Dewan Dakwah Memandang Insiden Monas

dari Hidayatullah.Com sebagai perimbangan berita, yang saya kira banyak menyudutkan salah satu dari dua subjek dalam insiden monas 1 Juni lalu.

Selasa, 03 Juni 2008
Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia mensikapi kasus Monas, I Juni. Ada upaya sistematis seolah-olah murni penyerangan, tanpa sebab tertentu!
Hidayatullah. com—Kasus bentrok kelompok AKK-BB dan anggota FPI membuat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia memberikan pernyataan. Organisasi Islam yang cukup tua di Indonesia ini memperingatkan kepada umat Islam untuk berhati-hati. Sebab, menurutnya, arah opini sudah mulai dibelokkan.
Menanggapi aksi bentrokan, Dewan Da’wah sebagai lembaga da’wah, tidak menyetujui segala bentuk provokasi yang dapat menimbulkan aksi-aksi kekerasan yang dapat melahirkan korban.
Di sisi lain, setelah selama dua hari mencermati perkembangan “Peristiwa Monas”,  1 Juni 2008, maka Dewan Da’wah  melihat mendapatkan kesan.
Pertama, telah terjadi upaya manipulasi pembentukan opini publik yang sangat sistematis yang dilakukan oleh Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dalam beberapa hal.
Kedua, AKK-BB selanjutnya membuat opini bahwa aksi mereka adalah aksi damai dan tidak ada kaitannya dengan Ahmadiyah.
“Pernyataan AKKBB tersebut adalah sesuatu yang tidak benar, karena pada tanggal 26 Mei 2008, AKKBB telah membuat iklan besar-besaran di berbagai media massa nasional, yang secara tegas menyebutkan bahwa aksi tanggal 1 Juni 2008 memang dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap Ahmadiyah, “ ujar Dewan Da’wah dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi http://www.hidayatullah. com.
“Selama ini, AKK-BB adalah kelompok yang sangat aktif dalam mendukung kelompok Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat dalam Islam, dengan mengatasnamakan “Kebebasan Beragama”. Mereka telah memanipulasi slogan tersebut untuk tindakan-tindakan yang jelas-jelas merusak Islam,” tulisnya.
Dewan Da’wah juga mencermati, sejumlah media elektronik berulangkali menayangkan gambar penyerangan terhadap massa AKK-BB tanpa menampilkan awal mula peristiwa tersebut terjadi, sehingga memberikan kesan bahwa kasus Monas terjadi karena penyerangan murni, tanpa ada sebab-sebabnya. Dari tayangan video yang diperlihatkan oleh FPI tampak jelas bahwa massa Laskar Islam memang telah diprovokasi sebelumnya oleh AKK-BB.
Untuk itu, Dewan Da’wah menghimbau kepada para tokoh dan pemimpin masyarakat, khususnya para pemimpin ummat Islam, agar tidak mudah terpancing oleh pemberitaan- pemberitaan yang jelas-jelas bertendensi untuk mengadu domba antar masyarakat dan menanamkan kebencian yang membabi buta terhadap kelompok tertentu, tanpa mendalami akar permasalahannya lebih jauh.
“Tidaklah etis dan bijak melihat satu masalah besar, hanya berdasarkan tayangan film berdurasi satu menit atau dua menit. Penyesatan opini adalah sebuah bentuk kezaliman yang pasti akan ada balasannya di dunia dan akhirat,” tulisnya.
Dewan Da’wah juga menghimbau kepada para pejabat dan khususnya aparat kepolisian RI agar tetap bersikap profesional, adil dan tidak terprovokasi oleh opini para pendukung Ahmadiyah yang mencoba mengalihkan persoalan pokok tentang keberadaan aliran sesat Ahmadiyah, kepada masalah FPI semata-mata.
Dewan Dakwah juga meminta ummat Islam untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan.
 
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat mana yang haq dan mana yang bathil, meskipun yang bathil sering ditampilkan sebagai hal yang menawan dan mempesona,” tulis pernyataan yang ditandatangani  Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Syuhada Bahri. [nuim/cha/www. hidayatullah. com]

18 Responses to “Dewan Dakwah Memandang Insiden Monas”


  1. 1 Islam Damai Juni 4, 2008 pukul 7:54 pm

    BUBAR TO FPI NO TO AHMADIYAH, lawan dengan dakwah, bukan kekerasan yang ujungnya hanya akan berakhir kemurtadan yang tidak terasa

  2. 2 arifrahmanlubis Juni 5, 2008 pukul 3:48 am

    assalamualaikum

    kita hendaknya cerdas dalam memilih berita. semuanya punya tendensi.

    kita harapkan polisi adil. yang diusut dua belak pihak.

    kita introspeksi diri. kualitas dakwah kita bagaimana. ada kewajiban ama’r makruf nahi munkar dengan hikmah dan pelajaran yang baik

    http://arifrahmanlubis.wordpress.com/2008/06/04/menyikapi-bentrok-fpi-akkbb/

  3. 3 Toro Juni 5, 2008 pukul 3:56 am

    masa sih baru dipukul aja udah cengeng tuh AKKBB

    liat tuh mahasiswa di negeri ini, biar kata diserang polisi juga tetep aja berjiwa besar, karena mereka bicara tentang kebenaran

    lantas AKKBB kenape?

    baru dipukulin gitu aja, seindonesa kesan nya belain banget
    tanya kenapa?

    itu dia ada niat jelek tuh orang di dalem AKKBB

    ya itu dia isinya AKKBB cuma aki2 dan nini2 yg udah pada mau mati, dan demo cuma berharap di kasih duit aja.

    jadi baru di gebukin sekali aja udah cengeng..

  4. 4 hmcahyo Juni 5, 2008 pukul 11:20 pm

    @ bezenk : ternyata hanya anda yang cerdas memaknai tulisan saya yang lain justru pake dengkul dan emosi membacanya — peace😀

    http://hmcahyo.wordpress.com/2008/06/05/bubarkan-fpi-tentusaja-tapi-…/#comment-792

  5. 5 Okke Juni 6, 2008 pukul 4:04 am

    aslm,,
    tdk gampang untuk mbubarkan sebuah organisasi islam begitu saja, ada aturannya. Saya lihat di media yang menghendaki untuk mbubarkan fpi adalah musuh bebuyutan al habib Riziq Shihab yaitu gusdur beserta masanya yang sudah dari beberapa tahun kbelakang sering terjadi ricuh. (knp gk skalian semua partai2 yg ada di indonesia dbubarkan saja) memang kricuhan ini pernah redam namun kembali gusdur menyuarakan opininya mengenai ahmadiyah yang sudah jelas menyimpang dari ajaran Islam, dan hal ini tentu saja dtntang oleh habib Riziq. Masih banyak tokoh-tokoh yang mendukung ahmadiyah untuk tetap berjalan di negri kita tercinta ini. salah satunya lagi adalah Adnan buyung nasution yang menolak keras SKB ahmadiyah dengan dalih ia tidak mau negara ini dijadikan negara islam. (apa hubungannya SKB dengan pembentukan negara islam?). Saya yakin Habib Riziq dan FPI masih menghargai Pancasila sebagai landasan negara dan insiden di monas pun tdk bermaksud untuk menodai hari Pancasila, tapi pada waktu tersebut terjadi karena memang ada pemicu terjadinya konflik. seperti mengkata-kata FPI sebagai laskar setan. habib Riziq (FPI) bertindak pasti karena ada alasannya, meskipun dengan “kekerasan”. Saya sangat sakit hati begitu ada yang melecehkan, menghina habib riziq meskipun saya bukan muridnya ataupun anggota FPI. Pastinya ikhwan yg spendapat juga merasa demikian.
    Saya setuju masalah ini kita kembalikan kpd diri kita msg2. sudah benarkah ibadah kita?
    wasalam,,

  6. 6 R Muhammad Mihradi Juni 6, 2008 pukul 9:46 am

    Saya berpikir, demokrasi dan agama kompatibel. Dalam kasus monas, pertama, memang sikap pemerintah yang tidak tegas menerbitkan SKB pelarangan Ahmadiyah adalah faktor pencetus. Namun disisi lain, kelemahan pemerintah tidak juga menjadi pembenar untuk provokasi maupun kekerasan. Dalam demokrasi, semua bisa didialogkan, didiskusikan dan dibicarakan. Sebab, kekerasan lebih banyak mudhorat dan jelas tidak membawa manfaat. Tak heran, jika Rasullulah Muhammad SAW yang kita cintai bersama, tidak pernah mengedepankan kekerasan sebagai solusi. Beberapa perang Islam seperti Uhud dan Badar adalah karena mempertahankan diri sebagai umat dan bukan agresif menyerang terlebih dahulu. Apalagi di Indonesia, Islam adalah agama mayoritas.
    Saya rindu ulama-ulama sejuk yang dapat memberikan suri tauladan, tidak saling memaki, dan tidak saling memprovokasi karena semua umat Islam juga.
    Dan, sepertinya, kita juga harus peka pada masalah umat. Sudah waktunya berbuat selain menekan agar Ahmadiyah dilarang juga membuat fatwa mengharamkan prilaku korupsi, menerima uang dari koruptor dan mendukung pemerintah kalau perlu menghukum mati koruptor sebab korupsi juga sesat dan kezaliman yang nyata. Sayang, FPI nampak tidak tertarik ketika isu korupsi mengemuka. Semoga Allah memberi petunjuk pada kita semua.
    Hentikan kekerasan, bubarkan FPI dan dukung pemerintah segera terbitkan SKB pelarangan Ahmadiyah.
    R Muhammad Mihradi
    Masyarakat Biasa

  7. 7 R Muhammad Mihradi Juni 6, 2008 pukul 9:52 am

    Bagi pendukung FPI, saya memohon maaf, karena nampaknya FPI mendesak dibubarkan karena riwayat anarkinya yang kelewat batas. Memang, substansinya baik, mencegah kebatilan, tapi ada prosedur–hukum jadi acuan. Karena saya khawatirkan, ini akan dimanfaatkan. Setahu saya, banyak juga isu-isu tidak sehat tentang FPI, seperti darimana dana organisasi ini jalan, lalu pernah bentrok juga dengan front betawi rempug yang sama-sama Islam. Saya khawatir ini merusak citra Islam. Kita punya polisi, tentara, pemerintah resmi, kita desak saja mereka untuk profesional. Kalau mereka tidak juga bekerja profesional, dalam pemilu jangan coblos lagi pemerintah yang dianggap tidak profesional. Demokrasi selalu ada solusi untuk itu. Rasanya, kini era menggunakan intelektualitas dan bukan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Kita malu, negara lain, seperti China dan India sudah sangat maju ekonominya, demikian juga vietnam, sedang kita: miskin, bodoh dan berkelahi terus. Jangan-jangan kekerasan adalah bentuk bahwa kita bangsa yang kalah.
    Sekali lagi, mohon pada pihak yang berwenang, larang ajaran dan organisasi ahmadiyah dan bubarkan pula FPI.
    R Muhammad Mihradi
    cinta damai

  8. 8 Erman Juni 6, 2008 pukul 11:23 am

    Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008
    Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.

    Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.

    Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat ijin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.

    Melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan oleh AKK-BB ini diwilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan ” Laskar Setan” dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb.

    Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali.

    Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB

    Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan didalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.

    KOndisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen2 nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A’lam Bisshowab.

    Hasbiallahu wa ni’mal wakil, Ni’malmaula wa ni’mannashiir.
    Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid DAkwah (eramuslim).

  9. 9 GALANG Juni 6, 2008 pukul 2:32 pm

    tujuan yang diharapkan:
    FPI perkumpulan yang terorgasasi mengatas namakan
    islam yang paling benar ,untuk meluruskan perjanan umat dimuka bumi ini padahal semua tindakan itu sangat berbahaya yang menimbulkan banyak korban diantara kedua pihak,kalau untukke pemerintah kita bersama -melakukan perbaikan yang penting jangan anarkis kitaperjuangkan sampai titik penghabisan.

    sekali lagi FPi adalah bukan partai yang mengangkat secara perorangan ,tapi untuk semua umat mari bersama bersatu untuk menuju masyakat aman damai sejahtera,salam merdeka.

    Pront Pemuda Peduli bangsa

  10. 10 Pro fpi Juni 6, 2008 pukul 2:42 pm

    Kalau kita hanya mendengar infrmasi yang beredar sekarang ini terlihat bahwa betapa tidak seimbangnya pemberitaan yang ada di media massa, akhirnya kita tidak bisa membedakan mana informasi yang seimbang dan mana informasi yang seimbang, saya akan luruskan informasi tersebut, sebenarnya kalau kita cermati dari awal, akar permasalahannya adalah terletak pada SKB pemerintah yang seharusnya cepat dikeluarkan dan tidak menunda-nunda SKB tersebut. Jika saja Pemerintah mau mengeluarkan SKB tersebut tana menund-nudanya maka pasti tidak akan terjadi hal seperti sekarang ini terjadi. bukankah kita sebagai umat Islam sangat membutuhkan kepastian tentang sesat tidaknya aliran Ahmadiyah, Pfi sebagai front pembela islam wajib memberantas aliran tersebut, hanya disayangkan pemberantasan tersebut sudah tidak lagi elgan dikarenakan ulah pemerintah yang menunda-nunda keluarnya SKB, Semua itu tanggung Jawab pemerintah.

  11. 11 BEWOK CS Juni 6, 2008 pukul 3:52 pm

    FPI Akan menuntaskan permasalahan ini sampai keadaan yang stabil, bahwa kepentingan dan kesejahteraan bagi umat sangatlah diutamakan,maka disini pemerintah dan jajaran kabinet harus tanggap melihat dan merasakan keadaan sekarang,
    bila pemeritah tak bisa menuntaskan dan menegaskan suatu keadaan maka akan terjadi lagi ini disebakan oleh situasi yang tak menentu
    masyarat menilai merasakan mana yang harus kita benarkan .semua tindakan FPI Mengayomi seluruh umat asal sesuai dengan permasalahan yang dirasakan seluruh umat islam khusus
    pembela islam akan menjaga martabat .nilai-nilai dimuka bumi ini. maka harusnya pemerintah bertindak tegas mana yang harus kita utamakan.
    SALAM MERDEKA ATAU MATI,,,

  12. 12 togog Juni 6, 2008 pukul 10:50 pm

    ..Teriakmu: ALLAHU AKBAR!!!! Kelakuanmu: KAYA BINATANG!!! so what gitu lho…..??

  13. 13 Empi MUSLION_JB'lOç Juni 7, 2008 pukul 9:21 am

    “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat mana yang haq dan mana yang bathil, meskipun yang bathil sering ditampilkan sebagai hal yang menawan dan mempesona,”

    SOBAT
    Gimana pergulatan sesi akhir tut tuts jari ama aliri kerut dahinya ? Semoga cepat selesai dan sukses selalu yaaa ??
    sepertinya nusa bangsa menunggu kedatangan pekik arif suaramu dan santun belai tanganmu Sobat>>>>>

    Salam Jabat Erat

  14. 14 Johanes Juni 7, 2008 pukul 12:45 pm

    aku melihat dalam kasus monas, yang lebih anarki adalah media masa yang tak bepihak pada Islam, mereka hendak memadamkan cahaya Alloh dengan opini yang menyesatkan
    terutama SCTV yang getol dari dulu gebukin suara Islam:d

  15. 15 yherlanti Juni 9, 2008 pukul 10:53 am

    Apa yang dilakukan oleh AKKBB adalah konsfirasi….yang dilakukan oleh media televisi kayak metroTV adalah aksi anarkis pemutarbalikan fakta..sehingga menghancurkan citra islam….lihatlah…mereka membuat makar…tetapi wallohu khoiri makirin….alloh yang lebih baik membuat makar…

  16. 16 andra Juni 11, 2008 pukul 6:53 am

    seharusnya sesama islam tdak boleh gitu… bukan dengan kekerasan dengan main otot, tapi harusnya dimusyawarakan,.. islam agama yang halus dan tegas, tapi klo gini caranya maka islam akan pecah bukannya bersatu, seharusnya sebagai islam yang bener2 islam kita tau itu pak!!!
    klo islam pecah lah! APA KATA DUNIA!!!!

  17. 17 ASFINAWATI GOBLOK Juli 3, 2008 pukul 8:09 am

    SSSSTTTTTTTTT
    DIEM NAPE, GUE KAN LAGI CARI DUIT,
    KALO GAK GINI GIMANA GUE BISA MAKAN???
    ABISNYA GUE KAN BEGO, GOBLOK,
    IKUT PELATIHAN ADVOKASI AJA GUE BOLOS,
    SAMPE PANGLIMA KLI GAK MAU NGELULUSIN GUE….
    TAPI TENANG,….
    GUE ADUIN AJA KE BOS, HOREEEE GUE JADI LULUS
    SANG PANGLIMA MALAH CABUT DARI YLBHI,
    MAEN HARUS LICIK, SECARA GUE GAK PUNYA AGAMA!


  1. 1 Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 4, 2008 pukul 8:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 637,137 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: