Cerita Indonesia vs Thailand 1-2

Berbagi cerita hasil pertandingan antara Indonesia vs Thailand leg kedua pada Piala AFF 2008 berakhir dengan kemenangan Thailand atas Indonesia. Tekad besar saja tidak cukup untuk menjadi bekal memenangi pertandingan demi pertandingan, apalagi dalam menghadapi lawan sekelas Thailand.

Indonesia sempat unggul lebih dulu, namun tim Merah-putih akhirnya menyerah kalah 1-2 pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF Suzuki 2008 ini, di National Stadium, Bangkok.

Salut buat Nova Arianto yang sempat membuka peluang kemenangan bagi kesebelasan Indonesia. Tim Garuda memimpin pertandingan dengan gol Nova di menit ke-10. Namun, dua gol lewat Teerathep Winothai pada menit ke-72, serta Anon Sangsanoi pada menit ke-88 membuat mimpi memenangi pertandingan kali ini terbang jauh.

Sebenarnya penampilan timnas Indonesia di awal pertandingan jauh lebih baik dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Lini pertahanan Indonesia sendiri cukup kuat menahan kekuatan serangan dari tim “Gajah Putih” yang menggempur habis-habisan lini pertahanan Indonesia sejak awal pertandingan. Sayang seribu sayang, tim kebanggaan kita tak jua mampu membangun serangan yang matang.

Semoga pertandingan kali ini menjadi pelajaran berharga bagi PSSI dalam mengevaluasi pembinaan pemain di liga-liga dalam negeri. Kenapa? Sebagaimana dibahas komentator pertandingan, saat ini porsi pemain asing di tiap tim yang berlaga di liga nasional terbilang cukup besar. Oleh karenanya, ada baiknya dikurangi. Selain menghemat pembiayaan, juga dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para pemain Indonesia untuk mengasah kemampuannya di lapangan.

Terus berbagi cerita

7 Responses to “Cerita Indonesia vs Thailand 1-2”


  1. 1 m@xwELL Desember 20, 2008 pukul 3:54 pm

    ya ga’ apa2lah kalau kalah..namanya juga pertandingan. tapi salut buat indonesia yang bermain bagus. jangan nyerahlah..tingkatin lagi permainannya

  2. 3 Bang NduZ Desember 21, 2008 pukul 4:46 am

    hm….Kalah menang itu sudah biasa. Yang penting motifasi Dan krja keras. salut aja tuk krja keras timnas. khususnya buat markus yg dah berupaya skuat tnaga mnjaga gawang meskipun akhirnya kebobolan. Mgkin memang belum saatnya indonesia menjadi juara. Bendol berikan yg terbaik untuk bangsa indonesia..!

  3. 4 doniwko Desember 21, 2008 pukul 7:08 pm

    wah… kalah toh ternyata… ampun dech… klo dari saya sendiri sich, pecat aja tuch bendol. ganti dengan manajemen yang lebih baik. skuad indonesia di awal piala aff udah bagus, e malah di pertandingan penting semifinal pertama skuadnya coba2.. masukin nova arianto yang nyatanya waktu itu blum padu ama charis. itu jadi bumerang tersendiri bagi timnas kita. dan juga kebiasaan bendol yang terlalu memforsir pemain, udah menit2 ahir, belum juga ada pergantian pemain(indonesia VS myanmar),padahal udah menang telak..

    serta alasan bendol yang selalu menyalahkan minimnya latihan timnas. itu dha alasan klise bung. seharusnya dulu yang dipilih pssi adalah Rachmad Darmawan sebagai pelatih timnas, yang bener2 udah teruji kemampuannya.so.. ganti sekarang juga dengan rachmad darmawan klo mau timnas berubah….

  4. 5 zamakh Desember 23, 2008 pukul 6:33 am

    wah, salah tuh, golnya thailand gol bunuh diri, dan gol keduanya nama pemainnya dari R, Rangsaniyo? saya juga lupa😀

    tapi saya kecewa sama mental permainan indonesia. diawal itu main bagus (menit-menit awal saja) cuma ketika bisa mencetak satu gol langsung puas dan bertahan. saya udah pesimis tuh mulai dari indonesia bertahan dan kalau pegang bola dilama2in..

    nasib sebaliknya di alami vietnam tuh, sedikit tidak diunggulkan (mirip indonesia) tapi berhasil mengalahkan singapora. padahal dia juga lebih banyak bertahan TAPI ketika bisa megang bola dia menyerang dan menyerang.. bukan dilama-lamain.. saya baru nemu strategi (maaf) sebodoh itu, baru menit 40-an sudah pake strategi ngelama-lamain.. tidak ada satu tim pun yang bisa menang dengan bertahan sepanjang pertandingan.. kalah skill dan visi permainan sih saya terima-terima aja, karena yang salah sistem PSSI nya.. tapi kalau Mental udah kalah juga, pelatih dan pemainnya juga sama aja dengan PSSI..😦

  5. 6 Nurdiansyah Desember 25, 2008 pukul 7:04 am

    Pemain asing memang harus dikurangi untuk memberi kesempatan kepada pemain pribumi, tapi untuk pelatih sepertinya butuh dari luar lagi deh, perlu banyak lg belajar teknik permainan dari luar…

    Manajemen PSSI juga sepertinya harus di-restrukturisasi tuh…

  6. 7 gunturutomo Desember 30, 2008 pukul 12:50 pm

    Kalo gak ada revolusi di PSSI, Siap-siaplah para suporter untuk selalu kecewa. Laksana Pungguk Merindukan Bulan…

    Bravo Sepakbola


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: