Refleksi Kesabaran

Mengaca diri, tentang bimbang yang selalu merajai hati. Semoga tak membuatku jadi bebal kembali dengan beragam kemalasan atau resah simpang jalan.

Bosan, jenuh dengan rangkaian hari-hari bukan tanpa makna. Jeda yang ada terkadang melalaikan, meski sebenarnya ada tugas-tugas yang mesti terselesaikan segera.

Ya Allah, refleksi diri menatap jalan yang tengah kugeluti. Berharap ujungnya adalah pertemuan kita yang tanpa halang. Entah sampai kapan resah itu menjadi aral, kukembalikan padaMu pemilik segalanya.

Bintang malam tak lagi menyejukkan, sebagaimana bintang pagi yang hanya sekedar berlalu dimakan kabut dan dingin. Badai dan angin adalah santap siang hari-hari. Ya Rabb, kesabaran ini kian teruji. Adakah ini semua yang Engkau ingini? Aku takut terbenam dalam lumpur nista (lagi), dan semakin dalam.

Aku malu padaMu, atas segala keangkuhan dan kepercayaan diri. Berharap ini semua terluruskan kembali. Keilmuan dan ketaatan yang sepertinya semakin terkikis, bahkan beranjak menghilang. Sekali lagi, aku bertepi di sini. Merefleksikan hati pada cahayaMu yang bening, menyeruat sela-sela hati yang menghitam.

PadaMu aku kembalikan semua ini, semua resah dan pilihan-pilihan yang membuatku bimbang. Aku hanya inginkan pertemuan yang tanpa halang, meski sekedar halangan cahaya. Aku rindu kasihMu, maka jadikanlah pilihan-pilihan yang kubuat adalah jua apa yang menjadi pilihan terbaik yang telah Engkau gariskan. Aku berserah di setiap ketika, semoga Engkau ridho atas jalan yang kutempuhi.

TanpaMu, aku bukanlah apa dan siapa..

5 Responses to “Refleksi Kesabaran”


  1. 1 prima almazini Februari 7, 2008 pukul 1:22 pm

    Berbicara tentang munculnya rasa resah dan pentingnya kesabaran selalu berkaitan dengan kata “fokus”. Konon katanya, fokus itu adalah obat penangkal segala rasa ragu dan bimbang. Selain itu, fokus juga adalah sumber kekuatan. Ilustrasinya, seperti seorang pembalap mobil berkecepatan super tinggi seperti F1. Keharusan untuk mengamati jalanan terus menerus demi keselamatan nyawa membuat seorang pembalap menjadi sangat fokus. Dalam keadaan fokus seperti itu, tidak ada waktu untuk ragu dan bimbang serta resah. Dilihat dari sisi lain, fokus pun membuat sang pembalap finish dengan selamat dan jadi yang tercepat.

    Bila masih ada resah dalam diri kita, mungkin karena kita belum fokus. Entahlah, ini berdasar pengalaman saya saja. Belum tentu benar untuk orang lain.

    Terus semangat menulis!! =)

  2. 2 bangzenk Februari 7, 2008 pukul 3:17 pm

    btul prim, terima kasih komentarnya.. fokusnya banyak teuinggg

  3. 3 ainee Februari 18, 2008 pukul 3:48 pm

    Sabarrrr???
    it’s so extremely hard…
    but it must..

  4. 4 bangzenk Februari 20, 2008 pukul 9:52 pm

    @ainee
    makasih ya dah di link.. emang berat.. tapi..


  1. 1 Menjelang Puncak « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juli 4, 2008 pukul 1:32 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,712 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: