Cerita Untuk Bunda

Apakah ini Cerita Dewasa? Tentu bukan, siapapun boleh baca cerita yang satu ini. Cerita untuk bunda yang ditulis dalam rangka Peringatan hari Ibu nasional yang senantiasa dilaksanakan pada tanggal 22 Desember sejenak membuat ingatan menerawang. Sungguh banyak cerita yang bersama ibunda tercinta. Apapun panggilan kita pada beliau, bunda, ibu, mbok, mamah, mamih, ambu, ataupun mom. Wanita yang melahirkan kita takan pernah bisa tergantikan. Kelahiran kita secara fisik di dunia hanya terjadi sekali, dengan kata lain kita tak pernah dilahirkan dari rahim wanita lain, selain Ibu kita. Saatnya  berbagi cerita untuk bunda.

Bunda, sungguh terlalu banyak pula bagian cerita yang tak bisa kurangkai satu persatu. Berbagi cerita tentang ketegaranmu, kesabaranmu, kesungguhanmu dalam memperjuangkan hak-hak anak-anakmu untuk dapat merasakan pendidikan yang layak, gizi yang berimbang, juga kekuatan iman.

Rabb, ampunkanlah cerita dosa-dosa bunda yang sengaja maupun tidak. Berikan padanya hidayah dan kekuatan untuk tetap berada dalam naungan keridhoan-Mu. Tuntun kami semua agar dapat berkumpul lagi di SurgaMu.

Mari kita berbagi cerita tentang Ibu. Mumpung Ibu kita masih ada.

Cerita ini berawal di sebuah dapur, ketika seorang ibu sedang sibuk menyediakan makan malam. Seorang anaknya menghampiri seraya kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertuliskan sesuatu kepada ibunya, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000
2) Menjaga adik: Rp20.000
3) Membuang sampah: Rp5.000
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000
5) Menyiram bunga: Rp15.000
6) Menyapu halaman: Rp15.000
Jumlah: Rp85.000

Cerita tak berhenti di sini. Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar”

Cerita ini memiliki nilai kasih sayang seorang Ibu yang tak terbatas waktu, prasangka, keletihan raga dan jiwa. Mari bersama kita perbaiki sikap kita kepada kedua orangtua kita, lebih khusus kepada Ibu kita tercinta.

Cerita tentang Bunda:
Bunda, Maafkan anakmu
Nobody can, but you

Kartini, Sebentuk Cinta Bunda « berbagi cerita..

Makasih ya Allah..
Takan henti Berbagi Cerita

9 Responses to “Cerita Untuk Bunda”


  1. 1 Farrel Desember 19, 2008 pukul 3:49 am

    Jadi ingat sama Ibu saya. Semoga kau tenang di alam sana, Ibu. Ya Allah, berikanlah dia tempat yang layak disisiMu. Amien…
    *maaf, jadi melankolis kayak gini…*

  2. 2 bangzenk Desember 19, 2008 pukul 1:34 pm

    @Farrel,
    sah-sah saja kok.. tiap inget beliau mesti ada haru, itu pertanda cinta.

  3. 3 hmcahyo Desember 22, 2008 pukul 1:11 am

    Makasih dah ngingetin tentang arti seorang ibu — dan yang penting saya pegin anak-anak tahu betapa uminya juga hebat😀

    ini say abuat postingannya😀

    http://hmcahyo.wordpress.com/2008/11/11/ibsn-coz-u-r-our-heroin/

  4. 4 omiyan Desember 22, 2008 pukul 4:03 am

    ah ini jadi sindiran bbuat saya ketika ibu saya minta merehab rumah dikampung…..saya malu ketika baca

    1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
    2) OngKos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
    3) OngKos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
    4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
    5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
    Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

    …Subhanallah ternyat saya egois medit ……thanks dah ngingetin nih

  5. 5 INDAH REPHI Desember 24, 2008 pukul 7:25 am

    apa yang ia lakukan dan apa yang ia berikan..ibu adl manusia yang tak pernah pamrih ^__^ when we asked her what she want, she asked nothing🙂
    ibu memang luar biasa… selamat hari ibuuu ^_^

  6. 6 fahri Desember 26, 2008 pukul 10:55 pm

    konyol tapi nyentuh sampe ulu hati sy nyeri…tq.

  7. 7 tasniem tsuraya Desember 28, 2008 pukul 8:40 am

    nice, menyentuh & excited. tapi apa iya itung-itungannya sedeatil itu????

  8. 8 hendra Desember 14, 2009 pukul 7:28 am

    itu untuk ibu yang sebenar2 ibu khan! tp ada juga ibu2 yg…… ntahlah? gmn katagorinya, yg jelas ndak ada tanggung jawab saat anak msh butuh ibu, eh malah mau diberi fasilitas mewah setelah anaknya sukses.


  1. 1 #1 IBSN™ Blog Award Article | Kurang Kerjaan!!!!™ Lacak balik pada Desember 22, 2008 pukul 4:37 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 637,137 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: