Memahami Mimpi

Awalnya tulisan ini mau dikasih judul memahami realita, tapi itu buat tulisan kemudian aja😀.

18 September – 18 Oktober 2007

18 Oktober – 18 November 2007

18 November – 18 Desember 2007

18 Desember 2007 – 18 Januari 2008

18 Januari 2008 – 18 Februari 2008

Lima bulan sudah Rijal ini duduk, tidur, bangun, ngudud, makan, berak, dsb di negeri yang orang Indonesia bilang Belanda. Negeri yang pernah menjajah Indonesia 3,5 abad lamanya.

Memahami mimpi yang begitu mahal untuk kubeli semakin membuatku merengkuh syukur padaNya, Allah SWT.

Ketika kawan-kawan Teknik Kimia POLBAN 2004 bergelut dengan pekerjaannya atau bahkan masih mencari pekerjaan, kawan-kawan lulusan 2004 SMAN 1 Tasikmalaya masih bergelut dengan kuliahannya, atau mungkin sudah lulus dan tengah mencari kerja, bahkan sebagian sudah bekerja. Di sini Rijal duduk, dalam hening. Seolah tanpa kerja keras, seperti tak berpeluh keringat. Makan, tidur, kuliah, dan kerja dengan tenang.

Mimpi ini teramat mahal, kawan-kawan. Demi Allah yang telah memberikan kesempatan ini, Rijal tak pernah memintakan ini hanya sekedar mencari kepuasan diri. Rijal sudah cukup puas dengan apa yang Allah beri, kalian diantaranya. Kawan-kawan yang senantiasa memberi semangat ketika Rijal tak lagi mampu berpikir jernih dengan ragam masalah, kalian yang memberikan tamparan, makian, tendangan, yang dengan itu membuat RIjal memahami betapa kalian sangat menyayangi Rijal.

Ini adalah mimpi, hanya satu mimpi seorang anak manusia diantara ribuan mimpinya. Rijal bisa, apalagi kalian. Meski disadari tidaklah mudah, tapi segala tentang hidup adalah segala tentang perjuangan.

Bagi kawan-kawan yang tengah meraih mimpinya, Rijal hanya satu contoh kebesaran Allah SWT tentang roda hidup. Roda hidup yang senantiasa dipergilirkan, kemenangan, kegagalan, kesuksesan, dan kekalahan. Sesuatu yang bukan harus disesali, masalah, titian, pukulan, sakit hati, keterasingan, segala yang bernama tantangan hidup. Bersabarlah.. Karena sesuatu itu akan ada saatnya, seperti mimpi yang tersimpan dalam.

Rijal punya mimpi, kalian punya mimpi.. Hiduplah untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita.. Karena orang mati tak lagi dapat bermimpi..

5 Responses to “Memahami Mimpi”


  1. 1 Gandhi Februari 20, 2008 pukul 9:23 am

    kawan-kawan lulusan 2004 SMAN 1 Tasikmalaya masih bergelut dengan kuliahannya, atau mungkin sudah lulus dan tengah mencari kerja.

    GA SETUJU! saya kan dagh kerja. tidak mencari lagi. Hi8x…
    *UDAH NYOMBONG, KABUUUUUUUUUUUUUUUURRRRR*

  2. 2 bangzenk Februari 20, 2008 pukul 9:51 pm

    @gandhi
    dah ditambahin tuh..

  3. 3 piannopiana Februari 21, 2008 pukul 10:01 am

    iya neh jek…saya lagi pusing cari pasangan hidup:)
    ada orang belanda yang nganggur gak?
    mau memperbaiki keturunan neh………
    he…he….

    hahahaa… santei pian, dikasih embung atuh kamu mah.. eta.. inisial “N”..

  4. 4 Gandhi Februari 22, 2008 pukul 3:17 am

    hahahahaaha… sip lah! eh link dong blog saya ini di sini, Oke?🙂


  1. 1 Cerita Aku Untuk Negeriku « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Februari 3, 2009 pukul 4:13 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: