Indonesia Bisa: 100 Tahun Kebangkitan Nasional?

Slogan baru yang kabarnya akan diluncurkan pada peringatan 100 tahun kebangkitan nasional membuat saya sedikit tergugah. Sebagaimana kritikan Emha Ainun Najib pada acara bertemakan “Bangkit Negeriku, Harapan itu Masih Ada” yang digagas teman-teman PKS beberapa waktu lalu.

”Bagi saya, Indonesia bukan hanya masih punya harapan, tetapi Indonesia akan bangkit menjadi sangat luar biasa dan punya pengaruh internasional, apalagi segalanya tersedia cukup banyak di negeri ini,”

Dan memang, kita bukan hanya sekedar memiliki harapan. Kita memiliki segudang pekerjaan besar, terlebih masalah kerakyatan-kebangsaan. Sebagai sebuah bangsa yang besar, jelas Indonesia lebih sekedar dari “Indonesia Bisa” atau “Indonesia Harapan”. Kita mesti bergerak, terus bergerak meng-indonesia-kan Indonesia. Bukan sekedar euforia dengan tema kebangkitan nasional yang sejujurnya memberikan tanda tanya besar, atas dasar manakah para petinggi negeri ini kemarin menjadikan 20 Mei 1908 sebagai tonggak kebangkitan nasional.

Kebangkitan nasional bukan terletak pada kesadaran satu-dua orang, atau berdirinya satu organisasi tertentu (apalagi Boedi Oetomo: hanya catatan organisasi ini tidak memiliki visi kebangsaan. Namun sekedar mengambil momentum “kebangkitan nasional” saya menuliskan semangat ini).

Semestinya menjadi kesadaran kolektif untuk terus membangun harapan, membangun perubahan positif, tatanan madani yang berkiblat pada kepekaan nurani dan sabanda sariksa. Sehingga Indonesia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Indonesia bisa kembali “Merdeka” dari keterjajahan dan pengasingan. Indonesia bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya dengan kesetaraan hukum, kejujuran moral dan sinergi yang tangguh diantara seluruh elemen bangsa. Konglomerat yang senantiasa menggunakan ke-konglomerat-annya bagi saudara-saudaranya yang melarat. Para komandan senantiasa memberikan teladan pada bawahannya. Para pendidik bisa bekerja tanpa tertekan siswanya dinyatakan tidak lulus oleh Departemen Pendidikan Nasional. Para pelajar tidak takut tak diterima perguruan tinggi negeri atau swasta sekalipun hanya karena biaya kuliah yang jauh lebih tinggi dari gaji bapak-emaknya sebulan.

Indonesia bisa dan sangat-sangat bisa menjadi bangsa yang jauh berdaulat daripada saat ini, dengan melepaskan belenggu kepentingan individu di benak dan hati para pemimpinnya, dengan melepaskan kepentingan dan kacamata barat dari setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Indonesia bisa menjadi negeri yang makmur dan berkeadilan selama mau belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu baik dari para pemimpin maupun ragam kebijakan yang tak berpihak pada kepentingan rakyat.

Sudah saatnya kita bangkit, terlalu lama kita terdiam alias TIDAK BERGERAK. Mari kita benahi Indonesia, dengan membenahi diri, keluarga, masyarakat di sekitar kita. Tunjukkan bahwa kita adalah SEORANG INDONESIA dengan idealisme kebangsaan kita: Pancasila. Juga dengan keyakinan saudara-saudara sebagai insan Tuhan.

Bangkit negeriku, harapan itu benar-benar masih ada. Kita terlalu kaya untuk dibilang negeri miskin, tapi kita juga mesti sadar bahwa kita miskin untuk dibilang sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alam dan beragam infrastruktur alami yang telah dianugerahkan Allah SWT.

Mari kita berbenah, menegakkan kepala kita menatap masa depan. Indonesia bisa hidup seratus tahun lagi, bahkan seribu tahun lagi. Selama kita jaga dengan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa dengan segala eksistensinya, tak terpengaruh kebudayaan bangsa asing yang banyak tak sejalan dengan kepribadian kita sebagai sebuah bangsa. STOP!! Suda saatnya kita Indonesiakan Indonesia!!

Terakhir, serahkan kepemimpinan bangsa ini kepada orang-orang muda yang kaya akan intelektualitas dan idealisme untuk bekerja secara profesional dan berpihak pada rakyat. Sepanjang sejarah perkembangan bangsa ini, kaum muda tak banyak diberikan tempat yang sepadan dengan kualitasnya sebagai generasi penerus dan insan perubahan. Kami siap membuktikan, bahwa kami layak diberikan tempat sebagai penggerak Republik Indonesia. Karena di jalan kami mungkin dinilai hanya sekedar BICARA, maka jangan halangi kami melanjutkan perjuangan para pendahulu kami.

Kami bukan Ki Hajar Dewantara, bukan Soedirman, bukan Diponegoro, bukan Soekarno, bukan Hatta, bukan M. Natsir, tapi kami adalah Seorang Indonesia yang belajar dari mereka. Belajar dengan segala keterbatasan keteladanan para petinggi negeri dan fasilitas, serta kebijakan yang mengekang kami untuk bergerak dan berkarya.

Indonesia bisa menjadi lebih baik, dan saya yakin Indonesia akan tetap ada selama saya, kamu, kita tetap bergerak membangun peradaban madani. Negeri adil dan makmur, seperti cita-cita kita dulu. Apa anda yakin dan percaya Indonesia bisa? mari BERGERAK!!

ditulis oleh: Muhammad Rijal ARS

11 Responses to “Indonesia Bisa: 100 Tahun Kebangkitan Nasional?”


  1. 1 Sasya Hasyim Mei 21, 2008 pukul 7:07 am

    Wajib dipublikasikan, kawan-kawan. Tolong dibaca kawan-kawan. Meski anda-anda yth bisa saja tak setuju dengan isi surat-surat ini, tapi kita sementara rangkul dpr dulu, kita rayu taruna2 tni dulu, kita jungkirkan dulu, dan kini fokus jatuhkan SBY-JK. Kalau tidak begitu anda terlalu polos untuk berhasil dalam berjuang menghancurkan mafia Orba.Sebarkan ke seluruh teman-teman jaringan mahasiswa, rapatkan, renungkan, pikirkan, dan bertindaklah. Tak ada waktu lagi untuk dibohongi lagi

    Ini penting: Hari ini, dan semalam dengan memanfaatkan seluruh Tv nasional, dengan memaksa merelay acara utu, SBY “berkicau” dan ‘terus berkicau’ membodohi untuk menglur waktu (buying time) lagi agar tidak jatuh, dan mengatakan dirinya menolak unjuk rasa yang bersifat merusak. Prtanyaan kita adalah dengan dia hanya bicara dan tidak menjalankan pemerintahan demokratis (pemerintahan yang menghargai dan memeprjuangkan hak-hak rakyat seperti di AS), apakah dia menjalankan demokrasi? SBY dengan mengatakan menolak unjuk rasa apapun bentuk unjuk rasa itu akibat jalan keluar damai sudah habis, maka SBY bukanlah demokrat. SBY jelas orang militer gaya Myanmar tapi berkedok demokrasi. Kini jalan seluruh mahasiswa bersatu dari daerah-daerah hingga pejalar dan bermuara ke pusat ke depan istana dan meminta bantuan DPR/MPR adalah jalan terbaik dan sempurna untuk segera menjatuhkan SBY-JK dan menyeretnya ke pengadilan rakyat agar mereka bertanggunjawab karena “telah menyelewengkan makna demokrasi sejati” dan harus dilengserkan/dipecat/ditumbangkam dam diadili mahkamah mahasiswa/rakyat.
    Malam sebelumnya SBY dengan bangganya telah “memanfaatkan” taruna-taruna muda anggota TNI yang masih muda dan polos itu di stadion Senayan, untuk “kampanye” dirinya dan untuk kampanya seolah-seolah TNI berada di bawah genggamannya. Robot-robot taruna muda itu sangat polos. Mereka hendaknya disadarkan bahwa mereka tengah “diperalat” dari waktu ke waktu dan sekarang sedang diperalat untuk kampanye SBY mengatasnamanya perayaan hari kebangkitan nasional. Maka saatnya para taruna TNI itu mendapat informasi ini dan agar sadar untuk tidak mau diperalat SBY yang mencoba memanfaatkan mereka. Saatnya seluruh anggota TNI muda dan tua menyatu dengan mahasiswa yang kini berada di jalan benar memperjuangkan hak-hak rakyat (menurunkan harga, membatalkan penaikan ngawur bbm atas nama kenaikan bbm internasional itu dan melngserkan pasngan pemimpin palsu SBY-JK). Selamat menjatuhkan pemimpin-pemimpin palsu. Menyatulah dengan DPR kali ini, dan berhenti menghujat DPT dulu. DPR harus didesak untuk segera sidang istimewa menjatuhkan SBY-JK untuk memilih tahun ini pemiimpin nasional baru yang pro-rakyat. Selamat berjuang pantang mundur. Menyerang, menerjang, bergerilya, bakar dan hanguskan tempat-tempat umum beserta komponen tersembunyi kekuatan preman dan kompoknen rakyat dan para anggota TNI yang terseisihkan. Bakar semua, hingga SBY-JK menyerah dari keangkuhan dan kengawiran serta pembodohan mereka! Jangan berhenti! Dan jangan dibodohi untuk kesekian kalinya. Selamat berjuang, saudaraku rakyat, anggota TNi yang berpikir, serta mahasiswa yang budiman! Selamat berjuang! No give up this time!

    _____

    Sebelumnya, ini perlu dibaca dan disebarluaskan ke seluruh “pejuang mahasiswa”juga, bagus kok.

    THE “SOON TO BE” LOSERS
    Should-be meltdown of “no-care-to-people” SBY-MYK
    By Andi Noya and Desi Anwar

    Embargoed until June 1, 2008
    Indonesia’s current President Susilo Bambang Yudhoyono, SBY, is a man of tragedy. He is making all daily prices hike uncontrollable in the eyes of most Indonesian people. SBY will soon be remembered for the most humiliating political meltdown in Indonesia’s modern history.

    SBY together with his vice president Mohammad Yusuf Kalla, MYK, from the start tried and try to buy time, they are not capable though. Indonesian students and people are most stupid that they are being deceived and nothing they act – no demonstrations that will lead to their resignation. SBY is making the national punching bag. SBY is, however, a self-inflicted wound. SBY’s political skills were never his strong suit. He obstinately and self-indulgently cling to power until he never announces his resignation. He amplifies all Indonesian people’s discontent, provoking Indonesian people to soon launch protests all over Indonesia to make him step down.
    It was a pathetic way. SBY will set the fuel prices hiking around 30 percent. What is striking in Indonesia now is that normally a president like the late Suharto showed some respect and sympathy for his people, but this time SBY does have that and some military generals and all mass organizations are ready to strangle him. It is their rights as SBY does not fulfill the contracts between the regime and its people that he has to make the life of Indonesian people have normal life; the recent and last price hike of daily commodities and fuel has strangle the Indonesian people and now SBY is ready to be strangled. breathed a collective sigh of good riddance. Probably the most disappointed people in Indonesia are his political opponents, who viewed him as their most effective weapon. They also have their rights to see like that as SBY and MYK are not accountable men.
    From the first he became Indonesian president, SBY had been governing on borrowed time. Now SBY has become heavy and unwanted baggage and his exit is and should be a matter of time if all Indonesian components act wisely, starting huge demonstrations followed by mass riots. SBY-MYK should have fallen down or stepped down. The stupid thing is that the military seem do not care to Indonesian people and Indonesian students are too stupid to be calmed down and not ready to act like their seniors before in 1997/8. They are cowards, unless they act now for the sake of ordinary Indonesian people, who had and have suffered hugely. Dumping SBY and MYK is a best way of clearing the decks, to regain the public confidence they squandered.
    The question is why students like Trisakti Student, UI students, UGM students do not act now? Why ought they to feel some compassion for SBY especially? Where are Amien Rais, Sri Bintang Pamungkas, Hariman Siregar, Prabowo Subianto, Wiranto, Guys Dur? Where is Nur Wahid? The later just busy to fuck his new wive? Oh, poor Indonesian people! And where are the middle and upper class people also?

    __________

    Ini juga harus disebarluaskan ke web-web site mahasiswa pejuang. Judulnya:

    SBY “mutan busuk” atau sebutlah “se

    macam” SUHARTO — amatiran. Beleive it or not. Tingkah laku dan pola pikirnya curang untuk upaya memenangkan Pemilu 2009. Ambil contoh nyata. SBY kini nyata-nyata mengganjal Gus Dur, temannya Prabowo, melalui “orang-orang”, katakan, “oknum-oknum” di institusi yang masih bermental korup ketinggalan jaman (satu-satunya setelah Myanmar dan Korut) TNI. Gus Dur belum lama ini mengakui ia memang diganjal SBY atau TNI. Sebab kalau ia tetap ikut pemilu, ia akan menang pasti. Itu mungkin benar. Kita semua tahu, Gus Dur terutama (dengan NU-nya) dan juga PKB Gus Dur memiliki kekuatan extraordinary hingga pelosok desa. Gus Dur hampir pasti akan menang. Maka PKB sengaja dan terencana, dipecah melalui Muhaimin, anak muda cukup pintar, licik, dan ambisius tetapi “menjual diri” ke SBY dan TNI secara diam-dian’; ada yang mendekati Muhaimin untuk memecah PKB. Sayang pers Indonesia, tidak pandai melihat itu. Siasat SBY sudah lama dipakai di TNI dan itu cara-cara lama yang dulu selalu dilakukan tuan Suharto, kini ditiru “mutan busuk” SBY, karena masih efektif untuk kasus Indonesia. Masih banyak lagi cara-cara seperti ini. Orang penting di PKS, Nur Wahid, yang istrinya mati entah bagaimana mulanya, disuguhi wanita lebih “lumayan” cantik dan kawinlah Nur Wahid dengan nafsu. Ini jelas juga rekayasa agar ketua MPR itu dapat dimanfaatkan SBY untuk pemilu 2009. SBY dan JK ber-”komitmen jahat” itu dengan pintarnya menjadi saksi pernikahan. Jadi SBY tahu dan belajar cara memangkan 2009 melalui cara-cara tuan HARTO. Penggembosan atau bahkan pembunuhan karakter terjadi di bidang manusia hukum Indonesia. Hari ini, Todung Mulya Lubis, pengacara terkenal dan hebat, dipecat permanen dari Asosiasi Advokat Indonesia. Kasihanlah dia. Sadis betul — sesadis “tidak bolehnya mencalonkan Gus Dur sebagai presiden 2009.” Kasus Todung Muyla Lubis diduga keras terkait dengan kekhawatiran SBY. SBY akan meniru cara mempertahankan kekuasaan almarhum tuan Suharto karena dianggapnya masih relevan dan akan efektif. Todung ML, menurut kacamata SBY dan gangnya, dilanggap bahaya laten, untuk rezim SBy ke depan, meskipun kasus yang nampak di permukaan seolah tak ada hubungannya samasekali dengan SBY. Itulah cara-cara ORBA, saudara-saudara. Kini kita semua tahu, pimpinan oportunis di TNI dan juga di BIN (seperti Syamsir Siregar misalnya yang menjual diri ke Amerika) masih mengendalikan curang negara ini, dan akibatnya rakyat dan bangsa Indonesia menderita berat, boleh sama kira-kira dengan Myanmar hanya sedikit agak lebih baik; yang jelas tak akan mengejar sejahtera seperti negeri Malaysia apalagi Singapura. Maka diperlukan siasat tandingan. Orang-orang mantan TNI, para senior dan juniornya SBY yang masih tugas atau pensiun atau yang tak aktif, para jenderal yang ambisius tapi berwawasan nasionalisme perduli rakyat dan bukan antek kapitalis, musti kini saatnya untuk bangkit. Dengan segenap kekuatan yang ada, rakyat, juga para preman yang dapat dimanfaatkan, serta mahasiswa yang bukan “anak mama” untuk segera menjatuhkan SBY-JK yang tidak pernah perduli pada dan memikirkan rakyat bangsa Indonesia yang sebagian menjadi budak-budak di Malaysia. Rupanya di satu sisi JK tak tahu derita rakyat karena ia anak businessman, sedangkan SBY anak miskin dan tidak punya keberanian, selalu bimbang dan tidak sensitif. Maka, siapapun, mantan TNI atau bukan, untuk bersatu (bersatu kita teguh bercerai kita runduh), militer atau non militer bukan soal, untuk bangkit kaena harus perduli rakyat yang kini sangat sangat menderita di bawah SBY. Orang-orang yang barusa disebut harus sadar dan bangkit, melangkah nyata (tak perlu takut Amerika yang kini kapalnya sedang merapat di laut Indonesia), karena SNY hanya mengadu pada Amerika, untuk bangkit dan membuang SBY-JK yang tak takut pada rakyat. SBY mutan busuk bersama JK karena terus membuat rakyat menderita dengan membuat pengelabuhan dan pembohongan yang terakhir adalah kasus BLT yang sangat tidak masuk akal politik dan ekonomi. Padahal dulu, SUHARTO pun sangat perduli dan mensejahterakan rakyat, tapi ia kejam terhadap musuhnya. Gimana fakta SBY-JK saat ini. Rakyat gila dimana-mana, bunuh diri dimana-mana, membunuh anak-anak mereka dimana-mana, merampok dimana-mana, akibat SBY konon doktor pertanian dan bodoh ekonomi itu. Jadi mau tak mau harus ada orang-orang, seperti musuh-musuh SBY, yang mau menghentikan “kesongkakan” SBY demi rakyat. Persetan dengan pernyataan Syamsir Siregar, kepala BIN yang tak peka terhadap derita rakyat. Siregar pun harus dibuang atau diapakan baiknya. Menjatuhkan SBy gampang. Naikkan harga BBM melonjak begitu tinggi atau langkah dadakan lainnya sedemikian sehingga rakyat sekarat. Maka akan tercipta kerusuhan, kerusuhan perlu digerakkan dan direkayasa, dis seluruh negeri secara cerdas, sehingga kerusuhan dan demo masal merata. Lalu DPR buat sidang khusus untuk memecat SBY-JK. Majulah seorang tokoh untuk menjadi presden sementara atau selamanya, tentu ia yang nasionalis seperti SUKARNO atau boleh juga seperti SUHARTO tapi yang membuat harga-harga murah termasuk harga bbm, dan bukan antek kapitalis seperti SBY-JK. Di bawah SBY-JK, stop! Selamat berjuang, jenderal-jenderal pensiunan dan terpecat dan terbuang. Selamat berjuang, konkritkan. Kami mendukung anda-anda. Kami mahasiswa juga dan kami lebih cerdas dari kebanyakan mahasiswa mayoritas; tapi kami yakin mayoritas mahasiswa itu akan berpikir ulang dan ikut “perahu kita untuk segera lindas SBY-JK, demi menghentikan derita rakyat. Berhentilah tuan-SBY-JK mengelabuhi rakyat; jangan kalian bawa negeri ini dalam FAKE demokrasi, facade demokrasi! Demorasi sejati seperti negara-negara lain; harga-harga murah atau kalau mahal adalah sesduai dengan standar penghasilan minimum rakyat. Bagaimana anda mengatakan meniru negara maju menaikkan bbm seharga mendekati negara maju, tapi anda-anda tidak menaikkan standar penghasilan minimum yang amat besar seperti di negara-negara maju? Sungguh curang anda-anda. Saatnya maju mantan jenderal-jenderal yang akan menggunakan ekonomi kesejahteraan seperti negara-negara Eropa, bukan kapitalis murni, tapi egara kesejahteraan! Yang perduli rakyat. Sistem ekonomi yang membuat rupiah bernilai. Sistem ekonomi dengan harga barang-barang “dijangkau” warga negaranya. Enemy-enemy tuan-tuan SBY-JK , yaitu mantan-mantan jenderal dan segenap komponen aktivis Indonesia, dan juga Gus Dur dan lainnya harus bangkit untuk segera merekayasa penaikan harga dan buang SBY-JK. SBY-JK lupa bahwa seluruh rakyat dan mahasiswa jauh lebiyh pintar. Bagaimana SBY bisa dapat gelar doktor pertanian ya? Padahal ekonomi dan keadilan untuk rakyat Indonesia, hancur luluh-lantak.

    ________

    • 2 cewe November 5, 2010 pukul 3:06 am

      g gtu jg x menanggapinya,, blm tentu kalian tuch bs memimpin negara ini… mendingan saling intropeksi diri sendiri aj g ush intropeksi / menyalahkan org lain.diri sendiri aj bl tentu bnr!!

    • 3 Adhitya Fajar Prasetya Maret 13, 2011 pukul 7:45 am

      Berhentilah membuat komentar2 yang gak nyambung ama topik, Sasya Hasyim. Maumu apa sih?? CUUHH!!!

  2. 4 Mas Kopdang Mei 21, 2008 pukul 9:42 am

    Jangan paksa saya jadi RI-1 di tahun 2024..!😯

  3. 5 bangzenk Mei 21, 2008 pukul 2:18 pm

    @Sasya Hasyim,

    Panjang banget tulisannya, ingin menanggapi tapi masih pegel nih kepalanya😛

    @Mas Kopdang,

    Mas, gapapa kok.. kan ada saya🙂

    dukung BangZenk jadi Presiden!!😀

  4. 6 Raden Mei 29, 2008 pukul 3:15 am

    lalu, apa hasilnya.???? kosong… mari kita ubah negara ini dengan konsep efisiensi & efektifitas proses ke output/hasil negara…. http://www.kebangkitan.com ….

  5. 7 bangzenk Mei 29, 2008 pukul 7:49 am

    @Raden,

    Mari, kita bangkit!! Jangan kebanyakan nge-net😀

  6. 8 windows 8 activator Juni 27, 2013 pukul 11:39 pm

    First off I want to say excellent blog! I had a quick question that I’d like to ask if you do not mind. I was interested to know how you center yourself and clear your head prior to writing. I have had a hard time clearing my thoughts in getting my ideas out. I do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes tend to be wasted simply just trying to figure out how to begin. Any ideas or hints? Kudos!

  7. 9 Christina Agustus 7, 2013 pukul 7:41 am

    I’m amazed, I have to admit. Seldom do I come across a blog that’s
    equally educative and entertaining, and without a doubt, you’ve hit the nail on the head. The issue is something that not enough men and women are speaking intelligently about. I am very happy I found this in my hunt for something concerning this.

  8. 10 young driver insurance quote Oktober 2, 2013 pukul 7:39 pm

    You should also prove to thee insurance company that
    you are responsible by having a clean dricing record.
    As a sijngle guy under age 21, you can approximate your potential savings merely byy reducing your
    present rate by 50 percent and then allowing for operator trainig orr good student discounts where appropriate.
    As consumers, it is our responsibility to inform our insurance company of any material facts that maay affect the insurer’s decision to assess risk and offer an insurance policy.


  1. 1 help.uhurunet.com Lacak balik pada Mei 19, 2014 pukul 1:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: