Cerita Baju Koruptor

Cerita Baju Koruptor di Berbagi Cerita ditulis dalam rangka turut memperingati hari anti korupsi sedunia yang jatuh setiap tanggal 9 Desember.

Sebagai anak bangsa yang turut mendukung perbaikan di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, aye sangat mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi termasuk penggunaan Baju Koruptor bagi tahanan KPK. Agar adanya adanya pembelajaran (baca: efek jera) bagi masyarakat secara umum maupun bagi para pejabat publik dan pengusaha untuk berpikir seribu bahkan sepuluh ribu kali untuk melakukan tindak pidana koruptor, suap-menyuap, sertifikasi gratifikasi, dll.

Pemberantasan korupsi, sejauh yang aye pahami setidaknya ada 3 Dimensi:
1. Dimensi pencegahan (visioner), bisa berupa pencerdasan masyarakat, kaum muda juga para pejabat publik.
2. Dimensi pemberantasan (aktual), berupa tindakan lanjut dari laporan perkara dari masyarakat, dugaan suap, dsb.
3. Dimensi pengambilalihan (retrokatif), berupa pengambilalihan segala bentuk perkara korupsi yang belum selesai di masa lalu (contoh: kasus BLBI)

Beragam prinsip dan nilai dari pemberantasan korupsi ini sebenarnya sesuai dengan fitrah manusia. Pertanyaannya, bagaimana dengan pemberian baju koruptor bagi para tahanan tindak pidana korupsi?

KPK merencanakan membuat baju atau seragam khusus yang wajib dikenakan oleh setiap terdakwa kasus korupsi. Rencana tersebut banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan berbagai pihak. Pihak Mabes Polri dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sangat mendukung rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pembuatan baju khusus untuk para koruptor tersebut aka Baju Koruptor. Banyak pihak menilai bahwa koruptor memang harus dipermalukan, dan diberantas dari Negara Indonesia.
sumber: Swaberita

Sebenarnya POLRI selama ini telah menerapkan sistem baju untuk tahanan sejak dulu bukan sekedar baju koruptor saja, hanya persoalan warna dan bentuk diserahkan ke masing-masing wilayah. Sehingga bagi POLRI, renca KPK itu tidak begitu jadi persoalan. Ini bukan persoalan HAM, toh POLRI sendiri selama ini sudah menerapkan sistem baju tahanan dan tidak menimbulkan masalah. Tinggal sekarang, KPK mau merealisasikan rencananya apa tidak itu Baju Koruptor.

Tidak boleh ada pandang bulu atau perlakuan khusus kepada para pelaku tindak pidana korupsi alias koruptor, tapi nyatanya (jauh dari pemberitaan publik) para koruptor yang ditahan saat ini SELALU mendapatkan perlakuan khusus!! Katakan AC, TV, Kasur, dan perabotan mewah lainnya di ruang tahanan. Ditambah fasilitas telekomunikasi. Apa-apaan ini??? Lantas apa masalahnya dengan penerapan Baju Koruptor. Apa gak bikin tahanan lain iri tuh dengan adanya fasilitas bejibun gitu? (sok tau mode on)

Kita bisa rasakan sampai saat ini kondisi ekonomi negeri ini tidak kunjung membaik, bencana alam akibat alihfungsi hutan yang ditumpangi kepentingan tertentu, dsb yang salah satu penyebabnya adalah ulah para koruptor yang saat ini ditahan maupun yang masih berkeliaran.

Tentu ada harapan dari pemberian Baju Koruptor bagi para koruptor ini. Yakni, rasa malu (baca: efek jera) sehingga ada keinginan untuk tidak melakukan hal serupa di kemudian hari juga mencegah rekan-rekannya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Bangkit, Lawan, BERANTAS KORUPSI

ditulis oleh bangzenk di berbagi cerita

>> selamat hari anti korupsi, saatnya kita menghindari korupsi dari hal-hal yang kecil..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 637,137 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: