Pilihan Pemenang

Setiap kita terlahir sebagai pemenang. Entah dari keluarga mana kita terlahir, dengan kondisi seperti apa kita terlahir, kita adalah pemenang.

Sederhana, namun semua itu adalah kepastian. Kita adalah sperma-sperma terpilih yang berhasil menjelma menjadi segumpal darah, daging, tulang dan kemudian keluar menjadi sosok bernama manusia.

Lantas sekarang, kita mesti memilih. Mau seperti apa kita jalani episode kemenangan ini. Apakah selamanya kita bertahan menjaga segala sikap dan pilihan kita sebagai pemenang tangguh dan mati dalam keadaan terbaik sebagai seorang pemenang pula. Atau kita terjebak pada pilihan semu dan berakhir sebagai pemenang yang kalah kemudian mati sebagai pecundang.

Kelahiran memang bukan pilihan, sebagaimana kepastian kematian yang pasti adanya. Tapi menjalani hidup hingga ujungnya adalah pilihan. Ya, selamanya hidup adalah serangkaian pilihan, bukan seperti kepastian atas kelahiran kita sebagai pemenang.

10 Responses to “Pilihan Pemenang”


  1. 1 novi Februari 3, 2008 pukul 12:47 am

    pilihan2 itulah yg membuat kita belajar menjadi dewasa ^_^

    so, how about your choice jal?😀

  2. 2 rijalulghad Februari 3, 2008 pukul 9:44 am

    @novi
    hmmm… pilihan rijal apa ya??? itu dia nov, gi bingung.. kangen Indo.. tapi di sini blum beres..

  3. 3 prima Februari 4, 2008 pukul 4:57 pm

    Ada orang yang tak mau memilih sendiri tapi maunya dipilihkan saja oleh yang di Atas. Dengan alasan, pilihan Nya pasti yang terbaik. Tidak memilih apa-apa tapi membiarkan mengalir apa adanya. Kemana air mengalir, kesana kaki melangkah. Merasakan dengan hati kemana harus berjalan..

  4. 4 rijalulghad Februari 4, 2008 pukul 6:21 pm

    @prima
    hmm.. klo prima gmn? karena-Nya pun hy akan memberikan suatu perubahan sbgmana hambaNya brusaha.. Ar-Ra’d:11

  5. 5 prima almazini Februari 5, 2008 pukul 10:24 am

    Sebenarnya hanya ingin memberi sudut pandang lain bahwa orang itu sebagian besar memilih dengan perasaan namun menjelaskan dengan pikiran. Contohnya, memilih calon suami/istri misalnya. Biasanya entah tak tau kenapa,orang itu merasa nyaman dan jatuh hati. Nah, ketika orang tanya, kok bisa pilih dia? Baru dia jawabnya dengan melogiskan apa yang ada pada orang tersebut. Si A ini baik, cantik, perhatian dan alasan-alasan lain.

    Sebaliknya, orang lain yang mungkin sama baiknya, sama cantiknya, sama perhatiannya dan punya hal yang sama dengan orang tadi, tapi kok dia ngga dijadikan calonnya? Biasanya jawabannya, “ngga tau hati yang pilih, ngga bisa diatur-atur, maunya sama si A aja”.

    Jadi pilihan itu kalo menurut saya adalah urusan hati. Sedangkan usaha, perwujudannya, adalah urusan pikiran. Jadi jangan memilih dengan pikiran. Tapi memilih dengan panduan “kata hati”. Karena konon katanya, hati tidak pernah salah. Sedangkan aspek pikiran, pertimbangan untung rugi, prospek masa depan, hitung-hitungan perencanaan, ramal-ramalan, banyak salahnya. Hitungan-hitungan Tuhan tak sama dengan hitung-hitungan manusia..Ini hanya belajar dari pengalaman saya saja. Dan ingin berbagi disini =).

    Kalo dihubungkan dengan tulisan rijal, mungkin jadinya “kemenangan hati”. hehe. Pilihan hati untuk jadi pemenang, akan mempengaruhi segala aspek dalam diri kita untuk jadi pemenang, termasuk salah satunya usahanya juga..

    KOk jadi diskusi psikologi gini ya.hehe. Kalo diskusi tentang ini jadi ingat buku-buku seperti personality reality, personality plus, bukunya reza syarief, dan bukunya Anis Matta, model manusia muslim abad 21. Maaf komennya kepanjangan. Tulisan yang bagus Jal. Semangat =)

  6. 6 prima almazini Februari 5, 2008 pukul 10:27 am

    Selamat sama-sama berjuang untuk jadi pemenang. Semangat =)

  7. 7 rijalulghad Februari 5, 2008 pukul 11:34 am

    @prima
    makasih mas prima, hmm.. sebenernya itu yang pengen disampaikan.. pilihan hati.. (inget kampanye ketua BEM, ini jargon saya..:)) ) ada yang terbaru, mengenai refleksi kesabaran.. moga bisa ditanggapi juga.. kali aja keserempettttt…

  8. 8 Rita Juli 6, 2008 pukul 11:39 pm

    Sekali menetukan pilihan, tentu siap dengan upaya
    pencapaian maksimal, selebihnya Tawakkal pada Yang Maha Mengatur

  9. 9 bangzenk Juli 13, 2008 pukul 1:17 pm

    @rita
    sepakat, sekali layar terbentang pantang mundur ke belakang!!🙂


  1. 1 Menjelang Puncak « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juli 3, 2008 pukul 5:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: