Aku Pasti Kembali

“Banyak pemuda / pemudi Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka mendapat cercaan dan pandangan sinis dari kebanyakan orang di Indonesia. Tidak nasionalis, mau senangnya sendiri, atau apalah. Padahal mereka sebetulnya sangat mencintai Indonesia. Hanya saja Indonesia belum memberikan peluang bagi mereka untuk berkarya secara maksimal. Mereka terpaksa merantau. Saya yakin mereka akan kembali. Hidup di rantau pun bukannya selalu menyenangkan.”

Paragraf di atas saya kutip dari salah satu blog tetangga, blog-nya salah satu dosen ITB bidang IT (mohon maaf kalo salah). Padepokan Budi Raharjo, begitu nama blog beliau. Dari apa yang beliau sampaikan di atas, benar-benar ironis. Pun saya, kuliah di negeri orang bukanlah tujuan utama. Ini adalah serangkaian proses menuju kebermanfaatan (baca: Meaningful Life 2012), yang sudah barang tentu demi kemajuan negeriku tercinta. Bagi saya, kuliah dengan biaya hidup dari pajak masyarakat Indonesia (beasiswa unggulan diknas RI dengan sumber APBN atau apapun namanya) merupakan beban tersendiri. Saya pasti kembali. Insya Allah, itu tekad saya.

Problem selanjutnya ada di itikad Pemerintah Indonesia, terkait sistem maupun fasilitas. Masalah dana boleh dikatakan cukup signifikan, meski bukan yang utama. Komitmen, itu saya kira jawabannya. Konsisten dengan konstitusi yang dibuatnya juga. Contoh sederhana, UU Sisdiknas yang diperjuangkan oleh banyak elemen masyarakat Indonesia (ketika itu saya masih SMA, pun berdemo mendukung pengesahannya) telah MENGHARUSKAN anggaran pendidikan itu 20% (dari mana??, nah looo).

Contoh sistem, bagaimana tidak jika sekelas Doktor tingkat dunia harus mengalami pengalaman yang serba lucu (versi saya lo..) ketika menjalani seleksi penerimaan CPNS di sekali lagi universitas terkemuka, ITB (almamater kakek saya J). Catatan: seleksi CPNS!!! Dan Beliau tetap dengan statusnya sebagai dosen di National Universitas of Singapore, dan beliau sudah lama menjadi dosen di berbagai universitas di dunia.

Bukan memuji, tapi saya salut dengan beliau. Pun saya, ingin bisa sampai seperti itu.. tentunya dengan TEKAD, kembali pulang dengan selamat. Demi Indonesia Jaya!!

 

1 Response to “Aku Pasti Kembali”


  1. 1 Toni Januari 31, 2008 pukul 12:29 pm

    P u l a n g
    siapa yang pergi pasti rindu pulang
    laksana burung yang ribuan kilometer terbang
    dan kembali lagi ke sarang
    maka pulang mengingatkan pada sangkan paran

    beginilah Tuhan menyambut mereka yang pulang
    kepulangan yang tak harus menunggu raga merenggang
    : Wahai jiwa yang tenang,
    kembalilah pada Tuhanmu dengan jiwa yang puas lagi diridhaiNya.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: