk jadi perokok. Lantas kenapa saya terjebak??

“Sering aku merasa tak mengerti dengan apa yang ada,
melihat dari kegelapan mencoba mengurai makna,
begitu banyak yang terjadi, begitu banyak yang tak kupahami”


“Aku ingin pergi meninggalkan ini semua, menemani senja yang sedang berduka..
aku harus pergi meninggalkan semua ini, menemui kamu yang mangajak bercinta”

(Iwan Fals&Indra Lesmana-Haruskah aku pergi)

5 Responses to “Smoker Boy”


  1. 1 Susanto Azis Januari 21, 2008 pukul 9:00 am

    Sungguh setiap manusia memiliki masalah. Namun bukan-lah masalah yang menjadi masalah bagi kita. Tapi yang menjadi masalah adalah jika kita salah dalam menghadapi masalah.
    Kemaksiatan justru akan menambah masalah dalam diri kit.
    Merokok adalah bentuk kemasksiatan kepada Allah. Bertaubat-lah kepada-NYA.
    semoga Allah senantiasa memberikanmu kemudahan untuk tetap diatas jalanNYA yang lurus.
    dan semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita ditas hidayahNYA.

  2. 2 prima almazini Januari 22, 2008 pukul 7:23 am

    Mungkin yang terbaik adalah mengikuti semboyan kantor “pegadaian” :
    …” mengatasi masalah tanpa masalah “….=)

  3. 3 prima almazini Januari 22, 2008 pukul 7:25 am

    eh ralat :
    …” menyelesaikan masalah tanpa masalah “…=P

  4. 4 Shafiya Razaq Maret 22, 2009 pukul 3:22 pm

    piyo baru baca tulisan aa yg satu ni.
    dari dulu piyo kesel gara2 aa ngerokok..=(
    skrg udah brenti blm a??
    nih dr piyo, buat smua orang, laki-laki n perempuan, yg masih single, yg udah nikah, apalagi calon ayah bunda ato yg udah punya anak: “kalo ga mau anaknya ngerokok, ya kalian jg jangan ngrokok dunks”..
    child see, child do..
    sbg kakak jg gitu a.
    be a good model for us=)


  1. 1 Zaskia Sayang, Zaskia Malang « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juli 3, 2008 pukul 2:25 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: