Cerita Legalisasi Ganja

BANDUNG, KOMPAS.com — Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk DPR di Daerah Pemilihan I Jabar, Teuku Firmansyah, akan memperjuangkan agar ganja dilegalkan di Indonesia. Sebab, ganja banyak manfaatnya, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

nyang sejahtera nyang mana, nyang sengsara nyang mana..


“Kalau ganja dilarang karena sering disalahgunakan, menurut saya barang lain juga bisa disalahgunakan,” ujarnya dalam Seminar Kuliah Komunikasi Pembangunan di ITB bertajuk “Fenomena Caleg Artis pada Pemilu 2009”, Selasa (31/3).

Apa itu termasuk kondom kali ya..

Firman menjelaskan, ganja dapat dijadikan bahan shampo, minyak angin, dan minuman bersoda. Bahkan, ganja dapat dijadikan bahan kain dengan kualitas lebih kuat daripada sutra. “Saya sudah melihat di Swiss dan Newzeland. Di sana ganja sudah dilegalkan dan menjadi sumber ekonomi,” kata Firman.


hihihi.. si om lupa, di sana juga jumlah orang nyang ketergantungan menghisap ganja besar jumlahnya.. (saya juga pernah liat :p )

kesimpulannya adalah:
ganja gak dilegalisasi aja dah banyak ditemukan dan di-manfaat-kan oleh para pemuda “kreatif”, apalagi kalo dilegalkan.. ane yakin makin banyak orang nyang kere-atif,,

wallahu a’lam..

6 Responses to “Cerita Legalisasi Ganja”


  1. 1 dangko boy April 18, 2009 pukul 8:06 pm

    gini yak mungkin gwa rada kampung sama masalah ini…

    cmn,kalo yang legal minuman om!…
    negara ini mau jadi apa??!!..
    pagi dimarahin boss…
    siang kepanasan…
    sore kemacetan!!
    malem vodka’an!!..

    paginya bakar kantor lurah!!…
    hahahha

    3 yang di kasih sama cannabis sativa!
    -happy
    -hungry
    -sleepy

    ganjo bikin lo gak peduli akan orang yang jutek!!
    gak peduli sama kalian yang parlente karena uang.
    gak peduli sama rumah gw yang reot!..
    tetangga yang ngegosip.
    gk peduli sama pemerintahan yang bunuh2an untuk kursi pemerintahan!
    ganjo bikin otak lo dingin.
    percaya gk ganjo bikin otak kalian dingin??
    coba dong sodaraku,

    -suara pemuda tanpa alcohol.
    one love one god..

  2. 3 BlackassBerry Mei 21, 2009 pukul 7:31 pm

    Yoi dangko boy.. sudah terlalu lama ganja selalu dijadikan kambing hitam.. asal jgn kotak hitam aja.. Ganja tidak pernah minta balasan apapun, ganja yang ada adalah ciptaan Tuhan, dan diciptakan untuk kebutuhan manusia(if you are a religius person..) malahan ganja yang sebenarnya menghidupkan, mengobati, membangkitkan.. kami sudah terlalu bosan dengan segala sesuatu tentang hal membunuh, kekerasan,isak-tangis..bla..bla..was…wes..wos..
    Biarlah ganja menampilkan sisi baiknya sekarang, setelah sekian lama dia terpojokkan…
    Semoga semua makhluk di bumi berbahagia..
    Amin

  3. 4 stainless tanks Oktober 8, 2009 pukul 7:31 am

    Bukan sejahtera yang di dapet malah sensara yang di dapat.

  4. 5 Joe Desember 26, 2009 pukul 2:58 am

    Aneh..! Ini dah kalo caleg udh salah asuh.Ngomongnya belagu.Barang yg udah jelas2 merusak mw dilegalkan.Kurang kerjaan ya.Ngurus moral dlu dah klo mw jd caleg.Jd bertnya2 juga nih,masa mudanya gmn sh dlu tu orang

  5. 6 Stoned man Juni 18, 2010 pukul 8:02 am

    Kudu di inget bahwa ganja itu bukan lah NARKOTIKA seperti yang Indonesia tetapkan dalam UU nya.ganja ternyata tidak menyebabkan kecanduan fisik, dan ternyata punya manfaat medis… 2-2 nya bertentangan dengan UU Narkotika no.35 tahun 2009 yang memasukkan ganja sebagai narkotika kelas 1 (mencandu secara fisik) dan tidak punya manfaat medis sama sekali…itu hanya ego pemerintah kita saja. Malahan ganja menyebabkan arau mendorong seseorang untuk lebih mengenaal dirinya sendiri dan membuat dia lebih kreatif.
    INI ada bukti dari para peneliti,Ganja digunakan dalam berbagai cara di berbagai daerah di dunia. Ia dihisap atau dimakan dalam berbagai bentuk untuk menimbulkan kenikmatan dan efek-efek subyektif lainnya dan untuk peningkatan yang disengaja (atau distorsi) dari persepsi dan performa. Ini sebagian besar mungkin tergolong penyalahgunaan dan diasosiasikan dengan tingkat ketergantungan psikis yang lebih rendah. Tidak ada bukti bahwa ganja dapat menyebabkan ketergantungan fisik. (World Health Organization, Technical Report Series No. 287, “Evaluation of Dependence-Producing Drugs, Report of a WHO Scientific Group”; Hal. 22)

    Beberapa penelitian telah menunjukkan efek terapeutik dari cannabinoid untuk nausea dan muntah-muntah pada tahap akhir penyakit-penyakit seperti kanker dan AIDS. Dronabinol (tetrahydrocannabinol) telah tersedia melalui resep selama lebih dari satu dekade di Amerika Serikat. Kegunaan terapeutik lain dari cannabinoid telah ditunjukkan oleh penelitian yang terkontrol, termasuk pengobatan terhadap astma dan glaukoma, seagai antidepresan, perangsang nafsu makan, antikonvulsan dan anti-spasmodik, penelitian dalam bidang ini harus dilanjutkan. Sebagai contoh, lebih banyak penelitian dasar pada mekanisme periferal dan pusat dari cannabinoid pada fungsi pencernaan dapat meningkatkan kemampuannya utuk menghilangkan nausea dan emesis. Riset yang lebih banyak dibutuhkan pada dasar neurofarmakologi dari THC dan cannabinoid lainnya sehingga agen terapeutik yang lebih baik dapat ditemukan.
    (http://www.who.int/substance_abuse/facts/cannabis/en/index.html)
    POKONYA WE ALWAYS SUPPORT GANJA LEGALIZATION.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Quote of The Day

Just because you can’t do everything doesn’t mean you shouldn’t do something.
(Earl Nightengale)
Visit Zenk's Life

Nyang Gi Baca Cerita

web stats

Kategori Cerita

Cerita Lama

Cerita Stats

  • 636,832 Orang-orang Baik

%d blogger menyukai ini: