Tentang Ahmadiyyah

Berat sekali sebenarnya memulai topik ini. Ada beberapa hal yang sangat memberatkan hati untuk membahas topik ini, diantaranya ini adalah masalah keyakinan dalam berislam yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Hal lainnya adalah, terkait keberlangsungan keharmonisan dalam berbangsa dan bertanah air (lebih khusus bab kerukunan antar umat beragama).

Pertama tidak dibenarkan rasanya jika kita mengkritisi tanpa tahu ilmu dan batasan bahasan. Jika dicemati dua hal diatas merupakan hal yang berbeda yang menyangkut permasalahan Ahmadiyyah di Indonesia.

1. Berislam dengan benar.

Landasan Islam adalah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Ini harus disepakati dulu. Maka, pengakuan adanya Nabi dan Rasul baru tidak dibenarkan.

Coba sekali-kali berkunjung ke situs Ahmadiyyah di Indonesia. Pasti terenyuh, toh mereka itu juga sedang belajar berislam dengan benar. Hanya disayangkan ada penyimpangan dalam pemahaman dan praktik berislam mereka di kehidupan sehari-hari. Atau bisa dibaca di situsnya Ahmadiyyah sendiri di sini.

Ahmadiyyah memiliki penyimpangan sebagai berikut:

  1. Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan
    bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barang siapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad
  2. Ahmadiyah-Qadiyani memang mempunyai Nabi dan Rasul sendiri yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India
  3. Ahmadiyah-Qadiyan mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci “Tadzkirah”
  4. Kitab suci”Tadzkirah” tersebut adalah kumpulan wahyu yang diturunkan “tuhan” kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan kitab suci Al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Tuhan, tebalnya lebih tebal dari Al-Qur’an, dan kitab suci Ahmadiyah tersebut ada di kantor LPPI
  5. Kalangan Ahmadiyah mempunyai tempat suci tersendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Rabwah dan Qadiyan di India. Mereka mengatakan:”Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya bersenang-senang dalam haji akbar ke Qadiyan. Haji ke Makkah tanpa haji ke Qadiyan adalah haji yang kering lagi kasar”. Dan selama hidupnya “nabi” Mirza tidak pernah haji ke Makkah
  6. Kalau dalam keyakinan umat Islam para nabi dan rasul yang wajib dipercayai hanya 25 orang, dalam ajaran Ahmadiyah Nabi dan Rasul yang wajib dipercayai harus 26 orang, dan Nabi dan Rasul yang ke-26 tersebut adalah “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”
  7. Dalam ajaran Islam, kitab samawi yang dipercayai ada 4 buah yaitu:
    Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Tetapi bagi ajaran Ahmadiyah Qadiyan bahwa kitab suci yang wajib dipercayai harus 5 buah dan kitab suci yang ke-5 adalah kitab suci “Tadzkirah” yang diturunkan kepada “Nabi Mirza Ghulam Ahmad”
  8. Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun
    sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4. Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha’ 11. Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa mereka singkat dengan H.S. Dan tahun Ahmadiyah saat ini adalah tahun 1373 H.S (1994 M atau 1414 H). Kewajiban menggunakan tanggal, bulan dan tahun Ahmadiyah tersendiri tersebut di atas perintah khalifah Ahmadiyah yang kedua yaitu Basyiruddin Mahmud Ahmad
  9. Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya:”Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas
    segala agama-agama semuanya.(”kitab suci Tadzkirah” hal. 621)Berdasarkan keterangan yang ada dalam kitab suci Ahmadiyah di atas
    BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYATERMASUK AGAMA ISLAM
  10. Ahmadiyah mempunyai nabi dan rasul sendiri, kitab suci sendiri, tanggal, bulan dan tahun sendiri, tempat untuk haji sendiri serta khalifah sendiri yang sekarang khalifah yang ke-4 yang bermarkas di Inggris bernama: Thahir Ahmad. Semua anggota Ahmafiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat tanpa reserve pada perintah dia. Orang di luar Ahmadiyah adalah kafir dan wanita Ahmadiyah
    haram kawin dengan laki-laki di luar Ahmadiyah. Jika tidak mau menerima Ahmadiyah tentu mengalami kehancuran
  11. Berdasarkan “ayat” kitab suci Ahmadiyah “Tadzkirah” bahwa tugas dan fungsi
    Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul yang dijelaskan oleh kitab suci umat Islam Al-Qur’an, dibatalkan dan diganti oleh “nabi” orang hmadiyah Mirza Ghulam Ahmad
    11.1. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-
    India. Dan dengan kebenaran Kami Menurunkannya dan dengan kebenaran dia
    turun.” “kitab suci” Tadzkirah hal.637)
    11.2. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku” “kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.3.Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi
    Rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
    11.4. Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
    Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(”kitab suci Tadzkirah hal. 633)
    11.5. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu – wahai Mirza Ghulam Ahmad – kebaikan yang banyak” (”kitab suci” Tadzkirah hal.652)
    11.6. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – imam bagi seluruh manusia” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
    11.7. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
    Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (”kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
    11.8. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam lailatul qadr” (kitab suci Tadzkirah hal. 519)
    11.9. Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
    Artinya: “Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar tetapi Allah-lah yang melempar. (Tuhan) Yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Qur’an” (”kitab suci” Tadzkirah hal.620)
    Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an. Dan Mirza Ghulam Ahmad
    mengaku pada umatnya -orang Ahmadiyah-bahwa ayat-ayat tersebut adalah wahyu yang dia terima dari “tuhannya” di INDIA.
  12. Sumber:
    1. Buletin LPPI. Masjid Al-Ihsan Lt.III Proyek Pasar Rumput Jakarta 12970 Telp/Fax. (021)8281606
    2. Al-Mausuah Al-Muyassaroh Fil Adyan Wal Madzahib Al-Muasirah (WAM)

    dikutip dari komentar Husein1924 di forum WisataHatiOnline.

Sebagai umat Islam, QS. Al-Maidah: 3 merupakan salah satu rujukan. Bahwa Islam ini telah sempurna. Maka, Pada QS. Al-Ahzab: 36 pun dilengkapi, bahwa:

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Terjemahan keluaran Asy-Syamiil)

Nah, cukup jelas. Bahwa dalam hal ini maka, JAI boleh dianggap sesat secara hukum syar’i.

Kemudian masalah berikutnya,

2. Kerukunan antar umat beragama

Menyaksikan pengrusakan sarana peribadatan JAI tentu bukan hal yang dibenarkan secara nurani maupun hukum Indonesia.

Negara kita negara hukum, bukan negara agama maupun agama sekuler. Oleh karena itu kerukunan antar umat beragama diatur juga oleh pemerintah. Kebebasan dalam berkeyakinan juga diatur oleh pemerintah. Karena dengan itulah, kasus Ahmadiyyah ini menjadi -seperti- benar telah dilanggar hak azasi-nya dalam berkeyakinan.

Tunggu dulu, pernah tahu surat edaran Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/BA.01/3099/84 tanggal 20 September 1984, a.l.:
2. Pengkajian terhadap aliran Ahmadiyah menghasilkan bahwa Ahmadiyah-Qadiyan dianggap menyimpang dari Islam karena mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, sehingga mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw bukan nabi terakhir.

Nah, negara kita telah menyatakan Ahmadiyyah ini sesat. Bagaimana sikap kita sebagai warga negara yang taat hukum dan mengakui falsafah hidup berbangsa dan bernegara kita Pancasila juga berlandasan hukum UUD 1945?

Ayo kita berpikir lebih jernih.

Maka, solusi yang paling bijaksana dan mencakup kedua permasalahan itu adalah:
1. Ahmadiyyah kembali meluruskan landasan gerak dan tatacara ibadah serta keyakinannya merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW tanpa ditambah-tambahi dan dikurang-kurangi.

Jika tidak,
2. Ahmadiyyah mengikrarkan sebagai bentuk agama baru, dan harus menjauhkan embel-embel Islam dalam pergerakannya, baik itu simbol, praktik ibadah, rumah ibadah, dll.

Solusi ini sempat terlontar dari Ketua MPR RI, tentu dengan kapasitasnya sebagai pengayom lembaga negara. Dan ramai di bahas di sini oleh GuhPraset.

jangan sampai kita mencampur adukkan dua masalah ini. Karena landasannya beda. Meski pada akhirnya bisa dicari “win-win solution”.

Ada masalah lain?? Silakan disampaikan dengan tetap menjaga hati dan otak jernih. Dan mari kita cari alternatif penyelesaiannya.

ditulis oleh: Bangzenk

12 Responses to “Tentang Ahmadiyyah”


  1. 1 Tgk. Alex Mei 3, 2008 pukul 7:32 pm

    Sebagai muslim, saya tetap memandang Ahmadiyah itu melenceng dari Garis-garis Besar Haluan Agama yang saya pahami, seperti Quran dan Hadist.

    Pembenaran utk itu sederhana: Jika agama harus menuruti jalur pikiran manusia yang logis, rasional dan sesuai nalar, ya… nalar saya mengasumsikan doktrin agama seperti doktrin bernegara. Coba saja lihat, saat ada yang ingin meminta Piagam Jakarta atau perumusan undang-undang menolak pornografi (pornoaksi kata yang janggal bagi saya), kenapa banyak yang mencak-mencak, dan melupakan bahwa permintaan demikian adalah hak juga? Malah diantara barisan penolak permintaan – yang memang berbau kentara religiusnya itu – ada yang berfatwa bahwa GBHN, Pancasila dan UUD 1945 yang dibingkai dalam Negara Konstitusi Republik Indonesia adalah harga mati. Tak boleh ditawar. Tak boleh ada ide sejenis Darul Islam atau bahkan pengaplikasian kehidupan sesuai standar Islam bahkan terhadap penganut Islam sendiri.

    Saya memaki yang demikian itu sebagai sikap yang paradoks! Ambigu dan maunya menang sendiri. Para pengagung kebebasan yang memuja kebebasan lalu disisi lain mementung kebebasan orang lain dengan kebebasan yang diklaimnya hanya pantas menurut definisinya sendiri.

    Ah ya, berbau puritan ucapan saya itu, memang. Namun saya masih berada pada posisi dimana saya menghargai hak mereka untuk eksis dan membuktikan pada sejarah seberapa lama ajaran Ahmadiyah akan bertahan di planet ini.

    Saya jelas bukan orang yang terlalu saleh. Karena itulah saya menebusnya dengan mencoba bersikap adil. Kasus Ahmadiyah dalam kacamata fiqih Islam, apa itu Sunni, Syiah, Mu’tazillah dan yang masih berpegang pada syahadat adalah jelas: Ahmadiyah sudah keluar dari jalur pengidentifikasian kemusliman umat Islam.

    Saya bukan bagian mutlak dari salah satu mazhab2 diatas itu.
    Tapi saya mencoba bersikap adil. Saya bisa menghargai perbedaan terhadap Ahmadiyah, dan untuk itu tindakan brutal dengan penyerbuan dan bakar-bakaran saya tidak suka.

    Saya sudah muak dengan perang…😐

  2. 2 daeng limpo Mei 4, 2008 pukul 9:04 am

    DIALOG YES……..PERANG NO !

  3. 3 bangzenk Mei 4, 2008 pukul 11:32 am

    @Tgk Alek dan Daeng Limpo Yth,

    klarifikasi, tulisan saya tidak mengajak perang. Islam bukannya cinta damai?

    kita sangat menantikan ahmadiyyah membuka dialog dengan umat Islam. tidak hanya dengan orang atau kelompok tertentu yang dianggap mendukung saja. tapi juga pada umat Islam seluruhnya tanpa memandang organisasi, mazhab Imam yang diikuti atau lainnya (selama masih syahadatnya dan pedoman hidupnya sama berlandas Al-Qur’an dan Sunnah)

    Terima kasih karena bersedia komentar
    SalamHangat,

  4. 4 ghaniarasyid Mei 8, 2008 pukul 1:29 am

    memang, membahas Ahmadiyah jadi pusing.
    Masalahnya, mereka selalu mengedepankan HAM, berlindung di baliknya🙄

  5. 5 zulkifli Mei 14, 2008 pukul 1:28 pm

    Manusia diciptakan dengan dibekali akal fikiran yang tiada dimiliki oleh hewan. Penyimpangan adakalanya dilatar belakangi oleh hawa nafsu,kebodohan dan kesombongan.Kebaikan tentunya ada dalam alam fikiran yang sehat.Berjuang tidak harus dengan menghunus pedang(“Segala pekerjaan pedang itu boleh di buat dengan kalam,adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh di buat dengan pedang dan beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus dengan segores kalam jadi tersarung”,dikutip dari Raja Ali Haji,dalam mukaddimah kitab bustan al katibin).Sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui

  6. 6 yanti Mei 15, 2008 pukul 5:05 am

    Berat juga… mendengar… ada beberapa orang dari kelompok Ahmadiyah yang meminta suaka ke pemerintahan Australia, pagi ini…
    *heh… tapi mau apa… hidup memang penuh dengan pilihan.

    *Heh mudah-mudahan Allah akan segera membuka pintu pemahaman kita semua

  7. 7 dedsatria Mei 15, 2008 pukul 5:21 am

    ya repot soal ahmadiyah kalau sudah masuk ke wilayah politik. semoga masyarakat lain tak ikut ikutan….

  8. 8 bangzenk Mei 15, 2008 pukul 9:28 am

    @ghaniarasyid,
    itulah pemahaman yang setengah-setengah, jadi seolah HAM dan hukum dipermainkan😦 parah nih orang 2 Ahmadiyyah, terlebih parah adalah orang DepHukHam juga pemerintah yang tidak konsisten.

    @Zulkifli,
    semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang2 yang menyimpang..

    @yanti (aka mama aini)
    ya, hidup memang pilihan. maka pilihlah apa yang Allah pilihkan untuk kita..

    ya, semoga kita bisa menghadirkan Allah SWT di setiap langkah kita.

    @dedsatria
    karena Ahmadiyyah sendiri membawanya ke ranah politik. jadi serba salah, dan membawa perpecahan.

    terimakasih semua yang telah berkunjung
    salamhangat.
    berbagi cerita..

    semoga yang lain gak ikut-ikutan, dan tetap berpikir jernih.

    link-nya kok gak ditaut mas dedsatria.. sayang saya gak bisa main..

  9. 9 ali Juni 3, 2008 pukul 6:14 am

    Udah jelas kalo pihak barat (amerika,australia etc) ngedukung ahmadiyah….., karena mereka benci ama islam

  10. 10 ^revolver Juni 3, 2008 pukul 11:22 am

    fpi = pengecut……….
    klo gak berani tanggung jawab ngapain loe nyerang akkbb d monas…??!%#$^
    pake mengatasnamakan “KLI” lah…
    bullshit…..
    klo loe udah sampe ke israel gue pasti diem
    mana prestasimu…??????
    orang islam di palestina di injek2 loe diem aja..??
    klo orang islam di indonesia yang bukan fpi loe pukulin abiszzz…??
    dasar pecundang yang ngaku2 islam….

    ngapain ngelempar masalahnya ke nu sama muhammadiyah….??????

    preman koq pake bawa2 nama islam……….

    fpi anjing…………………..

    ^revolver

  11. 11 Ihsan Juni 20, 2008 pukul 6:41 pm

    O..yaa kalau mau jelas tentang kebobrokan Ahmadiyah dan jeleknya ahklaq mirza ghulam ahmad al kadzab… bisa di baca di majalah asyariah atau hub. saya


  1. 1 Insiden Monas: KLI Bertanggung Jawab « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 2, 2008 pukul 10:15 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 637,137 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: