Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Sekali lagi, kita lihat ketidakbecusan Pemerintah RI dan POLRI dalam menanggani kasus-kasus kekerasan. Saya menilai Pemerintah RI dan POLRI selalu bersikap reaktif ketimbang preventif atas setiap masalah yang ada. Bahkan kebanyakan ketika pun hendak diselesaikan yang selesai hanya bagian terluar saja, sedangkan akar masalahnya menjadi kabur.

Sebagai contoh, insiden monas kemarin. Di media massa dapat kita baca bahwa FPI menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Kita kupas sekarang dari dua versi. Versi pertama versi Munarman, selaku Panglima dari Komando Laskar Islam (KLI). Sebagai catatan, KLI inilah yang menyatakan bertanggung jawab atas Insiden Monas kemarin, bukan FPI. Jadi jangan sampai tertipu pemberitaan media.

Dari KOMPAS.COM (saya ambil KOMPAS karena media yang satu ini cukup berimbang dan pembahasannya cukup tajam, baca: gak banyak ralat), berikut pernyataan Munarman. Poin-poin yang saya garis bawahi:

1. Aksi KLI ditujukan untuk mengamankan aksi menolak kenaikan harga BBM.
2. KLI terprovokasi oleh orasi AKKBB yang menyatakan mendukung Ahmadiyyah.
3. KLI menenggarai bahwa aksi AKKBB bukan aksi damai ditunjukkan dengan adanya peserta aksi yang membawa senjata api. Silakan lihat di sini
4. KLI siap bertanggung jawab, bahkan Munarman siap ditangkap dengan satu syarat: bubarkan dulu Ahmadiyyah.

Perhatikan poin pertama tadi, mereka bermaksud menolak kenaikan harga BBM. Jika kemudian jadi anarkis, karena ada orasi (yang menantang) untuk bersikap tentang keberadaan Ahmadiyyah.

Sekarang versi AKKBB yang langsung melapor ke POLDA METRO JAYA dengan didampingi para pendukungnya, seperti Ketua LBH Jakarta Asfinawati, Yenny Wahid, Adnan Buyung Nasution, Goenawan Mohamad, serta Ahmad Suaedy sebagai salah satu korban penyerangan.

1. AKKBB mengindikasikan penyerangan sudah direncanakan
2. Mendesak polisi untuk segera menangkap dan meprosesnya secara hukum pelaku aksi kekerasan di Insiden Monas.
3. Mendesak Presiden untuk membubarkan organisasi yang menebar kekerasan.
4. AKKBB menyatakan, 70 orang cedera akibat penyerangan.

Pernyataan versi AKKBB terkesan menyudutkan tanpa memandang kenapa aksi penyerangan itu bisa terjadi, tidak ada klarifikasi dari tudingan yang disampaikan KLI bahwa AKKBB berorasi membela Ahmadiyyah tanpa memperhatikan bahwa Ahmadiyyah telah menodai Islam dan menyakiti hati para pemeluk Islam yang berupaya menjaga kemurniannya.

Dan lihat reaksi Presiden dan Wakil Presiden kita terhadap aksi ini. Kayak kejadian Poligaminya Aa Gym, mereka langsung bertindak. Bagaimana ketika aksi penolakan kenaikan harga BBM? Bagaimana tentang pembunuhan massal kaum muslimin pada hari raya Idul Fitri 1999 di Poso? Pemerintah yang tai ucing.

Inilah sikap pemerintah kita PENGECUT dan TIMPANG, dan saya sangat khawatir penanganan insiden monas malah mengaburkan penolakan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM juga tentang penyikapan terhadap gerakan Ahmadiyyah yang jika dalam pandangan kaum muslimin gerakan ini sudah terbilang SESAT dan MENYESATKAN. Catatan: jangan mengaku Muslim jika ridho Islam dihinakan oleh Ahmadiyyah. Baca sikap Forum Ulama Umat Islam yang menganggap perlakuan massa FPI (baca: KLI) dalam hal ini terkait Insiden Monas di sini.

Woi, Pemerintah!! beresin dulu akar masalahnya!! berikan kejelasan dan ketegasan sikap tentang Ahmadiyyah. Setelah itu mari bicara tentang para pelaku kekerasan, tidak hanya pada Insiden Monas tapi juga pada tragedi MEI’98 tragedi UNAS lalu.

Kita lihat, seberapa cerdas Pemerintah kita memandang permasalahan ini. Kalau kemudian sama seperti POLRI yang mengalihkan penyerangan kepada para mahasiswa di UNAS lalu dengan kasus Narkoba, atau beberapa contoh yang saya paparkan di atas. Berarti benar: Sudah saatnya SBY-JK diturunkan.

Oleh: Bangzenk a.k.a Muhammad Rijal ARS (Ketua BEMA POLBAN 2006/2007)

Updated: Dewan Da’wah Memandang Insiden Monas
Updated: Munarman menyerahkan diri

72 Responses to “Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab”


  1. 1 ekys Juni 2, 2008 pukul 8:13 pm

    hey mau kli atau fpi toh merusak citra agama kita mas ini masalah intern kita dengan ahmadiyyah bukan dengan agama lain kalaupun mereka mendukung ya itu kebebasan berpendapat mereka dan lagian mereka kan g tahu tentang sesat tidaknya ahmadiyah lalu jangan salahkan pemerintah karena bukan pemerintah yang memerintahkan penyerangan itu

    lalu mas hati hati loh kita isa menjadi musuh kita sendiri

  2. 2 ekys Juni 2, 2008 pukul 8:14 pm

    fpi, kli bangsat memalukan agama sendiri memalukan nabi muhammad

  3. 3 tobadreams Juni 2, 2008 pukul 9:34 pm

    Siapa kira-kira yang berada di belakang FPI ? Pertanyaan ini timbul karena untuk bisa untouchables seperti mereka harus ada kekuatan besar yang melindungi, juga ditopang dana besar. Siapa gerangan yang membiayai operasi-operasi FPI ?

    Radikalisme di Indonesia adalah hantu jadi-jadian. Nah siapa yang ngejadiin ?

  4. 4 bravo9682 Juni 3, 2008 pukul 5:37 am

    FPI dibekingi orang kuat. Kalau saya jadi Presiden akan saya bubarkan organisasi kayak FPI yang tingkah kelakuannya kayak babi ngepet

  5. 5 ali Juni 3, 2008 pukul 6:06 am

    AKKBB ditunggangi (dibiayai) Amerika????
    AKKBB dan Ahmadiyah pengen ngerusak ummat Islam Indonesia

  6. 6 nggakpenting Juni 3, 2008 pukul 9:45 am

    Agama memang nggak penting.

    Tapi kok saya baca postingan kayak gini ya?

    Mungkin cuma untuk mengingatkan saya bahwa masih banyak hal lebih penting daripada agama.

    salam

  7. 7 Unyil Cinta Damai Juni 3, 2008 pukul 10:07 am

    Bung, ente jauh di Belanda, tau apa soal FPI?

    Taruhan ente kagak tahu FPI seragam malam putih-putih serang nite klub, paginya ganti baju jadi tukang parkir di mal sebelahnye. Duitnye dari mane? Ya dari malakin orang, jadi sekuriti yang kagak produktip (karena emang gak punya keahlian laen). Orang-orang ‘gak bisa kerja bener.

    Kagak tau ‘kan mereka nebeng Arab ato bahkan nama Islam biar lebih mentereng? Basi. Mau aje ditipu Arab. Mereka tau kok kalo mau ngetop kudu tampil biar dapet duit terus. Kayak artis Saipul Jamil, ‘gak tampil di TV mana bisa ngetop, mana dapet duit?

    Udah deh…. liat Arab berbisnis di Jakarte, gak beda sama Cina. Kalau rusuh Mei 1998 kite bisa bunuh Cina, taon ini kalo jadi rusuh juga bakal ada Arab yang dirazia… he he he he… mau aja lu ditipu Arab

  8. 8 bangzenk Juni 3, 2008 pukul 10:37 am

    maaf nih, belum sempat dibalas. maklum 3 pekan lagi Final Project saya kudu beres. baca Refleksi 9 Pekan Menuju Indonesia.

    @ ekys,

    Pemerintah menjadi salah karena dua hal:
    1. Ketidaktegasan sikap terhadap Gerakan Ahmadiyyah dan pengikutnya.
    2. Sikap reaksioner dari para pemimpinnya (SBY-JK) tanpa mempedulikan akar permasalahan dari setiap masalah yang timbul.

    Saya tidak berharap menjadi musuh dari “kita” versi ekys. Yang jelas saya muslim dan punya kewajiban membela keyakinan dan agama saya. Itu makna sesungguhnya kebebasan beragama dan berkeyakinan, bukan membela kelompok yang menodai agama tertentu.

    @Tobadreams,

    Bang,

    FPI itu menurut saya wujud dari gerakan moral. Meski terkadang saya tidak sepenuhnya sepakat dengan serangkaian cara dalam memperbaiki moral bangsa ini versi FPI. Tapi saya kira keberadaan mereka masih perlu. Kita butuh orang-orang tegas seperti FPI ini. Ketimbang Pemerintah kita yang sontoloyo.

    Pertanyaannya malah terbalik, siapa dibalik AKKBB? siapa tokohnya? jika sudah tau tokohnya coba usut latar belakang pendidikan juga organisasinya. Pasti ketemu, siapa dibalik mereka. Siapa lagi kalo bukan AS dan antek-anteknya.

    @ Bravo9682,

    Jika saudara jadi presiden saya kira bangsa Indonesia bisa hancur lebur, kita perlu argumentasi disertai data dan fakta bukan sekedar opini dan wacana.

    FPI saya kira masih manusia selayaknya, bisa emosi dsb. Tanpa bermaksud membela FPI (jika mereka salah), tapi tidak bijak juga menyatakan FPI seperti babi ngepet.

    Mari, kita lihat akar masalahnya. Jauh lebih dalam, jangan dibawa emosi.

    @ Ali,

    sepertinya hasil analisa saudara jauh lebih hebat dari saya, boleh dikemukakan itu data dan faktanya?

    @ NggakPenting,

    Postingan saya bukan tentang agama, tapi tentang pandangan politik. Bagaimana Pemerintah kita terkesan mengalihkan isu kenaikan harga BBM ini dengan pembubaran FPI.

    Jadi saudara tidak salah mampir kemari kok, meski bagi saya agama itu tetap penting.

    salamhangat semua.

    Zenk di Belanda.

  9. 9 bangzenk Juni 3, 2008 pukul 10:46 am

    @ Unyil Cinta Damai,

    Jangan subjektif bos, meski saya di Belanda bukan berarti putus informasi dan komunikasi dengan Indonesia.

    Terkait FPI, saya memang tidak tahu banyak karena tidak terlibat secara lapangan.

    Mengenai tulisan saya, sekali lagi ini pandangan politik bukan tentang organisasi tertentu atau agama tertentu. Pun saya seorang muslim.

    Tentang arab atawa cina, saya gak peduli. Karena saya seorang Indonesia.

    Pesan saya, jangan subjektif.

    Pilihannya jelas, SBY-JK kudu tegas dan menyelesaikan masalah dari akarnya. Atau TURUNKAN SBY-JK!!

    salamhangat.

  10. 10 ^revolver Juni 3, 2008 pukul 10:56 am

    fpi = pengecut……….
    klo gak berani tanggung jawab ngapain loe nyerang akkbb d monas…??!%#$^
    pake mengatasnamakan “kli” lah…
    bullshit…..
    klo loe udah sampe ke israel gue pasti diem
    mana prestasimu…??????
    orang islam di palestina di injek2 loe diem aja..??
    klo orang islam di indonesia yang bukan fpi loe pukulin abiszzz…??
    dasar pecundang yang ngaku2 islam….

    ngapain ngelempar masalahnya ke nu sama muhammadiyah….??????

    preman koq pake bawa2 nama islam……….

    fpi a*****…………………..

    baris terakhir saya sensor, baca halaman disclaimer. Sebagai informasi FPI di era 2000-an lebih dikenal dengan Laskar Jihad (LJ), mereka membantu TNI dan POLRI dalam mengamankan situasi di Maluku juga dari pembunuhan massal terhadap umat Islam kala itu.

    kepada rekan-rekan berkomentarlah dengan hangat, silakan. Zenk

  11. 11 dana Juni 3, 2008 pukul 11:36 am

    Yang jelas saya muslim dan punya kewajiban membela keyakinan dan agama saya. Itu makna sesungguhnya kebebasan beragama dan berkeyakinan, bukan membela kelompok yang menodai agama tertentu.

    Hal inilah yang tidak bisa saya pahami dari dulu. Islam yang sangat sakti sekali itu kok perlu dibela ya? Belanya pake kekerasan lagi.

  12. 12 indera keenam Juni 3, 2008 pukul 11:44 am

    Kalau FPI membela Tuhan, maka saya bertanya Tuhan mana yang dibela? Kurang kerjaan saja manusia kok membela Tuhan, emang Tuhan apan minta tolong dibela manusia. Ini namanya Kaki jadi Kepala, Kepala jadi Kaki. FPI katanya ahli agama, tapi tidak tahu prisip-prinsip keTUHANan.

  13. 13 masbadar Juni 3, 2008 pukul 11:58 am

    aslmkm, salam kenal akh rijal28😀 selalu ada komentar yang lucu-lucu..entah apa maksudnya..

  14. 14 putra2ngoro Juni 3, 2008 pukul 12:32 pm

    ini negara hukum bung…fpi tidak bisa seenaknya main kekerasan…apapun harus diselesaikan dengan hukum yang berlaku..tidak bisa main hakim sendiri…

  15. 15 Jalidu Juni 3, 2008 pukul 12:39 pm

    Habibnya aja tolol ? ,apalagi anak buahnya.
    Udah deh jangan bawa Budaya embahmu ke INDONESIA, yang suka berantem sama saudara sendiri.

  16. 16 bangzenk Juni 3, 2008 pukul 1:14 pm

    @ Dana,

    Hhm, pengertian sakti ini apa bro? Islam agama yang sakti? Tidak tepat rasanya istilahnya begitu, Islam ini rahmatan liláalamiin.

    Tentang kekerasan, saya tidak setuju juga. Karena Islam ini rahmat (kasih sayang) tadi.

    Tulisan yg saudara quote itu adalah makna kebebasan beragama dan berkeyakinan versi saya. Sebagaimana seharusnya kita memaknai kebebasan beragama dan keyakinan kita masing-masing.

    Bukan lantas dimaknai dengan membenarkan jika suatu agama dinodai oleh oknum-oknum atau gerakan tertentu dan kemudian dibela-bela seperti yang dilakukan AKKBB.

    Gitu mas Dana, clear?

    @ Indera Keenam,

    Benar Tuhan tidak perlu dibela, karena Ia Maha dengan Segala Maha.

    Duh, kok jadi diskusi religi ginih?? Ini pandangan POLITIK…

    Tolong mas Indera Keenam jawab, boleh tidak saya membela agama dan keyakinan saya? boleh tidak saya sebagai WNI meminta pemerintah menjaga agama saya dari penodaan orang atau kelompok tertentu?

    Jika tidak, katakan saya salah.

    @ Mas Badar,

    Waálaikumussalam, salam kenal juga akh Mas Badar🙂

    Kita mesti bisa mengatakan HITAM adalah HITAM dan PUTIH adalah PUTIH untuk kebenaran dan keadilan.

    Semoga dengan itu Allah ridho.

    @ Putra2ngoro

    Sepakat, makanya saya bilang: PEMERINTAH HARUS BERTANGGUNG JAWAB.

    karena masalah ini dipicu oleh ketidaktegasan pemerintah. Baca komentar saya @ekys.

    @ Jalidu,

    Jangan subjektif, boleh jadi saya atau saudara jauh lebih tolol bukan?

    salamhangat semua dan terima kasih sudah berkunjung.

  17. 17 dana Juni 3, 2008 pukul 1:24 pm

    Saya ngerti sih itu memang versi anda. Tapi tetap saya tidak bisa paham akan versi begitu.

    Jadi maaf saja. Saya sama sekali tidak tertarik sama Islam yang perlu dibela. Saya teruskan perjalanan saya mencari Islam yang tidak butuh dibela. Sampai ketemu lagi.😀

  18. 18 ^revolver Juni 3, 2008 pukul 2:48 pm

    klo ada yang bisa jawab silahkan……

    1. Apa yang bisa dibenarkan dari tindakan FPI (klo gak berani mengaku “KLI” aja ga papa wes) menyerang AKKBB?

    2. Kalau memang FPI itu ormas Islam, atas dasar apa FPI menyerang AKKBB (ada gak di dalam Al- Quran) karena yang diserang itu siapa?

    3. Kalau memang Ahmadiyah itu aliran sesat apakah FPI boleh menghakiminya secara membabi buta (ada undang2nya gak) ?

    khusus buat pertanyaan nomer 3!!
    ( hey FPI loe tinggal dimana seh ??di hutan yah!! kayak gak tau peraturan aja)

    ^revolver

  19. 19 bangzenk Juni 3, 2008 pukul 3:37 pm

    @ Dana,

    insya Allah ketemu, selama saudara gak berhenti pasti ketemu.

    terima kasih, atas ketidakpahamannya. itu pekerjaan rumah buat saya untuk menyampaikan pemikiran saya lebih baik lagi.

    @ Revolver

    Ingin sekali saya jawab pertanyaan saudara, tapi saya tidak ingin diskusinya lebih ke arah religi atau penyudutan salah satu dari dua subjek yang jadi korban.

    korban apa dan siapa? ketidaktegasan pemerintah.

  20. 20 blue energy palsu Juni 3, 2008 pukul 4:06 pm

    di dunia ini bebas, ada kebebasan bagi setiap orang, bebas beragama, bebas mengeluarkan pendapat, bebas nyerang negara laen, bebas mo pukul kepala orang, juga bebas, kalo gak mau di pukul, makanya gak usah manas2in orang…🙂 emang dari zaman dulu juga gitu.

    Intinya sekrang kalo mo ngilangin bau kencing, ya berak biar bau tai, kalo mo ngilangin sakit kepala, tinju aja perutnya biar sakit perut, kalo mo ngeredam gejolak BBM sama BLT, angkat aja masalah baru lagi, kan lupa, kita ini masih kyk anak kecil suka lupaan hehehehee

  21. 21 Unyil Cinta Damai Juni 3, 2008 pukul 5:49 pm

    KUTIP:
    Duh, kok jadi diskusi religi ginih?? Ini pandangan POLITIK…
    Tolong mas Indera Keenam jawab, boleh tidak saya membela agama dan keyakinan saya? boleh tidak saya sebagai WNI meminta pemerintah menjaga agama saya dari penodaan orang atau kelompok tertentu?
    Jika tidak, katakan saya salah.

    Bang, gini deh:
    1) Ente lupa yang ente ketik di atas dan bahas di atas sebelah manenye yang politik? Kudu baca tuh definisinya “politik” di Wikipedia (ada soal institusi agama di dalemnye, persinggungan bro’) ato cari deh pemikiran Plato ampeeeee ke Marxis ampeeeee ke Pancasila, yang sebelah mane pandangan politik ente?
    2) Kalo lagi ngomongin “pandangan politik” lah kenape ente bawa-bawa agama juga di paragrap bawahnya… ane makin puyeng ama cara berpikir ente yang loncat-loncat
    3) Lagipula, bela agama yang pegimane? Udah berubah belon cara sholat ente? Kalo belon… santai jek!
    4) Tapi kalo ente gebuk orang cuma ikut-ikutan Arab sableng… ya, kasiyan amat. Kalo Islam dulu turunnye di Cina, terus ente haramin tuh orang Arab?
    5) Pulang deh dari Belanda, biar tau bau-bau Petamburan dikit. Cuman bau duit, Bang.
    6) Setujuh ama Blue Energy Palsu, emang licik yang pake FPI tutup isu “BBM dan orang tambah miskin”… cerite lama! Lu tau pan presiden lu bekas ABRI? Dikaburin tuh isu orang makin miskin sama “penodaan ideologi” macam ente punya. Perut laper kagak nape-nape, asal ane belain orang Arab sableng?

    Pulang deh dari Belanda. Sesekali turun dari langit dong Bang!

  22. 22 nanungnurzula Juni 3, 2008 pukul 7:25 pm

    kalo ini negara hukum, yg matiin mahasiswa 1998 diusut dulu, kalo ketemu dibubarin apapun bentuknya, sekalipun itu polisi ato tentara. FPI masalah kecil. Orang pajak aja masih keliling ke kampung-kampung, menawarkan “jasa”. Itu dulu yang diurus.

  23. 23 bangzenk Juni 3, 2008 pukul 8:01 pm

    @ Unyil Cinta Damai,

    Saat ini agama banyak dipolitisasi, ini sepakat. Tapi agama bukan institusi bung. Garis bawahi, penekanan diskusinya jangan ke agama. Tapi pembelaan hak-hak warga negara, kawan.

    Maaf, saya juga musti evaluasi cara penyampaian pemikiran saya yang loncat-loncat.

    Tulisan ini toh?

    Catatan: jangan mengaku Muslim jika ridho Islam dihinakan oleh Ahmadiyyah. Baca sikap Forum Ulama Umat Islam yang menganggap perlakuan massa FPI (baca: KLI) dalam hal ini terkait Insiden Monas di sini. (Line 50-52)

    Ato ini?

    Pun saya seorang muslim (jawaban saya atas komentar bung tadi?)

    Aye sebenernye bisa memahami bagaimana ente geram ama kelakuan oknum-oknum FPI, tapi saya gak ngerti juga kenape ente jadi ngebawa Arab ma Cina. Aye percaye situ tau di Qur’an juga jelas kite diciptain berbangsa-bangsa biar saling kenal mengenal.

    Apa yang aye sampein itu intinya menuntut pemerintah kite kudu bersikap tegas terhadap penodaan agama Islam yang dilakukan Ahmadiyyah. Tuntutan ini merupakan hak warga negara toh? Ini akar masalahnya, pemerintah kudu tegas. Karena ajaran Ahmadiyyah ini meresahkan, bagi umat Islam tentunya. Beda urusan ma yang lain agama.

    Kalo mereka nuntut kebebasan berkeyakinan dan beragama, kudu diperjelas juga kebebasan itu bukan berarti bebas menodai agama lain atau mendukung adanya penodaan pada agama tertentu bukan?

    sama halnya, tentang kekerasan yang dilakukan FPI dan ditenggarai dipicu oleh provokasi AKKBB (meski aye kira itu media terlalu membesar-besarkan dan menyudutkan salah satu pihak).

    kurang 2 bulan lagi aye balik, insya Allah. mo ngajak maen ke petamburan, bang? ayo.

    Ideologi aye kagak senaif yang abang kira kok. Aye dapet informasi dari anak UIN Jakarta, itu massa AKKBB ade yang dibayar. Pegimane inih? Kawan di UI menyampaikan ada indikasi FPI dimasuki intelijen, bahkan Muladi (Gub. Lemhanas) menolak pembubaran FPI. Nah lo..

    Dari kacamata aye ini makin jelas, ada konspirasi dibalik insiden monas ini yang minta PEMERINTAH HARUS BERTANGGUNG JAWAB. Boleh jadi ada skenario.

    Aye masih di bumi, bang. Masih peduli ma Indonesia meski aye jauh di sini.

    @Nanung Nurzula,

    Sepakat, untuk kasus-kasus seperti itu Pemerintah kita GAGU.

  24. 24 zuhair Juni 3, 2008 pukul 8:18 pm

    Jujur, saya kagum dengan ketegasan teman-teman di sana, apakah itu FPI atau KLI atau apa lah, terlepas dari berbagai tindakan yang dilakukan. Saya malah malu dengan teman-teman sesama Muslim yang ikut turut dalam barisan membela Ahmadiyah — yang saat itu menamakan diri mereka AKKBB. Sudah jelas mereka itu (Ahmadiyah) menodai Islam.

    Bagi yang non Muslim, saya harap tidak ikut-ikutan mencampuri urusan umat Islam. Lagipula, buat apa? Yang terganggu dan ternodai itu kan kami, umat Islam?

  25. 25 Islam Damai Juni 3, 2008 pukul 8:55 pm

    Bang Zuhair mau nanya neh, berapa persen umat islam Indonesia yang mikirin ahmadiyah, saya yakin 75 persen kagak peduli ma urusan itu, yang mereka pikirin gimana ngasih makan anak, nyekolahin anak kalo perlu bisa kaya bangzenk bisa ke luar negeri, intinya FPI ato LPI mesti BUBAR, kalo ngga mau kepengaruh ma ahmadiyah kencengin dong tu dakwahnya jangan kekerasannya, perlu tau semakin FPI ato LPI dibiarkan makin orang pada ngga percaya Islam, dan ngga sedikit bahkan orang Islam sendiri yang ragu dengan kepercayaannya, dan juga orang yang pengen masuk Islam jadi ragu gara-gara ulah FPI ato LPI apalah namanya, jadi buat Bang Zuhair ngga usah bawa-bawa Islam, gue juga orang Islam, susah payah nerangin Islam yang sebenarnya adalah agama yang bisa bikin tenang, eh FPI bikin masalah, en jangan percaya namanya arab kaya pimpinan FPI belum tentu dia Islam bisa aja dia juga yahudi, ngga sedikit bang orang arab yahudi yang ngaku Islamlah, Habiblah, kita masuk surga juga bukan dia yang nentuin, mending Bang Zahir ato sapa yang dukung FPI pada ngumpulin duit bantuin no saudara kita yang kelaparan, Satu tantangan buat FPI en pendukungnya serta sejenisnya kalo lo ngaku Islam Kaffah, berani ngga niru Rasulullah SAW yang memberikan 90% hartanya untuk umat !!!!

  26. 26 blt Juni 3, 2008 pukul 9:06 pm

    bubar in fpi,fpi kyk benalu di republik ini,.tpm nya aja pake hukum negara RI yg berideologi pancasila,..org2 fpi berideologi dan pake pakean kyk raja2 minyak dari kerajaan arab, yg di back up ma para kapitalis dunia,.mendingan dia org kirim aja ke arab sapa tahu bisa sukses jualan minyak tanah/bensin eceran/elpiji/ jadi tki.. dan lagi cocok ma ideologi raja2 arab dan so pasti nga ada si ahmad deh
    kalo menurut saya sih lebih jantan gam/fretilin daripd si fpi,..kalo gam/fretelin jelas2 lawan negara RI,gam aja nga bawa2 nama agama ,..kalo si fpi nga sbrani org2 gam/fretelin yg terang2 an angkat senjata api laras panjang/pendek nglawan pemerintah RI,(padahal di fpi juga ada yg namanya komando2 an ,komando fpi itu angkat nya tiang bendera/pentungan lho )dan ..kalo si fpi pake pengacara2 an,..massa nya suka teriak2 nakut2 in org lain,nyerang org lain yg tidak siap dll,..brani nya kalo lg rame2,.bawa2 nama agama/tuhan nya buat nakut2 in org lain dan untuk dipolitik an
    untuk pemerintah lbih baik tegas donk kalo dah menyangkut mengenai konstitusi/ lambang2/dasar2 /integrasi negara kita ini,.untuk urusan lain plin-plan nga apa2 dah,.. khan banyak para pejuang/pendahulu kita yg tlah mengorban kan jiwa/raga nya untuk membentuk republik indonesia ini yg berdasar kan pancasila .apakah orang2 yg mo merayakan hari jadi pancasila mesti perlu ijin dan dibilang nya illegal..aneh khan?

  27. 27 narakushutdown Juni 4, 2008 pukul 12:01 am

    kalau emang muslim sejati bubarkan dulu ahmadiyah yang nyata-nyata sesat….jgan asal membubarkan FPI ysng notsbenenya mau membubarkan ahmadiyah

  28. 28 Dobleh Juni 4, 2008 pukul 2:36 am

    Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab Sekali lagi, kita lihat ketidakbecusan Pemerintah RI dan POLRI dalam menanggani kasus-kasus kekerasan. Mengapa ? pemerintah memang harus dapat melindungi seluruh warga negaranya, seperti yang tersurat dan tersirat dalam UUD 45, kalau ada kelompok tertentu, atau orang tertentu yang nayab ingin menang sendiri, seolah paling suci, bagaimana, inipun harus di amankan oleh Pemerintah termasuk FPI, mereka pinter ngomong, menakutkan seperti monster, seperti demons

  29. 29 zuhair Juni 4, 2008 pukul 2:59 am

    @ Islam damai:
    Saya kagum dengan ketegasan mereka. Tidak lebih dari itu.

  30. 30 zuhair Juni 4, 2008 pukul 3:15 am

    Bisa jadi memang ada grand design di balik insiden ini.1

  31. 31 Al Faqier Juni 4, 2008 pukul 3:46 am

    ORANG INDONESIA YANG MENGAKU ISLAM JUMLAHNYA 87%
    DARI 87% YANG MENGAKU ISLAM, HANYA +/- 3 % YANG ISLAM BENAR, YANG 85 % MENGAKU ISLAM KARENA MEREKA – REKA AJARAN DARI AL QUR’AN, TIDAK MEMPELAJARI ALQUR’AN DAN AS SUNNAH DENGAN BENAR.
    DAN PEMELUK ISLAM YANG BENAR JUMLAHNYA 3% ITU SUDAH NYUNNAH ! SAYA TIDAK KAGET !
    POLA PIKIR MANUSIA YANG MENGAKU ISLAM DI INDONESIA SUDAH TERBIAS OLEH POLA PIKIR SNOUCK H, AKTIFITAS IBADAHNYA TERBIAS OLEH KEBUDAYAAN, PANDANGAN UMUM TENTANG ISLAM TERBIAS OLEH PLURALISME, SEKULARISME, LIBERALISME, DAN DEMOKRATISME.

    DAN DARI MULUT MEREKA SUDAH KASAT MATA, MANA MUSLIM YANG JITU DAN MANA MUSLIM YANG PALSU.
    MANA MUKMIN YANG HAQIQI DAN MANA MUKMIN YANG IMITASI.

    DAN BERITA TENTANG INSIDEN MONAS DI BERBAGAI MEDIA BAIK TELEVISI MAUPUN CETAK BAHKAN INTERNET, SELALU MENYUDUTKAN ISLAM, SAYA TIDAK KAGET. SEBAB YAHUDI DAN NASRANI PUNYA KEPENTINGAN YANG BESAR.
    AL QUR’AN SUDAH MEMBERIKAN PERINGATAN YANG JELAS, LUGAS DAN TEGAS, “WA MAA TUCHFI SUDURUHUM AKBAR, APA YANG TERSEMBUNYI DALAM HATI DAN DADA MEREKA SUNGGUH SANGAT BESAR KEDENGKIAN UNTUK MELUMAT LUDESKAN ISLAM DARI PENGIKUTNYA.”

    LUCUNYA BANYAK YANG KEBAKARAN JENGGOT !
    MENGAKU – NGAKU SAYA ISLAM, SAYA MUSLIM TAPI HAQQUL YAKIN, MEREKA TIDAK PERNAH MEMPELAJARI AL QUR’AN. ANDAI BENAR MEREKA MEMPELAJARI AL QUR’AN NISCAYA APA YANG KELUAR DARI MULUT MEREKA TIDAK SENYINYIR ITU.
    BISA JUGA YANG MEMBERI KOMENTAR ADALAH ORANG LUAR YANG MENGAKU – NGAKU ISLAM, SEAKAN – AKAN DIA ISLAM DAN MEMBERI PANDANGAN BAHWA ISLAM ITU AGAMA DAMAI (SAJA).

    DIINGATKAN OLEH ALLAH DALAM AL QUR’AAN, ” HAA ANTUM ULAAITTUHIBBUNAHUM WALAA YUHIBBUNAKUM ”
    {MEREKA YAKNI ORANG – ORANG KAFIR, (YAHUDI, NASRANI, SEKULARIS, PLURALIS, ZIONIS, KAPITALIS, LIBERALIS) YANG KAMU SEKALIAN CINTAI LEWAT POLA PIKIR MEREKA, SISTEM HIDUP MEREKA, FALSAFAH MEREKA, IDEOLOGI DAN KEBUDAYAAN MEREKA, AKAN TETAPI MEREKA TIDAK SEKALI – KALI AKAN MENCINTAI KAMU SEMUA (HAI UMMAT ISLAM).

    LEBIH DARI 1400 TAHUN YANG SILAM ALLAH SUDAH MEMPERINGATKAN KEPADA UMMATNYA BAHWA ORANG – ORANG KAFIR, SUDAH MERENCANAKAN TIPU DAYA, INFILTRASI PAHAM DAN INGIN MELUMAT LUDESKAN UMMAT ISLAM DI BUMI ALLAH, TAK TERKECUALI BUMI ALLAH YANG SECARA AKLAMASI DINAMAKAN INDONESIA INI.

  32. 32 kamal87 Juni 4, 2008 pukul 12:57 pm

    Menurut saya gimanapun alasannya. Mereka2 yg terprovokasi itu tetap salah. Seharusnya mereka bisa sabara dengan tipu muslihat orang2 AKKBB yang sengaja memprovokasi itu

    baca tulisan saya mengenai FPI disini

    kamal87.wordpress.com – AKKBB, Kalian sesat. FPI, kalian telah salah bertindak

    kamal87.wordpress.com – bagaimana seharusnya muslim menyikapi film fitna

  33. 33 Islam Damai Juni 4, 2008 pukul 7:44 pm

    Al Faqier ngga usah bawa-bawa ayat deh, emang yang masuk yang 3% itu, emang ente udah bener-bener ngikutin Rasulullah SAW, ente bisa main internet berarti duit ente banyak dong, ente berarti bia makan enak dong, umat Islam Indonesia masih banyak kelaparan, INGAT YEE RASULULLAH SAW PERNAH BERKATA JIKA MASIH ADA UMAT YANG KELAPARAN MAKA BELIAU YANG TERAKHIR MAKAN, ENTE SUDAH KAYA GITU BELUM, KALAU ENTE MASIH MAKAN DENGAN TENANG SAMBIL INTERNETAN NGGA USAH DEH BAWA-BAWA AYAT SEGALA EMANG ENTE SUDAH ISLAM KAFFAH APA? Ingat Bung ayat Al Quran jangan hanya dibaca tulisan sama artinya aja, terlalu sepele berarti ente menganggap Al Quran, Ingat ada yang ente lupa Al Quran Sesungguhnya adalah Alam Semesta Ciptaan Allah SWT ini apa sudah ente baca juga, kalo ente bener ngerti dan hapal seluruh isi Al Quran, ente giatin dakwah jangan kaya FPI ato LPI itu, orang yang pengen masuk Islam malah takut, orang Islamnya sendiri ngga sedikit yang ragu, keberadaan FPI ato LPI malah akan membawa kemurtadan yang lebih besar terjadi pada umat Islam, Kalo mau AHMADIYAH BUBAR MAKA FPI JUGA BUBAR, liat aja tu Munarman dia kan intelnya TNI yang udah pernah disusupin di YLBHI sama KONTRAS, udah jelas FPI juga sama kasusnya kaya KOJI bikinan Ali Murtopo dulu, mereka orang-orang piaraan dananya berasal dari cukong-cukong Malaysia yang memanfaatkan situasi kacau di Indonesia guna menutupi bisnis mereka yang sebenarnya malah merugikan masyarakat Indonesia

  34. 34 Islam Damai Juni 4, 2008 pukul 7:51 pm

    BUBAR TO FPI NO TO AHMADIYAH, lawan dengan dakwah, bukan kekerasan yang ujungnya hanya akan berakhir kemurtadan yang tidak terasa

  35. 35 arifrahmanlubis Juni 5, 2008 pukul 12:08 am

    Assalamualaikum

    ngomen dikit bang..

    tidak setuju anarki. tidak setuju tebang pilih. selesaikan kasus ahmadiyah. ini inti.

    kalau tidak suka FPI, jadilah HPI (Hamba Penolong Islam).

    http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/04/menyikapi-bentrok-fpi-akkbb/

  36. 36 Toro Juni 5, 2008 pukul 2:55 am

    saya disini mau kasih pendapat dengan belajar dari manajemen konflik yg ada.

    dilihat komentar dari penulis yg notabene bukan dari kalangan muslim, saya rasa tulisan anda murahan dan tidak berdasar.

    anda tidak menyinggung siapa AKKBB itu?

    ini ada konspirasi pengalihan isu pembubaran Ahmadiyah yg disetting Amerika dan pecinta aliran Ahmadiyah.

    kenapa Ahmadiyah jadi dilupakan pembubarannya??

    dan terlebih tepat, bubarkan juga tuh AKKBB, aliansi yg naik pamor setelah kejadian ini, padahal di dalem nya orang ga jelas semua.

    wajar dong diserang pihak lain karena ketidakjelasan dalam mengusung isu yg diangkat

    justru AKKBB yg harus dibubarkan !
    mau demo kok melanggar aturan aparat keamanan!

    coba aparat lebih melihat kronologis kejadian dong, AKKBB itu sudah melanggar prosedur dalam berdemonstrasi..

    wajar jika terjadi bentrok, apalagi dengan tema yg diusung AKKBB tidak jelas !

    bikin masalah aja AKKBB ini, Bubar !

  37. 37 Sanditama Juni 5, 2008 pukul 6:07 am

    Saya ingin tanya saja sama penganut FPI itu..apakah mereka menganut Islam yg sama dg yg dianut sebagian besar umat Islam dunia? Apakah mereka juga menjadikan Nabi Muhammad SAW sbg junjungan mereka? Kalau jawaban mereka Ya, lalu kenapa sikap dan tindakan mereka berbeda dg perilaku umat Muslim lainnya? Saya memang bukan seorang Muslim, tetapi saya kira sudah cukup banyak ulama dan cendekiawan Muslim yang dengan tegas menyatakan Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, dan saya percaya itu. Saya melihat tindakan FPI selama ini sangat menjijikkan, tidak mencerminkan sebagai penganut Islam yang pemaaf dan berdamai. HAI FPI…KALIANLAH SEBENARNYA YANG TELAH MENYIMPANG DARI ISLAM…BERTANYALAH SENDIRI SIAPA YANG SEHARUSNYA DIBUBARKAN..
    Sebagai anak bangsa, saya malu melihat kelakuan FPI…Nama Indonesia rusak dimata dunia hanya karena segelintir manusis picik dan sesat..SAYA MALU ATAS SIKAP BARBAR YANG KALIAN PENTASKAN!!!!

    Munarman, selaku koordinator juga terlalu sombong,menyuruh Gunawan Mohamad bersujud di kaki Anda..MUNARWAN, SAYA BERTANYA KEPADA ANDA..APAKAH ANDA BENAR-BENAR SATU GOLONGAN MANUSIA DENGAN SAYA??
    Kenapa dengan angkuhnya Anda menyuruh org berlutut bersujud kepada ANDA? ANDA SIAPA????APAKAH ANDA MERASA MENJADI NABI BARU LAGI???
    Apakah tidak ada kata ‘maaf’ dalam kosakata Anda?

    Kiranya Tuhan mengampuni kita semua.

  38. 38 mpsiu Juni 5, 2008 pukul 9:16 am

    klo kt g sehh…..

    klo gk suka ya gk usah pake kekerasan gt donk!!

    maluin agama sendiri…
    awalnya mo ngebela, tp malah malu”in agama sendiri
    kesannya anarkis bgt

    kasian org yg jd korban, mpe ad yg patah tulang idungnya..

    gk ngaku salah lagi!!

    fbi tuh isinya preman smua!

  39. 39 dani Juni 5, 2008 pukul 9:41 am

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan mereka yang langsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.

    Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.

    Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?

    Akhwat

    Jawaban

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:

    Apa yang anda lihat tentang ‘aksi-aksi anarkis’ Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

    Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.

    Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.

    Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.

    Mengapa analisa itu muncul?

    Karena tindak anarkis yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olah bagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.

    Mengapa tidak pernah diungkap?

    Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.

    Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.

    Di negeri kita, kebanyakan media dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di ‘Republik Mimpi’.

    Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.

    Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.

    Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.

    Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.

    Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.

    Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.

    Sekedar membuat press release tentu teramat lemah, karena pembentukan opini pada dasarnya adalah sebuah medan jihad tersendiri. Kita tidak bisa hanya sekedar melakukan klarifikasi. Kita butuh dukungan dari opini yang kita bentuk sejak awal leat jaringan pers yang kuat, kokoh dan didukung oleh semua elemen umat.

    Kenapa tidak dibuat media massa khusus yang selalu mengangkat dasar tindakan dan asal muasal suatu tindakan, jauh sebelum tindakan itu diambil? Mengapa FPI tidak punya 100-an situs yang bekerja keras 24 jam untuk mengundang simpati dan membentuk opini?

    Mengapa FPI tidak berpikir mendirikan sebuah stasiun radio yang akan menggiring opini umat Islam agar berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang sebenarnya-benarnya? Atau setidaknya mengapa FPI tidak menggandeng umat Islam yang lain yang punya radio-radio? Banyak radio milik umat Islam dibiarkan ‘nganggur’ tidak punya konten, yang pada akhirnya cuma menyetel lagu dangdut. Sayang sekali bukan?

    Ketika Amerika menyerbu Iraq kemarin, apa yang dilakukan oleh TV Aljazeera sudah sangat luar biasa. Opini bahwa Amerika itu penjahat perang berhasl dibentuk. Hampir semua mata tidak lagi mempedulikan TV asing lainnya. Yang mereka tonton hanya satu, Aljazeera.

    Sangat berbeda ketika dahulu di zaman Iraq vs Kuwait yang masih dikuasai CNN. Umat Islam saat itu belum punya kekuatan pers yang berani mengatakan tidak ketika dipaksa bilang iya.

    Nah, sudah saatnya teman-teman FPI membentuk jaringan pers yang kuat dan mantap, mencakup semua jaringan pers yang milik umat Islam yang ada.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc
    Sumber : eramuslim.com

  40. 40 Didi Juni 5, 2008 pukul 1:21 pm

    assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    Sebelumnya semoga hidayah dari Allah SWT selalu hadir diantara kita semua, disini saya tidak ingin mengkritisi kedua belah pihak, yang saya ingin kritisi adalah mengenai persatuan ISLAM, PERSAUDARAAN islam, syariah tidak akan tegak apabila kita sebagai sesama muslim tidak bersatu, saudara semuanya mari kita renungkan kejadian kemarin yang menurut saya adalah tindakan untuk menghancurkan islam yaitu dengan memecah belah umat. Saudara semuanya, bukankah di dalam ISLAM sebagai sesama saudara tidak boleh saling membunuh! memang kejadian di MONAS kemarin tidak ada pembunuhan secara langsung, tapi itu adalah PEMBUNUHAN UMAT! Saya ingin berpesan agar kita semuanya jangan mau di provokasi dengan tujuan POLITIK pihak yang ingin MENGHANCURKAN ISLAM, jika ada sodara seiman melakukan kesalahan itu adalah tanggung jawab kita untuk mengembalikan ke syariah islam, kita wajib membantu, BUKAN memusuhi atau MENGHANCURKANNYA! sekali lagi mari kita bersatu kembali, saya MOHON karena banyak sekali bimbingan dari sodara semua yang saya yakin SANGAT PAHAM akan AJARAN ISLAM membutuhkan bimbingan sodara semua.

    Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

  41. 41 Wim Permana Juni 5, 2008 pukul 1:26 pm

    Oke Mas Rijal, saya sudah mengapprove coment anda di blog saya. Terima kasih atas pujiannya. Kebetulan saya juga jarang kok melihat blogger dengan tulisan “seberani” ini. Di era Soeharto sepertinya yang seperti ini tidak mungkin bukan. Ngomong-ngomong, tadi baru saja saya melihat Pak Hatta radjasa berbicara soal kenapa SKB tentang Ahmadiyah belum juga dikeluarkan.

    Beliau berkata bahwa pemerintah hanya mengunggu saat yang tepat untuk mengeluarkan SKB ini. Intinya adalah agar semua pihak (tidak terkecuali FPI dan Ahmadiyah juga elemen masyarakat lainnya) bisa dengan lapang dan tenang dalam menerima hasil SKB ini. Apapun itu.

    Catat:

    Entah apakah pemerintah itu benar-benar seperti yang dikatakan pak Hatta atau tidak yenag jelas saya rasa SKB itu memang akan benar-benar keluar dalam waktu dekat.

    Kemudian soal pemimpin. Saya selalu cenderung untuk berpendapat bahwa siapapun presidennya, jika rakyat Indonesia masih banyak yang bermental “daripada mengurusi diri sendiri lebih baik mengurusi urusan orang” maka sepertinya kita tetap akan sulit keluar dari krisis ini.

    Terus terang saja, permasalahan terbesar negeri ini mungkin bukan pada pemimpinnya (toh SBY-JK belum genap 5 tahun bukan?), tapi pada rakyatnya sendiri. Ya anda dan saya. Kalau kita berhasil mengurus diri sendiri, insyaallah bangsa ini akan “maju”. Coba deh … agak aneh memang, tapi itulah hasil renungan saya.

    Hmm… Indonesia punya 200 juta plus manusia. Kalau saja 80% diantaranya pandai mengurusi urusan diri sendiri, Insyallah bangsa ini akan baik dengan sendirinya. Hayo percaya nggak?

  42. 42 Didi Juni 5, 2008 pukul 1:35 pm

    ass.

    maaf nimbrung lagi…. hehe

    Pemilu di indonesia hanya sekitar 1 (SATU) tahun lagi, dalam perpolitikan indonesia akhir2 ini terjadi suatu fenomena baru dimana PARTAI maupun ORMAS yang bernafaskan islam sedang berjaya, sebagai seorang muslim saya sngat gembira sekali, tapi mungkinkah dengan kejadian monas kemarin, dengan terpecah belahnya umat muslim, PARTAI yang bernafaskan ISLAM itu akan BERJAYA, apakah ADA hasutan atau PROVOKASI POLITIK disini.
    Saudara semuanya mari kita jeli melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, bukan bertengkar apalagi menghancurkan satu sama lain. Mari kita bersatu bersama-sama tegakan syariah islam!

    Wass.

  43. 43 bangzenk Juni 5, 2008 pukul 2:00 pm

    @ Wim Permana,

    Kebetulan saya sedang tinggal di luar negeri jadi analisa saya hanya bersumberkan data/informasi dari kawan-kawan dekat di Indonesia juga dari media.

    Masalah keberanian, alhamdulillah. Mohon doá semoga tetap konsisten.

    Persoalan SKB sepertinya perlu mengutip tulisan Yusril Ihza Mahendra tentang SKB Ahmadiyyah

    dengan diundangkannya UU Nomor 10 Tahun 2004. Istilah yang benar ialah Peraturan Menteri. Apakah Peraturan itu dikeluarkan sendiri-sendiri oleh menteri atau pejabat setingkat menteri, atau secara bersama-sama, semuanya tergantung kepada kebutuhan materi yang ingin diatur. Istilah Keputusan, dengan berlakunya UU Nomor 10 Tahun 2004, hanya digunakan untuk sebuah penetapan, seperti pengangkatan dan pemberhentian seseorang dalam jabatan, bukan sesuatu yang berisi norma yang bersifat mengatur.

    Saya bukan pakar hukum, tapi saya sependapat dengan YIM dalam hal ini. Pemerintah juga kudu “jeli”. Tapi bukan berarti lamban bukan? masalah kelapangan hati masyarakat itu kan konsekuensi. Ini masalah sudah berlarut-larut. Silakan baca tulisan saya tentang ahmadiyyah.

    Tidak bisa menyalahkan rakyat, kawan. Kita berada dalam sebuah sistem. Mau salahkan rakyat yang katakan, bodoh? Lihat sistem pendidikan kita. Mau salahkan mental rakyat kita, lihat mental birokrat kita.

    Tanpa tendensi negatif menyudutkan pemerintah, rakyat itu buah kepemimpinan pemimpinnya. Percaya tidak? Jika falsafah negara beserta penopangnya dijalankan dengan sepenuhnya oleh Pemerintah RI kemudian keadaan masyarakat tetap tidak berubah (miskin, bodoh, dsb) itu baru masalah ada di rakyat.

    Tapi selama pemerintah kita belum bahkan TIDAK menjalankan konstitusi yang sudah dibuat para perintis republik ini. Maka, selamanya pemerintah kita PENANGGUNG JAWAB setiap ketidakberesan di negeri ini. Percaya tidak? Inilah kenyataannya, kawan.

    200 juta jiwa itu teramat besar, oleh karenanya kita butuh pemimpin yang berjiwa besar pula untuk menyadari tanggung jawabnya.

    Bukan saya tidak sepakat bahwa perubahan harus dari diri sendiri. Tapi bahasan kita tanggung jawab negeri. Saya sepakat bahwa kita harus mulai dari diri kita. Silakan baca in action 2008. Setidaknya saya berusaha memenej peran saya sebagai seorang manusia. Juga manusia Indonesia tentunya.

    salamhangat.

    @ Didi,

    Yang jelas jangan terprovokasi keadaan, apapun alasannya.

  44. 44 CSADDICT Juni 5, 2008 pukul 3:33 pm

    FPI GA MODAL LAH CUMA PENTUNGAN DOANK BUAT SENJATA AMA AGAMA BUAT TAMENG

    SINI LAH MAEN CS REAL. GW PAKE PISO JG OWNING KL

  45. 45 nur asadullah Juni 5, 2008 pukul 4:45 pm

    Agama dan Keyakinan seperti pohon2 yang berdiri berdampingan. Setiap pohon yang tumbuh memiliki banyak cabang dan ranting, tapi sampai ke ujung daunnya memiliki esensi yang sama. Hanya benalu-lah yang menempel ke sebatang pohon tapi memiliki esensi yang berbeda. Menghisap dan merusak pohon tersebut bahkan menjalar ke pohon yang lain. Wahai para benalu, berhentilah melilit kami, jadilah diri sendiri, jadilah pohon seperti kami. Marilah kita berdiri berdampingan dalam damai. Kami akan akui anda dalam perbedaan, karena anda bukan kami.

  46. 46 blt Juni 5, 2008 pukul 8:54 pm

    untuk yg bilang2 konspirasi amrik / yahudi,.mo tanya nih..
    1. knapa di kerajaan2 arab ( saudi,qatar,quwait dll) nga ada
    pemilu ?
    2. kalo kerajaan2 tsb di serang sama negara2 libya/iran/iraq (
    kalo si alm saddam masih hidup ) negara mana kah yg
    marah2../ngamuk?
    3. apakah para raja/ emir2 dari kerajaan arab peduli ma rak-
    yat palestina.. / negara2 yg miskin? para emir mo nga yah
    naik dokar/angkot/andong/len/ apalah sejenis nya?
    4. bagaimana keadaan nya yah kalo negara iran mengekspor
    revolusi islam nya ke kerajaan arab saudi / quwait /dll?
    5. kalo si iran menyerang israel, apakah yg nama nya raja/
    emir2 arab /quwait/sejenisnya mo bantu si iran.?
    kyk nya alm pak saddam hussen / pak ahmadinejad ( presiden iran ) kalo nongol di tv aja jarang sekali pake baju kyk raja/emir2 arab,.ngak kyk suatu grombolan di negara kita nih, raja/emir arab bukan, apa mungkin mereka2 itu grombolan raja2 minyak tanah/elpiji kah?
    koq sifpi pd tgl 1 juni mo demo bbm sih..nga tahu kah mereka2 itu kalo tgl 1 juni hari klahiran PANCASILA dasar negara REPUBLIK INDONESIA,..kyk nga menghargai para pejuang2 kita nih,.setahun sekali kalo ngraya in kyk nya wajar2 aja tuh,..kalo bener2 murni mo demo bbm yah tanggal an lain aja / gabung donk sm mahasiswa2/nelayan2,..nga perlu ekslusif kyk gitu.,kalo saya lihat film nya kyk nya nga ada tuh spanduk2 soal bbm dari sifpi. mendingan si habib kirim aja ke iraq sekalian khan di sono ada golongan sunni dan syiah kurang gitu akur2,..sapa tahu ada habib riziq bisa akur karena ajaran nya siriziq/fpi ( sapa tahu lho ).atau yg namanya si munar apa itu,yg katanya jadi komandan lapangan,..kirim jg ke iraq,..duhhh.tapi pengalaman nya cuma pegang pentungan dan mentung in org aja yah..?
    kira2 brani nga ya komandan lapangan fpi itu langsung hadap2 an sm yg nama nya amrik / kaum kafir itu..?brani nga yah si munar itu mencekik leher tentara amrik kyk foto nya yg ngtop itu,yg akhir nya berbuntut si munar jadi DPO..? gaya n julukan nya cukup seram juga nih,..bobot nya ada nga yah,..apa cuma brani kandang kah/ punya pengacara kah brani nya ? pengacara yg kalo ngomong bebelit ?.taliban yg di afgan aja nga di sukai sm rakyat nya , taliban punya senjata2 mutakhir lho,..kalo fpi senjata nya ..duhhh …mokal jg nih tulis nya ,nga enak ah tebak sendiri aja yah
    kenapa alm pak saddam hussen dgn partai baath nya yg nasionalis dibenci sm si amrik,..tapi raja2/emir arab di lindungi sm si amrik..kyk nya ini baru namanya konspirasi amrik/yahudi,..kalo insiden monas mah sifpi cuma cari sensasi aja, biar sohor, ( jadi Rp ada pemasuk an khan ).. / konspirasi politikus lokalan aja nih maklum khan mo pemilu taon depan. cape lg si amrik ngonspirasi in masala akkbb vs fpi,kyk nga ada gawe an lg, buang2 $ aja.kalo misal nya si amrik ngonspirasi in ,..si amrik kluar $,.yah dah habis lg di korup kyk nga tahu aja lg.
    ngomong2 apa sih arti nya konspirasi itu yah? makasih yah kalo dah baca tulisan ini.

  47. 47 Konspirasi Juni 5, 2008 pukul 9:34 pm

    Suatu Pertanyaan :
    Amir MMI Abubakar Baasyir lama tinggal di Malaysia begitu pelaku BOM BALI, RIzieq Shihab mendapat S2nya di Malaysia, apa yang terjadi di Malaysia selama mereka berada disana, mengapa di Malaysia tidak ada ormas seperti FPI padahal jelas-jelas judi di halalkan disana?? Jadi siapa mereka yang di atas tersebut? siapa yang membiayai mereka? liat mobil-mobil TPM mereka mobil-mobil mewah? begitukah yang katanya membela muslim? Lihat Munarman Panglima Laskar FPI yang pengecut itu, dia pernah di YLBHI juga pernah di kontras? apa yang dia lakukan disana, ingat juga almarhum saudara kita Munir juga pernah di kontras saat munarman masih disana!

    Umat Islam Indonesia jangan hanyut dengan kata-kata mereka, Saya selaku Muslim yang sangat Cinta dengan Rasulullah SAW malah berpikir apakah mungkin yang dilakukan FPI dan sejenisnya sebenarnya pemurtadan terselubung, dengan cara membuat keraguan orang akan inti dari Islam adalah Agama yang Rahmatan Lil Alamin, yang kedua pikirkan keberadaan mereka di Malaysia ada apa? Mungkinkah ada dana terselubung cukong Malaysia untuk melindungi aksi penjarahan kekayaan Indonesia?

    Coba renungkan !!!

    Buat Saudara-Saudaraku Sesama Muslim lebih baik kita kelaparan buat memberi makan saudara kita yang kesulitan untuk makan, jangan sampai mereka keluar dari keyakinan dan kepercayaannya terhadap Islam karna lapar ditambah sulitnya mereka mendapat nafkah gara-gara FPI bikin ulah

    DITEGASKAN
    FPI ADALAH PEMURTADAN TERSELUBUNG

  48. 48 bangzenk Juni 5, 2008 pukul 9:54 pm

    @ CSADDICT,

    kebanyakan maen CS :p

    @ nur assadullah,

    ya, persoalannya mereka kurang terbuka untuk dialog, sekali dialog dibukanya ma orang-orang yang dianggap dukung. kalo ama yang gak dukung ya mana mau.

    @ blt,

    pertanyaannya bukan bagian aye yang jawab, aye masih Indonesia tulen. tanya aja ama orang2 saudi, iran, dsb.

    @ konspirasi,

    benar-benar konspirasi, kok pake identitas? ntar dibilang pengecut.

    ayo, berani ngomong berani nampang!

    salam buat semua

  49. 51 daeng limpo Juni 6, 2008 pukul 8:42 am

    memang berat menerima kenyataan, tetapi saya berkesimpulan bahwa emosi anggota KLI seharusnya dikelola dengan baik. Masalah tidak setuju dengan Ahmadiyah, bukankah ada cara-cara yang lebih baik daripada sekedar memukuli. Tetapi ini pendapat saya pribadi sih.
    —salam—

  50. 52 bangzenk Juni 6, 2008 pukul 8:57 am

    @ HMCahyo,
    gencar promosi nih ye..🙂

    @ daeng limpo,
    sepakat, malah tidak hanya anggota KLI daeng. pemerintah dan POLRI kita juga yang kelewat reaksioner😀

    salam kembali

  51. 53 aRdi Juni 6, 2008 pukul 10:21 am

    ah FPI dan AKKBB hanya korban aza. ini kan jelas2 usaha pemerintah mengalihkan perhatian rakyat dari isu kenaikan BBM dan meredam aksi demo mahasiswa. nampak sekali kok buktinya…liat aja bagaimana terlihat beberapa polisi mondar mandir pada saat kejadian berlangsung dan terkesan hanya membiarkan kekerasan itu berlangsung,lalu siapa oknum yang membawa senjata api dan mengenakan atribut aksi AKKBB? (hmm…AKKBB sudah menyangkal kalau itu anggota mereka lalu siapa lagi yg bersenjata api?).trus liat aja gimana cepatnya presiden merespon kejadian ini di depan pers dan disiarkan langsung ke seluruh pelosok…sungguh terencana dengan baik…

  52. 54 Setan ganteng Juni 6, 2008 pukul 2:43 pm

    yak bagus … forumnya seru, gak dimonas, gak di internet, coba kita brenti sebentar … mikir ….
    siapa disana yang ketawa-ketiwi? tepuk tangan? oh ya … coba berpikir dari cara pikir “setan” apa yang akan dilakukan terhadap umat muhammad? yak silahkan dilanjut … sebagai setan gw cukup santai-santai aja

  53. 55 didi Juni 6, 2008 pukul 4:20 pm

    ass.

    bingung nih, aku jadi setuju ma “setan”….. hehe bcanda ok
    yupz betul banget waktu umat islam saling bunuh siapa yang senang.

    oh ya ada cerita nih.
    zaman dahulu kala waktu zaman rasullullah SAW, ada seorang muslim yang melaporkan tindakan temannya pada rasullullah yang menurut dia tindakan temannya tuh udah diluar koridor islam. lalu terjadi dialog seperti berikut:

    A: ya rasul si B sudah melakukan perbuatan diluar syariah islam, apakah si B masih sodara kami ya rasul

    Rasul: masya allah. tau dari mana kamu, awas jangan bikin gosip ga bener ko, coz fitnah itu perbuatan keji dan sangat di benci allah SWT

    A: sumpah deh, saya ga boong, saya liat dengan mata kepala sendiri, Allah SWT saksinya

    Rasul: Ok deh klo gt. Apa si B masih melakukan shalat wajib

    A: iya rasul

    Rasul: klo gt dia masih saudara kita, dan kita wajib untuk membimbing dia kembali ke syariah islam

    temen2 crita tadi saya ambil dari salah satu hadis yang redaksinya saya ubah yang tidak mengubah makna dari hadis tersebut.

    maksud dari hadis tersebut sebagai sesama muslim kita harus saling membantu jika ada yang melakukan kesalahan,karena kita adalah sodara, bukannya dengan menjauhi atau memusuhi, yang harus kita musuhi itu adalah “perbuatan” yang salah bukan orang nya

  54. 56 Islam Damai Juni 6, 2008 pukul 7:49 pm

    setuju banget nih ma mas didi, ahmadiyah jelas salah, maka sepatutnya kita membimbing mereka bukannya kita hantam dengan kekerasan bahkan perlu dibunuh kata ustad-ustadnya FPI, bila dakwah kita setulus hati membimbing satu persatu anggota ahmadiyah kan semakin sedikit dan jelas dengan ijin Allah SWT mereka akan bubar dengan sendirinya, orang semakin dipaksa makin berontak mau bukti coba aja buktikan sama anak kecil, kekerasan bukan penyelesaian, tapi malah menambah masalah baru, satu aja masih banyak umat yang kelaparan saudaraku

  55. 57 Islam Damai Juni 6, 2008 pukul 9:08 pm

    coba baca deh bos diskusi ini lumayan menarik :

    http://kaskus.us/showthread.php?t=897232

  56. 58 togog Juni 6, 2008 pukul 10:39 pm

    ……..yok opo bro??? sudah bsa urus diri sendiri kah??? tau kagak siapa yang disembah dan siapa yang menyembah?? naku islam, sudah kenal sama rasulmu???. politik tai kucing…agama ya agama jangan jd politik, kiai ya kiai urus surgamu kelak..gak usah ribut grudak gruduk pake pakaian kayak badut. ini di indonesia bukan di arab…..allahu akbar kau teriakan, tetapi kelakuan kayak binatang. kasian tuh setan tertawa sampai terkencing-kencing….

  57. 59 BaNi MusTajaB Juni 7, 2008 pukul 2:57 am

    Saya cuma ingin mengingatkan yang menjadi buronan utama negeri ini malah belum ada yang tertangkap. Beritanya pun nyaris tak terdengar. Yaitu: para koruptor. Lihat:

    http://www.kejaksaan.go.id/main/koruptor.php

    Semoga kita tidak terkelabui mana yang menjadi buronan abadi negeri ini.

  58. 60 Orang Bijak Juni 7, 2008 pukul 7:38 am

    salam,
    sudahlah teman-teman semua, kita tidak perlu bertengkar mengenai Insiden Monas. Pemerintah bisa saja membubarkan FPI atau Ahmadyah, tetapi apakah masalah selesai? organisasi bisa bubar tapi orang-orangnya yang masih punya faham dan pola pikir yang serupa akan mendirikan organisasi baru yang serupa, jika tidak mendirikan organisasi baru, tindakan mereka tetap saja sama dengan yang sekarang.
    Jika Ahmadyah menodai ajaran Islam maka tuntunlah dengan damai dan cinta kasih agar kembali ke jalan yang benar, bukan dengan membakar masjid mereka dan mengintimidasi mereka, percuma badan menyembah tetapi hati menyumpah, kita tuntun mereka dari hati ke hati bukan dengan pentungan dan kita harus menjadi teladan dalam melakasanajan ajaran Islam yang benar, jika mereka berubah maka perubahan itu bersifat permanen.
    Mengenai FPI, saya sejak lama tidak setuju dengan organisasi-organisasi yang mengedepankan kekerasan apalagi dengan dalih agama, menurut pengamatan saya organisasi yang menggunakan kekerasan dalam mencapai tujuannya, para anggotanya rata-rata bukan kalangan intelektual tetapi orang-orang miskin, para pengangguran dan pelaku tindak kriminal yang mudah diprovokasi, mereka cukup merasa senang dengan dapat uang makan dan transport saat beraksi apalagi dengan dalih membela agama.
    Allah Maha Besar, jauh lebih hebat daripada seluruh manusia di muka bumi beserta teknologinya, jika Allah berkata “Terjadilah” maka terjadilah, jika Allah berkata “hancurlah amerika dan israel” maka hancurlah amerika dan israel. Jadi membela Allah dan agama tidak perlu dengan kekerasan dan perang. biar orang menghancurkan tempat ibadah, membakar kitab suci dll, tapi Allah tidak hancur atau tidak hangus terbakar karena iman kita kepada Allah ada di HATI.
    Agama tidak perlu dibela tetapi dilaksanakan dengan baik dan disebarkan dengan damai serta cinta kasih agar kita manusia bisa menjadi citra Allah karena kita mampu mencerminkan sifat Allah yang maha esa, yang mengajarkan kebaikan, kebijaksanaan dan cinta kasih.
    Allah menciptakan bumi sebagai tempat ujian bagi umat manusia, penuh dengan godaan, cobaan dan ujian, yang biasa kita sebut dengan kemaksiatan dan dosa, kita manusia harus memperdalam iman kita masing-masing agar kita mampu menjauhi segala kemaksiatan dan dosa. jika tidak ada godaan dan cobaan bukan dunia namanya. FPI bunuh aja semua bayi yang baru lahir yang masih suci supaya langsung masuk surga…
    Percuma FPI menghacurkan tempat-tempat hiburan jika masih banyak orang yang suka minum minuman keras dan kemaksiatan, percuma FPI melarang terbitnya majalah playboy jika masih banyak orang yang suka melihat gambar porno.
    Jika FPI bisa mengubah pola pikir masyarakat dengan damai dan cinta kasih maka dengan sendirinya masyarakat akan menjauhi kemaksiatan secara permanen.
    Sebaiknya FPI ubah cara pandang mereka, tidak lagi dengan kekerasan dan ganti FPI (front pembela Islam) menjadi FPI (Front Penyebar Islam) yang mengedepan kan pendekatan hati ke hati, kedamaian dan cinta kasih.

    bagi rekan-rekan mahasiswa, jangan permalukan kemahasiswaan kita dengan berunjuk rasa dan demo anarkis, kita ini kalangan intelektual bung, pake cara-cara intelek juga, jangan dorong-dorong dengan polisi, blokir jalan, merusak fasilitas umum dan tindak kekerasan lainnya, itu cara preman, penganguran dan orang tak berpendidikan. Mahasiswa sangat berperan dalam mengawasi kehidupan demokrasi jadi jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang punya tujuan politik. waktu pemilu kita bisa dukung satu partai politik atau calon tetapi waktu mengawasi jalannya demokrasi kita harus netral.

    Marilah kita semua warga negara hidup tenang dan damai, kita dukung pemerintah dalam membangun negeri ini..
    “jangan tanyakan apa yang negara bisa berikan kepada kita, tetapi tanyakan apa yang kita bisa berikan kepada negara” kata John F. Kennedy.

  59. 61 rasika wargana Juni 7, 2008 pukul 12:16 pm

    saya sepakat dengan pemikiran yang anda tuangkan, kalau semua umat islam berpikiran sepeti anda, maka akan damai indonesia ini dan umat islam semakin bermartabat. karena islam hakikatnya mengajarkan kasih sayang dan cinta, namun sangat disayangkan banyak terjadi penafsiran yang keliru terhadap ajaran islam, islam kebanyakan cenderung megedepankan simbol tau kulit, tak peduli isinya seperti apa, akibatnya seringkali terjadi umat islam melakukan judge the book with the cover. sangat ironis dan memilukan, quran dan hadis ditafsirkan tekstual, diperparah lagi banyak hadis-hadis tidak jelas juntrungannya dijadikan pedoman memahami agama, dan akhirnya membentuk karakter umat islam yang eksklusif dan tidak humanis

  60. 62 didi Juni 7, 2008 pukul 12:38 pm

    ass.

    yap setuju, emang orang bijak ya….
    untuk membimbing yang namanya manusia itu tidak akan bisa dengan paksaan ato kekerasan, jika kekerasan yang di pakai yang ada adalah dendam yang sangat berpotensi menghancurkan persatuan

    Buat temen2 semuanya dalam menanggapi suatu isu mari kita bersikap netral terlebih dulu, kita analisis dulu dari sudut pandang semua pihak, jangan mudah terprovokasi. Luruskan niat kita, gunakan hati dan akal kita, karena kita manusia

  61. 63 wong cilik. Juni 7, 2008 pukul 3:24 pm

    Assalam mualaikum Wr.WB.
    Teruskan perjuangan Fpi…………..
    jangan pernah takut akan segala kecaman dari berbagai belahan dunia sekalipun.
    sesuai dengan motto FPI. ISYKARIMAN AUWMUT SYAHIDAN.
    HIDUPLAH SECARA MULIA ATAU MATILAH SECARA SYAHID. jadi kalau ada yang ngaku2 islam dan tak mau meluruskan/berjuang /keyakinan Aqidah berarti sekuler.
    jadilah islam yang istikomah. bukan islam yang “mong Ah”( kata orang jawa). ada maksiat biarin.judi depan mata biarin.dll. yang nyata2 di dalam alqur’an kitab umat islam sendiri mengajarkanya. sebenar-benarnya islam adalah islam yang mau berjuang di jalan Allah memerangi segala bentuk maksiat tanpa rasa takut.
    penistaan agama termasuk yang di anut oleh akhmadiyah.
    bicara apakah kita telah menghargai arti dari pada pancasila dan bhineka tunggal ika.. jawabanya ya… dan tak perlu lagi di jelaskan. silahkan bebas beragama di indonesia ini. tapi kalau ada penistaan agama islam sendiri. tidak ada toleransi lagi buat akhmadiyah dan pengikut-pengikutnya.
    karena ini bicara tentang aqidah tauhidnya umat islam.
    Za

  62. 64 N. Arifin Juni 8, 2008 pukul 8:43 am

    Kenapa orang Islam di Indonesia tuh sekarang aneh. Di Zaman Soeharto kita nggak teriak-teriak atas nama jargon agama ?. Takuut ???. Di zaman suharto nggak ada organisasi macam FPI, laskar islam, atau umat Islam yang berani memberangus aliran kepercayaan seperti Aliiran Kepercayaan Terhadap Tuhan Y.M.E… ??. Kenapa ???.
    Kok sekarang lantang bilang berjalan atas nama Allah, Jihad, dll cuma lawan Ahmadiyah yang notabene umat-nya nggak seberapa. Lawanlah Israel di tanah Palestina.
    Jihad dan perang sekarang bukan dengan mengejar-ngejar kelompok Ahmadiyah. Persetan mereka Ahmadiyah.
    Coba di Jakarta lihat narkoba, kemiskinan, dan korupsi.
    Kenapa sih FPI dan laskar islam lain tidak memberantas peredaran narkotika, kemiskinan, korupsi, dll.
    FPI cuma bisa gebuk rumah judi, diskotik, cafe, pub dengan lagak preman lalu berteriak Allahu Akbar di bulan puasa – di bulan lain ???. Pandangan islam seperti apa ini ???. Katanya amar makruf nahi mungkar – kok cuma di bulan puasa ???.
    Bagaimana dengan peredaran obat bius (narkotika) yang di Jakarta ini sudah seperti surga-nya, termasuk dekat markas FPI sendiri.
    Jadi kalau mau realistis, kejar tuh pengedar-pengedar narkoba – bawa pentungan,golok dll – walaupun bekingnya kuat – mati melawan mereka dijamin SYAHIID!!!!, ketimbang menggebuk pengujuk rasa kebebasan beragama di monas kemaren, atau merusak diskotik yang orangnyua nggak seberapa – sambil berteriak Allah hu akbar.
    Atau bikin rencana penanggulangan kemiskinan (dan ceramah anti ahmadiyah) pasca kenaikan harga BBM – kan ada dananya tuh FPI. Daripada buat konsumsi/akomodasi (nasi bungkus, BBM kendaraan, pamflet, poster dll) untuk “tentara” FPI untuk melawan si pengunjuk rasa kebebasan ber agama di monas kemarin, jauhhhh lebih baik buat orang miskin di lingkungan Jakarta ini.
    Membela islam tidak dengan kekerasan – tapi dengan pendidikan islam yang ujungnya adalah kekuatan iman dan akhlak ,pemberantasan kemiskinan untuk menunjang fondasi iman dan akhlak.
    Tidak dengan kekerasan dan radikalisme, dimana orang Islam di Jakarta sendiri mayoritas belum mengerti Islam itu sendiri.
    Kalau umat Islam di Jakarta sudah kuat- yang namanya narkoba, ahmadiyah, korupsi, judi, diskotik, majalah playboy — nggak laku.

  63. 65 Islam Damai Juni 8, 2008 pukul 9:13 am

    Kalo bener FPI dan pendukungnya ngaku Islam mereka sesat bahkan Habib Rizieq terlihat seolah bertindak melebihi nabi dan rasul, ingat Rasulullah SAW memiliki paman yang kafir hingga akhir hayatnya, apakah Beliau berteriak atau berusaha untuk membunuh pamannya tersebut? sedangkan FPI jelas-jelas meneriakan bunuh bagi ahmadiyah melalui ceramah yang diakui oleh ketuanya sendiri bahwa itu ceramah untuk kalangan dalam, berarti apa? RENUNGKAN!!!!

  64. 66 dhedhi Juni 8, 2008 pukul 9:18 am

    insiden monas.. wah, isunya sekarang liar banget ya….
    Insiden monas juga menguntungkan banyak pihak (pemerintah, ahmadiyah, pemilik tempat perjudian dan zina…).

    sedihnya lagi… islam semakin diidentikkan dengan kekerasan…. Padahal tidak sama sekali!

    Sekarang… isu Kenaikan harga BBM udah ga populer lagi… Media turut berpartisipasi dalam membuat masyarakat lupa terhadap kebijakan kenaikan harga BBM…. Hebat (???) ya peran media….

  65. 67 didi Juni 8, 2008 pukul 2:55 pm

    ass.

    Bwt islam damai, smoga islam damai selalu ya…. amin.

    Kita jangan terpancing hanya karena penggunaan kata, kita harus pahami secara keseluruhan, dari kata2 “bunuh ahmadiyah” bukan “bunuh orang-orang ahmadiyah” dari dua kata diatas mengandung dua pengertian yang berbeda yang pertama lebih pada “pembunuhan” ajaran dan yang kedua “pembunuhan” antar manusia, secara pribadi saya setuju apabila ajaran ahmadiyah di hapuskan karena sangat bertentangan dengan ajaran islam dan hal itu sangat fundamental, hanya saja yang kurang baik itu kalimat “bunuh ahmadiyah” digunakan pada saat dan kondisi yang tidak tepat sehingga timbul salah penafsiran, kita sebagai kaum intelek muslim seharusnya bisa memberikan solusi agar tidak terjadi perpecahan dalam umat islam bukannya memperkeruh suasana, karena hanya akan memperpanjang masalah.

    Bwt temen2 dan cinta damai khususnya mari kita tegakan syariah islam mulai dari diri sendiri dulu karena dimulai dari satu kita akan mendapatkan dua, tiga dan seterusnya…

  66. 68 aing Agustus 16, 2008 pukul 5:20 am

    kpd islam damai sebaiknya kamu belajar islam dulu yg bener.
    paman Rosul itu kafir dzimi yg tidak gangguin Islam, malah mmbntu dakwahny Rosul. klo ahmadiyah mereka itu pengikut nabi palsu. kata Rosul” hendaknya kalian mengikuti sunAhku dan sunah Khulafaur Rasyidin setelahku” . nah Abu Bakar Sidiq sbg Khalifah yg pertama memerangi misailamah sbg nabi palsu beserta pengikutnya yang didukung kafirin asli. ahmadiyah sekarang didukung oleh inggris. jadi apa bedanya coy. Jadi kamu belajar dulu tentang Islam yang BENER


  1. 1 Sebuah debat sengit mengenai “izin berzina” « Pacaran Islami Lacak balik pada Juni 4, 2008 pukul 12:42 am
  2. 2 Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 4, 2008 pukul 8:50 am
  3. 3 Munarman Menyerahkan Diri « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 10, 2008 pukul 7:12 am
  4. 4 Insiden Atmajaya: Siapa bertanggung jawab? | Zenk Life's Lacak balik pada Juli 17, 2008 pukul 7:02 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 637,137 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: