Cerita Si Pencuri Spion

Alkisah tersebutlah seorang pemuda bernama Kovi (bukan nama sebenarnya), Kovi bukan anggota keluarga Berbagi Cerita. Bolehjadi Kovi belum juga pernah baca cerita di Berbagi Cerita. Baiklah, kita mulai saja cerita tentang “si pencuri spion”.

Malam itu sudah agak larut, Kovi dan temannya Teko (bukan nama sebenarnya juga) keluar rumah sekedar merasakan angin malam. Berdua mereka berjalan keluar gang, sejenak mereka berbincang-bincang.

“punya rokok gak lu?” tanya Teko pada Kovi.
“kagak bro! maklum pengangguran” jawab Kovi sambil terus berjalan tanpa berpaling pada kawannya.

“gua laper nih!” ujar Teko sambil mendadak berhenti tepat di muka gang masuk kampung mereka.
“sama, tapi kagak ada duit bro, lu punya?” keluh Kovi.
“kagak!” Teko menjawab sambil geleng-geleng kepala.
“cari barang yuk!” ajak Kovi seperti baru mendapat ilham dari langit.
“barang? mencuri maksud lo?” seolah tak mengerti Teko berusaha meyakinkan dirinya.
“iya lah, mumpung si Tuto masih buka” jelas Kovi sambil menunjuk sebuah bengkel mobil di seberang pintu jalan.

Kovi dan Teko adalah dua orang pemuda putus sekolah, aktifitas sehari-harinya adalah membantu Tuto (bukan nama sebenarnya juga) pemilik bengkel mobil di kampung NunJauhDiSana. Keluarga mereka hidup pas-pasan. Kadang, jika keduanya lagi gak ada duit, mereka mencari onderdil mobil bekas ataupun gress yang dibuang pemiliknya dan menjualnya ke bang Tuto. Jarang sekali mereka mencuri, mungkin baru kali ini saja niatan itu muncul.

Cerita berlanjut, beberapa saat kemudian Kovi dan Teko sudah berada di komplek daerah tetangga. Keduanya berencana mencuri apa saja-yang mungkin. Tak jauh, dilihatnya sebuah mobil agak mewah. Betapa girang hati keduanya. Cerita tidak berakhir di sini.

Berikutnya, Kovi dan Teko mulai mengutak atik kaca spion mobil tersebut. Maklum mereka hanya dua pemuda putus sekolah, mengemudi mobil saja mereka tak bisa jadi apa untungnya membobol kunci mobil, cukup bagi mereka sepasang spion mobil untuk mengganjal perut mereka yang lapar malam itu.

Naas memang nasib keduanya, tak lama berselang pemilik mobil ybs keluar rumah (entah karena kepengen kentut ato apa). Tak ayal keduanya tertangkap tangan sedang mencoba mencuri spion mobilnya. Dengan sigap bak seorang pahlawan hendak menyelamatkan harga negaranya sang pemilik mobil mengacungkan pistol-asli dan menembakkannya ke atas membelah langit malam.

Kovi dan Teko jelas ketakutan, mereka berdua lari tunggang langgang terbayang di benak mereka jika tertangkap nanti mereka jadi bulan-bulanan massa komplek. Bonyok sudah nanti mereka pikir. Entah apa yang dipikirkan sang “jagoan” pemilik mobil, dia bidik salahsatu pencuri -belom jadi- spion mobilnya. Dan, “dorr!!!!” suara tembakan memuntahkan peluru tajam tepat di pinggang Teko.

Teko terkapar seketika, sang “jagoan” berlari mendekati. Kovi yang masih berlari berbalik menghampiri Teko dan berusaha membantunya berdiri.

“ayo, kalo ketangkep berabe kite, bisa bonyok!” ujar Kovi tanpa menyadari Teko telah tertembak.
“iya, tapi pinggangku sakit seperti terbakar!” Teko mengeluhkan sakit sambil berusaha berdiri.

Keduanya pun merangsek menjauhi komplek menuju daerah sekitar Taman Makam Pahlawan untuk bersembunyi, kebetulan banyak pepohonan besar di sekitar taman tersebut. Mereka berdua berhasil bersembunyi. Sang “jagoan” tidak berhasil menemukan mereka, dan memutuskan kembali pulang. Lagian, malam terlalu gelap. Lampu-lampu taman tak ada yang menyala, dilempari anak-anak kurang kerjaan kali batin sang “jagoan”.

Keesokan harinya, tubuh Teko ditemukan oleh warga sekitar komplek tergeletak di dekat pintu Taman. Gegerlah warga sekomplek, dikira mereka ada pembunuhan. Sang “jagoan” kebetulan lewat, diapun menenangkan warga.

“tenang, ini pencuri spion saya, semalam dia saya tembak, tapi masih bisa kabur, ternyata dia keok di sini” jelas sang “jagoan” sambil membusung dada.

warga meng-oo-kan tanda memahami kejadian perkara, maklum sang “jagoan” adalah salahsatu polisi berpangkat tinggi.

Kejadian di atas mungkin hanya fiktif, tapi terjadi di dunia nyata dengan nama, tempat, dan waktu yang berbeda.

Aye hanya sekedar berbagi cerita, tentang bagaimana penegakan hukum di negeri ini masih sangat-sangat pandang bulu. Bahkan, terkadang bagi orang seperti si pencuri spion -gak jadi- di atas hukum tembak ditempat selalu saja dianggap perlakuan yang sah. Tapi, apabila berhadapan dengan para koruptor -penjamah hak-hak bangsa ini- para penegak hukum seperti banci. Atau ketika berhadapan dengan para bandar judi, pengusaha minuman keras, pemilik diskotik, pengelola pusat-pusat kemaksiatan, para penegak hukum seperti ayam tuli.

Lantas, apa yang bisa diharapkan dari penegakan hukum di Indonesia? inikah keadilan??

ditulis oleh bangzenk untuk berbagi cerita

4 Responses to “Cerita Si Pencuri Spion”


  1. 1 mario Desember 19, 2008 pukul 1:18 am

    kagak usah heran mas, wong jadi polisi aja nyogok ya kl ada kesempatan bt balikin modal kenapa ngga

  2. 2 bangzenk Desember 19, 2008 pukul 1:26 pm

    @mario,
    sebenernya kagak heran, hanya ingin menegaskan aja. kali kapolri baru mo denger.

    makasih dah mampir🙂

  3. 3 korban Desember 20, 2010 pukul 12:15 pm

    Saya pernah mengalami pencurian spion mobil saya (yang tidak termasuk mobil mewah dan masih dicicil). Saya bekerja keras untuk bisa mempunyai mobil tersebut yang saya pakai untuk mencari nafkah. Apakah pencurian adil ini juga untuk saya?

    Bapak saya juga berasal dari kampung dan berasal dari keluarga yang sangat miskin, tapi tidak putus sekolah sehingga mampu menyekolahkan saya sampai tidak putus sekolah juga. Bapak saya harus berjalan 10 kilo tanpa alas kaki dengan satu telur ayam di kantung yang kemudian dijual untuk uang jajan. Kemiskinan bukanlah sebuah alasan untuk putus sekolah. Dan putus sekolah bukan pembenaran untuk pencurian. Satu satunya alasan untuk orang yang putus sekolah dan melakukan pencurian adalah kemalasan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: