Refleksi 6 Pekan Menuju Indonesia

Pagi, siang, sore atau malam kawan-kawan.

Pertama terima kasih masih setia membaca berbagi cerita ini, meski ya beberapa waktu ini kebanyakan berisi posting tentang earning online, review gak jelas juga lain-lain. Sebenarnya bukan gak peka terhadap kejadian aktual di belahan dunia sini, maupun bahasan macam bantuan langsung tunai yang aye kira emang fundamental untuk wacana di negeri sana. Termasuk drama korupsi Indonesia, dengan tokoh utama nyonya Artalyta dan jaksa Urip beserta oknum-oknum dari kejaksaan.

Belum lagi cerita Geng Nero, geng anak-anak putri dari Pati (tempat calon istriku KKN taun lalu). Sungguh, makin sesek aja dada ini. Bukan sok peduli, tapi memang aye peduli dengan apa yang terjadi di negeri sana. Negeriku, Indonesia.

Refleksi yang awalnya hendak dibuat perpekan malah terbengkalai, hal ini lebih kurang karena fokus aye beberapa waktu ini lebih pada penyelesaian laporan tugas akhir di sini. Sementara ini masih tinggal di Eindhoven. Kota tempat Mutu (striker timnas Rumania) bermain di klub PSV yang juga klub sepakbola yang menjuarai liga belanda. Maka wajarlah, kalo banyak orang berekspetasi Rumania bisa menemani Belanda maju ke babak perempat final.

Piala Eropa 2008 sedikit banyak membuat aye merenung. Aye memang tidak selalu uptodate, meski tidak juga antivirus PCMAV 1.3 dan PCMAV 1.4 yang baru mo dirilis itu. Intinya, pertandingan demi pertandingan di kejuaraan UEFA EURO 2008 ini sedikit banyak memberikan hikmah. Karena aye percaya tidak semata-mata Allah mengizinkan terjadinya Pertandingan Piala Eropa ini dan aye menontonnya kecuali pasti ada hikmahnya. Apa itu?

1. Manajemen waktu

Dengan waktu pertandingan yang kurang lebih 90 menit dan dibagi dalam dua babak. Sepakbola memberikan pelajaran bagaimana memenej waktu dengan baik. Kalo kawan-kawan suka maen FM mungkin gak perlu lagi dijelasin. Manager, ya bagaimana memenej permainan dan pemain. Waktu yang 90 menit ini dibagi menjadi pemanasan pertandingan, mencari celah kelemahan pertahanan lawan, mengatur strategi, oper sana-sini, coba-coba shooting, ada saat menekan lawan, ada saat bertahan. 90 menit, waktu yang cukup membuat para penonton dibuat merasakan beragam rasa. Dari seneng, cemas, sedih, kesel, apapun menyaksikan para pujaan hatinya berjuang di lapangan.

Hanya 90 menit, namun setiap menitnya begitu berarti. Jika kawan-kawan menonton pertandingan Turki-Republik Czech dengan kemenangan menawan dari Turki lewat 2 gol dari Nihat dari 1 dari Arda. Anda tau? Mereka hanya butuh kurang dari 15 menit untuk memutar kekalahan 0-2 menjadi 3-2 kemenangan untuk Turki. Dan kini, kembali Turki menunjukkan keunggulannya lewat pertandingan seri melawan Kroasia yang banyak diunggulkan bahkan mengalahkan Turki 2-0. Kenyataannya, pertandingan diakhiri dengan adu penalti dan Turki menang. Sekali lagi pelajaran manajemen waktu yang diberikan sepakbola. Bagaimana menembakkan bola ke gawang pada saat yang tepat, sehingga mampu mengecoh penjaga gawang, 1-3 dan Kroasia harus pulang dari kejuaraan Piala Eropa 2008.

2. Persiapan yang matang

Untuk pertandingan yang hanya 90 menit tadi, para pemain butuh waktu latihan minimal sebulan. Sebulan itu sudah sangat mendesak, sebenarnya paling pool itu 3 bulan minimal. Wah, coba bayangkan. Kalo kata Abraham Lincoln, “Jika saya memiliki waktu 10 jam untuk menebang pohon, maka 8 jam akan digunakan untuk mengasah gergaji dan 2 jam sisanya untuk menebang pohon”. Artinya, persiapan yang matang jauh lebih penting daripada saat-saat pertandingan. Jangan sekedar memikirkan apa yang terjadi nanti, tapi mulailah juga memikirkan apa yang hendak diperbuat nanti. Karena yang terjadi nanti bergantung dari apa yang kita persiapkan sekarang.

Bukankah Allah, Tuhannya aye dan Tuhannya kamu (penegasan, Laa ilaaha illaLlaah) telah menunjukkan melalui Al-Qur’an dalam Al-Hasyr:18. “Apa yang sudah engkau perbuat untuk hari esok?” begitu kira-kira (mohon luruskan jika salah). Maksudnya adalah, kehidupan kelak takan berarti apa-apa tanpa adanya perbuatan di hari ini (kehidupan dunia). Maka, sekali lagi sepakbola membuat aye mikir.

3. Kesabaran dan Optimisme

Joachim Low, pelatih timnas Jerman yang kena hukuman dan harus menyaksikan jalannya pertandingan Jerman-Portugal dari dalam ruangan memberikan contoh yang positif. Setidaknya bagi aye, bagaimana ia harus tetap menjalankan strategi dan membangun semangat anak-anak binaannya yang tengah berlaga di lapangan tanpa kehadiran dirinya.

Mungkin kesal, tapi bagaimanapun Ia punya tanggung jawab sebagai pelatih. Apa yang dilakukannya (mengganti beberapa pemain menjelang kick-off) adalah buah dari optimisme tersebut. Bagaimana keputusan yang tepat di waktu yang tepat merupakan kolaborasi antara kesabaran dan optimisme. Dan hasilnya, kemenangan Jerman atas Portugal 3-2. Setelah sempat ketinggalan 0-2.

4. Rendah hati

Low profile, CR7 rasanya bukan contoh yang tepat. Bagaimana dengan striker Belanda, van Nistelrooy? Bintang sepakbola yang hampir setara dengan pahlawan perang di Belanda ini tetap low profile. Kemenangan demi kemenangan yang diraih, juga gol demi gol yang ia ciptakan tidak menjadikannya besar kepala. Pun ketika harus duduk di bangku cadangan saat menghadapi Rumania. Tak ada yang berubah, dia tetep bintang sepakbola.

5. Akurasi dan Kesungguhan

Dan masih banyak lagi hikmah yang tak bisa satu-persatu dituliskan. Semoga pertandingan piala eropa 2008 yang kita saksikan tidak hanya sekedar hiburan belaka, melainkan juga patrian jiwa untuk berbuat lebih pada setiap peran kita. Berbuat yang terbaik sekemampuan dengan segala potensi yang Allah telah berikan, kapanpun, di posisi manapun, kita harus bisa memberikan kontribusi. Meski mungkin bukan kita yang mencetak gol-nya. Tapi, kita mesti menjadi bagian dari terciptanya gol tersebut. Tak akan ada gol tanpa assisten yang handal bukan?

Semoga bermanfaat bagi aye dan kawan-kawan yang pecinta bola. Terakhir, lihat contoh pertandingan Persib lawan Persiwa. Jauh berbeda ketika Persib melawan Sriwijaya FC, performa Persib kurang stabil. Padahal mereka memiliki pemain yang handal dan berkualitas serta di atas rata-rata tim lain di Indonesia. Kenapa bisa kalah oleh klub papan kedua?

Silakan berkomentar, senang rasanya bisa berbagi dengan kawan-kawan.

-Jal:YangMerindukanIndonesia

2 Responses to “Refleksi 6 Pekan Menuju Indonesia”


  1. 1 Gandhi Juni 21, 2008 pukul 1:48 am

    widiih bung rijal ini, makin mantabs aja! Sampe segitunya ‘memaknai’ Euro 2008. Hi8x… Bagus lah!

    Silahkan bung rijal juga berkoment ria. saya senang bila ada kawan yang mau memberi sedikit koreksi atau masukan…😛


  1. 1 Prediksi Final Piala Eropa 2008 « Berbagi Cerita.. Lacak balik pada Juni 22, 2008 pukul 7:35 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: